
Sara yang ditatap tajam oleh sang kakak pun hanya menundukka kepalanya. Asha memegang lengan Sara dengan sedikit penekanan. Sara pun mengangkat kepalanya menatap netra sang kakak.
Asha membawa Sara masuk kedalam kamarnya. Sara yang sudah takut pun menolehkan kepalanya menatap Ethan dengan lengan yang sudah ditarik oleh Asha.
Sedangkan Ethan yang ditatap pun hanya mengangkat sebelah alisnya.
"Apa benar yang dikatakan oleh Ethan, Sar?" Tanya Asha dengan nada tegas setalah menutup pintu kamarnya. Sara pun hanya menundukkan pandangannya karena takut menatap sang kakak.
"Angkat kepalamu Sara. Dengan sikap kamu yang seperti ini, Teteh dah tahu jawaban kamu. Kenapa Sara ngelakuin hal itu? Siapa yang ngajarin Sara hal seperti itu? Apa Teteh pernah ngajarin Sara?" Tanya Asha. Bukannya menjawab, Sara hanya menggelengkan kepalanya.
"Teteh selalu ngajarin kalian semua biar nggak kenal sama cowok, nggak menjalin hubungan sama cowok. Karena apa? Karena Teteh nggak mau kalian melakukan hal-hal seperti itu, Sara. Berarti selama ini percuma gitu, Teteh beri nasehat ke kalian? Nggak didengerin?" Tanya Asha dengan nada rendah.
"Teteh selalu berusaha agar kalian semua tetap aman. Aman dari apa? Dari laki-laki Sar. Nggak semua laki-laki itu baik, hanya ada satu banding seribu yang baik. Apa lagi yang udah kamu lakuin setelah ciuman?" Tanya Asha dengan nada tegas. Sara pun mengangkat kepalanya dan menggelengkan kepalanya.
"Enggak Teh, Sara nggak ngelakuin hal itu. Percaya sama Sara ya Teh." Jawab Sara sambil memegang tangan kakaknya. Asha pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Teteh mau percaya sama Sara gimana? Orang dari tadi Teteh tanya sama kamu, kamu cuma diem aja. Kalau kamu memang nggak ngelakuin hal itu, sangkal Sar. Jangan diem aja. Dengan tadi kamu cuma diem aja, otomatis Teteh nyimpulin kalau yang dikatakan oleh Ethan bener." Ucap Asha sambil melepaskan pegangan tangan Sara.
"Teteh kecewa Sar. Bukan sama kamu, tapi sama diri Teteh sendiri. Teteh udah gagal buat didik kamu. Seharusnya kamu jadi contoh buat adik-adik kamu, bukan malah kayak gini Sar." Ucap Asha lemas.
Sara pun menangis. Dia berusaha untuk menceritakan tentang kejadian beberapa hari yang lalu.
"Enggak Teh, ceritanya nggak kayak gitu. Sara bisa jelasin sama Teteh. Dan Sara nggak ngelakuin hal seperti itu. Sara selalu pegang perkataan Sara, Teteh inget kan? Sara pernah janji sama Teteh, bair nggak pernah deket sama laki-laki." Ucap Sara di tengah tangisnya.
Dengan tatapan kosong, Asha meminta agar Sara menjelaskan semuanya.
__ADS_1
"Jelasin semua sama Teteh sekarang. Yang sebenarnya, tanpa dikurangi atau dilebihi." Perintah Asha kepada Sara. Sara pun mnganggukkan kepalanya antusias.
"Kejadiannya beberapa hari yang lalu. Ketika Khansa masuk rumah sakit. Ya tepat dihari ketika Teh Asha menemukan Sara sedang menangis dikamar mandi." Ucap Sara sambil menghapus air matanya.
"Hari itu, Sara memang sedang ada lomba antar sekolah kan Teh? Nah tempatnya itu di Universitas kota. Sara yang habis Salat Dhuha mau jalan ke lapangan buat kumpul sama teman-teman yang lain. Tiba-tiba tangan Sara ada yang narik, dan laki-laki yang narik Sara itu langsung mencium Sara." Ucap Sara dengan nada yang sedikit pelan diakhir kalimatnya.
Asha yang mendengar jawaban adiknya pun bingung.
"Maksud kamu gimana? Kamu kenal laki-laki itu nggak? Masa orang nggak kenal main cium aja. Sara nggak lagi bohong sama Teteh kan?" Ucap Asha menatap sang adik curiga.
