
*OEEKKK!
*OEEKKK!
Singkat cerita, Fei Yuan berhasil melahirkan seorang bayi mungil yang cantik jelita, wajahnya bulat seperti bakpao yang masih panas, matanya hitam seperti ayahnya dan hidungnya mancung seperti ibunya.
Bai Chen yang dari tadi sudah berada di samping Fei Yuan ingin langsung menggendong bayi kecil cantiknya, para pelayan yang membantu proses persalinan memberikan bayi kecil tersebut kepada Bai Chen.
“Putri kecil kita akhirnya terlahir, sekarang aku sudah resmi menjadi seorang ayah, aku menjadi seorang ayah…” Bai Chen gembira sekali, dia menimang bayi kecil itu penuh dengan kelembutan.
Fei Yuan yang masih lemas seusai melahirkan tersenyum bahagia karena dia berhasil melahirkan dengan selamat dan melihat putri kecilnya yang berada di pelukan ayahnya sambil masih menangis.
Bai Chen kemudian mendekati Fei Yuan dan berbisik di telinganya, “Terima kasih sayang, sudah memberikanku seorang bayi kecil yang cantik ini, aku sangat bersyukur…” Dia kemudian mengecup dahi istrinya tersebut.
“Sama-sama sayang, aku juga senang akhirnya kita memiliki anak setelah sekian lama kita berdua menunggu, terlebih lagi aku sangat senang di waktu aku melahirkan kamu berada di sampingku.” Fei Yuan tersenyum lebar membalas ucapan suaminya.
“Umumkan kepada semua orang, aku akan mengadakan sebuah perayaan atas kelahiran putriku, aku akan membuat sebuah pesta untuk seluruh masyarakat selama tujuh hari tujuh malam, sebarkan berita ini…”
Bai Chen memberikan perintah kepada semua bawahannya yang berada di balik pintu, mereka semua dengan setia menunggu perintah dari Bai Chen.
Setelah tuan mudanya mengatakan perintah tersebut, semua orang langsung bersiap-siap sesuai dengan tugasnya masing-masing, dan pesta tujuh hari tujuh malam pun berhasil digelar dengan mengundang semua lapisan masyarakat.
Acara berjalan meriah, beberapa kali Bai Chen keluar kamar bersama dengan istrinya, Fei Yuan, mereka memamerkan kemesraan mereka beserta putri kecil mereka kepada khalayak ramai.
Fei Yuan sudah bisa berjalan di hari keenam setelah menerima beberapa pil penyembuh tingkat tinggi dan beberapa ramuan yang diracik oleh suaminya sendiri.
Ternyata tidak semua orang ikut bahagia dengan apa yang terjadi beberapa hari terakhir, beberapa orang termasuk Mei Jiao ternyata menyimpan sesuatu dalam hatinya.
__ADS_1
Mei Jiao yang terkenal pendiam, tidak banyak bicara, ternyata menyimpan sebuah niat buruk kepada bayi dari saudarinya sendiri.
Mei Jiao sekarang tengah berpikir dengan adanya bayi kecil tersebut, kasih sayang Bai Chen akan timpang ke Fei Yuan dan bayinya, dan dia tidak suka hal itu terjadi.
‘Aku tahu aku paling lemah diantara semuanya, meskipun aku istri keduanya, aku masih kalah dengan Bai Feng, aku memang hanyalah manusia biasa, berbeda dengan mereka yang memiliki garis keturunan dan ras yang kuat…’
‘Aku tidak bisa membiarkan kasih sayang suami kepadaku berkurang lagi, aku harus melakukan sesuatu kepada bayi kecil itu, lebih baik aku menculiknya dan membuangnya di suatu tempat…’
“Agar, kasih sayang suami tidak begitu besar kepada kak Fei Yuan dan bayinya, tapi apakah yang ingin aku lakukan ini salah? Bukankah wajar jika seorang istri sepertiku meminta perlakukan yang sama atas kasih sayang seorang suami?”
Mei Jiao ternyata masih memiliki pemikiran yang pendek, dia sebenarnya juga masih ragu mengenai apa yang akan dilakukannya nanti.
Pernah suatu ketika dia mengamuk di kamar sendirian setelah melihat Bai Chen dan Fei Yuan menghabiskan malam berdua tanpa mengajaknya dan Bai Feng.
Rasa cemburu yang kecil mulai mengakar sejak kejadian tersebut, tapi seperti kata pepatah sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.
