SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 158 - Markas Klan Tong


__ADS_3

Untung saja kelompok pengintai itu berhasil untuk mengaktifkan kertas array teleportasi, tapi serangan musuh sudah terlanjur mengenai beberapa bagian tubuh dari mereka.


“Slurb.” Pasukan pengintai itu menghilang dari medan pertempuran dengan menggunakan kertas array itu, mereka langsung di teleportasikan menuju ke dekat perbatasan provinsi, dekat dengan perkemahan Pasukan Aliansi 3 Benua.


***


Di Perkemahan Pasukan Aliansi 3 Benua.


“Kelompok pengintai sudah kembali, ada beberapa yang terluka, bagian medis segera menuju kesini.” Teriak salah satu pasukan yang menjaga area perbatasan.


Bai Chen dan para petinggi yang mendengar teriakan itu langsung keluar dari tenda dan menuju ke arah sumber suara, mereka tidak menyangka bahwa pasukan pengintai mereka kembali dengan keadaan terluka.


Ketika Bai Chen dan para petinggi sampai di lokasi teleportasi, mereka melihat beberapa anggota pasukan pengintai sedang menelan pil yang diberikan Bai Chen sebelumnya, kemudian mereka duduk lotus untuk mempercepat proses penyerapan pil tersebut.


“Hei Long, kenapa dengan mereka? Apakah kalian bertemu dengan musuh yang kuat sampai menggunakan kertas array teleportasi dan menelan obat itu.” Tanya Bai Chen setelah melihat kondisi Hei Long yang masih segar bugar.


“Izin menjawab tuan muda.”


“Memang benar, kita bertemu dengan ratusan bahkan ribuan anggota Klan Tong, kami sempat melakukan pertempuran dengan medan pertempuran seluruh kota tuan muda.” Hei Long menjawab.


“Baik-baik, aku akan menanyakan itu lebih lanjut nanti, sekarang kita harus membantu mereka yang terluka terlebih dulu.” Bai Chen.


Setelah Bai Chen ikut membantu tim medis untuk mempercepat proses pemulihan beberapa orang tersebut, dia langsung menuju ke tenda pertemuan untuk mendengarkan informasi yang berhasil dikumpulkan oleh pasukan pengintai.


“Sekarang tolong beritahu kami semua mengenai informasi musuh yang kalian temukan selama tiga hari ini.” Bai Chen.


“Banyak informasi yang kami temukan, mulai dari … … …” Hei Long menjelaskan banyak hal.


“Dan ini adalah hasil rampasan senjata mereka semua tuan muda, mohon diterima.” Hei Long menyerahkan sebuah cincin penyimpanan.


Bai Chen melihat isi di dalam cincin penyimpanan ini dan sedikit mengernyitkan dahinya, “Kalian bertiga apakah kalian mengetahui sesuai mengenai ribuan senjata ini?” Bai Chen.


Dari ribuan senjata tersebut Bai Chen masih belum mengetahui sebagian besar diantaranya, jika Sistem tidak dalam keadaan peningkatan mungkin dia tidak akan kesulitan mengidentifikasi senjata-senjata ini.


Bai Chen terpaksa bertanya kepada Anming, Aiguo dan Jiang karena mereka bertiga memiliki umur dan pengalaman hidup paling panjang diantara yang lainnya.

__ADS_1


Mereka bertiga langsung melihat isi dari cincin tersebut, tapi setelah itu wajah mereka seperti meremehkan barang-barang itu.


“Tuan muda, sepertinya bukan anda yang tidak mengetahui mengenai model senjata ini, tapi senjata rampasan ini adalah rusak yang sudah berusia puluhan bahkan ribuan tahun, tapi bukan benda pusaka.” Anming menjelaskan.


“Bisa kamu jelaskan?” Tanya Bai Chen.


“Kasarannya seperti ini tuan muda, saya beri perumpamaan, hiduplah seorang Penempa beberapa ribu tahun yang lalu, dari semua senjata yang ditempa pasti ada beberapa yang tidak sesuai dengan keinginannya akhirnya dibuang.” Aiguo.


“Barang yang tidak jadi atau rusak itu kemudian diambil oleh seseorang dan dikumpulkan menjadi sampah-sampah ini, sepertinya musuh kita kali ini sangat menganggap remeh kita.” Terus Aiguo.


“Apakah tuan muda tidak mengizinkan saya untuk memusnahkan mereka secara langsung, mereka terlalu sombong untuk ukuran makhluk yang baru berusia beberapa ribu tahun.” Hardik Aiguo.


“Benar yang dikatakan Saudara Aiguo tuan muda, mereka sepertinya meremehkan kita, karena ingin melawan kita menggunakan senjata sampah ini, meskipun tingkat senjata ini di atas Roh, tapi mungkin beberapa kali digunakan sudah pasti akan hancur.” Jiang menanggapi.


“Kami bertiga malah lebih takut dengan pedang yang anda miliki tuan muda, meskipun kami semua bisa dikatakan seorang yang memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman, tapi entah kenapa melihat pedang yang anda miliki, kami bertiga sedikit ketakutan.” Sambung Anming.


