SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 180 - 3 Pencakar Surga


__ADS_3

Tidak hanya itu Bai Chen juga pertama kali menggunakan Bentuk 9 : Soul dari Pedang Pelahap Semesta, sesuai dengan namanya kali ini Pedang Pelahap semesta membesar bahkan melebihi ketiga raksasa itu serta memiliki kehendak sendiri.


“Aku percayakan serangan terakhir ini kepadamu Pedangku, tebas mereka bertiga…” Bai Chen memegang gagang dari pedang super besar itu kemudian menebas ketiga raksasa yang berada dalam satu garis lurus itu.


Serangan dari ketiga raksasa juga sudah selesai, mereka bertiga menyerang dengan bola energi yang besar dengan dialiri Petir 3 Warna yang sempat mereka luncurkan bersamaan dengan tebasan Bai Chen.


“Booommm…”


Dentuman keras akibat pertemuan serangan itu bisa dirasakan oleh beberapa dinasti yang berada di sekitar padang rumput ini, benturan serangan itu dimenangkan oleh Bai Chen dan membuat ketiga raksasa itu kemudian menghilang begitu saja serta langit sudah kembali ke keadaan semula.


Tapi akibat dari benturan serangan itu terciptalah kawah di tanah tepat berada di bawah benturan serangan itu, kawah itu memiliki diameter sekitar 20 km, yang akan menjadi sebuah kawan yang paling besar terbentuk akibat benturan dua serangan di Dunia Immortal ini.


“Akhirnya selesai juga, tapi sekarang energi qi yang tersisa di dantianku hanya sekitar 10% saja, jika mereka semua berniat menyerangku maka aku akan kehabisan energi, lebih baik aku memanggil 3 Pencakar,” gumam Bai Chen ketika melihat ribuan orang yang sedang menatap dirinya dari kejauhan.


“Setidaknya mereka bertiga sudah pernah mengalami kesengsaraan petir dulu, jadi sekarang tidak akan menarik kesengsaraan petir yang lainnya seperti bawahanku yang lainnya,” pikir Bai Chen, kemudian dia memanggil ketiga orang itu dari dalam dunia jiwanya.


“Kami menghadap tuan muda, apa yang bisa kami lakukan untuk membantu anda tuan muda?” Ketiga orang itu dengan spontan bertanya kepada Bai Chen.


“Lindungi aku disini, aku akan menyerap beberapa energi qi untuk sedikit memulihkan energi yang ada di dalam dantianku,” perintah Bai Chen.


“Kalian juga melihat mereka bukan, jika mereka berani mengganggu atau memiliki niat buruk, kalian boleh membunuhnya, tapi jika mereka hanya ingin menyaksikan dari jauh, biarkan saja, apakah kalian mengerti?” Bai Chen bertanya.


“Kami bertiga mengerti, tuan muda.”

__ADS_1


“Bagus kalau begitu aku akan berkultivasi sebentar, Teknik Budidaya : Pemilik Alam.” Bai Chen kemudian duduk lotus tepat di tengah kawah yang sangat dalam dan luas itu.


Setelah Bai Chen memasuki fase konsentrasi tinggi, seluruh energi qi yang ada dalam radius 10 ribu km mengalir menuju ke kawah itu dengan pusat yaitu tubuh Bai Chen sendiri.


“Sungguh sebuah teknik budidaya yang sangat kuat, ini pertama kalinya aku melihat teknik budidaya yang bisa menyerap energi qi dengan sangat rakus seperti ini!” Anming sang pemilik Pedang Pencakar Surga tingkat Ilahi.


“Benar saudara, bahkan di Alam Dewa sekalipun, aku tidak pernah menemukan teknik budidaya menyamai atau hanya mendekati teknik budidaya tuan muda kita ini,” imbuh Aiguo sang pemilik Tombak Pencakar Surga tingkat Ilahi.


“Sepertinya kita bertiga yang tiba-tiba saja tertidur untuk waktu yang lama, kemudian bangun di Dunia Fana itu ada hubungannya dengan tuan muda, kapan-kapan kita harus menanyakan mengenai hal itu,” ucap Jiang sang pemilik Panah Pencakar Surga.


“Benar saudara, tuan muda kita ini terlalu misterius bukan, bagaimana dengan keadaan masih berumur kurang dari 30 tahun, tapi tingkat kultivasi aslinya yang setara dengan ranah Prajurit Dewa, merupakan sebuah keistimewaan yang akan terjadi 100 ribu tahun sekali,” puji Anming.


