SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 294 - Peperangan Panas


__ADS_3

Setelah Bai Chen mengakhiri rapat tersebut, semua orang langsung disibukkan dengan berbagai persiapan untuk mengisi bangunan sekte tersebut atau yang nanti akan lebih dikenal dengan nama Istana Kaisar Iblis.


Sementara para saudara, kerabat dan bawahannya sibuk, Bai Chen dan kedua istrinya sekarang sudah berada di Paviliun Ketua Sekte atau nanti akan berganti nama menjadi Paviliun Kaisar Iblis.


Tiga orang suami istri itu terlihat sedang bermesraan, mereka bertiga sedang berpelukan mesra di depan kamar menghadap ke taman sambil minum teh hangat yang baru saja diseduh.


“Sayang, kamu sudah berjanji untuk aku hukum, jadi kami tidak boleh kabur oke?” Bai Feng mengingatkan suaminya.


“Tentu saja, mana mungkin aku kabur terhadap hukuman kejam yang akan diberikan istriku, mungkin nanti kamu yang akan kelelahan.” Bai Chen mengejek Bai Feng dengan sebuah senyuman meremehkan.


Bai Chen dan Bai Feng sama-sama tersenyum, tapi semua itu harus terhenti ketika melihat Fei Yuan yang bersedih dan menatap kosong taman paviliun yang ada di depannya.


“Kenapa kamu sayang?” Bai Chen kemudian langsung memeluk Fei Yuan dari belakang.


“Hmm … sayang, aku–” Fei Yuan tidak bisa melanjutkan perkataannya, air mata keluar deras dari kelopak matanya, kini dia merindukan bayi mungilnya yang diculik oleh wanita busuk bernama Mei Jiao yang tidak lain adalah istri kedua Bai Chen.


Bai Chen seperti bisa membaca pikiran istrinya, “Aku berjanji akan segera menemukan anak kita, tapi sekarang bukankah waktunya kita untuk istirahat, kamu juga perlu istirahat, mari kita masuk.”


Bai Chen kemudian berusaha untuk menggendong Fei Yuan, “Aduh … apakah kita akan melakukannya bersama-sama malam ini?” Fei Yuan bertanya dan menyerahkan dirinya digendong oleh suaminya.


“Tentu saja kakak, mari kita lupakan sejenak semua masalah, mari kita jadikan malam ini sebagai malam panas, bukankah kita sudah lama tidak melakukannya bersama?” Bai Feng menjawab dengan blak-blakan, tapi wajahnya ikut memerah ketika mengucapkan kalimat terakhirnya.

__ADS_1


“Baiklah, kalau begitu, aku akan menuruti permainan kalian berdua–” Fei Yuan hendak berbicara dengan lembut, akan tetapi suaminya malah melemparkannya dengan kasar ke tempat tidur yang kamar mereka yang sangat empuk itu.


Kedua tangan Bai Chen langsung bergerak dengan bebas menuju ke Gunung Suci milik Fei Yuan yang sudah pasrah terlentang di kasur, dia langsung meremasnya dengan semangat membara, dia memainkan keduanya sampai Fei Yuan mengaduh.


Setelah puas dengan Gunung Suci Fei Yuan, Bai Chen langsung merobek semua pakaian Fei Yuan dari ujung kepala sampai ujung kaki, kini bisa terlihat lekukan tubuh yang sangat indah dari istri pertamanya itu.


Bai Chen sekarang berganti ke Bai Feng yang masih berdiri dengan malu-malu di samping tempat tidur, dia menarik istrinya paksa dan langsung menciumnya tepat di bibir manis serta mungil istrinya.


Pertemuan antara mulut itu tidak berakhir begitu saja, karena badan mereka saling berhadapan, Bai Chen dengan santainya mengarahkan kedua tangannya ke bagian belakang sedikit ke bawah tubuh istrinya itu.


Sampailah kedua tangan Bai Chen di sebuah Gunung Kembar yang sangat kenyal, dia terus menyentuhnya dengan sedikit tepukan, semakin lama tepukan itu semakin keras, hingga akhirnya Bai Feng berteriak keras dan merasakan sakit di bagian belakang sedikit ke bawah tubuhnya itu.


“Aduh! Sakit sayang, kamu memang nakal sekali, kali ini giliranku!” Bai Feng kemudian mendorong tubuh suaminya, dia juga sudah menanggalkan semua pakaiannya, dia ingin membalas dendam kepada suaminya.


