SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 365 - Proses Pembelian Budak Klan Bai.


__ADS_3

“Paman paman! Apakah paman membeliku dan akan menyiksaku juga seperti pemilik toko sebelumnya?” tanya Budak Kecil dengan polos pada Bai Chen yang menggendongnya dan bawahan yang berada di sampingnya.


“Paman tidak akan melakukannya, paman akan menyelamatkan semua orang yang merupakan keluargamu,” jawab Bai Chen.


“Apakah itu benar Paman? Tapi jangan-jangan Paman hanya baik hati di depan saja, pada akhirnya nanti juga akan menyiksa kami…” lirih Budak Kecil.


Bai Chen dan semua bawahannya terenyuh dengan perkataan budak kecil itu, mereka bisa ikut merasakan dari kegetiran suara budak kecil tersebut.


Terutama Bai Chen, dia sebagai keluarga jauh budak kecil itu menjadi semakin terharu ketika memikirkan apa saja yang sudah dialami olehnya.


“Paman bersumpah tidak akan melakukannya, kamu bisa memegang perkataan paman, sekarang beritahukan pada kami dimana para Budak Klan Bai yang lain,” pinta Bai Chen pada Budak Kecil itu.


Budak Kecil itu terlihat berpikir sejenak, dia mencoba mengobservasi, apakah pernyataan Bai Chen sungguhan atau hanya permainan kata semata.


Setelah hati kecilnya mengatakan bahwa Bai Chen memang orang yang baik, lalu dia menuntun semua orang menuju ke beberapa tempat keberadaan budak Klan Bai.


“Paman maafkan aku karena sudah bersikap tidak sopan sebelumnya, aku berkata jujur, karena sudah banyak orang yang memperlakukan kami sedemikian rupa,” lirih Budak Kecil itu.


“Tidak masalah…”


“Paman memang yang terbaik, kalau begitu mari kita menuju toko itu, disana ada sekitar 3 orang budak Klan Bai,” tunjuk Budak Kecil itu.


“Baik, mari kita kesana semuanya!” perintah Bai Chen pada seluruh anak buahnya. Dan disinilah mereka semua mulai melakukan pembelian budak Klan Bai.


Dalam sehari mereka bahkan berhasil membeli sekitar 1.000 Budak Klan Bai, namun pemandangan ini menjadi perhatian semua orang, jarang-jarang orang bisa membeli Budak Klan Bai sebanyak ini.


Semua orang-orang yang ada di ibukota melihat Bai Chen benar-benar sangat kaya dan sangat terhormat, dia benar-benar dipandang tinggi karena memiliki kekayaan.


Berita pembelian budak-budak Klan Bai secara besar-besaran ini sampai ke telinga Raja Kerajaan 9 Kemurnian, dia yang mendengar itu tidak bisa tidak penasaran.


***

__ADS_1


Di Istana Kerajaan.


“Kenapa orang-orang itu membeli banyak budak Klan Bai untuk dipekerjakan, apakah mereka akan membutuhkan banyak tenaga kerja untuk membangun sesuatu?” tutur Sang Raja Kemurnian.


“Apakah Yang Mulia ingin kami menyelidiki hal itu?” tanya salah seorang menteri kerajaan, dia juga merupakan penasihat utama sang raja.


“Lakukanlah, tapi jika dia merupakan orang besar dari kerajaan atau alam lain, jangan kau usik dia, aku hanya ingin tahu untuk apa dia membeli budak-budak itu!” tutur Sang Raja Kemurnian.


“Baik Yang Mulia Raja!” Menteri Kemurnian itu bergegas keluar dari istana dan langsung menuju tengah ibukota, dia ingin bertanya langsung kepada orang-orang itu.


Sesampainya di tengah ibukota, Si Menteri Kemurnian melihat sebuah rombongan budak yang sedang menuju ke sebuah rumah makan.


Disana Si Menteri Kemurnian melihat budak-budak itu makan sangat banyak dan itu diizinkan bahkan dibayarkan oleh Pemilik Baru mereka.


Si Menteri Kemurnian ini dalam posisi menyamar dan duduk di salah satu meja yang ada di lantai yang sama, dia mencoba menguping pembicaraan Bai Chen.


