
Asha yang sudah sampai didepan Revan pun mendongakkan kepalanya menatap Revan yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Mata mereka bertemu dan saling mengunci satu sama lain.
Ella meminta agar mereka duduk dan menghadap sang penghulu. Detik-detik Asha akan menjadi istri sah dari Revan pun telah datang. Terdengar suara penghulu yang menjadi wali hakim dari Asha memulai membaca bacaan akad. Setelah selesai mengucapkan kalimat ijabnya sang penghulu menyerahkan mic nya kepada Revan.
"Saya terima nikahnya Asha Arraselli binti Malik Arrasello dengan mas kawin tersebut, tunai." Ucap Revan dengan lancar dalam satu tarikan nafas. Terdengar sahutan kata SAH dari sisi kanan dan kiri Revan. Asha yang mendengar kata tersebut pun menghembuskan nafasnya lega.
Mereka semua mengangkat tangannya untuk mengaminkan do'a dari penghulu untuk kedua mempelai. Selesai membaca do'a, Ella pun menyerahkan sepasang cincin nikah berwarna silver kepada Revan dan Asha.
Dengan perasaan yang gemetar, Asha mengangkat tangan Revan dan memakaikan cincin tersebut dijari manis kanan Revan. Setelahnya Asha mencium tangan Revan dengan khidmat. Lalu disusul oleh Revan yang menarik lembut tangan Asha untuk dipasangkan olehnya cincin pilihan mereka.
Lalu dikecup olehnya tangan mungil milik Asha dengan penuh cinta. Tak lama setelah itu, Revan mengangkat tangan kanannya lalu diletakkan ke puncak kepala dari Asha. Revan pun membaca do'a yang telah lama dia hafalkan sebelum menikah.
"Dicium atuh Bang istrinya." Ucap Ella yang berdiri dibelakang Revan dan Asha. Revan yang mendengar perkataan sang Mama pun tersenyum tipis dan menatap manik berwarna cokelat terang milik istrinya. Dengan perlahan, Revan membawa badannya condong kedepan dan mencium dahi milik Asha.
Asha merasakan gelenyar aneh yang menjalari tubuhnya. Dan setelahnya, Revan menundukkan sedikit lagi kepalanya hingga Asha dapat merasakan hembusan nafas Revan di telinganya.
"Assalamu'alaikum istriku." Ucap Revan perlahan yang langsung membuat Asha merinding seketika. Revan menahan tawanya ketika melihat ekspresi wajah Asha. Revan menjauhkan badannya dari Asha dan mengelus punggungnya.
Setelah acara ijab kabul tersebut, Revan dan Asha berjalan menuju ruang rias untuk berganti pakaian. Sara yang sedari tadi asyik duduk pun merasakan nyeri di lengan kananya. Dengan langkah cepat, Sara berjalan menuju kamar hotel nya dan mencari obatnya.
__ADS_1
Ethan yang melihat Sara berjalan tergesa-gesa pun mengikutinya dengan perlahan. Ethan melihat Sara memasuki kamar hotelnya dan entah sengaja atau tidak, Sara tidak menutup pintunya.
Ethan melihat Sara yang mengeluarkan seluruh isi kopernya yang membuat kamar hotelnya berantakan. Ethan juga dapat mendengar suara tangisan dari Sara. Karena panik, Ethan pun berjalan masuk kamar Sara dan berjongkok disebelahnya.
"Kenapa Sar?" Tanya Ethan yang membuat Sara menolehkan kepalanya. Sara hanya menggelengkan kepalanya dan masih mengobarak-abrik kopernya. Ethan pun mencoba membantu Sara membuka koper besar milik Sara. Ethan pun bertanya sekali lagi kepada Sara dan berhasil mendapat jawaban.
"Lo kenapa sih Sar?" Tanya Ethan lagi sambil menutup koper Sara agar Sara menjawab pertanyaannya. Sara yang semakin kesakitan pun menjawab pertanyaan Ethan dengan terbata-bata.
"Sara lagi cari obat. Tangan Sara sakit lagi." Jawab Sara masih dengan tangisannya. Ethan pun bingung mengapa Sara mengkonsumsi obat. Ingin bertanya pun Ethan tak tega menatap muka kesakitan dari Sara. Ethan pun bertanya dimana terakhir kali Sara menyimpan obatnya.
