
“Alpha Stigma”
“Beta Stigma”
“Theta Stigmata”
Sebuah bayangan dengan cepat menebas semua kepala ketujuh tetua itu, mereka semua terbunuh kurang dari satu detik, bahkan mereka tidak sadar bahwa kepala mereka sudah terlepas dari tubuhnya itu.
Sekelebat bayangan itu adalah Bai Long, sebenarnya marga Bai dan Fei Yuan semuanya memutuskan menunda misi, karena Liu Feng memberikan kabar bahwa Bai Chen dan Bayangan Dewa sedang dalam bahaya.
Karena kekuatan mereka tidak sama, akhirnya Bai Long menggunakan seluruh kecepatannya dan langsung menuju ke timur benua utara untuk segera membantu, yang lainnya hanya menyusul sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
Urutan yang sampai di reruntuhan Asosiasi itu adalah Bai Long, beberapa puluh menit kemudian Fei Yuan, dan beberapa jam kemudian baru rombangan Don, Cheng dan Feng.
Bai Long yang sudah sampai duluan sedikit melihat keteguhan hari Liu Feng, Shang Gu dan Shang Ge, setelah dia menghabisi ketujuh tetua itu, dia langsung menghampiri ketiga orang sekarat itu, kemudian memberikan sebuah pil yang bisa memperbaiki tubuh secara instan.
Pil yang dimiliki oleh Bai Long itu dulu pernah dibagikan secara merata oleh Bai Chen kepada seluruh Bayangan Dewa dan tentu saja Bai Long juga memilikinya. Bai Long meminumkan ke mulut mereka bertiga dan sedikit mengalirkan energi qi untuk mempercepat proses pemurnian itu.
Seharusnya pil yang diberikan Bai Chen itu sudah pasti manjur, jika itu hanya sekarat biasa, hal ini terbukti ketika Shang Ge dan Shang Gu bisa pulih dengan cepat, tapi hal ini tidak berlaku bagi Liu Fong.
Bai Long kemudian menambahkan energi qi tersebut hingga sampai batas yang bisa diterima oleh Liu Fong, tapi tubuh Liu Fong masih tidak merespon untuk memulihkan diri.
“Tuan Bai Long, lebih baik anda simpan saja energi qi itu, hal itu tidak akan bisa menolong saya lagi, saya memiliki penyakit yang cukup mematikan, mungkin di dunia fana ini belum ada obatnya” Liu Fong tersenyum dalam kesekaratannya itu.
__ADS_1
“Apa yang kamu bilang ?” Bai Long tidak percaya, dia masih berpikir positif, tapi setelah dia mengecek nadi yang dimiliki oleh Liu Fong, dia akhirnya mengerti bahwa penyakit ini penyakit yang bertumpuk dari tahun ke tahun.
Penyakit ini sudah sangat kronis dan sulit untuk disembuhkan, Liu Fong yang mengerti keadaan itu juga sudah menerima takdirnya itu, “Tuan Bai Long bolehkah anda memanggilkan anak saya, saya ingin mengobrol dengannya sebentar saja”.
Bai Long tidak menjawab itu secara langsung, dia menggunakan kesadarannya untuk menemukan Liu Yifei, ternyata dia sedang pingsan di antara para keluarga Bayangan Dewa. Dia langsung melesat menghampiri Liu Yifei.
“Kenapa dia bisa pingsan, apa yang telah kalian lakukan ?” Bai Long bertanya.
“Maafkan kami tuan Bai Long, kami terpaksa menahannya dan memukul tengkuk lehernya agar dia bisa tenang dan tidak mengganggu pertarungan tadi, sehingga tidak digunakan sebagai sandera oleh ketujuh tetua tadi, sekali lagi mohon maafkan kami” keluarga bayangan dewa beralasan.
“Masuk akal, kalau begitu aku akan membawa gadis ini terlebih dulu, untuk kalian tenang saja, suami kalian hanya mengalami pingsan karena kelelahan saja, kalian bisa menemuinya setelah ini” Bai Long langsung membawa Liu Yifei kehadapan Liu Fong.
Bai Long kemudian membangunkan Liu Yifei, beberapa detik kemudian dia terbangun dan melihat ayahnya sudah duduk dengan tenang, seperti dia sudah berdamai dengan apa yang dialaminya sekarang.
