SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 71 - Kediaman Hong Gon


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, rombongan prajurit ini sudah memasuki barak dan langsung berbaris, untuk memberikan sambutan kepada Bai Chen sebagai tamu sebelum istirahat.


Hong Gon yang sudah turun dari kereta kuda mendekati kereta kuda Bai Chen, “Tuan muda, kita sudah sampai”.


“Terima kasih Paman Hong Gon” Bai Chen menuruni kereta kuda diikuti oleh kelompoknya.


“Selamat datang di ibukota tuan muda Bai Chen beserta kelompok” para prajurit serempak.


“Oke, kalau kalian sudah boleh istirahat, silahkan” Bai Chen mengangguk dan mempersilahkan mereka semua.


“Mari tuan muda, sudah ada jamuan yang disiapkan di kediaman saya, harap tuan muda untuk mengikuti saya” Hong Gon.


“Baik, mari paman” singkat Bai Chen berjalan mengikuti Hong Gon.


Beberapa Jenderal, Kapten yang memiliki pangkat penting juga mengikuti Jenderal Hong Gon dan Bai Chen masuk ke kediaman Jenderal Hong Gon.


“Selamat datang di kediaman saya tuan muda, maaf kediaman ini cukup sederhana” Hong Gon merendah.


“Kalau seperti ini dibilang sederhana, bukankah semua kediaman yang mengaku mewah akan malu” Bai Chen memuji kediaman milik Jenderal Hong Gon. Jika dilihat dengan mata telanjang maka tidak ada kata lain yang terucap kecuali ‘Indah’.


Kediaman ini berada disamping barak prajurit, tapi kediaman ini menandakan sisi lain Jenderal Hong Gon, semua bangunan, taman, kolam di kediaman ini tertata sangat baik. Ditambah lagi, ada sejenis ruangan minum teh di antara tengah kolam dan taman.


Jika bukan Jenderal Hong Gon sendiri yang mengatakan bahwa ini adalah kediamannya, mungkin banyak orang yang tidak akan percaya, apalagi melihat begitu damai dan tentram kediaman seorang Jenderal yang sudah melalui banyak pertempuran dan peperangan.


Masuklah mereka semua ke Aula Utama kediaman ini, disana sudah disiapkan banyak makanan yang bisa untuk sekitar 100 orang.


“Silahkan duduk tuan muda” Hong Gon berkata pada Bai Chen. Bai Chen hanya mengangguk kemudian duduk di salah satu bangku yang ada di tengah ruangan. Semua orang juga ikut duduk.


“Baiklah, mari kita makan terlebih dahulu, setelah itu kita akan lanjut untuk mengobrol” Bai Chen memberi usul.


“Baiklah, selamat makan tuan muda” setelah mengucapkan itu, semua orang langsung menyantap hidangan ada di depan mereka masing-masing.


Singkat cerita mereka telah menyelesaikan acara makan-makan itu, para pelayan juga sudah membersihkan sisa makanan dan piring kotor. Acara yang sebenarnya pun dimulai.


“Tuan muda, bagaimana jika kita sedikit membahas kemungkinan terlibatnya Organisasi Kipas Merah dengan Gelombang Monster yang kita lalui kemarin” Hong Gon memberikan pendapat.


“Boleh saja, mari kita mulai dari …” Bai Chen memancing diskusi.


“...”

__ADS_1


“...”


“...”


Setelah beberapa jam kemudian.


“Baiklah mari kita cukupkan sampai disini terlebih dahulu, kita akan melanjutkannya besok, setelah kalian mengidentifikasi orang-orang yang kita sebutkan tadi” Bai Chen.


“Baik tuan muda” mereka semua menjawab serentak.


“Kalau begitu silahkan kalian semua beristirahat di kediaman ini, para pelayan akan mengantarkan kalian menuju tempat yang disediakan” Hong Gon berbicara kepada semua orang.


“Baik Jenderal Tertinggi” semua orang.


“Khusus untuk tuan Bai Chen dan kelompoknya akan diantarkan oleh pelayan yang ini, pelayan tolong tunjukkan ruangan istimewa yang disiapkan untuk para tamu terhormat ini” Hong Gon memberi perintah kepada beberapa pelayan perempuan yang cukup cantik.


“Baik Tuan Besar” jawab singkat para pelayan itu.


“Mohon maaf saya tidak bisa mengantarkan anda ke kamar tuan muda, sepertinya keponakanku ingin segera bertemu denganku” Hong Gon meminta maaf.


“Tidak masalah paman Hong Gon, gunakan waktumu dengan baik” Bai Chen.


“Baiklah ayo antar kami ke kamar yang sudah disediakan untuk kami” Bai Chen berkata kepada para pelayan perempuan itu.


