
Bai Chen kemudian berjalan masuk menuju ke pusat pulau ini.
Tak lama kemudian, Bai Chen merasakan beberapa siluet monster yang cukup kuat, dia mendekati siluet beberapa monster itu.
Setelah menjaga jarak yang aman dari siluet itu, Bai Chen melihat gerombolan serigala raksasa yang tengah bertarung dengan seekor ular sanca besar.
"Auuuu…" Serigala itu mengeluarkan suara khasnya, dan beberapa saat kemudian muncul banyak serigala dari berbagai arah menuju ke arah si serigala pemanggil itu.
Mereka semua kemudian meneruskan pertarungan yang cukup menarik itu, bisa dikatakan menarik karena semua monster yang bertarung itu setidaknya bisa menggunakan dao ruang meskipun tidak tinggi.
Hal tersebut membuktikan bahwa semua monster dan makhluk hidup yang ada di pulau ini sudah beradaptasi dengan tekanan aneh yang mengandung Dao Ruang itu.
"Karena mereka cukup spesial, aku berkeinginan untuk menjadikan mereka salah satu dari Pasukan Shadow ku, aku akan menunggu momen yang tepat dan langsung membunuh mereka semua," gumam Bai Chen.
Rencana licik Bai Chen itu, tidak disadari oleh gerombolan serigala dan ular besar yang masih bertarung itu.
Sambil menunggu pertarungan itu selesai, Bai Chen yang bersembunyi di dahan pohon terus menyesuaikan diri dengan tekanan aneh yang semakin kuat ketika dia terus mendekati pusat pulau.
Setengah jam berlalu dan yang menjadi pemenang pertarungan itu adalah gerombolan serigala, tapi para serigala itu juga menerima sedikit banyak bisa atau racun dari ular besar itu.
Ini adalah momen yang tepat untuk Bai Chen mengambil keuntungan, "Sudah saatnya!" Bai Chen melesat dari dahan pohon itu dan langsung menerjang para serigala itu dengan Pedang Pelahap Semesta Bentuk 2 : Faster.
"Slash…"
Puluhan serigala itu mati seketika tanpa memberi perlawanan yang berarti untuk Bai Chen.
"Maafkan aku semuanya, semoga kalian bisa hidup tenang di alam sana, sekarang waktunya untuk, God Necromancer : Bangkitlah!" Bai Chen memberikan perintah.
Seperti biasanya muncullah kabut hitam di antara para mayat serigala dan ular besar itu, setelah menunggu beberapa detik semua monster itu langsung menjatuhkan diri di hadapan Bai Chen.
__ADS_1
"Terima kasih telah membangkitkan kami Yang Mulia, kami semua siap mengabdi kepada anda," telepati Raja Serigala.
"Hoh kamu bisa menggunakan telepati, baiklah kalau begitu aku akan menerima pengabdianmu, sekarang aku ingin bertanya, apakah kalian mengetahui sesuatu mengenai pusat pulau ini? Atau barang aneh yang membuat tekanan aneh ini mengitari seluruh pulau?" Bai Chen.
Raja Serigala itu kemudian menoleh kepada yang lainnya, termasuk ke Ular Besar yang sekarang terlihat sangat gagah karena semau sisiknya yang sekarang berwarna hitam legam.
Setelah memastikan beberapa hal, Raja Serigala itu merespon pertanyaan Bai Chen.
"Maafkan kami Yang Mulia, tidak ada dari kami yang sanggup bertahan di radius 50 km dari pusat pulau ini, jadi kami tidak begitu tahu mengenai hal tersebut, kami mohon maaf," jawab Raja Serigala.
Bai Chen tidak menyalahkan Raja Serigala itu, karena memang sepertinya inti misteri dari Pulau ini adalah pusatnya.
'Tapi karena waktuku masih banyak, aku akan menambah Pasukan Shadow terlebih dulu, agar nanti ketiga istriku bisa berlatih disini dengan aman,' guman Bai Chen.
'Apalagi semua monster dan hewan yang ada disini bisa menggunakan Dao Ruang, dan setelah dibangkitkan kultivasi mereka naik drastis sampai Half-God punca, aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini, hehe," guman Bai Chen.
"Baiklah kalian semua, aku ingin menguasai semua penghuni pulau ini, apakah kalian mau bertarung bersamaku untuk itu?" Bai Chen.
