
Sesampainya di Ibukota Provinsi Tongkat Hitam, Bai Chen langsung disambut dengan sebuah jebakan dan serangan di udara dari berbagai senjata dan kultivator dari berbagai arah di Ibukota Provinsi ini.
"Hahaha, matilah kamu dasar orang bodoh, apakah kamu pikir kami semua ini lemah hah? Hanya karena kamu sudah menguasai kota pinggiran itu, kami bisa seenaknya saja untuk menindas kami." Pemimpin Provinsi berteriak ke langit atau lebih tepatnya ke arah langit.
Tubuh Bai Chen tertutupi oleh kepulan asap di sekitarnya, dia tadi menggunakan Skill pasifnya, yang pada akhirnya membuat tubuhnya terhindar dari berbagai serangan dan jebakan tersebut.
Mendengar perkataan lawan yang sedang merendahkan dirinya, Bai Chen langsung mengambil kesempatan untuk membuat jutaan pedang terbang, dia juga mengidentifikasi anggota Klan Tong yang menjaga dan menunggu di area sekitarnya.
Setelah kepulan asap mulai memudar, Bai Chen dengan sigap mengayunkan tangannya, kemudian pedang tebang yang sudah mengunci targetnya itu langsung terbang dengan kecepatan tinggi.
"Pedang Pelahap Semesta, Bentuk ketiga : Explosion." Bai Chen memutuskan untuk menggunakan ledakan karena dia merasakan puluhan ribu pasukan dengan ranah To God sedang menuju ke ibukota provinsi tongkat hitam ini.
Bai Chen ingin membumi hanguskan ibukota ini agar musuh tidak menggunakan ibukota ini sebagai markas lagi dan memutuskan untuk mundur. Dengan pedang tersebut, ledakan sudah terjadi dimana-mana.
"Boooommmmmmmm."
"Boooommmmmmmm."
"Boooommmmmmmm."
Ibukota Provinsi Tongkat Hitam ini sudah menjadi ladang ledakan energi-energi besar, cekungan bekas ledakan ada dimana-mana.
Pasukan yang tadi menyerang dan menjebak Bai Chen tidak luput dari amukan ledakan Pedang Pelahap Semesta Bentuk ketiga.
Selama masa ledakan, Bai Chen langsung menghubungi semua bawahannya, bahwa mereka sekarang belum bisa berniat untuk maju, karena Klan Tong menyadari pergerakan mereka.
"Kalian semua yang mendengarkan perintahku dari Token Komunikasi ini, segera tinggalkan Provinsi Tongkat Hitam, kita akan mundur terlebih dulu, aku merasakan dari arah selatan banyak kultivator yang memiliki ranah asli To God berjumlah sekitar 100.000." Perintah Bai Chen.
"Kita akan menyusun rencana ulang terlebih dulu, jadi sekali lagi, tinggalkan Provinsi Tongkat Hitam, tidak ada bantahan." Bai Chen mengakhiri perintahnya.
Kemudian Bai Chen mulai memfokuskan pedang-pedang yang masih di atas langit untuk membentuk sebuah pusaran topan pedang, dia menambahkan ¼ energi qi dari kapasitas energi qi nya.
__ADS_1
"Semoga dengan ini setidaknya aku bisa membunuh beberapa dari mereka." Bai Chen mengarahkan kepada rombongan 100.000 kultivator ranah To God yang sudah tidak jauh lagi dari ibukota provinsi ini.
"Menarilah Pedangku." Bai Chen.
Serangan itu sangat presisi dan terarah, hingga membuat semua orang yang terkena sedikit anginnya saja bisa mati seketika, tentu saja jika kultivasi mereka cukup lemah, bagi yang cukup kuat bisa bertahan dengan beberapa luka.
***
"Bajingan, siapa yang mengirim jutaan pedang ini, apakah ini musuh yang paling ditakutkan oleh Ketua Invasi kita?" Salah satu prajurit dari 100.000 orang ranah To God itu berbicara.
"Arrrggghhhh." Suara beberapa orang yang terkena sayatan dan tidak lama kemudian meninggal dunia.
"Sepertinya keputusan Ketua Invasi mengirimkan kita memang benar, musuh kita kali ini sangat kuat, bahkan hanya salah satu skillnya saja jika mengenai kita secara langsung, maka sudah pasti kita akan mati tak bersisa." Komentar mereka juga.
"Slashhhh." Jutaan tebasan dari topan yang terdiri dari jutaan pedang itu juga.
