SEMUA SALAH IBU

SEMUA SALAH IBU
BAB 51


__ADS_3

Ethan pun berjalan disebelah Sara dan melangkah bersama menuju aula yang ada di lantai bawah. Saat tiba disana ternyata semua orang sedang bersalaman dengan pengantin.


Sara pun menatap Ethan meminta saran, dan Ethan pun memeberi isyarat agar mereka berdua naik keatas panggung. Dan yang lebih anehnya lagi, tinggal mereka berdua yang belum menyalami Revan dan Asha.


"Selamat menembuh hidup baru buat Bang Revan sama Teh Asha. Semoga menjadi keluarga yang sakinah ya. Semoga cepet-cepet dikasih momongan, biar Sara bisa gendong bayi." Ucap Sara setelah berada didepan Revan dan Asha.


"Maaf ya Bang, Teh Asha. Sara nggak bisa salaman sama kalian. Tangan Sara nggak bisa diajak kompromi." Ucap Sara yang sedang dipeluk oleh Asha sambil tertawa cekikikan.


"Nggak papa dong Sar. Yang penting sembuh dulu." Ucap Revan sambil mengelus kepala Sara.


"Selamat ya Bang. Sekarang nambah lagi tanggung jawabnya. Semoga bisa bawa Teh Asha sampai surga ya." Ucap Ethan sambil memeluk kakaknya dengan pelukan ala-ala cowok macho.


"Selamat ya Teh, udah jadi kakak iparnya Ethan. Semoga bisa jaga Abang dari godaan cewek-cewek diluaran sana ya." Ucap Revan sambil bersalaman dengan Asha. Asha dan Revan pun hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Saat akan turun dari panggung, sang fotografer meminta agar Sara dan Ethan foto bersama Revan dan Asha.


Dan ya, tercipta potret indah yang menampilkan dua couple serasi. Ella dan Rendi yang melihat hal itu pun tersenyum bahagia.


"Andai si Mas Ethan belum punya pacar ya, Pa. Pasti nanti kita bakal nikahin mereka berdua. Liat tu Pa, merek cocok banget." Ucap Ella sambil menyenderkan kepala nya di bahu sang suami.


"Iya juga ya Ma. Kita bakal punya empat mantu tapi satu besan. Tapi yaudah lah Ma. Itu pilihan mereka sendiri. Kita sebagai orang tua hanya bisa memberi restu." Jawab Rendi sambil mengelus lengan sang istri.


Sara dan Ethan pun turun dari panggung dan berjalan mendekati para tamu yang sedang menyantap makanan yang disajikan. Sara melihat Bella yang datang bersama dengan Amora dan Bram. Sara tersenyum miring dan berjalan mendekatinya.

__ADS_1


"Wah, keluarga baru ini datang juga toh ke pernikahan kakakku. Kalian terlihat sangat harmonis. Kalian tahu itu?" Ucap Sara dengan nada mengejeknya dan berlalu melewati mereka bertiga. Bella yang hendak memukul Sara pun dicekal tangannya oleh Bram.


"Jangan kau membuat malu aku anak tak tahu diuntung. Seharusnya kau bersyukur karena aku tak menceraikan ibu mu itu. Aku masih mau membiayai pendidikan mu hingga lulus kuliah nanti. Jika sampai kau mempermalukan aku, maka aku tak segan-segan akan mengusirmu keluar dari rumahku." Ucap Bram tegas dengan menatap tajam Bella.


Saat sedang acara makan-makan, MC mengatakan bahwa acara lempatlr bunga pun akan segera dimulai. Semua orang yang merasa jomblo pun maju dan mulai berbaris didepan panggung. Seperti teman polisinya Bang Revan, teman kuliah Teh Asha, atau anak dari relasi bisnisnya Rendi.


Beda dengan Sara, dia malah duduk di kursi panjang yang menghadap langsung ke arah kerumunan orang yang menunggu acara lempar bunga.


Saat sedang asyik melamun, tiba-tiba ada seseorang yang duduk disampingnya. Sara pun menoleh dan mendapati Ethan yang sedang duduk disebelahnya.


"Ngapin nggak ikut?" Tanya Ethan sambil mengalihkan pandangannya kedepan. Sara pun mengikuti pandangan Ethan dan tersenyum melihat adik kecilnya ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.


