SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU
BAB 19


__ADS_3

Ethan yang ditinggalkan oleh sang adik pun beranjak menuju kamar sang adik.


"Udahlah Den, kalo emang Lo dah nggak suka sama Dia yaudah ikut aja kenapa? Dengan Lo batalin acara Lo buat ikut ke apartemen Gue, berarti Lo masih ada perasaan sama Dia." Ucap Ethan sambil memasuki kamar Alden.


"Dah lah Bang, nggak usah mbahas hal itu lagi. Gue nggak mau ya kalo kita berantem cuma gara-gara cewek. Apalagi cewek nggak berkelas kayak dia. Gue aja nyesel bisa kenal terus jadian sama cewek modelan kayak dia." Ucap Alden santai sambil mendudukan badannya di kursi.


"Stop ya Den. Lo boleh benci sama dia, tapi jangan jelek-jelekin dia dihadapan Gue. Dia pacar Gue Den, walau pun dia mantan Lo tapi nggak seharusnya sikap Lo kayak gini. Kalo Lo memang masih cinta sama dia, jangan harap Gue bakal ngalah sama Lo." Ucap Ethan sambil mendekati Alden.


"Lo bilang Gue masih cinta sama cewek kayak dia? Yang tega selingkuh dari pacarnya dan malah pacaran sama kakak pacarnya sendiri? Plis Bang, jangan buat Gue benci sama Lo. Gue cuma nggak mau Lo nyesel diakhir, kayak Gue." Ucap Alden menatap tajam kakaknya.


"It's oke Gue percaya sama Lo, tapi dengan syarat Lo harus ikut ke apartemen Gue. Gue mau lihat apa Lo masih suka sama pacar Gue atau enggak." Tantang Ethan kepada sang adik.


Alden pun hanya tersenyum miring. Dia menggelengkan kepalanya, tak lama setelah itu Alden pun bangkit dari duduknya dan mengambil jaket jeans serta kunci motornya.


"Oke, bakal Gue buktiin kalo omongan Gue itu bener." Jawab Alden sambil keluar dari kamarnya. Alden pun berjalan menuruni tangga dan menemui sang Mama yang sedang duduk santai didepan tv.


"Ma, Alden pamit buat ikut ke apartemen Bang Ethan ya. Mama hati-hati dirumah. Assalamualaikum, Ma." Pamit Alden sambil menyalami tangan Ella. Ethan pun melakukan hal yang sama dengan menyalami sang Mama.


Alden pun mengeluarkan motornya dari garasi dan mulai melajukan motornya mendahului sang kakak. Ethan pun mengikuti sang adik menuju apartemennya.


Tak lama setelah itu tibalah Alden di basement apartemen Ethan. Ethan yang selesai memakirkan mobilnya pun berjalan mendekati Alden. Namun, Alden malah meninggalkan Ethan dan berjalan menuju tangga.


Alden memang sengaja menghindari kakaknya dengan melewati tangga, meskipun ada lift. Ethan yang ditinggalkan pun hanya mengendikkan bahunya acuh.


Alden yang sudah sampai didepan ruangan Ethan pun hanya menunggu sambil memainkan poselnya. Karena memang hanya Ethan yang memegang kartu aksesnya. Ethan pun membuka pintu apartemennya dan membiarkan Alden masuk terlebih dahulu.

__ADS_1


Alden hanya melirik kearah kakaknya dan berjalan melewatinya. Alden langsung duduk disofa depan tv dan memainkan poselnya. Ethan yang melihat hal itu pun hanya menggelengkan kepalanya dan melenggang pergi menuju kamarnya yang ada di lantai atas.


Tak lama setelah itu, Ethan kembali turun karena mendengar suara bel berbunyi. Saat Ethan baru saja membuka pintunya, tiba-tiba badan Ethan terhuyung kebelakang karena pelukan seseorang. Alden yang sedang fokus bermain ponsel pun menoleh kearah kakaknya.


"Sayang, aku merindukanmu. Mengapa seharian ini kau tak memberi kabar padaku." Ucap seseorang yang memeluk Ethan disertai kecupan singkat tepat dibibir Ethan. Ethan pun tersenyum menanggapi perkataan wanita tersebut.


Sedangkan Alden yang mendengar suara wanita itu pun menolehkan kepalanya. Alden hanya menggelengkan kepalanya tak percaya. Pasalnya selama pacaran dengannya, Alden tak pernah melakukan hal sejauh itu. Alden juga tak percaya karena, kakaknya seliar itu.


Ekor mata Ethan juga bergerak menatap sang adik. Ethan memastikan apakah sang adik masih cemburu atau tidak. Namun, hasilnya nihil. Alden hanya menatap jijik kepada keduanya.


