SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 364 - Kerajaan Sembilan Kemurnian!


__ADS_3

“Maafkan budak-budak kami yang nakal Tuan Pengunjung, selamat datang di Ibukota Kerajaan 9 Kemurnian, disini anda akan menemukan banyak hasil tambang yang berlimpah!”


“Tidak hanya itu jika Anda ingin membuat senjata khusus dari hasil tambang kerajaan ini, maka pilihan yang tepat adalah menuju toko pandai besi milik saya, bagaimana?”


Orang yang tadi menggertak seorang anak kecil yang kelaparan, berganti langsung mendekati Bai Chen dan lainnya sambil menawarkan jasa miliknya.


Matanya sebagai seorang pebisnis memang tidak salah, dia melihat dari bagaimana cara Bai Chen dan lainnya berpakaian, dia bisa menyimpulkan bahwa mereka kultivator kuat.


Dan namanya kultivator, tidak pernah bisa lepas dari senjata, bagaimanapun dan apapun dao yang mereka pelajari, senjata masih menjadi sebuah pilihan bagus untuk dimiliki.


“Murah saja tuan, dengan kualitas sedang, maka Anda–”


“Hentikan! Bawa kami ke tokomu dan jelaskan lebih panjang lebar disana saja! Dan biarkan aku menggendong anak kecil yang kamu katakan budak ini tadi, boleh?” tanya Bai Chen mencoba ramah.


“Jangan Tuan Terhormat! Nanti tangan Anda kotor karena budak itu! Apakah tuan pernah mendengar bahwa bersentuhan langsung dengan budak akan menyebabkan banyak kemalangan?” cegah Si Pemilik Toko.


“Tidak masalah, aku tidak akan mempedulikan masalah kecil seperti itu, yang aku butuhkan sekarang, apakah kamu membolehkannya atau tidak?” tegas Bai Chen sekali lagi.


“Boleh-boleh … selama Anda adalah pelanggan saya, maka Anda adalah raja saya, semua permintaan Anda akan sebisa mungkin saya penuhi,” jawab Si Pemilik Toko.


“Baiklah anak kecil, kemarilah dan masuk dalam gendonganku!” Bai Chen berjongkok dan melebarkan kedua tangannya, dia membiarkan budak kecil tadi berada dalam gendongannya.


Sayangnya anak kecil itu cukup ketakutan, dia yang selama hidupnya tidak pernah merasakan hal seperti ini, sekarang cukup terharu dan menangis, antara senang atau sedih.


Karena anak kecil itu tahu, jika dia menerima uluran tangan Bai Chen, maka nanti pemiliknya atau Si Pemilik Toko akan menghukumnya dengan kejam dan tidak manusiawi.


“Jangan takut, aku akan melindungimu dan tidak akan membiarkan siapapun berbuat jahat padamu, atau maukah kamu makanan ini?” Bai Chen mengeluarkan makanan.


“Aku mau…” Budak kecil itu tidak memedulikan lagi mengenai bagaimana nanti dia dihukum, yang dia pikirkan sekarang adalah makanan yang ada di tangan Bai Chen.

__ADS_1


Bagi budak kecil yang masih berusia sekitar 7 tahun saja itu, mengolah energi qi masihlah sangat sulit dan dia masih membutuhkan banyak makanan berat.


“Tunjukkanlah jalan ke tokomu, kami akan memesan setelah kamu memperlihatkan kualitas dari senjata-senjata buatanmu!” suruh Bai Chen pada Si Pemilik Toko.


“Ba– baik Tuan! Mari kita saya tuan-tuan sekalian…” Si Pemilik Toko itu berjalan memecah keramaian ibukota kerajaan yang pada hari itu dan toko yang dimilikinya cukup besar.


Di Toko Pandai Besi, Divine Turtle.


“Selamat datang di toko saya tuan-tuan, maaf jika tempat ini begitu kecil sampai membuat tuan-tuan sekalian tidak nyaman,” basa-basi Si Pemilik Toko.


“Berapa harga senjata yang ada di area ini?” Bai Long langsung mengambil alih pertanyaan dan membiarkan Bai Chen di belakang yang masih asyik mengobrol dengan budak kecil itu.


“Apakah kamu masih mau makanan yang aku berikan tadi, aku masih memiliki banyak,” tawar Bai Chen yang begitu haru mendengar semua penuturan budak kecil itu.


