
“Kamu memang pengecut, tapi lebih baik begitu, kami berdua bisa mendapatkan bagian lebih banyak nantinya daripada yang kamu dapatkan disana, silahkan pergi kalau begitu!”
Ketiga orang berjubah biru yang merupakan pemuka agama kecil tersebut terlibat dalam sebuah perdebatan yang mengakibatkan salah satu dari mereka harus meninggalkan tempat ibadah ini dan pergi ke tempat ibadah lainnya.
“Oh ini rahasia perkembangan cepat yang terjadi di sekte terlihat dengan jelas, mereka semua menggunakan keterampilan cuci otak untuk membuat para pengikut mereka bertambah semakin banyak.” Salah satu mata-mata Dinasti Han yang bersembunyi di antara tembok mendengarkan semua percakapan tersebut.
“Kalau begitu, aku harus berusaha menjadi salah satu pemuka agama ini dan bisa mengusulkan sebuah ide mengenai gerakan militer kepada mereka, mumpung salah satu dari merek keluar dari tempat ibadah ini!” Mata-mata memikirkan sebuah rencana.
Dan singkat cerita, mata-mata tersebut berhasil menjadi salah satu pemuka agama dan sudah berstatus menjadi pemilik jubah biru, dia akhirnya juga tahu bahwa tingkatan yang ada di sekte tergantung dengan jubah yang dipakainya.
“Ternyata aku harus melewati dua tahap lagi, yaitu jubah biru biru cerah dan jubah abu-abu sampai bisa dekat dengan para orang suci atau pemilik jubah putih! Ternyata misi ini lebih sulit dari yang aku pikirkan!” Mata-mata itu bergumam sendiri.
Setelah beberapa bulan menjalankan misi, ribuan mata-mata yang ditempatkan oleh Dinasti Han akhirnya bisa membuat sebuah ide yang cukup terkenal diantara para petinggi sekte.
Mereka semua sudah mengemukakan mengenai gerakan militer untuk menyebarkan agama pelangi lebih luas lagi dan memiliki kedudukan konkrit yang diakui dunia.
Ribuan mata-mata yang ditempatkan tersebut bahkan sudah bisa mengambil hati para orang suci, beberapa diantaranya bahkan dijadikan sebagai orang kepercayaannya.
Hal tersebut membuat tugas mereka sebenarnya lebih lancar lagi, hingga puncaknya para orang suci mengumpulkan semua petinggi menuju ke pusat ibukota dinasti tang yang merupakan tempat berdirinya markas terbesar untuk sekte tersebut.
Di Aula Utama Sekte.
“Terima kasih karena kalian semua sudah mau datang memenuhi undanganku, meskipun kita baru kenal kurang dari setahun belakangan ini.” Zhu Ting memulai pidato singkatnya.
__ADS_1
“Tapi aku sangat menghargai kalian karena mau menjadi pemeluk agama pelangi dan menjadi bagian dari sekte agama pelangi di awal-awal perkembangannya.”
“Aku akhir-akhir ini mendengar mengenai usulan gerakan militer yang berkembang di kalangan pengikut kita, sebenarnya apa yang kalian mau dengan gerakan militer tersebut?”
“Tapi, sebenarnya tidak buruk juga, karena sebelum kalian memberikan usul itu, kami para orang suci sudah mendiskusikannya jauh-jauh hari, hanya saja kalian memberikan usul ini lebih cepat dari dugaan kami.”
“Namun, karena dukungan dari semua orang dan semua pengikut Dewa Pelangi yang taat seperti kalian, sepertinya kita bisa memajukan jadwal pembentukan divisi militer untuk sekte kita ini!”
“Terlebih lagi, kita disini dibantu oleh banyak orang penting, para pedagang besar, para saudagar kaya, para pejabat ibukota dan provinsi, semua orang mendukung gagasan tersebut, jadi apalagi yang kita tunggu bukan?”
“Kami semua disini juga mengharapkan keterlibatan anda untuk membuat impian kami semua mendirikan sebuah negara ini bisa berjalan Kaisar Ping Tao, atau lebih tepatnya sekarang Ketua Sekte Merpati Putih!” Zhu Ting mengakhiri pidato singkatnya.
Sejalan dengan perkataan Zhu Ting, sekarang Ping Tao bukan lagi seorang kaisar, dia sudah diturunkan secara de facto oleh Pangeran Mahkota yang diprakarsai oleh Dewan Keamanan atau lebih tepatnya Bai Chen dari Dinasti Han.
