
Bai Chen menyasar kepala 10 musuh di depannya dengan sangat cepat, layaknya sebuah cahaya yang berlalu begitu saja. Semua musuh yang diincarnya sudah menjadi mayat sekarang.
Sedangkan Liu Changhai menyerang musuh sambil memperhatikan bagaimana cara Bai Chen menggunakan pedangnya, dia sangat tertarik dengan hal itu.
Tidak heran dia yang merupakan Dewa Penguasa Alam Pedang memiliki julukan lain yakni Si Gila Pedang. Karena keingintahuannya tentang pedang melebihi apapun.
Mereka berdua tidak bisa mengeluarkan serangan area yang luas karena banyaknya budak dari Klan Bai dan tempat pertarungan itu berada dalam ruangan.
Salah-salah, jika mereka berdua menggunakan serangan skala besar, maka semua orang terkena dampaknya dan itu hal yang paling dihindari, khususnya bagi Bai Chen.
Karena hal itu juga pertarungan berlangsung lebih lama dari perkiraan, karena kombo Bai Chen dan Liu Changhai harus menghadapi hampir 1.000 musuh yang dengan berbagai ranah.
“Biarkan aku menggunakan salah satu jurus andalanku, apakah tidak masalah?” Liu Changhai bertanya pada Bai Chen sambil menghadang serangan beberapa musuh di depannya.
“Kenapa kamu bertanya hanya untuk itu? Bukankah disini kamu pemimpinnya? Tidak usah bertanya dan lakukan saja, semakin cepat semakin baik,” jawab Bai Chen fokus para ratusan musuh yang mengepungnya.
“Baiklah, aku akan menunjukkan sebuah skill yang sudah dilatih selama ribuan tahun dan skill ini akan menyapu bersih seluruh musuh tanpa menghancurkan ruangan ini.”
Liu Changhai bersiap di belakang Bai Chen, dia meminta waktu sebanyak 5 tarikan nafas sebelum mengeluarkan skill yang dimilikinya itu. Bai Chen menyanggupi dan menahan serangan musuh.
“Pedang Kilat : Kematian Singkat!” Tepat setelah lima tarikan nafas, Liu Changhai mengeluarkan pedangnya secepat kilat dan memberikan ribuan jutaan tebasan dalam satu detik saja.
*SLASH!
*SLASH!
“Ini adalah skill dari Jenderal Besar Kekaisaran Pedang Suci! Kalian semua cepat tinggalkan tempat ini dan laporkan pada Tuan Besar bahwa tujuan kita disini sudah diketahui! Cepaaat!”
Salah satu bawahan setia musuh tadi mengambil alih komando dan langsung memberikan perintah. Dia sekarang sedang terluka parah akibat serangan Liu Changhai yang menakutkan tadi.
Tubuhnya robek di banyak bagian, mungkin ada 1.000 tebasan tak terlihat dari serangan tadi, hingga membuatnya harus terjatuh ke tanah dan tertatih untuk kembali berdiri.
“Jangan Tuan Bai Chen, biarkan saja mereka untuk melarikan diri, dengan begitu mereka akan lebih berhati-hati di masa depan. Lagipula mereka juga bukan tandingan kita,” ucap Liu Changhai tersenyum penuh arti.
__ADS_1
“Skill yang bagus Liu Changhai, apalagi kamu hanya menggunakan sebuah kain yang kamu jadikan sebagai pedang, bagaimana jika kamu tadi menggunakan sebuah pedang asli?”
Bai Chen sedikit memuji keahlian pedang Liu Changhai, dia sendiri sudah melihat bagaimana caranya dan langsung paham sekali lihat ketika temannya itu mempraktekkan skillnya tadi.
[Skill Pedang Kilat Suci didapatkan!]
[Apakah Master ingin meningkatkannya sampai ke puncak skill?]
‘Lakukan!’
[Karena skill ini berada di tingkat Dewa, maka secara otomatis Poin Pemahaman yang digunakan sebanyak 100 triliun. Silakan konfirmasi!]
‘Tidak masalah!’
[Perintah diterima, memahami skill sudah dijalankan, diharapkan Master mengosongkan pikiran selama beberapa saat…]
[Ding! Skill berhasil terpasang, sekarang Master bisa menggunakan skill ini dan membuatnya lebih kuat lagi, karena sistem sudah menyempurnakan skill tersebut.]
‘Kamu memang yang terbaik Sistem! Kalau begitu aku akan mencobanya pada orang-orang yang masih sekarat ini, lumayan aku bisa mendapatkan beberapa poin tambahan.’
*SLASH!
*SLASH!
