SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 200 - Bersantai di Pantai


__ADS_3

Tidak ada orang yang begitu bodoh menjadikan Pulau Misterius itu menjadi area rekreasi kecuali teman mereka, tapi memang begitulah karakter Bai Chen.


Beberapa orang yang sudah lama dekat dengan Bai Chen, paham dengan maksud Bai Chen berkata seperti itu.


Pasti Bai Chen menggunakan Pulau Misterius itu untuk berlatih sekaligus melatih ketiga istrinya yang selama ini tidak mendapatkan lawan yang sepadan lagi.


Jika melawan sesama saudara atau orang terdekat Bai Chen, maka tidak akan bisa memunculkan potensi baru, karena pasti masih ada rasa tidak tega dan lainnya.


Jadi menurut beberapa orang yang paham dengan maksud Bai Chen adalah dia ingin menjadikan dirinya sendiri dan ketiga istrinya dalam keadaan hidup dan mati, demi meningkatkan kepekaan dalam pertarungan.


“Hmm, sepertinya beberapa orang sudah memahami maksudku, jadi aku tidak akan menjelaskannya lagi, jadi apakah aku bisa mempercayakan Misi Pembentukan Dewan Keamanan kepada kalian semua?” Bai Chen.


“Maafkan pemikiran kami tadi tuan muda, kami akan melakukan misi itu dengan jaminan seratus persen keberhasilan,” ucap semua orang.


“Baiklah, kalau begitu kalian semua bersiaplah untuk besok, kita cukupkan pertemuan kita sampai disini saja,” perintah Bai Chen.


“Baik tuan muda, kami izin untuk pamit terlebih dulu,” ucap semua orang kemudian meninggalkan aula istana ini.


“Bai Feng tolong panggilkan kedua saudarimu yang lainnya, aku akan menyampaikan beberapa hal,” pinta Bai Chen kepada Bai Feng.


"Baik suami, kamu tunggu disini sebentar, aku akan memanggil mereka berdua," ucap Bai Feng.


Beberapa menit kemudian Bai Feng, Fei Yuan dan Mei Jiao sudah datang dan mendekati Bai Chen.


"Ada hal apa sayang, sampai kamu mau memanggil kami bertiga? Apakah kamu mau memberikan kami hadiah?" Fei Yuan bertanya.


"Benar, tapi hadiah kali ini bisa membuat kalian bertiga meningkatkan kekuatan dengan cepat serta bisa mengasah kepekaan kalian dalam pertarungan, tertarik?" Bai Chen bertanya.


“Bukankah kamu sedang mengurus mengenai masalah mengenai beberapa Dinasti yang melakukan pergerakan agresif menyerang Dinasti Han ini? Apakah kamu tidak jadi menghancurkannya sayang?” Mei Jiao bertanya.

__ADS_1


“Sebenarnya aku bisa saja menghancurkan semua Dinasti yang ada di Dunia Immortal ini, bahkan aku tidak perlu bergerak, tinggal meminta Bai Long dan ketiga Pencakar, pasti semua Dinasti akan rata,” jawab Bai Chen.


“Tapi, apakah dengan kehancuran Dinasti yang masih tersisa itu Dunia Immortal kembali seperti semula, atau malah akan terjadi kekacauan sampai beberapa tahun kedepan?” Bai Chen.


“Dari sudut pandang keuangan juga, jika aku menghancurkan mereka semua, biaya yang aku keluarkan untuk memperbaiki semua Dinasti akan lebih besar lagi, akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan jalur diplomasi,” sambung Bai Chen.


“Aku sudah memberikan tugas itu kepada semua saudara kita yang lain, oleh karena itu kita memiliki waktu luang dan aku ingin mengajak kalian berlatih bersama di Pulau Misterius seperti yang aku katakan tadi,” lanjut Bai Chen.


“Oh jadi seperti itu, kalau begitu kami bertiga bersedia, kapan kita berangkat menuju Pulau Misterius yang kamu maksud itu sayang?” Fei Yuan bertanya.


“Kita berangkat sekarang saja bagaimana, rencananya kita akan berlatih selama sebulan disana sambil mencari tahu misteri yang ada di pulau itu,” jawab Bai Chen.


“Kalau begitu mari kita berangkat, aku tidak sabar lagi untuk berlatih bersama, mungkin ini yang pertama kalinya bukan?” Fei Yuan semangat.