"Dimana terakhir kali Lo inget pas nyimpen obat itu." Tanya Ethan sambil menghentikan kegiatannya. Sara pun diam dari tangisnya dan mencoba mengingat-ingat lagi. Setelah tahu dimana dia meletakkan obatnya, Sara mengatakannya kepada Ethan.
"Oh berada di tas selempangku. Bisa tolong Kak Ethan ambilkan tas itu?" Pinta Sara yang langsung diangguki oleh Ethan. Ethan yang melihat isi tas milik sara pun terkejut. Karena biasanya gadis seusia dengan Sara, tas selempangnya akan dipenuhi oleh make up atau apapun itu. Tapi tas milik Sara diisi oleh Al-Qur'an kecil, tasbih, mukena parasit, serta sajadah kecil. Ada senyuman kecil yang langsung terbit dibibir Ethan.
"Gimana mau minumnya, orang tangan Sara nggak bisa ditekuk. Ya kali masukin obat dulu, baru ambil minumnya. Keburu pahit ni lidah." Gerutu Sara dengan nada menggumam yang masih didengar oleh Ethan.
"Yaudah Gue suapin obatnya satu-satu, terus nanti langsung Lo minum airnya. Oke?" Ucap Ethan memberi ide kepada Sara yang langsung disetujui oleh Sara. Sara pun mengangkat perlahan tangan kanannya ke atas ranjang, lalu diluruskan.
Setelah itu tangan kirinya bersiap membawa air mineral yang telah disiapkan di nakas samping ranjangnya. Dengan telaten Ethan memasukkan pil obat tersebut ke mulut Sara. Setelah obat tersebut masuk kedalam mulutnya, Sara langsung meminum air mineral tersebut untuk membawa obat itu masuk kedalam lambungnya.
__ADS_1
Suapan keempat dan merupakan suapan terakhir, Ethan menyuapkan obat tersebut dengan menumpu kedua lututnya sambil menghadap ke arah Sara. Sara pun meminum obat tersebut dengan air mineral yang hanya tersisa sedikit, namun karena terlalu pahit dan ukurannya terlalu besar Sara pun memuntahkannya. Sara pun terbatuk dan seketika air matanya langsung menetes.
Sara yang merasa sangat mual pun hanya bisa menangis sambil membersihkan mulutnya. Ethan yang melihat hal tersebut pun mendekati Sara dan membersihkan mulut serta pakaian Sara dengan sapu tangannya. Tak ada rasa jijik sedikit pun yang melintas dipikiran Ethan. Dia membersihkan semuanya dengan sangat telaten, seperti membersihkan muntahan anak kecil.
"Sst...sst...sst...jangan nangis lagi ya Sar. Nggak papa, udah jangan nangis. Obatnya pahit banget ya?" Ucap Ethan sambil menenangkan Sara dengan tangan yang masih sibuk membersihkan bagian sekitar mulut Sara. Sara pun menghentikan tangisnya dan menatap Ethan polos.
"Kak Ethan nggak jijik sama muntahan Sara?" Tanya Sara polos sambil menatap Ethan dengan mata berbinarnya. Ethan yang masih sibuk pun menghentikan kegiatannya dan menatap netra Sara.
"Kalo Gue bilang enggak gimana?" Ucap Ethan yang langsung membuat Sara kaget. Belum sempat Sara menjawab, Ethan sudah memerintah agar Sara berganti pakaian karena MC sudah memulai acara resepsi untuk Revan dan Asha.
"Sekarang Lo ganti baju, Gue tunggu disini. Ayo berdiri." Ucap Ethan yang langsung mengangkat Sara dari belakang dengan menggunakan selimut putih yang berada disamping Sara. Sara yang terkejut pun hanya menoleh sebentar kearah Ethan, lalu dia membuang pandangannya kesembarang arah karena Ethan juga sedang menatapnya.
Setelah Sara berdiri dengan tegak, Ethan pun mengambilkan gaun berwarna ungu dan meminta Sara berganti pakaian.
"Cepet ganti baju, Gue tunggu disini. Ati-ati ya didalem kamar mandinya." Ucap Ethan yang lansung diangguki oleh Sara. Sara pun bergegas masuk kekamar mandi dan mengganti gaunnya dengan perlahan.
Setelah 15 menit berlalu, Sara keluar dari kamar mandi dengan tangan kiri yang memegang tangan kanannya. Ethan menatap kagum kepada Sara yang berjalan sambil melipat bibirnya kedalam.
"Kenapa Sara jadi tambah cantik ya." Batin Ethan berbicara.
__ADS_1
Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.
Iyi Gecerler! all❤.