
Mei Jia dan Bai Feng hanya tertawa melihat interaksi yang lucu tersebut.
“Sudahlah, bagaimana jika seharian penuh ini kamu mengikuti semua keinginan kami sayang?” Mei Jiao bertanya.
“Eh, bukankah cukup dengan bersantai terus menginap dan besok kita melanjutkan perjalanan? Kenapa aku harus mengikuti semua keinginan kalian?” Bai Chen.
“Kamu ini memang tidak peka ya, khusus hari ini kamu tidak boleh menolak keingin kamu bertiga, bisakah kamu berjanji?” Bai Feng memajang wajah yang sangat imut.
“Eh, baiklah, baiklah, aku akan menuruti semua keinginan kalian,” pasrah Bai Chen.
“Nah begitu dong, kalau begitu mari kita menuju ke Rumah Makan untuk makan terlebih dulu,” ajak Fei Yuan sambil menggandengan tangan Bai Chen.
“Baiklah, mari kita kesana,” jawab Bai Chen.
Keempat orang itu dengan cepat menemukan sebuah Rumah Makan yang sesuai dengan keinginan mereka, langsung saja mereka masuk dan duduk di salah satu meja rumah makan tersebut.
“Pelayan, kami ingin pesan makanan, tolong bawakan menu kesini,” pinta Bai Chen sambil mengangkat tangannya.
Sambil menunggu pelayan menghampiri meja, mereka menyempatkan diri untuk mengobrol ringan sebagai seorang suami yang ingin menyenangkan istri-istrinya.
Hingga beberapa saat kemudian pelayan menghampiri dan mereka sudah memesan banyak hidangan dan melanjutkan obrolan yang terhenti sejenak.
“Sayang, setelah ini aku mau melihat-lihat kota ini, nanti kita ke pasar, kemudian berbelanja beberapa barang, camilan dan lainnya, bolehkan?” Fei Yuan bertanya dengan manja.
“Eh, kalau begitu kami berdua juga, sepertinya kota ini salah satu kota yang tidak terlalu terdampak oleh polemik antar dinasti, makanya bangunan-bangunan yang ada disini masih memiliki ciri khas mereka sendiri,” lanjut Bai Feng.
“Benar kak, dik, aku juga sedikit memperhatikan orang-orang yang tinggal di kota ini, entah kenapa aku merasa mereka semua hidup dengan damai dan tentram di kota ini,” sambung Mei Jiao.
“Yah terserah kalian, aku sudah berjanji untuk mengikuti semua keinginan kalian seharian penuh,” pasrah Bai Chen yang tidak terlalu tertarik dengan pembahasan kota ini.
Di kepala Bai Chen sekarang masih memikirkan kira-kira siapa pemilik tekanan aneh yang ada di Pulau Misterius.
__ADS_1
Bai Chen kemudian tenggelam dalam pikirannya sendiri dan tanpa sadar ketiga istrinya sedang mengajaknya bicara.
Fei Yuan yang melihat suaminya melamun itu mencubit pinggangnya.
“Aduh, ada apa? Kenapa kamu mencubitku sayang?” Bai Chen mengeluh.
“Oh, jadi kamu melamun sendiri dan tidak memperhatikan semua percakapan kami ya!” Fei Yuan.
“Sepertinya beberapa hari yang lalu kamu mendapat hukuman dari kami, apakah kamu menginginkannya lagi sayang?” Fei Yuan.
“Eh, kalau hukuman yang kalian maksud itu adalah permainan panas berempat itu, aku akan menerimanya dengan senang hati, hehe…” Bai Chen.
Wajah ketiga istri Bai Chen langsung memerah karena malu, akibat Bai Chen berbicara cukup keras sampai bisa terdengar oleh beberapa meja di samping mereka.
“Dasar suami mesum,” ucap Fei Yuan sambil mencubit pinggang suaminya lagi.
Akhirnya mereka berempat tertawa bersama dan melanjutkan candaan demi candaan sampai hidangan yang mereka pesan sudah selesai dan sudah dihidangkan.
Tapi bertepatan dengan itu, beberapa orang yang terlihat seperti pengawal mendatangi meja Bai Chen dan ketiga istrinya.
“Hei botak, lebih baik kamu menarik kata-katamu dan segera enyahlah dari hadapanku, hari ini suasana hatiku sedang baik, enyahlah!” Bai Chen membentak orang itu.