“Jadi kamu Pedang Besar yang selama ini tidak pernah merasa puas, kalau begitu biarkan malam ini aku akan membuatmu puas!” Bai Feng memasukkan Pedang Besar itu ke dalam mulutnya, dia kemudian memaju mundurkan mulutnya dibantu dengan kedua tangannya.


Sedangkan Fei Yuan sekarang sudah memberikan Perahu Tembemnya tepat di mulut suaminya, dia dengan menekan-nekan terus Perahu Tembem miliknya agar suaminya menyerah.


Tapi, bukannya malah menyerah, meskipun mulutnya sekarang disibukkan oleh Perahu Tembem milik istrinya dan pedang besarnya sedang merasakan kenikmatan surgawi yang tidak terkira, kedua tangannya ternyata masih bisa aktif.


Tangan kanannya digunakan untuk menekan kepala Bai Feng agak lebih dalam lagi memasukkan Pedang Besarnya ke dalam mulutnya, sedangkan tangan kirinya berhasil meraih Gunung Suci Fei Yuan bagian kiri, Bai Chen dengan perkasanya menguasai permainan.

__ADS_1


Permainan dan peperangan semakin memanas, ketiga orang tersebut sudah mulai terengah-engah, tapi hal itu bukan tanda kelelahan akan tetapi mereka bertiga berganti posisi, sekarang Fei Yuan berada di posisi Bai Feng dan begitu juga sebaliknya.


Malam ini, Bai Chen benar-benar dihukum oleh kedua istrinya. Namun, pada akhirnya peperangan panas yang terjadi selama semalaman penuh, hingga matahari sudah sebentar lagi terbit itu tetap dimenangkan oleh Bai Chen.


“Huh, katanya ingin menghukumku, tapi kalian berdua malah sudah terkapar lemas. Tapi, terima kasih untuk kalian berdua, malam ini aku puas sekali. Kalian berdua beristirahatlah, aku akan mandi terlebih dulu.”


Bai Chen bangkit dari tempat tidur meninggalkan kedua istrinya yang sudah tertidur pulas akibat kelelahan, kemudian dia mandi dan keluar dari paviliun untuk meminta sarapan dikirimkan ke kamarnya.


Dan begitulah keseharian mereka semua dalam waktu satu bulan.


Sekarang Istana ini sudah dipenuhi dengan pelayan dan semua staf pemerintahan yang kebanyakan berasal dari Klan Fei, meskipun begitu yang memimpin mereka sekarang adalah para bawahan Bai Chen.


Satu bulan itu berjalan lancar hingga akhirnya masuklah sebuah laporan dari salah satu petinggi Klan Fei yang sekarang sudah menjabat menjadi salah satu pembawa berita utama kekaisaran, dia melaporkan hal tersebut langsung kepada Bai Chen di Aula Istana ini.


“Kenapa kamu terburu-buru, lebih baik kamu menenangkan diri terlebih dulu dan menceritakannya semua dengan tenang.” Bai Chen memberikan saran kepada informan tersebut.


“Baik Yang Mulia…” Setelah beberapa saat menenangkan deru nafasnya, informan itu mulai membuka mulutnya.


“Keempat klan besar lainnya tidak mau tunduk kepada kita, bahkan mereka semua sudah kami beri tahu mengenai kehadiran Tujuh Leluhur Iblis yang notabene adalah leluhur mereka masing-masing, akan tetapi mereka semua menolaknya mentah-mentah.”


“Mereka sudah memutuskan diri dengan campur tangan leluhur, mereka semua juga mengatakan bahwa akan membuat kekaisaran tandingan yang berguna untuk menggulingkan tahta Yang Mulia.” Informan itu menyelesaikan laporannya.

__ADS_1


“Kurang ajar! Yang Mulia biarkan saya dan Tujuh Panglima Iblis bergerak, berani sekali mereka membuat pernyataan tidak masuk akal seperti itu?” Fei Qingyu terpancing emosinya, dia mengingat dulu semua klan saling tolong menolong demi terwujudnya sebuah alam yang damai, tapi sekarang setiap klan malah mementingkan keegoisan diri sendiri.


“Tenanglah, kenapa kamu begitu marah, bukankah semuanya sudah sesuai dengan perkiraan kita?” Jiao De memberi perintah dengan tenang, dia menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin Tujuh Panglima Iblis.


__ADS_2