"Eh kak liat deh, kayaknya ada cinta segitiga yang mau ikut nangkep bunga tuh. Noh si Khansa, Bella, sama Alden. Kasian banget si Bella nya. Suka sama Alden, eh Alden nya udah ada yang lain. Oh iya, Kak Ethan belum tau berita hot yang kemarin terjadi kan?" Ucap Sara yang membuat Ethan tersenyum miring. Bella masih suka sama Alden? Mimpi Lo Sar. Batin Ethan sambil menatap kekasihnya yang ada di barisan itu.


"Kemarin si Alden ngomong kalau suka sama si Khansa. Dan ngakunya pas di hadapan Sara terus ada Paman dan Bibi juga. Intinya didepan semua orang. Kalo kemarin Kak Ethan ada disana, bakal dibikin baper sama si kunyuk." Ucap Sara dengan senyum lebarnya.


"Enak banget si Alden bisa ngungkapin langsung ke orangnya. Sedangkan Gue? Gue nggak bisa ngungkapin perasaan Gue ke orang yang Gue suka. Dia wanita yang berbeda, Dia nggak bisa Gue sentuh." Ucap Ethan sambil mengalihkan pandangannya kearah Sara.


"Loh ngapain, coba aja ungkapin. Kalo kata si kunyuk, kita itu harus ungakpin perasaan sama orang yang kita sukai. Terserah dia mau terima atau nolak perasaan kita. Intinya kita udah lega, gitu." Ucap Sara menirukan perkataan Alden kemarin. Sara masih tak mengalihkan pandangannya dari kerumunan orang yang sudah bersiap menerima lemparan buket bunga milik Asha.


"Gue pengen banget ngomong ke orang itu. Kalo Gue bener-bener sayang sama dia. Gue pernah ngelakuin kesalahan yang membuat Gue takut ngomong langsung ke dia. Kalo besok suatu hari kita ketemu, Gue cuma mau bilang. Gue cinta sama Lo dan Gue minta maaf soal kesalahan diwaktu itu." Ucap Ethan dalam sambil menatap Sara. Sara tak mendengar perkataan dari Ethan karena Asha sudah melemparkan bunga.

__ADS_1


Semua orang pun berteriak heboh agar bisa mendapatkan bunga itu. Sara mendadak berteriak antusias untuk melihat siapa yang mendapatkan bunga itu. Dan tak disangka-sangka, ternyata bunga itu jatuh dipangkuan Sara yang membuat semua orang berteriak kecewa karena tak mendapatkannya.


Sara yang terkejut pun mengambil bunga tersebut dan memberikannya kepada Ethan.


"Nih buat Kak Ethan aja. Kan kak Ethan udah tua, jadi bisa langsung nikah. Nih tak kasih, Sara ikhlas." Ucap Sara yang membuat Ethan memelototkan matanya. Sara yang melihat Ethan hendak marah pun berdiri dari duduknya dan berlari mendekati Ella.


"Aduh, Bi. Itu Kak Ethan nya mau marahin Sara." Ucap Sara ketakutan sambil berlindung dibalik tubuh Amora. Namun Ethan hanya beejalan mendekati Sara dan mengembalikannya ke Sara.


"Udah bawa aja, kan Lo yang dapet. Siapa tau nanti Lo langsung nyusul Abang sama Teh Asha." Ucap Ethan smabil menahan tawanya.


"Enak aja, do'a nya itu loh. Amit-amit jabang bayi. Nih buat Lo aja Den. Barengan sama Khansa, Nathan, sama Aurora ya. Jangan berebut." Ucap Sara setelah memukul pelan lengan Ethan dengan buket bunga tersebut dan memberikannya kepada Alden.


"Dih dikira bocah apa? Bagi-bagi, ya kagak lah. Ini buat Gue sama Khansa aja. Siapa tau habis ini di nikahin sama Mama. Ya kan, Ma?" Tanya Alden kepada sang Mama yang langsung mendapat jitakan dikepalanya.


"Siapa yang bilang. Kulaih dulu yang bener habis itu kerja dulu biar bisa tanggung jawab ke Khansa nya. Kalo kamu belum mapan Mama nggak bakal nikahin Khansa sama kamu. Nanti Mama bakal cari laki-laki yang udah sukses buat dijodohin sama Khansa. Mau kamu?" Ucap Ella sambil mengancam Alden.


"Ih jangan gitu lah Ma. Alden mau nya nikah sama Khansa aja. Lagipula nggak papa juga kan kalau nikah pas SMA. Banya kok cerita novel-novel yang pemeran utamanya nikah pas masih SMA. Dna pernikahan mereka ayem-ayem aja tuh." Ucap Alden lagi yang membuat Sara menjambak rambut cokelat milik Alden.


Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.


Iyi Gecerler! all❤.

__ADS_1


__ADS_2