
“Sabar Hong Zheng, bagaimanapun mereka setidaknya ikut menyumbang berdirinya Federasi Dua Benua ini.” Pemimpin Besar Hei Long memberikan pandangan.
“Tapi Hei Long, padahal selama ini tuan muda sudah memberikan mereka banyak kelonggaran, ditambah lagi bagaimana kalian menjelaskan mengenai eksekusi Pangeran Shao Long yang dituduh makar?” Pemimpin Besar Hong Zheng berapi-api.
“Tapi untuk kali ini saya setuju dengan Hong Zheng tuan muda, Kaisar Baru ini sudah sangat keterlaluan, bahkan mereka telah menempatkan puluhan ribu pasukan di Kota Monster Giok.” Pemimpin Besar Han Ci.
“Apalagi semua properti peninggalan kita disita olehnya, bukankan dia sudah sangat keterlaluan untuk sebuah kekaisaran yang diapit oleh aliansi, apakah mereka sudah tidak mau menuruti Aliansi 3 Benua?” Pemimpin Besar Hang Tuah ikut berkomentar.
Bai Chen sedang berpikir langkah apa yang paling tepat, dia juga saat ini sedang memikirkan perasaan Paman Sheng Hui yang harus mengungsi sampai kesini, tapi Paman Sheng Hui juga akan sakit hati jika pasukannya yang dulu malah berperang melawan Bai Chen sendiri.
“Paman Sheng Hui, aku ingin mendengar pendapatmu, apakah kamu akan tetap memberatkan istrimu, karena dia masih memiliki hubungan keluarga dengan keluarga kekaisaran benua tengah?” Bai Chen menoleh kepada Sheng Hui.
“Tuan muda, bisakah anda tidak memerangi mereka, benar seperti yang dikatakan oleh Pemimpin Besar Hei Long, bagaimanapun mereka masih menyumbang dalam pendirian Federasi ini.” Sheng Hui masih berharap.
“Yang ikut andil itu bukan mereka, tapi kamu dan pasukanmu Paman Sheng Hui, apakah kamu akan terus tutup mata dengan permasalahan ini, bagaimana dengan keponakanmu yang dibunuh adiknya sendiri? Apakah kamu juga akan menutup mata masalah itu?” Bai Chen.
“Tu…tuan muda…” Sheng Hui sudah tidak tahu lagi harus berbicara apa, dia benar-benar dilema, dia tidak pernah mengira keluarga kekaisaran benua tengah begitu sembrono setelah kematian keponakannya yang pro ke Bai Chen itu.
“Saya menyerah tuan muda, silahkan anda lakukan apapun yang menurut anda benar, saya tidak akan ikut campur masalah ini lagi.” Sheng Hui menyerah, bagaimanapun dia sekarang disini adalah tamu, dia orang memang cukup sadar diri dan sadar tempat.
“Terimakasih atas kepercayaanmu paman, tapi demi menghargaimu sekali lagi, ajak seluruh pemimpin di dunia ini berkumpul, kita akan menggunakan Ibukota Lama Benua Selatan sebagai tempat pertemuan.” Bai Chen.
“Ini adalah permintaan mutlak dariku, kita akan melakukan diskusi terakhir sebelum memutuskan untuk apa yang akan kita lakukan kepada Benua Tengah, kirimkan undangan ini menuju Benua Timur, Utara dan Tengah.” Bai Chen memerintahkan Perintah Dewa untuk mengambil misi ini.
__ADS_1
“Kami akan melaksanakan tugas ini tuan muda.”
“Baiklah kalian bisa pergi sekarang, tekankan lagi kepada Kaisar Benua Tengah untuk datang, jika tidak dia akan menanggung resiko yang tidak pernah dibayangkan.” Tegas Bai Chen kepada anggota Perintah Dewa yang bertugas menuju Benua Tengah.
“Baik, tuan muda.”
Kemudian Sepuluh Perintah Dewa itu menghilang dari hadapan semua orang, dengan kultivasi mereka yang sudah berada di ranah Monarch kemungkinan mereka akan menyelesaikan misi kurang dari satu hari.
“Baiklah kalau begitu kalian semua persiapkan pertemuan untuk besok, aku tidak ingin ada kesalahan besok, ditambah lagi, kalian semua jangan terprovokasi dengan Benua Tengah, kalian harus ingat itu.” Perintah Bai Chen.