Suara kematian ribuan orang masih terdengar dari rombongan musuh tersebut, mereka sudah berusaha sekuat tenaga untuk menghalau dan memadamkan serangan itu, tapi tidak berhasil.
"Apa yang harus aku lakukan jika nanti Ketua Invasi bertanya, kenapa ribuan anggota kita bisa terbunuh semudah ini." Takut salah satu pemimpin rombongan.
"Kita harus memberikan informasi yang apa adanya, beliau juga pasti memaklumi karena memang musuh yang terlalu kuat." Salah satu teman menenangkan.
"Semoga saja begitu, jika tidak, mungkin ini perjalanan perang terakhirku." Sedih orang itu.
"Sudahlah, nanti akan aku bantu menjawab kepada ketua invasi, lebih baik kita segera menyelamatkan kolega kita, Pemimpin Provinsi Tongkat Hitam ini." Ajak salah satu temannya.
Akhirnya rombongan itu meneruskan perjalanan mereka menuju ibukota provinsi tongkat hitam.
***
"Hm, sepertinya mereka cukup cerdas, karena tidak bisa menghalau atau menghancurkan topan dengan jutaan pedangku, mereka hanya membelokan arahnya." Bai Chen tersenyum.
__ADS_1
"Bahkan prajurit biasa seperti mereka saja bisa menahan seranganku, bukankah ketua invasi ini lebih kuat lagi, tidak sabar aku ingin bertarung dengannya." Bai Chen.
"Ah, itu akan aku pikirkan nanti, sekarang lebih baik aku mundur terlebih dulu, lumayanlah mungkin aku bisa menjadikan mereka sebagai samsak latihan bawahanku." Senyum Bai Chen penuh arti.
Setelah mengatakan itu, semua orang kembali berkumpul di kota pertama yang mereka taklukan tadi.
"Tuan muda, bagaimana cara kita untuk melawan ratusan ribu musuh dengan kultivasi mereka yang tinggi itu, apakah kita akan langsung menggempur balik mereka atau tetap menunggu dengan serangan serentak 3 minggu lagi." Hang Tuah bertanya.
“Kita akan tetap melakukan serangan serentak dalam waktu 3 minggu, selama masa menunggu ini, kita harus tetap siap siaga jika memang para kultivator To God itu berinisiatif untuk menyerang kawasan Federasi Benua Barat kita.” Tegas Bai Chen.
“Baik tuan muda, kami semua mendengarkan anda.” Serentak.
“Kalau begitu kalian semua berpencar ke 3 provinsi yang mengelilingi Provinsi Tongkat Hitam ini, lindungi mereka selama 3 minggu ini, jangan biarkan Klan Tong keluar dari provinsi ini, mengerti?” Bai Chen.
“Kami semua mengerti tuan muda.” Serentak.
Dengan keputusan Bai Chen itu, semua orang langsung menuju ketiga provinsi, mereka berniat mengurung Klan Tong agar tidak bisa meluaskan wilayahnya.
Mereka tidak membantah Bai Chen karena, dia tadi sempat menjelaskan jika Ibukota Provinsi sudah dibumihanguskan, sehingga kemungkinan besar Klan Tong akan mundur membawa Pemimpin Provinsi dan semua rombongannya.
Penjelasan Bai Chen itu juga yang melatarbelakangi keputusan untuk melindungi 3 Provinsi sekitar, ditakutkan ada orang bodoh yang mencoba untuk mengusik ketiga provinsi itu dari pihak rombongan musuh.
Yang pada akhirnya akan menyebabkan Perang Dunia lebih cepat terjadi dan jika itu sampai terjadi maka akan banyak nyawa orang dari 3 provinsi sekitar melayang begitu saja, mengingat kekuatan rombongan musuh.
“Mari kita berpencar sekarang, kita tinggalkan semua markas sementara, ingat tugas kalian yang sekarang, lindungi 3 provinsi sekitar apapun yang terjadi.” Bai Chen.
“Bilang kepada para pemimpin itu untuk segera mengungsi menuju ibukota, agar 3 minggu lagi, kita bisa benar-benar berperang dengan bebas.” Tegas Bai Chen.
“Baik tuan muda.” Serentak.
“Semoga saja Perang Dunia masih bisa sesuai jadwal, jika tidak akan banyak nyawa menghilang dari kalangan warga sipil.” Gumam Bai Chen, kemudian dia menyusul kelompok Bayangan Dewa ke salah satu provinsi.
__ADS_1