SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 386 - Undangan Turnamen Calon Dewa.


__ADS_3

Leluhur Jiang yang masih dalam bentuk malaikatnya tidak terima ketika tuannya dibentak seperti itu oleh orang sombong sepertinya, dia berniat menyerang orang itu.


“Jangan! Berhentilah sebelum kalian semua benar-benar mati, bahkan para dewa penguasa yang ada di Alam Dewa ini tidak berani macam-macam dengan mereka,” larang Liu Changhai.


Bai Chen memberikan tatapan tajam ke orang itu, dia mencoba untuk menganalisis seberapa kuat musuhnya itu secara lebih detail, sayangnya dia gagal mendeteksinya.


“Hentikan tatapan menjengkelkanmu itu, aku sebenarnya enggan menyampaikan ini, tapi karena ini adalah perintah ayahku, maka mau tidak mau harus aku sampaikan.”


Orang itu melemparkan sebuah undangan yang terbuat dari sebuah gelang giok, dimana kegunaan gelang giok ini kurang lebih sama seperti token giok yang banyak dipakai orang-orang.


“Datangnya ke Turnamen Calon Dewa Baru, tunjukkan kekuatanmu dan pasukanmu, agar tidak ada yang merendahkanmu di Alam Dewa ini, itu saja yang ingin kusampaikan.”


“Mari kembali, urusan kita disini sudah selesai!” Orang itu memimpin beberapa Utusan Perang untuk kembali.


***


Di lain sisi, Liu Changhai mengajak Bai Chen dan seluruh pasukannya untuk kembali ke tempatnya terlebih dulu, karena banyak penjelasan yang harus dia berikan padanya.


Bai Chen lalu memerintahkan Leluhur Jiang, Para Petinggi Kekaisaran Iblis dan seluruh Budak Klan Bai yang sudah diselamatkan masuk ke dalam dunia jiwa miliknya.


“Latih mereka menggunakan semua sumber daya ini, jadikan mereka pasukan super kuat, setidaknya buat mereka hampir menyamai kekuatan kalian, aku percayakan pada kalian.”


Leluhur Jiang dan Para Petinggi Kekaisaran Iblis Surgawi yang bersama mengangguk paham dan langsung masuk ke dalam dunia jiwa diikuti 50.000 Budak Klan Bai baru.


Lalu dia ikut bersama dengan Liu Changhai menuju ke Alam Pedang bersama dengan Bai Shing, Zhi Yang dan Liu Quon. Kali ini mereka menuju ke tempat tinggal Liu Changhai yang asli.


Di sebuah bukit yang berbentuk pedang dan terletak sangat terpencil di antara hutan lebat dan daerah pegunungan yang dipenuhi monster kuat berada.

__ADS_1


*SPLASH!


Mereka semua sampai di sana dan langsung disuruh duduk di ruang tamu, mereka disambut oleh beberapa bawahan sekaligus utusan Liu Changhai.


“Buatkan kami teh hijau, aku tunggu di ruang tamu.” Lalu Liu Changhai berjalan ringan ke ruang tamu dan langsung membuka percakapan dengan Bai Chen.


“Jadi apa yang ingin kami tanyakan temanku? Yang mana lebih dulu? Siapa Dewa Perang? Hubunganku dengannya? Atau hubungan Zhi Yang ini dengannya? Atau siapa sebenarnya mereka sampai membuatku sedikit gemetar ketakutan?”


Liu Changhai hampir menebak semua pertanyaan yang ingin diajukan oleh Bai Chen. Lalu dia tersenyum untuk merilekskan badan dengan duduk santai sambil menyeruput teh.


“Aku tidak bisa memberitahukan mengenai orang itu. Namun aku bisa memberitahukan padamu untuk jangan berbuat macam-macam dengannya itu saja.”


“Bahkan dia mungkin lebih kuat dari 3 Dewa Penguasa Terkuat penguasa Alam Dewa ini, bahkan aku bisa menyimpulkan dia ratusan kali lebih kuat dari mereka semua.”


“Karena wajahmu terlihat sangat penasaran, maka aku akan membocorkan sedikit mengenai orang itu, dia adalah guruku di masa lalu dan dia juga yang menjadikanku kuat seperti ini.”


“Dan fakta lainnya, dia adalah ayah kandung dari Zhi Yang ini. Dan kenapa Zhi Yang ini bisa menikah dengan Bai Shing, karena di masa lalu Kekuatan Klan Bai hampir setara dengan Alam Perang.”