"Bella, sayangku. Maafkan aku karena tak mengabarimu selama sehari ini. Tapi saat ini bukankah kita sudah bertemu. Bukan begitu Alden?" Ucap Ethan sambil menyelipkan rambut kekasihnya disertai lirikan mata yang tertuju ke Alden.


Bella yang mengetahui bahwa diapartemen Ethan ada Alden pun kaget. Dia buru-buru melepaskan tangannya pada pundak Ethan. Sedangkan, Alden hanya menghembuskan nafasnya perlahan sambil tersenyum miring.


Tak lama setelah itu, datanglah teman-teman Ethan yang lain. Mereka semua pun bercerita dan mengobrol riang. Namun, Alden hanya sibuk memainkan ponselnya. Alden pun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.


"Ehm, Alden. Maaf ya Den, Gue milih kakak Lo. Ya karena mau bagaimana pun dia lebih unggul segalanya dari Lo. Tapi kalau Lo masih cinta sama Gue, kita bisa diem-diem berhubungan dibelakang kakak Lo." Ucap Bella sambil mendekati Alden.


Alden yang mendengar perkataan dari Bella pun menggelengkan kepalanya.


"Masih cinta sama Lo? Cuma orang gila yang masih mau mencintai orang yang udah berkhianat. Memang Abang Gue lebih unggul segalanya dibanding Gue. Tapi bukan berarti Lo bisa manfaatin Abang Gue sesuka hati Lo. Soal tawaran murah Lo itu, sorry Gue nggak berminat." Balas Alden sambil pergi meninggalkan Bella.


Bella yang ditinggalkan Alden pun menghentakan kakinya. Bella pun kembali berjalan menuju ruang tamu. Lalu dia pun kembali duduk berkumpul dengan teman-teman Ethan yang lain.


Saat sedang asyik berbicara, tiba-tiba Alden mendapat telepon. Alden yang mendapat kabar dari seseorang diseberang sana pun mendadak berdiri dari duduknya. Alden pun bergegas mengambil jaket dan kunci motornya.

__ADS_1


"Mau kemana Den? Kok buru-buru gitu." Ucap Ethan sambil melepas pelukannya dari Bella.


"Mau kerumah Sara dulu, Bang. Ada masalah dikit." Ucap Alden sambil mendial nomor Revan. Saat panggilan sedang menghubungkan, Alden memakai jaketnya.


"Bang, Van. Cepet kerumah Sara sekarang. Kita ketemu disana." Ucap Alden dengan tergesa-gesa. Setelah mematikan panggilannya, Alden pun berlari keluar dari apartemen Ethan.


Ethan yang kebingungan pun hendak menyusul sang adik. Namun, tangannya ditahan oleh Bella. Bella menggelengkan kepalanya memberi tanda bahwa dia tak ingin ditinggal. Akhirnya, Ethan pun kembali duduk disebelah Bella dan Bella kembali memeluknya.


Sementara Alden yang sedang dalam perjalanan menuju rumah Sara pun, memberhentikan motornya. Karena ponselnya berbunyi. Ternyata Ella yang meneleponnya. Alden pun mengatakan kepada sang mama agar datang kerumah Sara.


Alden pun melanjutkan perjalananya menuju rumah Sara.


Sementara Sara yang sedang khawatir pun hanya berjalan kesana kemari tanpa tujuan. Begitu juga dengan Asha, Khansa, dan Aurora. Sara pun mencoba menelepon nomor Alden berkali-kali, namun tak satu panggilan pun dijawab oleh Alden.


Tak lama setelah itu, datanglah sebuah motor tipe Ninja Kawasaki berwarna merah. Turunlah seorang laki-laki dengan jaket jeans dan disusul oleh motor trail yang biasa digunakan polisi untuk patroli.


Sara pun membuka pintu rumahnya, menunggu Alden dan Revan selesai melepas jaket serta helm nya. Alden dan Revan pun berjalan mendekati pintu utama rumah Sara.


Revan pun kaget karena melihat Asha dan Aurora yang sudah menangis. Revan pun bertanya kepada Asha.


"Apa yang terjadi Asha? Mengapa kau menangis?" Ucap Revan sambil berjongkok didepan Asha. Asha yang mendengar suara Revan pun mengangkat kepala yang tadi dia sembunyikan di telapak tangannya.


"Re...Reza hilang, Kak. Kita udah mencarinya diseluruh rumah. Namun, tak ada Reza dirumah. Tolong cari Reza kak. Tolong." Ucap Asha sambil tetap menangis.


Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.

__ADS_1


Iyi Gecerler! all❤.


__ADS_2