“Hei anak muda, kamu pikir kamu siapa, meskipun kamu sedikit tampan tapi kamu terlihat miskin, kamu tidak akan sanggup untuk menyewa ketiga nona cantik ini sendirian, bisakah aku membawa mereka,” balas Orang itu tanpa tahu bahwa nyawanya tinggal hitungan detik lagi.
“Aku sudah memperingatkan, tapi kamu sendiri yang mencari kematian!” Bai Chen kemudian membentuk sebuah bola energi yang telah dipadatkan sampai sekecil kelereng dan menembak orang itu tepat di kepalanya.
“Crack…”
Kepala orang itu langsung retak dan langsung meninggal ditempat, beberapa orang yang datang bersama itu langsung memasang kuda-kuda menyerang.
“Sialan berani sekali kamu membunuh kakak tertua, apakah kamu tahu bahwa kami adalah pengawal dari Keluarga Ang, berani sekali kamu menyinggung keluarga Ang,” teriak salah satu dari mereka.
__ADS_1
“Ternyata yang terlihat damai dan tentram masih memiliki beberapa orang busuk seperti mereka, yah memang begitulah hidup selalu ada hitam dan putih,” gumam Mei Jiao merevisi pendapat sebelumnya.
“Padahal kita hanya ingin makan dengan tenang bersama suami, kenapa selalu saja ada orang bodoh yang mengganggu saat-saat seperti ini,” keluh Bai Feng yang langsung menyerang salah satu dari mereka menggunakan kedua sumpit yang ada di tangannya.
“Argh… Mataku…” Orang yang terkena sumpit itu berteriak kesakitan karena dua sumpit itu menancap tepat di matanya.
Beberapa orang lainnya kemudian sedikit mundur, mereka sekarang berpikiran hal yang sama yaitu mereka telah salah menyinggung sekelompok orang.
“Aku yang memilih rumah makan ini… aku yang memilih menu ini… dan kalian semua merusak suasana romantisku dengan suamiku… kurang ajar… domain darah!” Fei Yuan.
Langsung saja beberapa orang pengganggu masuk ke domain darah milik Fei Yuan, domain ini terpisah dari Dunia Nyata.
Jadi, konsep domain ini adalah memindahkan orang yang ada di dunia nyata ke domain buatan pengguna dan waktu berjalan lambat di Dunia Nyata.
Di domain darah itu Fei Yuan langsung menyiksa beberapa orang pengganggu itu sampai mati mengenaskan.
“Domain Darah matikan…” Fei Yuan.
Para pengganggu itu langsung mengeluarkan darah di sekujur tubuhnya dan terbujur kaku jatuh ke lantai.
Mei Jiao yang tadinya ingin bergerak tapi tidak memiliki kesempatan karena sudah didahului oleh Fei Yuan.
“Kakak Fei Yuan, kamu apakan mereka, kenapa aku tidak bisa merasakan apapun dan mereka tiba-tiba mati begitu saja?” Mei Jiao yang belum bisa memahami kekuatan Fei Yuan bertanya dengan polos.
“Nanti aku jelaskan, yang terpenting adalah kamu nanti juga akan bisa menggunakan keterampilan ini jika sudah memiliki kultivasi sama atau diatasku,” jelas Fei Yuan dengan tenang.
Fei Yuan sudah melampiaskan semua kekesalannya selama di Domain Darah, meskipun di dunia nyata hanya berjalan beberapa detik, tapi di Domain Darah itu Fei Yuan sudah menyiksa para pengganggu itu selama berminggu-minggu.
‘Sejak kapan dia bisa menggunakan Domain, memang istriku ini sangat jenius, tapi… aku harus berhati-hati agar tidak membuatnya marah, jika tidak mungkin nanti aku yang akan dimasukkan ke Domainnya,’ gumam Bai Chen dengan bergidik ngeri.
“Aaaaa… ada pembunuhan… kalian semua lari…” Salah satu pelanggan yang melihat banyak orang mati dalam sekejap itu berteriak dan langsung berlari keluar rumah makan diikuti yang lainnya.
__ADS_1
Hingga hanya menyisakan tiga meja yang masih berisi beberapa orang.
Meja pertama seperti diisi oleh atasan dari para pengganggu yang mengaku bekerja sebagai pengawal tuan muda Ang tadi.