“Benar.” Aiguo dan Jiang setuju.


“Sudah jangan melenceng dari arah pembicaraan, jika kalian bertiga berbicara seperti itu, maka semakin menguatkan pernyataan Han Ci dan Hang Tuah mengenai musuh kita akan menggunakan Budak Iblis - Bom Hidup sebagai salah satu serangan mereka.” Bai Chen.


“Hal ini tidak bisa dibiarkan terjadi, kita harus mengambil inisiatif untuk menyerang terlebih dulu, apalagi setelah kelompok Hei Long dan Hong Zheng melakukan pertempuran itu.” Bai Chen.


“Umumkan keputusanku, besok pagi-pagi buta, kita akan menyergap kedua provinsi secara bersamaan, aku mengizinkan kalian bertiga untuk ikut menyerang secara langsung.” Bai Chen.


“Kalian bertiga ditambah dengan pasukan kekaisaran benua timur menyerang Provinsi Gajah Abu-Abu, karena disana banyak benteng dan memiliki pertahanan yang lebih kuat, aku menunjuk Jenderal Hong Gon sebagai pemimpin pasukan.” Bai Chen.


“Sisanya kita akan menguasai dan membunuh semua musuh di Provinsi Badak Hitam, apakah ada pertanyaan?” Tanya Bai Chen.


“Tidak ada tuan muda.”


“Sekarang tugas kalian mengkoordinir semua pasukan untuk persiapan besok, jadi kalian semua bubar dan kembali ke pos perkemahan masing-masing.” Perintah Bai Chen.


Setelah Bai Chen mengatakan itu, mereka semua kemudian kembali ke pasukan dan pos masing-masing serta menyampaikan bahwa besok pagi mereka akan menyerang kedua provinsi yang mengapit ibukota benua selatan ini.


Singkat cerita keesokan paginya mereka semua sudah siap sedia.

__ADS_1


“Jangan ada yang menyerah dalam perang ini, aku ingatkan sekali lagi, kita semua berperang hari ini, untuk menjaga dunia fana dari invasi alam lain, agar anak turun kita tidak diperbudak oleh mereka, kalian semua harus tetap semangat, URRAAA…” Bai Chen.


“URRAAA, URRAAA, URRAAA…” Serentak semua orang.


“Paman Hong Gon aku serahkan provinsi gajah abu-abu kepadamu, aku nantikan kemenangan kalian.” Telepati Bai Chen kepada Jenderal Hong Gon.


“Baiklah kalau begitu, Majuuuuuu…” Perintah Bai Chen.


Mereka tidak menaiki pedang terbang milik Bai Chen lagi, karena rencananya adalah menguasai setiap desa sampai kota di provinsi tugas masing-masing agar tidak dijadikan area persembunyian baru oleh musuh.


Mereka semua menyisir setiap desa, setiap bertemu dengan musuh, kedua pasukan ini langsung membunuh dan membantainya.


Yang awalnya kedua pasukan besar ini masih bisa melihat satu sama lain, sekarang sudah tidak bisa, karena penyerangan ini sudah berjalan satu jam lamanya dan sudah saling menjauh antar kedua pasukan.


Kedua pasukan ini langsung menuju titik-titik penting yang harus segera dikuasai agar musuh tidak sempat untuk bersiap dan mereka dengan mudah untuk menembus kota-kota berikutnya.


***


Ibukota, Markas Klan Tong.


Ada seorang tetua yang sedang melesat dengan cepat ke ruangan khusus ketua invasi, dia ingin segera melaporkan sesuatu di pagi yang sangat cerah ini.


Sesampainya tetua itu di ruang itu, pemandangan tidak senonoh terlihat dengan jelas, Ketua Invasi kali ini yang bernama Tong Kang sedang memasukkan barangnya ke seorang wanita cantik di depannya.


“Sialan, kenapa kamu kesini, apakah kamu tidak tahu aku sedang sibuk sekarang.” Ketua yang bernama Tong Kang itu masih menjambak rambut wanita itu dan masih sambil memaju mundurkan pinggulnya.


“Maafkan saya Ketua, tapi ini berita sangat penting, pasukan musuh, tiba-tiba saja mempercepat pergerakannya.” Ucap tetua itu.


“Mereka sekarang sedang berusaha untuk menguasai kedua provinsi yang mengapit ibukota ini, jika ini terus berlanjut kita akan terkepung dari semua arah.” Lapor tetua itu.


“Oh, akhirnya mereka bergerak juga, kalau begitu kumpulkan semua orang, aku akan memberitahukan rencanaku di ruang tahta.” Perintah Ketua Tong Kang itu.


Ketua Tong Kang itu menyudahi hubungan badannya setelah barusan saja mengeluarkan cairan miliknya di punggung wanita yang ada di depannya itu.


Kemudian Ketua Tong Kang itu mengenakan pakaian dan berjalan menuju ke ruang tahta, untuk membahas peperangan yang sebentar lagi akan terjadi ini.

__ADS_1


__ADS_2