Bai Chen juga mengeluarkan Pasukan Shadow yang sebelumnya bersembunyi di balik bayangan.
"Kalian semua, kita kali ini akan menyerang semua monster dan menguasai seluruh pulau ini, siapkan diri kalian!" Bai Chen.
"Siap Yang Mulia!" Teriakan semangat dari Pasukan Bayangan.
Bai Chen menaiki kepala Ular Besar itu dan disampingnya banyak pasukan yang cenderung memiliki hawa kematian yang kuat dan cenderung berwarna gelap juga.
Pasukan itu langsung mendatangi sarang buaya yang tidak jauh dari tempat mereka sebelumnya.
"Yang Mulia, jika tidak salah mereka memiliki populasi terbesar yang ada di pulau ini, karena tiga puluh persen wilayah ini adalah rawa-rawa, jadi menurut saya kita akan bisa lebih cepat menguasai semua populasi pulau ini jika berhasil menjadikan mereka pasukan Shadow seperti kami," usul Raja Serigala.
__ADS_1
"Usul diterima, ayo kita serang mereka semua, kalian boleh menggunakan energi qi sepuasnya, tenang saja aku tidak akan kehabisan energi 👌," perintah Bai Chen.
Semua Pasukan Shadow paham dengan maksud Bai Chen karena mereka semua merasa energi yang mengalir dari junjungan mereka itu tidak bisa habis.
Tidak tahu kenapa bisa begitu, yang mereka tahu sekarang adalah, mereka bisa menggunakan energi qi dengan bebas, jadi mereka akan bisa menyerang para buaya raksasa itu dengan kekuatan penuh.
Bai Chen tidak ikut menyerang, dia ingin melihat bagaimana semua Pasukan Shadow miliknya menyerbu dengan ganas ke sarang Buaya Besar itu dari atas Kepala Ular Besar.
Sebenarnya Bai Chen hanya malas karena jika dia ikut bertindak maka para buaya itu tidak akan sempat lagi melihat siapa pencabut nyawa mereka, karena Bai Chen akan langsung menggunakan Jutaan Pedang untuk membunuh mereka semua.
Pasukan Shadow menyerbu dengan ganas tanpa ada aba-aba lagi, ledakan keras dan dentingan cakar yang saling beradu membuat penyerbuan ini lebih meriah lagi.
Pasukan Shadow yang hanya berjumlah 50 pasukan melawan sekitar 1000 buaya besar, karena yang mereka serbu adalah sarang buaya besar itu sendiri.
Pasukan Shadow itu berkali-kali tubuhnya terbelah dan kepalanya terpenggal, tapi karena mereka abadi selama junjungan mereka memiliki energi qi, bisa dikatakan mereka ini adalah pasukan paling mengerikan yang pernah ada di dunia ini.
"Selama satu jam, 50 pasukanku itu menyerap kurang dari 1 persen energi qi milikku, tapi karena Teknik Budidaya milikku yang sudah mencapai pemahaman Surgawi, aku bisa mengisi 50 persen energi qi dalam waktu yang sama secara otomatis," gumam Bai Chen.
"Sepertinya sudah ada beberapa ratus buaya besar yang mati, kalau begitu, God Necromancer : Bangkitlah!" Bai Chen.
Ratusan buaya besar yang mati itu langsung bangkit dari kematiannya dan menjadi pasukan Shadow baru.
"Kalian langsung ikut menyerang mereka saja, lakukan dengan cepat, aku akan bersantai lagi di atas kepala Ular Besar ini," ucap Bai Chen.
Benturan kedua pasukan semakin terlihat seimbang, tapi tetap saja Pasukan Shadow yang tidak bisa mati itu bisa membunuh Buaya Besar terus menerus, apalagi stamina para buaya itu sudah berkurang drastis.
Raja Serigala dengan semua keterampilan miliknya berhasil membunuh buaya besar per menit, dia tidak lagi menahan penggunaan energi junjungannya, dia kali ini menjadi pembunuh paling banyak dan paling kejam, bahkan banyak buaya besar tidak berani mendekati Raja Serigala itu.
Setelah pertarungan yang cukup sengit dan pembangkitan buaya besar lagi oleh Bai Chen, pembantaian di sarang buaya besar itu selesai.
__ADS_1
Semua buaya besar yang berjumlah ribuan itu sudah menjadi bagian dari Pasukan Shadow baru.