Sisa-sisa musuh yang masih hidup sekarang sudah menjadi daging cincang, tubuh musuh sudah tak berbentuk lagi, terlebih lagi pedangnya membuat jiwa musuh kuat pun ikut menghilang.
[Selamat! Master mendapatkan total 100 triliun PP & 10 triliun PS.]
“Ka– kamu bahkan bisa meniru seranganku dalam sekali lihat? Apakah ini benar-benar pertama kalinya kami menggunakan serangan ini Tuan?” tanya Liu Changhai cukup histeris.
“Tentu saja, aku hanya mencontoh apa yang kamu lakukan tadi dan kebetulan aku memiliki pedang yang hebat, seperti yang kamu lihat, aku bisa membuat daging cincang dalam sekejap.”
Bai Chen menjawab seadanya dan senormal mungkin, dia tidak ingin Liu Changhai bertanya lebih lanjut lagi. Dan ketika temannya itu hendak bertanya, Bai Chen sudah berlalu begitu saja.
__ADS_1
“Apakah ada diantara kalian yang terluka? Kalian sepertinya hanya para pemimpinnya saja, lalu dimana letak para budak klan yang lain? Apakah mereka ada disini?”
Bai Chen memberikan pertanyaan bertubi-tubi, dia tidak langsung bertanya pada Pria Paruh Baya dan istrinya yang ada di sana, dia bertanya pada budak klan lainnya demi menghindari perasaan tak menentu di akhirnya.
Namun, diantara orang yang ditanya olehnya, tidak ada yang menjawab satupun, karena mereka hanya patuh pada Mantan Ketua Klan mereka yaitu Pria Paruh Baya tadi.
“Terima kasih sudah menolong kami anak muda, namaku adalah Bai Shing dan ini istriku Zhi Yang. Aku adalah pemimpin mereka, aku akan coba menjawab seluruh pertanyaan yang kamu ajukan tadi,” jawab Bai Shing.
Bai Chen tidak kuasa melihat wajah yang begitu teduh dan bersahaja di depannya itu. Dia mengalihkan pandangannya sambil untuk menutupi gejolak perasaan aneh di hatinya.
“Jadi begitulah, pada intinya klan kami sekarang masih sudah dikumpulkan menjadi satu oleh Alam Kehidupan dan mereka sekarang menjadi tuan utama kami.”
“Dan 100.000 budak budak klan ini, menyebar di seluruh kekaisaran ini untuk melakukan pemberontakan terstruktur seperti yang dijelaskan ketua musuh tadi.”
“Dan ngomong-ngomong anak muda, kenapa aku merasa tidak asing dengan wajahmu, apakah kita pernah bertemu? Atau mungkin karena kamu memiliki aura yang sama dengan klanku?”
Bai Shing dan istrinya mencoba mendekat pada Bai Chen, sayangnya mereka ditolak dan tidak diperbolehkan mendekatinya. Hal ini membuat suasana menjadi sedikit canggung.
“Maafkan atas ketidaksopanan kami anak muda, entah kenapa kami mengira bahwa kamu adalah bagian dari klan kami dan juga merasa begitu dekat,” ucap Zhi Yang tiba-tiba.
“Sayang sudahlah. Mungkin kamu hanya terbawa suasana saja, karena kamu selalu mengkhawatirkan anak kita yang terjatuh ke dunia lain waktu itu,” tanggap Bai Shing.
Kedua suami istri itu berpelukan dan Zhi Yang menangis hebat ketika suaminya menyinggung masalah anaknya yang tanpa sengaja terjatuh ke dunia lain, meskipun itu sudah menjadi takdir yang harus diterimanya.
Bai Chen yang mendengar itu langsung meneteskan air matanya, entah kenapa kata-kata wanita paruh baya itu langsung menusuk hatinya dan begitu sedih mendengarnya.
Dia segera balik badan dan tidak ingin ada yang tahu bahwa dirinya sedang mengeluarkan air mata. Liu Changhai akhirnya paham dengan perkataan Liu Quon waktu itu.
‘Jangan-jangan Bai Chen ini adalah anak dari Ketua Klan Bai ini, tapi bukankah seharusnya dia senang, kenapa malah tidak mau mengakui hal ini?’ batin Liu Changhai sambil berjalan mendekat.
“Baiklah semuanya, kalian sekarang sudah aman dan akan mendapat pengampunan dari Kekaisaran Pedang Suci, kalian semua bisa ikut denganku ke penjara sementara,” ucap Liu Changhai.
“Maafkan kami tuan, kami semua tidak bisa…”
__ADS_1
“Kenapa?”