SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 159 - 1.000.000 To God


__ADS_3

Di ruang tahta kekaisaran benua selatan.


"Selamat datang Ketua." Sambut semua orang.


"Tidak usah basa-basi, kita akan perang melawan musuh, mereka semua sudah bergerak masuk menguasai kedua provinsi ini." Ketua Tong Kang.


"Benar Ketua, apakah saya boleh menerjunkan pasukan yang sudah kita kumpulkan selama ini?" Salah satu tetua berpendapat, tetua ini memiliki jabatan sebagai tetua perang, jika dalam militer, dia adalah panglima utama sebuah pasukan besar.


"Tepat sekali tetua perang, segera siapkan mereka untuk menghadapi pasukan musuh di perbatasan ibukota." Perintah Ketua Tong Kang.


"Tetua strategi, aku ingin tahu estimasi kedatangan pasukan musuh, kita asumsikan mereka berhasil menembus perbatasan ibukota dengan kekuatan mereka." Tanya Ketua Tong Kang.


"Sekitar 2 hari penuh ketua, jika mereka tidak istirahat sama sekali maka kemungkinan besar sekitar 1 hari lebih beberapa jam mereka bisa menguasai kedua provinsi." Tetua strategi.


"Baik, Tetua assassin, bagaimana dengan keadaan serangan benua tengah? Apakah mereka ada tanda-tanda untuk menyerah?" Tanya Ketua Tong Kang.


"Tidak ada ketua, mereka masih tangguh seperti biasanya, seperti biasanya yang membuat mereka tangguh adalah kelompok yang menamakan diri mereka sebagai Bayangan Dewa, penjaga kota itu." Tetua Assassin.


"Semuanya masih dalam rencana, baiklah kalau begitu kalian semua cepat bantu tetua perang untuk menyiapkan pasukan rahasia kita yang berjumlah 1.000.000 kultivator ranah To God." Ketua Tong Kang.


"Pasang juga semua senjata jarak jauh dan jebakan di sekitar perbatasan ibukota, kita akan langsung menyerang balik mereka dengan kekuatan penuh." Ketua Tong Kang.


"Baik Ketua."


"Aku ingin tahu apakah mereka semua bisa bertahan dengan gempuran 1 juta pasukanku yang memiliki kultivasi setingkat ranah Saint keatas ini." Ketua Tong Kang.


"Kalau begitu kami izin menyiapkan semua keperluan perang ketua." Ucap para tetua.

__ADS_1


"Aku izinkan." Ketu Tong Kang.


Setelah beberapa tetua itu keluar ruangan dan menyiapkan apa saja yang diperintahkan oleh ketua mereka, kini giliran Kaisar Benua Selatan yang berbicara dengan Ketua Tong Kang itu.


"Ketua, setelah semua rencana ini berhasil, kamu pasti menepati janji tentang menjadi penguasa dunia fana ini bukan? Aku sudah terlalu banyak berkorban untuk kalian semua." Kaisar Benua Selatan yang memiliki nama Lin Tang.


"Tenang saja, aku akan memenuhi janjiku, kamu akan aku pastikan menjadi seorang kaisar di seluruh daratan ini." Ucap Ketua Tong Kang.


"Baiklah aku percaya padamu, kalau begitu aku akan kembali ke paviliunku dulu, jika nanti ada perkembangan mengenai peperangan ini lagi, panggil aku." Kaisar Lin Tang berjalan keluar ruang tahta.


'Betapa bodohnya kaisar ini, seorang pengkhianat yang ingin menjadi penguasa, pikirannya sama seperti bocah, hahaha.' Dalam hati Ketua Tong Kang.


"Tuan muda, jika rencana ini berhasil mungkin kita akan lebih leluasa untuk melakukan pencarian itu, tugas yang diberikan oleh Patriark Klan Tong, ayah anda." Tetua Penasehat yang juga merupakan pelindung terkuat yang dimiliki oleh Tong Kang.


"Benar paman Tong Seng, setelah aku membunuh para makhluk fana itu, selain aku bisa memiliki pasukan baru yang sangat banyak, aku juga bisa menyelesaikan tugas dari ayah, hahaha." Tawa Ketua Tong Kang.