“A…ayah, apa yang terjadi, kenapa ayah bisa seperti ini, kenapa, kenapa ?” Liu Yifei langsung menitikkan air mata ketika ayahnya berbicara seperti itu, ditambah dengan kondisi yang dialami ayahnya sekarang itu.
“Jangan jadi cengeng, kamu sudah dewasa, mungkin beberapa tahun lagi kamu sudah memiliki suami dan anak yang lucu …” perkataan Liu Fong sedikit tertahan.
“Tapi ayah minta maaf, mungkin ayah belum bisa untuk melihatnya, waktu ayah hanya tinggal sebentar lagi, jadi ayah hanya berharap kamu bisa terus bahagia dan bisa menikmati kehidupan ini”
“Sekarang Asosiasi sudah hancur, setidaknya ayah sudah memenuhi salah satu keinginan mu yang tidak ingin menjadi penerus asosiasi ini, jadi bukankah kamu sekarang harusnya tersenyum anakku sayang” Liu Fong tersenyum.
“Tidak, tidak, apa yang ayah bicarakan, ayah pernah janji akan selalu bersamaku bukan ? Apa-apaan perkataan ayah barusan ? Mengapa seperti ayah tidak ingin menepati janji ?” Liu Yifei semakin menangis histeris di samping ayahnya itu.
__ADS_1
“Maafkan ayah ya, karena tidak bisa menepati janji itu …” Liu Fong semakin lemah.
“Tidak boleh, ayah tidak boleh untuk meninggalkan aku sendirian disini, siapa lagi yang akan menjagaku ketika aku ditimpa masalah di kota, siapa lagi yang akan mengajariku alkimia, siapa lagi yang akan berjalan-jalan sore di taman belakang lagi” Liu Yifei mengeluarkan pertanyaan bertubi-tubi.
Liu Yifei kemudian menatap Bai Long, “Tuan Bai Long, bukankah anda pasti memiliki obat untuk ayah saya, anda kan yang paling dekat dengan tuan Bai Chen, oh iya dimana dia, aku akan meminta obat secara langsung agar ayah saya bisa sembuh” pikiran Liu Yifei semakin tidak karuan.
“Maafkan aku gadis kecil” Bai Long hanya bisa pasrah, soalnya memang benar, jika Bai Chen sadarkan diri, mungkin dia memiliki solusi, tapi sekarang Bai Chen tidak sadarkan diri karena suatu hal yang tidak diketahui, jadi dia tidak bisa membangunkan Bai Chen untuk sekarang.
“Sudahlah putriku, mungkin ini memang sudah takdir ayah, jadi kamu harus janji untuk menerima semua hal setelah ini. Kemarilah, ayah ingin menghembuskan nafas terakhir ayah dengan memelukmu” Liu Fong.
Liu Yifei yang menyadari bahwa ayahnya sudah tidak mungkin tertolong lagi, bergegas untuk mendekat dan sekarang dia berada dalam pelukan ayahnya, pelukan yang akan dikenang sampai kapanpun, karena setelah beberapa menit dia dipeluk ayahnya itu.
Sang ayah, Liu Fong meninggal dunia dengan posisi duduk dan memeluk Liu Yifei itu, Liu Yifei hanya bisa menangis sejadi-jadinya, hingga dia kelelahan dan kemudian pingsan.
Peristiwa ini disaksikan oleh hampir semua orang yang ada di Kota Giok Merah, Marga Bai dan Fei Yuan yang sudah sampai juga menyaksikan peristiwa yang menyayat hati tersebut.
Semua orang ikut bersedih atas meninggalnya Pemimpin Asosiasi Alkemis itu, mereka semua menyayangkan orang sebaik pemimpin itu meninggal karena pengkhianatan dan penyakit bertumpuk bertahun-tahun itu.
Hingga suasana itu terjadi selama beberapa menit kedepan, sebelum mereka semua sudah dipindahkan ke penginapan terdekat oleh Bai Long, Fei Yuan, Bai Don, Bai Cheng dan Bai Feng.
Setelah selesai memindahkan Liu Fong kedalam sebuah peti, Bai Chen dan Bayangan Dewa ke penginapan, masyarakat semua kemudian bubar.
Peristiwa ini dikenang menjadi sebuah hari berdukacita di Kota Giok Merah.
__ADS_1