Tapi tidak ada respon dari para pelayan itu, ternyata mereka terpesona dengan wajah tampan Bai Chen, Bai Long dan Bai Don.


Tentu saja, Bai Feng dan Bai Cheng geram dengan sikap para pelayan ini, tapi memang harus diakui ketiga pemuda disamping mereka ini memiliki tingkat ketampanan yang sedikit di atas normal, wajar jika semua orang terpesona dengan wajah mereka.


“Heii nona, apakah kamu tidak ingin mengantarkan kami ?” Bai Chen coba mendekati para pelayan itu.


“Ahhhhhhhhhh” teriak kaget sekaligus senang para pelayan itu ketika melihat Bai Chen mendekati mereka, wajah memerah mereka semua tidak dapat disembunyikan lagi.


“Heii, para pelayan, aku tahu Chen Gege memang tampan, tapi jika kalian punya pikiran buruk terhadapnya, akan aku cabik-cabik kalian” Bai Feng sedikit emosi.


“Dan untuk Chen Gege, jangan melakukan tindakan tiba tiba seperti itu, membuat salah paham saja” Bai Feng berkata kepada Bai Chen.


“Memangnya aku melakukan apa ? Bukankah aku hanya mendekatkan diri kepada mereka, agar mereka dengar apa yang aku ucapkan” Bai Chen pura-pura bodoh.


“Apakah seperti ini” Bai Chen kemudian langsung menggendong Bai Feng dengan tangannya.

__ADS_1


“Ayo pelayan tunjukkan kamar kami, aku sudah tidak sabar” Bai Chen ingin menggoda Bai Feng.


“Ba…baik tuan, mari ikuti kami” para pelayan itu.


“Chen… Chen Gege apa yang kamu lakukan, lepaskan aku, ini sangat memalukan” Bai Feng memberontak di gendongan Bai Chen.


“Ini adalah hukumanmu karena sangat protektif, bukankah kamu hanya ingin aku menjadi milikmu seorang ?” Bai Chen bertanya dengan mendekatkan mulutnya ke telinga Bai Feng.


Seketika wajah Bai Feng memerah dan kepalanya seperti mengeluarkan kepulan asap yang tipis, dia sangat senang dengan perkataan Bai Chen, tapi juga sangat malu jika digendong dengan posisi seperti apalagi di depan banyak orang.


“Bai Cheng biarkan aku menggendongmu seperti saudara Chen menggendong adik ipar Feng” Bai Don berbicara kepada Bai Cheng.


*Cubit


“Ahhhh, sakit, kenapa kamu malah mencubitku, sungguh tidak romantis” Bai Don menggerutu.


“Kamu akan aku hukum setelah ini agar kamu tidak sembarang berbicara lagi” Bai Cheng mengancam Bai Don.


*Swoosh


“Paman Bai Long bukankah kita akan sedikit berlatih dan bermain catur di kamarmu” Bai Don terbang dengan cepat menuju Bai Long dan meminta pembelaan.


“Hmmm, bukankah itu masih besok, kalau hari ini aku sedang sibuk” Bai Long tidak menolong sama sekali.


“Kamu sudah dengar bukan Bai Don, oh apakah kamu hanya ingin menghindariku” Bai Cheng sudah sedikit marah.


“Oh, ayolah paman Bai Long, jika paman bisa menolongku hari ini dari amukan burung ganas ini, aku janji akan memberikan hadiah nanti” telepati Bai Don ke Bai Long.


“Oh iya benar, aku yang salah jadwal, memang hari ini adalah jadwal latihan dan bermain dengan Bai Don” Bai Long langsung mengubah kata-katanya.


Bai Cheng tidak bisa membantah lagi, bagaimanapun Bai Long punya privilege sebagai orang terdekat Bai Chen, jadi dia tidak mungkin bisa memarahi Bai Long.


Bai Cheng hanya pasrah membiarkan Bai Don berlatih dan bermain catur bersama Bai Long. Sedangkan Bai Chen dan Bai Feng hanya tersenyum saja.


“Sudah sampai tuan, kami pamit terlebih dahulu” para pelayan itu pamit, takut diancam lagi Bai Feng.


“Baiklah cukup, ingat kita hari ini istirahat dulu, setelah itu kita akan melakukan penyelidikan seperti biasa, mengerti ?” Bai Chen memberi perintah.


“Kalau begitu aku masuk dulu bersama Feng’er, sampai jumpa besok” Bai Chen kemudian masuk kamar dengan masih menggendong Bai Feng.

__ADS_1


Bai Long dan Bai Don mengambil kamar yang kiri karena ingin bermain catur sedangkan Bai Cheng mengambil kamar sebelah kanan.


__ADS_2