“Baik Pemimpin Tertinggi, kami semua akan mengingat pesan anda.”
“Kalian semua boleh bubar, khusus Hang Tuah kamu akan mengatur semua berkas dan beberapa pertanyaan yang akan diajukan kepada Benua Tengah.” Perintah Bai Chen.
“Silahkan bubar, kita bertemu lagi besok di Ibukota Lama Benua Selatan.” Tegas Bai Chen.
“Baik Pemimpin Tertinggi…”
Semua orang meninggalkan Aula Rapat di Gedung Pemerintahan ini, mereka kembali ke tempat kerja masing-masing dan beberapa ada yang langsung menyiapkan pertemuan untuk besok hari, di Aula ini hanya menyisakan Bai Chen dan kedua istrinya.
Mei Jiao sudah sah menjadi istri Bai Chen beberapa bulan yang lalu, ketika semua orang sedang gencar-gencarnya pembangunan dimana-mana, dia dan Bai Chen melangsungkan pernikahan sekaligus untuk membiarkan semua pekerja dan prajurit beristirahat dari pekerjaan itu.
“Sayang, kamu sudah bekerja keras selama beberapa bulan ini, bahkan kamu sampai lupa dan tidak pernah masuk ke kamar kami berdua, apakah kamu sudah tidak menyayangi kami lagi.” Fei Yuan bermanja ria di pangkuan Bai Chen diikuti oleh Mei Jiao.
__ADS_1
“Maafkan suami kalian berdua yang tidak peka ini ya, tapi memang dalam beberapa bulan terakhir semua kerja kerasku dan semua orang terbayar, kalian lihat semua bangunan dan semua warga yang bahagia diluar sana?” Fang Chen melihat kearah sebuah jendela.
“Benar sayang, memang benar mereka semua kini telah hidup dengan bahagia, setiap hari hanya ada permasalahan sepele semenjak kamu membentuk satuan prajurit pengamanan itu, tidak ada lagi pembunuhan semena-mena di Federasi Dua Benua ini.” Mei Jiao memuji Bai Chen.
“Baiklah memang sekarang tugasku untuk menyenangkan kalian berdua nanti malam, karena besok aku sudah ada kerjaan lagi, tapi, bagaimana jika kita mempercepatnya menjadi sekarang saja, tidak usah menunggu malam?” Bai Chen berubah pikiran.
“Hehehe, kamu memang nakal sayang, tapi aku tidak membencinya sama sekali, baiklah kita akan melakukannya bertiga, kali ini kamu cukup berbaring saja, giliran kita berdua yang akan memerasmu sampai pingsan, benar bukan adik Mei Jiao?” Tanya Fei Yuan kepada Mei Jiao.
Mei Jiao hanya tersenyum manis saja, pipinya memerah karena malu dengan pertanyaan blak-blakan saudarinya itu.
Disisi lain Bai Chen juga hanya menurut saja, ketika dia ditarik ke dalam kamar dan kedua istrinya membuatnya berbaring secara paksa.
Kali ini tida ada pemanasan yang panjang, Fei Yuan dan Mei Jiao sudah melepaskan pakaian mereka, sekarang bisa dilihat kulit putih dan bersih kedua wanita cantik ini.
Mereka berdua langsung bergantian menjilati Tongkat Besar Bai Chen dengan mulut mereka berdua dengan mengarahkan Perahu Tembem ke wajah Bai Chen.
Hingga permaianan itu semakin memanas semenjak bertemunya Perahu Tembem Fei Yuan dan Tongkat Besar Bai Chen, dengan gerakan naik turun yang menghilangkan pikiran sampai merasa semua beban hilang dan hanya nikmat saja yang ada di dunia ini.
Mereka bertiga melakukannya secara bergantian hingga semalaman suntuk, kali ini sesuai dengan janji Fei Yuan, Bai Chen sudah diperas berkali-kali dan sudah ada tanda sedikit kelelahan.
Tapi dengan segenap kekuatannya Fei Yuan dan Mei Jiao tidak membiarkan Tongkat Besar Bai Chen istirahat bahkan untuk sekejap saja.
Begitulah malam panas mereka bertiga, malam yang hanya penuh dengan suara kenikmatan diantara pasangan suami istri.
__ADS_1