“Benar juga, kita yang dulu digadang-gadang menjadi 3 kultivator legendaris saja, tidak bisa menyamai kurang dari 10 persen bakat tuan muda kita ini,” tambah Aiguo.


“Tepat sekali, memang seperti itulah dan juga sepertinya tidak ada salahnya kita mengikuti tuan muda, sepertinya takdirnya kedepan sangat tidak bisa tertebak, jika kita bertiga mengikutinya terus, kita akan terbebas dari rasa bosan,” tangkas Jiang.


Aiguo dan Jiang menyetujui hal tersebut, setelah beberapa saat ratusan kultivator yang memiliki ranah Monarch keatas mendekati tempat kultivasi Bai Chen itu.


“Maafkan kelancangan kami ketiga senior, kalau boleh tahu apakah anda adalah penjaga dari pemuda yang tengah berkultivasi disana?” Salah satu orang bertanya.


“Benar, kami bertiga adalah penjaga dari tuan muda, apa yang kalian inginkan dengan mendekat kesini, apakah kalian memiliki niat buruk?” Anming tegas.


“Tidak senior, kami hanya ingin tahu, apakah tuan muda anda sudah berafiliasi kepada salah satu Dinasti yang ada di Dunia Immortal ini?” Orang itu bertanya lagi.

__ADS_1


“Hm, kami tidak tahu, tapi menurut kebiasaan tuan muda, dia tidak akan memihak siapapun dengan karena dia sendiri nanti yang akan menjadi pemimpin,” jelas Aiguo.


“Wah, sayang sekali, sepertinya membuat hubungan antara Dinasti kami dengan tuan muda anda tidak bisa tercapai, tapi karena hal itu juga kami tidak membiarkan ada kekuatan sebesar itu memimpin kami semua, jadi maafkan kami karena bersikap tidak sopan.” Orang itu berniat menyerang Anming dkk.


“Berani juga kamu anak muda, apakah kamu pikir kami akan diam saja jika nyawa tuan muda kami terancam, kalian juga terlalu bersemangat dan bangga diri, hanya dengan kultivasi remahan seperti itu ingin menembus pertahan kami bertiga, aku beritahu, semua itu hanya akan bisa terjadi jika kalian bermimpi,” ejek Aiguo.


“Kurang ajar kau pak tua, kalau begitu tidak ada pilihan lain, semuanya serang mereka secara bersamaan, tidak ada yang boleh lebih berkuasa dari 3 Dinasti Manusia…” Orang itu bersama ribuan orang lainnya sudah mulai menyerang Anming, Aiguo dan Jiang.


“Dua saudaraku, karena mereka masuk dalam kategori berniat buruk kepada tuan muda, maka sudah seharusnya kita membunuh mereka semua, kita juga sudah lama tidak menggunakan senjata Pencakar kita,” usul Jiang.


“Baiklah, kalau begitu kita akan menghabisi semua orang ini, tapi agar lebih seru, bagaimana jika kita menghitung jumlah yang terbunuh dari serangan kita dan kita mempertaruhkan sesuatu,” usul Aiguo.


“Kebiasaanmu kembali lagi, baiklah aku terima perjanjian itu, mari kita bantai mereka semua.” Anming sudah mengeluarkan Pedang Pencakar Surga dan menebas ratusan orang sekaligus yang ada di depannya.


“Slash…”


Dalam waktu singkat ratusan orang itu sudah terbelah menjadi dua, Anming tidak berhenti disitu saja, kemudian dia dengan gerakan pedang yang sangat anggun membunuh ratusan orang lagi dan terus berulang hingga beberapa saat kemudian.


Hal ini juga dilakukan oleh Aiguo dengan tombaknya dan Jiang dengan anak panahnya yang sudah membunuh ratusan orang juga dalam waktu singkat.


“Jleb…”


Semua orang yang berhadapan dengan Aiguo dan Jiang juga mati seketika ketika tusukan dan anak panah itu menembus titik vital masing-masing orang.

__ADS_1


Anming, Aiguo dan Jiang tidak menggunakan serangan skala besar agar tidak menimbulkan suara yang tidak perlu yang bisa mengganggu konsentrasi Bai Chen, jadi mereka hanya menggunakan serangan biasa dan manual saja untuk membantai ribuan orang yang menyerang.


[Selamat, Master mendapatkan 100 miliar PP dan 10 miliar PS.]


__ADS_2