“Kalian semua makanlah yang banyak, setelah itu kita akan pergi ke suatu tempat dimana kalian akan bisa hidup dengan lebih layak dan tidak lagi menjadi budak!” perintah Bai Chen.


“Tuan! Bukannya saya meremehkan Anda, namun apakah benar Anda yang akan membayar makanan setiap orang disini?” tanya seorang pelayan mendekat.


Bai Chen tidak tersinggung, dia paham betul kenapa pelayan dan orang-orang lainnya yang juga makan di rumah makan tersebut begitu tidak percaya dia memberi makan 1.000 budak secara langsung.


Terlebih lagi Rumah Makan Bintang Ilahi ini merupakan rumah makan dengan makanan khusus untuk para kultivator dan terkenal sangat mahal.


“Apakah dengan uang ini cukup?” Bai Chen mengeluarkan 100 kantong uang yang berisi 1 juta Batu Kristal setiap kantongnya.


[Sisa Uang : 149,1 miliar PS.]


“Aku akan datang kesini selama 10 hari kedepan, jadi aku akan membayar semua uangnya di muka. Sekarang apakah aku sudah dipercaya oleh rumah makan ini?” tanya Bia Chen pada pelayan yang terlihat bimbang itu.


“Ini benar-benar Batu Kristal Tingkat Tinggi, saya baru pertama kali ini melihat batu kristal dalam jumlah yang begitu besar. Maafkan saya yang telah meragukan Anda…” minta Pelayan itu sambil ketakutan.

__ADS_1


“Tidak masalah, dengan semua uang ini, aku ingin kalian menghidangkan banyak makanan dari makanan terbaik yang kalian miliki, bisa?” tanya Bai Chen sekali lagi.


“Tentu saja bisa Tuan! Biarkan saya yang mengurus hal tersebut!” Pelayan itu membawa 100 kantong uang dan pergi menuju ke belakang.


Dia yang memiliki tugas sebagai Kepala Pelayan sekaligus Manajer Utama Rumah Makan Bintang Ilahi itu langsung memberikan perintah layaknya seorang jenderal perang.


Kali ini semua pelayan dan tukang masak yang dimiliki dikerahkan, semua bahan terbaik juga langsung dikeluarkan, mereka semua memasak seperti orang gila.


“Dan untuk merayakan hal baik hari ini, aku juga akan memberikan seluruh pelanggan yang sekarang berada di Rumah Makan ini memesan dan aku yang akan membayarnya!” teriak Bai Chen pada semua orang.


“Apakah itu benar Tuan?” tanya seorang pelanggan.


“Tentu saja, Kepala Pelayan tolong masukkan tagihan semua orang dalam tagihanku, juga selama 10 hari kedepan, aku juga akan melakukannya,” ucap Bai Chen.


“Tentu saja bisa Tuan! Bahkan uang yang Anda berikan bisa digunakan untuk menggunakan Rumah Makan Bintang Ilahi ini selama 100 hari penuh,” ucap Kepala Pelayan bersemangat.


“Terima kasih Tuan Dermawan!” ucap semua pelanggan rumah makan, mereka memesan makanan dan minuman yang jarang sekali mereka pesan, semua itu berkat Bai Chen yang mentraktir mereka.


Bai Chen kemudian kembali ke kursinya dan menggendong Budak Kecil yang membuatnya bisa melacak semuanya dengan mudah.


“Tuan…” panggil Bai Long melalui telepati.


“Aku tahu, aku mentraktir semua orang yang ada disini dengan alasan ini, kalian semua dekati orang-orang itu dan tanyakan motif apa dia kemari,” perintah Bai Chen juga melalui telepati.


“Baik…” Bai Long dan 20 Bayangan Dewa langsung menyebar ke berbagai meja yang ada di lantai itu.


“Ada apa ini Tuan? Apakah saya tidak boleh memesan juga?” tanya Si Menteri Kemurnian.


“Tidak usah basa-basi lagi, kamu bukan orang biasa pak tua! Kenapa kamu mengikuti kami dan kenapa kamu membawa pasukan yang menyamar menjadi pelanggan-pelanggan itu!” lirih Bao Long namun tegas.


“Ha ha ha … ternyata kalian sudah menyadari kami dan traktiran tadi hanya digunakan untuk memperlama kami disini ya? Sungguh cerdik!”

__ADS_1


__ADS_2