“Bagaimana dengan kalian berdua?” Bai Chen bertanya kepada Mei Jiao dan Bai Feng.


“Sayang, aku takut menjadi beban kalian semua, disini yang memiliki kultivasi terendah adalah aku, aku…” Mei Jiao sedikit sedih.


“Benar Kak Mei Jiao, kamu jangan pernah merasa seperti itu, kita semua disini adalah keluarga, jika nanti ada yang berani melukai kakak, aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri, jadi jangan pernah berpikiran seperti itu oke?” Bai Feng.


Mei Jiao terharu dengan jawaban kedua saudarinya itu, dia selama ini merasa minder, karena dari semua istri Bai Chen, dia merupakan yang terlemah dan paling jarang berkontribusi untuk kepentingan Bai Chen.


Bai Chen tidak banyak bicara dan langsung memeluk istri keduanya itu, dia kemudian ikut meyakinkan istrinya itu.


“Aku akan sedih jika kamu berpikir seperti itu sayang, setelah ini aku akan lebih fokus lagi membantumu untuk menjadi lebih kuat, bukan hanya aku, tapi mereka berdua juga,” kata Bai Chen sambil tersenyum.


Fei Yuan dan Bai Feng ikut tersenyum dan memeluk Mei Jiao.


“Terima kasih semuanya, aku tidak akan pernah mengecewakan kalian semua, setelah ini mohon bimbingannya,” ucap Mei Jiao sambil terisak bahagia.

__ADS_1


“Yosh, sekarang waktunya kita berangkat, karena kita semua belum pernah kesana, kita hanya bisa pergi dengan terbang, tidak masalah bukan?” Bai Chen bertanya kepada ketiga istrinya.


“Mari…”


Kemudian keempat orang itu keluar dari Aula Istana dan terbang menggunakan Pedang Terbang Bai Chen menuju ke Pulau Misterius.


Selama perjalanan Mei Jiao banyak meminta masukan mengenai pelatihannya.


Bai Chen dan yang lainnya dengan senang hati memberikan pendapatnya serta masukkan untuk Mei Jiao.


Waktu yang ditempuh hingga sampai ke tepi laut sekitar satu jam penuh, setelah itu mereka akan terbang di atas lautan lepas dan sampai di Pulau itu dalam waktu sekitar dua jam.


Sesampainya di tepi laut, mereka berempat memutuskan untuk beristirahat sebentar untuk menikmati hembusan angin laut yang menenangkan.


Mereka juga melihat kapal nelayan banyak berlabuh di tepi pantai ini, kawasan ini masuk masuk dalam wilayah Dinasti Han.


Seperti yang dijelaskan sebelumnya, lokasi Pulau Misterius ini di tengah lautan yang terletak diantara wilayah Dinasti Han dan Dinasti Sui Ras Iblis.


“Adik Bai Feng, kenapa kamu tidak pernah memberitahukan kepada kamu bahwa ada pantai yang begitu indah disini? Sepanjang mata memandang hanya tergambar bentangan alam yang indah nan damai,” ucap Fei Yuan.


“Bukannya aku tidak mau kak, tapi aku sendiri juga sudah lupa, kapan terakhir bisa bersantai seperti saat ini, beberapa tahun terakhir aku hanya ada di Ibukota dan mengurusi semua urusan pemerintahan,” jawab Bai Feng malu-malu.


“Kalau begitu bagaimana jika sebelum menuju ke Pulau Misterius itu, kita rehat sejenak di pantai ini? Atau mungkin sekalian menginap? Apakah boleh sayang?” Mei Jiao bertanya kepada Bai Chen.


Melihat wajah imut istrinya itu, Bai Chen tidak kuasa untuk menolak dan akhirnya membolehkan.


“Tidak masalah, tapi hanya sehari saja, kita masih harus berlatih di Pulau Misterius, bagaimana?” Bai Chen.


“Sepakat, kalau begitu mari kita mencari rumah makan dekat pantai, kita harus menikmati semua hidangan laut yang ada, aku sudah lapar, hehe…” Fei Yuan.

__ADS_1


“Bagaimana bisa seorang kultivator sekuat dirimu bisa lapar? Kamu tidak berbohong bukan?” Bai Chen bertanya dengan polosnya.


“Dasar tidak peka, suami bodoh!” Fei Yuan menggerutu.


__ADS_2