“Saya tidak ingin memakannya sendiri Paman, ada beberapa teman dan saudaraku yang dipekerjakan tanpa upah sama sekali di kota ini, aku ingin berbagi dengan mereka,” polos Budak Kecil itu.


“Kenapa kamu masih memikirkan mereka, bukankah kamu bisa saja memiliki semua makanan ini sendiri? Dan lagi aku disini juga akan menjagamu?” tes kecil Bai Chen.


“Karena kakekku dulu pernah berkata padaku bahwa klan kami sebenarnya hanya difitnah dan suatu saat nanti akan segera bangkit!” sambung Budak Kecil itu sambil akan menangis.


Budak kecil itu berbicara dengan mata berbinar, ada rasa bangga dan rasa melindungi yang kuat terpancar dari mata serta wajahnya.


“Dimana kakekmu berada? Apakah dia juga menjadi salah satu budak kota ini?” selidik Bai Chen sambil mengusap air mata yang hendak menetes dari Budak Kecil tersebut.


“Kakek … kakek … sudah meninggal … hiks … hiks…”


“Dia dibunuh oleh salah satu bangsawan kota ini hanya karena mencuri sebuah roti yang berada di tong sampah, karena waktu itu aku begitu lapar, itu semua karenaku, huwaaaaa…”


Budak Kecil itu menangis keras, entah apa yang membuatnya begitu bisa nyaman dalam gendongan Bai Chen, tapi akhirnya dia bisa merasakan kehangatan yang sudah lama lagi dia inginkan.

__ADS_1


“Jangan menangis–”


“Lanjutkan saja transaksi kalian, jangan ganggu aku dengan anak kecil ini!” tegas Bai Chen sambil mengangkat tangannya memberikan kode pada Si Pemilik Toko.


“Tidak papa … menangislah … paman akan berbagi rasa kesedihan ini bersamamu!” kata Bai Chen sambil memberikan pundaknya untuk tempat bersandar Budak Kecil yang menangis.


Dia juga menggunakan tangan kanannya untuk melakukan menepuk punggung Budak Kecil itu untuk menenangkannya, dia juga berjalan ke pojokan toko agar budak itu lebih nyaman.


Tanpa sadar, Bai Chen juga ikut meneteskan air mata, pemikirannya tentang keluarga aslinya sedikit berubah, ternyata takdir yang menimpa anak dalam gendongannya itu tak kalah menyakitkan dengan dirinya dulu.


Setelah Budak Kecil itu puas menangis, Bai Chen mengajaknya menemui Si Pemilik Toko yang tengah membuatkan salah satu Bayangan Dewa sebuah senjata.


“Aku akan membeli Budak Kecil ini, sebutkan harganya! Aku juga akan membayar setiap harga pembuatan senjata sebanyak 10 kali lipat!”


“Aku hanya akan menawarkannya sekali! Pikirkan baik-baik karena bisa saja tidak akan ada lagi orang dermawan sepertiku di Alam Dewa ini lagi!”


Pemilik Toko yang ditembak dengan kata-kata Bai Chen sangat terkejut, dia berpikir ini adalah ladang uang dan bisa ditarik berapapun karena ketertarikan pada budak kecil itu.


“Bagaimana dengan 10 Juta Batu Kristal Tinggi? Itu sudah termasuk budak kecil itu dan seluruh jasa pembuatan senjata, apakah itu terlalu tinggi?” tanya Si Pemilik Toko.


Bai Chen mengubah gendongannya ke tangan kirinya, lalu dia memunculkan 11 kantong uang, setiap kantong akan berisi sekitar 1 juta Batu Kristal Tinggi.


[Sisa : 149,9 miliar PS.]


“Aku memberimu bonus karena kamu sudah berbicara dan bisa diajak kerja sama dengan baik, kalau begitu terima kasih dan sampai jumpa lagi Pemilik Toko,” ucap Bai Chen sambil meninggalkan toko pandai besi itu.


“Ha ha ha. Aku kaya sekarang, sepertinya Budak Kecil tadi adalah sebuah keberuntungan, dia bahkan bisa memberikanku pelanggan yang besar,” senang Si Pemilik Toko sambil menghitung uangnya.


“Sepertinya biaya hidup di Alam Dewa ini tidak jauh beda dengan Alam Iblis, kalau begitu lebih baik kita menggunakan cara membeli semua budak yang ada dengan uang saja, tanpa pertarungan!” perintah Bai Chen.

__ADS_1


“Baik, Tuan muda!”


__ADS_2