
Selama perjalanan menuju ke tempat kedua istrinya, Bai Chen melihat gedung pertemuan dan seluruh kota di sekitarnya sudah hancur lebur, tidak ada bangunan yang masih berdiri kokoh.
Tidak lama kemudian dia melihat kedua istrinya yang sedang terluka parah dan tergeletak di tanah, sesampainya disana Bai Chen langsung bertanya, “Bajingan mana yang sudah melakukan ini?”
Hempasan tekanannya membuat tanah sekitar langsung retak dan membuat semua orang yang masih bertarung melihat ke arahnya.
“Ha ha ha, hanya karena dua wanita lemah itu kamu sudah kesetanan seperti ini, bukankah wanita hanyalah alat yang bisa diganti kapan pun.”
“Jangan menjadi naif begitulah, kamu seorang kaisar, tentunya kamu memiliki banyak selir yang sudah kamu gerayangi bukan?”
Bai Chen yang mendengar itu sangat marah, dia ingin langsung menyerang Patriark Deng yang menghina kedua istrinya itu, namun tangannya saat ini ditahan oleh Fei Yuan.
“Suami, jangan terpancing oleh emosinya, lihatlah di siluet di belakang Patriark Deng, kekuatannya kali ini benar-benar melebihi semua orang disini.”
“Lihatlah, bahkan leluhurnya sendiri Deng Fennu Sang Kemarahan saja tidak bisa menghentikan kemarahan Patriark Deng sekarang.”
“Kenapa dia bisa marah seperti itu?” Bai Chen bertanya kepada istrinya itu sambil meminumkan pil penyembuh tingkat tinggi.
“Karena Patriark Cai, Patriark Wang dan Paman Fei Chuan meninggalkannya sendirian, mereka bertiga melarikan diri dengan menggunakan artefak kuno teleportasi.”
“Dia marah karena perkataan yang suami di awal tadi benar-benar terjadi, dan mereka bertiga melarikan diri setelah merasakan hawa keberadaan kuat dari arah kedatangan suami.”
“Apakah itu adalah hawa keberadaanmu, Sayang? Uhuk…” Bai Feng batuk darah setelah selesai menjelaskan dan memberikan pertanyaan kepada suaminya.
“Kamu istirahatlah dan minumlah pil ini terlebih dulu, untuk pertanyaan terakhirmu, memang aku yang memiliki hawa keberadaan kuat itu, lihatlah dua pasang sayapku ini.”
“Nanti saja kalian kagumi, toh aku suami kalian. Sekarang aku akan menyelamatkan yang lainnya dan membunuh para petinggi yang masih tersisa ini.”
“Setelah itu aku akan membunuh Patriark Deng yang berani membuat kalian berdua seperti ini, lihat dan saksikan saja suami kalian ini membunuh musuh.” Bai Chen tersenyum manis dan meninggalkan kedua istrinya setelah memberikan array pertahanan tingkat surgawi miliknya.
Bai Chen melesat cepat membunuh musuh yang sedang memukuli Jiao De sampai babak belur, kemudian dia menyembuhkan Jiao De dan menyuruhnya untuk menyelamatkan yang lain.
__ADS_1
Sedangkan Bai Chen sendiri sudah ditunggu oleh Patriark Deng yang sedari tadi membiarkannya menyelamatkan semua orang bawahannya, dia kemudian terbang tinggi dan sekarang sudah berhadapan dengan Patriark Deng.
“Maaf membuatmu menunggu, sepertinya kamu sudah pasrah setelah menggunakan kekuatan mata emas mu itu untuk melihat kekuatanku bukan?” Bai Chen malah memberikan sebuah pernyataan provokasi.
“Jangan banyak bicara lagi, aku dari tadi hanya sedang memperhatikan Tongkat Emas yang ada di tanganmu itu, kenapa aku tidak asing dengan tongkat itu, aku sendiri penasaran, oleh karena itu aku membiarkanmu tadi.”
Patriark Deng merasakan kedekatan emosional dengan tongkat emas yang ada di genggaman Bai Chen, meskipun tongkat itu sudah diselimuti oleh dao bayangan dan berwarna ungu gelap.
Namun, Mata Emas milik Patriark Deng bisa menembusnya dan bahkan tahu setiap detail mengenai tongkat yang sedari tadi di pegang oleh Bai Chen. Dan anehnya, dia merasa sangat ingin memilikinya.
“Aku tarik kata-kataku dulu. Bagaimana jika kita membuat taruhan? Jika aku menang, Tongkat Emas itu akan menjadi milikku, sedangkan jika sebaliknya, maka kamu boleh meminta apa pun kepadaku.”