"Astagfirullah Teh, Sara nggak bohong. Demi Allah, Sara nggak ngurangin fakta atau melebihkan. Teh Asha harus percaya sama Sara." Jawab Sara meyakinkan Asha.
Akhirnya Asha pun mempercayai adiknya Dia yakin bahwa adiknya tak akan membohonginya. Saat Sara sedang menceritakan keseluruhan cerita atas permintaan Asha, tiba-tiba pintu kamar Asha diketuk.
Sara pun menghentikan ceritanya dan beranjak mendekati pintu. Setelah pintu terbuka, nampaklah Ella yang sedang berdiri di depan pintu. Asha yang melihat Ella datang menuju kamarnya pun bergerak mendekatinya.
Asha dan Sara pun mengantarkan Ella sekeluarga ke depan pintu rumah.
"Paman dan Bibi hati-hati dijalan ya. Kabari Asha jika sudah sampai dirumah." Ucap Asha sambil menyalami Ella dan Rendi. Adik-adik Asha pun mengikuti kakaknya untuk menyalami Rendi dan Ella.
"Baiklah, kalian semua hati-hati dirumah ya. Intinya selalu beri kabar kepada kami. Jangan terima tamu sembarangan yang kalian tak kenali." Ucap Rendi kepada mereka berlima.
Asha dan yang lain pun menganggukkan kepalanya. Ella dan Rendi pun berjalan mendekati mobil mereka diikuti oleh Alden. Sementara Ethan dia berjalan juga mendekati mobilnya.
Sara masih menatap Ethan tanpa berkedip. Sara merasakan hal yang beda kepada Ethan setelah perkataan dari Ethan tadi.
__ADS_1
Setelah kepergian dari Rendi dan keluarganya, Asha mengajak semua adiknya untuk masuk ke rumah dan menutup pintunya.
Asha meminta para adiknya untuk istirahat. karena memang mereka semua kurang tidur. Sara pun juga belum tidur dari kemarin. Asha pun berlalu masuk menuju kamarnya. Para adiknya pun juga masuk ke kamar mereka masing-masing.
Sara mulai merebahkan tubuhnya diatas kasur. Perlahan lahan dia pun mulai menutup matanya. Dan tak lama setelah itu, Sara sudah benar-benar terlelap dalam tidurnya.
Beda dengan Asha, Asha yang hendak merebahkan tubuhnya pun tak jadi. Karena ponselnya berdering. Asha pun melangkan kakinya menuju meja belajar tempat Hp nya diletakkan.
Sebuah notifikasi dari email pun membuat Asha penasaran. Ternyata email tersebut dikirimkan oleh perusahaan terkenal milik Pak Rendi. Asha pun membuka email tersebut, dan ternyata isi dari email itu adalah profil pengacara yang akan mengurus perceraian orang tuanya.
Asha pun membalas email tersebut dan mengucapkan terimakasih kepada Rendi.
Sementara itu, Ethan yang ikut pulang kerumah orang tuanya pun pamit pulang menuju apartemennya. Alden yang sedang bosan pun berniat untuk ikut ke apartemen kakaknya.
"Bang, Gue ikut Lo ya. Bosen Gue dirumah. Boleh kan?" Ucap Alden sambil mendekati kakaknya. Ethan yang sedang bermain ponsel pun mendongakkan kepalanya dan menolehkan kepalanya kepada sang Mama. memberi isyarat agar Alden meminta izin keoada sang Mama.
"Ma, Alden mau ikut ke apartemen Abang boleh kan? Alden bawa motor sendiri kok, jadi nanti bisa pulang cepet." Izin Alden kepada Ella.
Ella pun mengijinkan Alden untuk ikut dengan Ethan. Akhirnya Alden pun berjalan mengambil kunci motornya serta jaket jeans nya. Namun sebelum berangkat, Alden bertanya kepada sang kakak.
"Lo dirumah sendiri kan Bang? Nggak ada temen Lo?" Tanya Alden bisik-bisik karena takut sang Mama mendengar.
"Ada temen-temen sama pacar Gue. Tapi it's okey. Lo nggak papa kalo mau ikut." Jawab Ethan santai sambil berdiri.
"Nggak jadi Bang. Najis Gue ketemu sama dia." Putus Alden tiba-tiba sambil memutar badannya kembali kekamarnya.
__ADS_1
Merhaba! Kakak kakak Kayenna tercinta❤. Jangan lupa Like, dan Komen untuk dukung Kayenna yaa. Terimakasih.
Iyi Gecerler! all❤.