"Tapi tuan muda, apakah anda tidak merasa aneh dengan Pemimpin dari musuh kita itu? Bukankah untuk ukuran dunia fana yang memiliki penduduk paling banyak memilih pemuda itu sebagai pemimpin adalah tindakan yang sembrono sekali?." Tetua Penasehat.


"Bagaimana saya bisa lupa, karena dengan bodohnya 100.000 orang itu membelokkan serangan itu ke arah saya, yang sedang mengamati mereka dari jauh, akibatnya tangan kanan saya putus dan tidak bisa kembali lagi sekarang." Geram Tetua Penasehat.


"Hahaha, tenang paman, jika aku bertemu dengannya aku akan membalaskan dendammu itu, aku ingin tahu apakah kekuatanku ini bisa ditanggulangi oleh pemuda itu, aku semakin tidak sabar saja bertemu dengannya di medan pertempuran." Ketua Klan Tong.


"Terimakasih telah peduli padaku tuan muda, tapi jika semuanya tidak sesuai dengan rencana, anda harus segera melarikan diri, itu adalah pesan dari ayah anda." Tetua Penasehat mengingatkan.


"Ayah bodoh itu terus saja memanjakanku, akan aku buktikan bahwa aku bisa menyelesaikan misi di dunia fana ini." Sergah Ketua Tong Kang itu.


"Saya akan selalu mendukung anda, tapi sekali lagi saya mengingatkan anda tuan muda, sudah banyak rencana yang tertunda dan diubah karena pergerakan pemuda itu, jadi anda jangan sampai gegabah." Tetua Penasehat.

__ADS_1


"Hmm, akan aku pikirkan itu. Sekarang waktunya kita juga mempersiapkan diri, kalian semua yang berada disini, siapkan pasukan kalian masing-masing dan langsung bergabung dengan pasukanku di perbatasan, apakah kalian paham?" Ketua Tong Kang berbicara kepada para jenderal dan bangsawan yang ada di ruang tahta ini.


"Kami semua paham ketua."


"Paman Tong Seng, ayo ikut aku, kita akan memproduksi banyak pasukan lagi dengan persembahan budak-budak iblis itu, mari kita ke gedung persembahan yang ada di ibukota ini." Ajak Tong Kang.


"Baik tuan muda, mari kita kesana." Jawab Tong Seng.


Mereka berdua meninggalkan ruang tahta dan langsung menuju ke gedung persembahan.


"Selamat datang ketua, kami semua menyambut anda." Seorang penjaga gedung ini menyambut ketua mereka.


"Baiklah, antarkan aku untuk mengekstrak para budak iblis yang sudah disiapkan." Perintah Ketua Tong Kang.


"Mari ketua." Penjaga itu menuntun Tong Kang dan Tong Seng menuju ke ruangan yang dimaksud.


"Hahaha, aku bisa menggunakan mereka semua, kalau begitu aku tidak akan sungkan, aku akan memulai ritualnya." Ketua Tong Kang.


Tong Kang berjalan menaiki sebuah altar pengorbanan, kemudian dia berkomat-kamit seperti membaca mantra.


Sedangkan budak iblis yang berjumlah 100.000 orang yang berhimpitan dan memiliki banyak luka di tubuh mereka itu sangat ketakutan setelah melihat Tong Kang berada di atas altar.


"Wahai kegelapan, kematian, kejahatan, aku persembahkan nyawa ratusan ribu orang ini kepadamu, tapi pinjamkanlah kekuatan yang bisa mengalahkan musuh-musuhku semua." Kira-kira seperti itulah mantra yang dilantunkan oleh Tong Kang.


Selesai melantunkan mantra itu, kemudian Tong Kang sedikit merobek jempol tangannya kemudian meneteskan darahnya ke altar itu.


"Aku persembahkan semua ini…" teriaknya menghadap ke langit.

__ADS_1


Tiba-tiba saja langit berubah warna menjadi sangat merah, kemudian muncul beberapa makhluk tembus pandang berwarna merah, dia turun dari atas langit mendekat ke altar itu.


"Apa yang sekarang kamu inginkan wahai pengikutku?" Suara itu berasal dari makhluk tembus pandang yang saat ini tepat berada di atas kepala Tong Kang.


__ADS_2