Dia memang sengaja melakukannya agar hubungan mereka bertiga semakin dekat. Karena dia sebagai sahabat Bai Shing serta murid dari ayah Zhi Yang sedikit merasa harus ikut campur.


‘Hei Tua Bangka! Aku berusaha membuatmu melihat cucu kandungmu yang luar biasa ini! Aku yakin, bahkan seluruh generasimu tidak akan ada yang bisa mendekati Bai Chen ini!’


‘Mungkin dengan adanya Bai Chen ini, kamu bisa membuka hati lagi untuk Zhi Yang dan Klan Bai sekali lagi. Apalagi kamu sendiri yang mengundangnya dalam acara Turnamen Calon Dewa Baru!’


Liu Changhai membatin sambil melihat sebuah pemandangan yang menurutnya cukup indah, dimana seorang anak yang telah hilang selama beberapa dekade sungkan untuk bertanya pada orang tua kandungnya sendiri.


“Baiklah aku akan menyiapkan makanan bersama dengan Liu Quon, kalian bertiga bisa berbincang banyak hal. Jangan lupa pengetahuan Bai Shing ini juga sangat tinggi, kamu bisa bertanya padanya Dewa Penguasa Iblis temanku!”

__ADS_1


Liu Changhai menarik tangan Liu Quon dan mengajaknya pergi dari ruang tamu dengan alasan tidak jelas tadi, dia menghilang begitu saja dan membiarkan mereka bertiga bersama-sama.


‘Sial! Paman Liu Changhai ini sengaja meninggalkan aku dengan kedua orang tuaku ini. Pasti dia berpikiran bahwa aku akan bisa menerima orang tuaku ini, tapi kenapa ini sangat canggung? Kemana sifat keras kepala dan sinis milikku?’ batin Bai Chen.


***


“Apa ada yang ingin kamu tanyakan lagi Nak?” Bai Shing memberanikan diri untuk membuka obrolan, sebagai seorang ayah yang sudah lama tidak melihat anaknya, dia juga bingung harus bersikap bagaimana.


“Tidak ada, aku sudah mendengar semuanya dari dia (Liu Changhai), jadi tidak ada yang perlu kalian berdua jelaskan lagi,” datar Bai Chen.


Bai Shing dan Zhi Yang saling memandang, tersirat dari mata mereka sebuah kekecewaan atas dirinya sendiri, mereka berdua tahu bahwa mereka salah, tapi semua itu adalah kecelakaan.


“Kalau memang tidak ada yang ingin kamu tanyakan, bolehkan aku yang bertanya padamu? Tapi jika kamu keberatan tidak masalah jika menolaknya,” ucap Zhi Yang mencairkan suasana.


Bai Chen melihat kedua orang tuanya itu dengan perasaan bersalah, bagaimanapun sikapnya beberapa waktu terakhir terlalu dingin dan membuat dirinya berpikir yang tidak-tidak.


‘Bagaimana jika aku terlalu dingin dan membuat kedua orang tuaku yang sudah aku temukan ini meninggalkanku? Apakah aku harus melunak sedikit saja pada mereka?’ batin Bai Chen.


Bai Chen tidak menjawab tapi dirinya memberikan kode seakan-akan siap untuk ditanya. Hal itu disambut senyuman manis dari Zhi Yang, lalu dia bertanya mengenai banyak hal.


“Kamu berasal dari dunia fana bukan? Kalau boleh tahu, bisakah kamu menceritakan pada kami mengenai dunia itu? Karena kami sama sekali belum pernah kesana?” tanya Zhi Yang.


Dia tidak benar-benar ingin tahu mengenai dunia itu, dia hanya ingin tahu mengenai bagaimana pengalaman anaknya itu di dunia itu, karena anaknya itu akan menjawab sesuai apa yang dia alami.


Bai Chen awalnya enggan menjawab pertanyaan itu, karena akan memakan waktu yang panjang, namun sistem tiba-tiba muncul dan mengatakan lebih baik menceritakannya saja.


[Dengan begitu setidaknya hubungan Master dan orang tua Anda akan semakin dekat. Mau sampai kapan Master akan mengurus masalah seperti ini, masih banyak yang harus dicapai di masa depan.]

__ADS_1


Bai Chen tidak memiliki pilihan lain, dia menceritakan semua pengalamannya dari kecil, bertemu dengan nenek baik, membantai paviliun gorila darah hingga berhasil menaklukkan dunia fana dalam genggamannya.


‘Kamu sudah melewati banyak rintangan yang berat dalam hidupmu anakku, kini aku semakin sadar, apakah kami berdua memang pantas menjadi orang tuamu?’ batin Zhi Yang sambil menangis.


__ADS_2