“Saya hanya mengabdi kepada Dewa Pelangi, jika memang junjungan kita yang menghendaki ini, maka saya siap untuk mengerahkan semua kekuatan dan kekuasaan saya kepada anda Orang Suci Zhu Ting!”
*HORE!
Sorakan kemenangan terdengar dari seluruh penjuru aula, mereka semua tengah berbahagia dengan kabar yang baru saja diputuskan tersebut, mereka sebentar lagi akan memiliki tanah suci sendiri yang tidak terikat oleh dinasti manapun.
Kemudian Zhu Ting mengeluarkan sebuah topik yang menandai gerakan militer benar-benar akan dimulai, dia sedang mengangkat topik mengenai penggulingan Kaisar Tang yang baru, karena posisi kaisar yang sekarang sangat lemah dan bisa dengan mudah dijatuhkan dan kekuasaannya bisa diambil alih.
Setelah perdebatan yang cukup panjang, akhirnya mereka semua bersepakat untuk melakukan penggulingan paksa Kaisar Tang secara paksa dalam waktu seminggu kedepan.
__ADS_1
Mereka semua akan dibantu oleh Sekte Merpati Putih besutan Ping Tao dan didanai oleh beberapa pedagang dan saudagar kaya raya, yang merupakan pengikut dari sekte agama pelangi ini.
“Kalau begitu setelah kalian keluar dari tempat ini, maka kalian harus menggunakan keterampilan cuci otak kalian dan menanamkan ingatan mengenai Kaisar Tang adalah seorang pendosa.” Zhu Ting memberikan penjelasan.
“Kita akan membagi semua pengikut kita menjadi dua bagian, pertama bagian perusuh, yang kedua merupakan bagian para kultivator yang cukup kuat.”
“Pengikut yang notabene terbanyak dan menjadi bagian perusuh akan membuat keributan yang terjadi di ibukota ini dan beberapa provinsi penting lainnya.”
“Setelah pihak Dinasti Tang memutuskan untuk menggunakan prajurit untuk mengusir pengikut kita, maka kita bisa menggunakan bagian kedua yakni para kultivator untuk seakan-akan menyelamatkan para pengikut kita yang lainnya dan kita jadi memiliki alasan untuk bertarung dengan para prajurit tersebut!”
“Kemudian kita akan terus merangsek masuk dan memberikan banyak tuntutan kepada Kaisar Tang yang baru, semuanya akan berakhir dengan kedatangan kami para orang suci yang akan menghukum para pendosa dari Dinasti Tang tersebut dan mengambil alih kekuasaan.”
“Dari rencana yang aku jelaskan kepada kalian semua, apakah ada tambahan usulan, atau yang lainnya?” Zhu Ting mengakhiri penjelasannya dengan sebuah pertanyaan.
“Kami semua tidak memiliki pendapat!”
“Bagus, sekarang kalian kembalilah ke tempat ibadah masing-masing dan ingat tugas kalian untuk membuat semua pengikut berpikir demikian hanya seminggu, jadi gunakanlah waktu dengan baik!” Zhu Ting memberikan perintah dengan tegas.
“Baik orang suci!” Semua orang berhamburan keluar dari aula, mereka semua menuju ke tempat ibadah masing-masing untuk menjalankan perintah, dan hanya menyisakan 10 Orang Suci di Aula Sekte.
“Ketua, apakah ini tidak terlalu cepat? Bukankah kita masih belum sepenuhnya memahami medan pertempuran yang ada di dunia ini?” Salah satu orang suci berpendapat.
“Tidak, sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk kita melakukan serangan, apakah kalian lupa selama dua bulan ini tidak ada pergerakan sama sekali dari Dinasti Han.” Zhu Ting menjawab.
__ADS_1
“Dinasti Han hanya menolak keberadaan kita dan tidak membunuh pengikut kita lagi, kesempatan ini sepertinya memang sudah seharusnya kita ambil bukan begitu yang lain?” Zhu Ting melanjutkan jawabannya.
“Baiklah kalau begitu ketua, kami semua akan mendengarkan anda!” Semua orang suci mengikuti kehendak dari ketua mereka tersebut, dan selama seminggu kedepan mereka bersiap-siap untuk menyambut hari penggulingan Dinasti Tang.