Dan terbuktilah, meskipun di depan semua orang Mei Jiao terlihat seperti orang yang murah senyum dan polos, tapi di hatinya dia seperti membenci semua orang yang melihatnya seperti orang yang lemah.
Di Dunia Jiwa jika Bai Chen tidak ada, yang memimpin adalah Fei Yuan, sedangkan di Dinasti Han, yang akan menggantikan Bai Chen adalah Bai Feng karena dia memang merupakan penduduk asli dari sini.
‘Aku sudah menahan semua penghinaan dan ketidakadilan ini mulai dari Dunia Fana dulu, apakah aku benar-benar tidak pantas disandingkan dengan mereka berdua…’ Mei Jiao menatap Fei Yuan dan Bai Feng dengan sinis.
Tidak ada yang menyadari perubahan wajah Mei Jiao, bahkan beberapa orang yang sudah diberitahu oleh Bai Chen mengenai sifat istri keduanya tersebut tidak ada yang sadar.
Setelah acara selesai, ketika semua orang bergerak untuk istirahat, sebuah kehebohan terjadi, dimana bayi kecil yang sedang ditinggal ibunya ke kamar mandi sebentar menghilang tidak tahu kemana.
“Putriku…!”
__ADS_1
“Putriku…!”
Fei Yuan yang baru saja keluar kamar mandi dan menyadari bahwa bayinya sudah tidak ada dalam kasur kemudian berteriak histeris, semua orang yang mendengarnya langsung masuk ke kamar tersebut, termasuk Bai Chen.
“Ada apa sayang? Kenapa kamu berteriak keras di malam hari yang sepi ini? Aku masih menjamu beberapa tamu penting yang ada, apakah gerangan yang membuatmu berteriak dan menangis seperti ini sayang?” Bai Chen mencoba untuk menenangkan istrinya.
“Anakku…!”
“Anakku…!”
Mendengar perkataan Fei Yuan, Bai Chen langsung sadar bahwa putri kecilnya tidak ada di kasur biasanya dia tidur, “Cari bayi kecilku, jangan kembali sebelum kalian menemukannya…!”
Bai Chen berteriak kepada semua orang, ibukota dinasti han yang awalnya tenang, langsung berubah menjadi terang benderang dan ramai orang berseliweran.
Meskipun Bai Chen sudah bukan menjadi Pemimpin Tertinggi lagi, tapi sebagai orang yang paling berjasa untuk dinasti, tentunya semua orang dengan sepenuh hati ingin membantunya.
Ketika semua orang sudah bergegas mencari putri kecilnya, Bai Chen kemudian mengedarkan kesadarannya mencari seseorang.
Setelah beberapa waktu, ‘Semoga bukan kamu sayang, apakah memang hatimu sekotor itu sampai tidak bisa menerima anak dari saudarimu dan suamimu sendiri…’ Bai Chen memeluk erat Fei Yuan dan terus menenangkannya bersama dengan Bai Feng yang juga berada di dalam kamar itu.
Sedangkan disisi lain, Mei Jiao yang berhasil membawa kabur bayi kecil menggunakan kertas array teleportasi sedang diliputi oleh sebuah dilema, dia sekarang ragu-ragu bahwa apa yang dilakukannya sekarang benar atau salah.
‘Kenapa aku ragu disaat seperti ini, apakah yang kulakukan ini sudah benar? Bagaimana jika nanti suami malah menuduhku dan malah tidak mencintaiku? Tapi, apakah jika aku kembali ke istana, aku masih bisa dimaafkan olehnya?’
Mei Jiao berlari terus, tanpa sadar dia menuju ke sebuah portal yang tidak tahu kemana ujungnya, sebuah portal sekali pakai yang mana hanya bisa mengantarkan seseorang dalam sekali waktu saja.
Di belakang Mei Jiao ada Bai Long yang secara khusus diperintahkan oleh Bai Chen menggunakan telepati untuk melacak keberadaan Mei Jiao.
__ADS_1
Bai Long berhasil menyusul Mei Jiao serta kecurigaan Bai Chen dan Bai Long akhirnya terbukti nyata, seorang bayi mungil nan cantik sedang menangis keras akibat diajak berlari kencang di tengah hutan lebat ini.
“Berhenti…!” Bai Long berteriak dan melesat dengan cepat ketika melihat bayi kecil yang menangis semakin kencang.