Patriark Deng masih dengan percaya dirinya bisa menang melawan Bai Chen dengan bentuk baru yang dimiliki musuhnya itu, sebuah bentuk yang melambangkan keberadaan Dewa Bayangan itu sendiri.
“Boleh saja, sepertinya kamu sangat tertarik dengan tongkat ini, kalau begitu kalahkan aku dulu, kamu baru bisa mendapatkannya, meskipun aku yakin tidak akan bisa.” Bai Chen kembali memberikan pernyataan provokatif.
Keduanya langsung bersiap-siap untuk memberikan serangan pertama, sebuah siluet Siluman Kera Merah muncul di belakang Patriark Deng.
Kedua orang sudah saling menyerang dan…
*BOOOOOM!
Benturan tongkat kedua orang itu membuat tanah di bawah mereka bergetar hebat, udara di sekitar mereka seakan-akan tidak ingin berhembus mengganggu pertarungan orang itu.
Untungnya, Jiao De sudah berhasil menolong semua saudaranya dan 4 menteri kekaisaran, karena ketika benturan itu terjadi mereka semua ikut terhempas ke samping.
*BOOM!
*BOOM!
Kedua orang itu sudah bertukar serangan dengan sangat cepat, setiap kekuatan dari serangan mereka selalu menggetarkan udara dan tanah di sekitarnya.
__ADS_1
Pertarungan mereka berdua juga meluas sampai mencakup ke seluruh kota, wilayah kota yang sudah hancur sekarang lebih hancur lagi ketika kedua orang itu melintas di atas bangunan itu.
Pasukan shadow yang melihat peristiwa itu kemudian memberikan permintaan kepada Bai Chen untuk menolongnya.
Namun, Bai Chen menolaknya dan malah menyuruh untuk melindungi para bawahannya yang lain, dia tidak ingin diganggu dengan pertarungan yang menurutnya cukup berimbang ini.
Pasukan shadow tidak menolak perintah tersebut dan langsung menuju ke para bawahan Bai Chen dan kedua istri Bai Chen dan melindungi dengan sepenuh hati.
“Ha ha ha, tidak aku sangka kamu mampu memiliki kekuatan yang seperti ini. Tapi aneh juga bagaimana bisa kamu meningkatkan kekuatanmu secepat ini?”
Patriark Deng bertanya kepada Bai Chen, tapi kedua kedua tangannya terus memegang tongkat dan masih menyerang Bai Chen dengan serangan terbaiknya.
“Itu rahasiaku, kamu juga tidak mengecewakan sama sekali Patriark Deng, bahkan kamu sekarang memiliki kekuatan setara dengan ranah Dewa Emas.”
“Sepertinya kamu tidak bisa terlalu lama menggunakan bentuk ini, dan sepertinya kami sudah menjalani banyak hal menyakitkan demi mendapatkan kekuatan ini.”
Bai Chen menjawab pertanyaan musuh sambil menangkis serangan musuhnya itu dengan tenang, dia kemudian mempercepat gerakannya agar pertarungannya lebih cepat mencapai puncak.
“Ooo … mempercepat gerakan? Kamu pikir aku tidak bisa, kalau begitu aku tunjukkan. Kekuatan Siluman Keras Maksimal!” Tubuh Patriark Deng mengeluarkan sebuah aura kuat berwarna merah.
Sebuah zirah perang dengan dua bulu merak di kepalanya membuatnya semakin terlihat gagah dan ganas, dia sekarang bisa mengimbangi atau bahkan sedikit lebih cepat dari Bai Chen.
“Oh, ranah Dewa Emas Puncak! Menarik sekali, aku tidak akan ragu-ragu lagi untuk melawanmu Patriark Deng!” Bai Chen kemudian menyelimuti seluruh tubuhnya dengan Dao Bayangan dan memberikan serangan energi terpusat kuat.
“Tongkat Emas Dewa Kera x Dao Bayangan : Black Hole!” Sebuah bola kecil berukuran 1 meter terbentuk dari ujung tongkat Bai Chen, di dalamnya bisa terasa energi yang dipadatkan dan sangat-sangat kuat.
Di saat yang bersamaan Patriark Deng juga sudah menyiapkan sebuah serangan yang hampir mirip dengan prinsip serangan Bai Chen, “Siluman Kera x Dao Api : Supernova!”
Ketika kedua orang itu sudah melepaskan serangan masing-masing, sebuah ledakan sangat keras tercipta dan langsung menghancurkan apa pun yang ada dalam radius 10 kilometer dalam sekejap.
*DUUUUUUAAAAAAR!
__ADS_1