SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 67 - Pengakuan Bai Chen


__ADS_3

"Jadi, tenang saja dan terima kasih malah membuatku berani mengambil keputusan seperti ini, jangan pernah mau bersujud lagi seperti ini atau aku akan benar benar marah" Bai Chen mencegah Bai Long untuk bersujud.


"Apakah kamu ingin mendengar pengakuanku Bai Long, kepada seorang gadis yang masih berpura pura pingsan disana ?" Bai Chen mengedipkan matanya, agar Bai Long membantunya untuk berakting.


"Hmmm, sepertinya menarik tuan muda" Bai Long kembali lagi dengan nada seperti biasanya.


Bai Chen kemudian duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur tempat istirahat Bai Feng tadi yang pingsan.


"Apakah aku hanya akan melanjutkan kata - kataku sendiri tanpa ada yang menanggapi lagi ?" Bai Chen memasang wajah sedih.


Bai Feng yang dari tadi berpura pura tidur, sudah mendengarkan semua percakapan Bai Chen dan Bai Long, hal itu membuat pipinya merah merona dan kepalanya keluar asap seperti kepiting rebus.


Bai Feng kemudian mengambil posisi duduk dan sekarang dia berhadapan sejajar dengan Bai Chen dengan wajah yang masih memerah.


"Sepertinya saya tahu ini akan mengarah ke pembicaraan yang bagaimana, hehe" Bai Long sudah kembali ke mood kesehariannya ketika menggoda Bai Chen dan Bai Feng.


Wajah Bai Feng semakin memerah dan kepalanya seperti mengepulkan asap, sekarang dia benar benar terlihat seperti kepiting rebus setelah mengerti maksud perkataan Bai Long.


Bai Chen menanggapi itu masih dengan tenang, "Apakah kamu sekarang mau aku untuk meneruskan pembicaraan yang tadi sempat terpotong ?" sambil sedikit memainkan tangannya untuk menyentuh dagu Bai Feng.


"Hmm, Chen Gege, jangan menggodaku terus, cepat katakanlah atau aku akan pergi saja jika Gege tidak mau mengatakannya" mulut dan hati wanita memang tidak selalu sinkron, di mulutnya mengatakan tidak, padahal di hatinya sekarang ini sangat berbunga bunga.


'Dasar anak muda' gumam lirih Bai Long sambil ikut bahagia.


"Baiklah, jangan memotong perkataanku agar tidak salah paham" Bai Chen memperingatkan Bai Feng dengan lembut.


"Baik Chen Gege" singkat Bai Feng dilanjutkan dengan anggukan.


"Sebenarnya aku itu juga tidak terlalu mengerti dengan perasaanku sendiri Feng'er. Aku tidak pernah sempat merasakan apa itu cinta, aku belum pernah dekat dengan perempuan sebelumnya" Bai Chen mulai menjelaskan.


"Hanya Bai Long lah yang menemaniku sampai sekarang, aku sangat dekat dengan Bai Long karena menurutku dia adalah pengganti sosok ayah, kakak dan hanya dia satu - satunya keluargaku sebelum bertemu kalian, terutama kamu Feng'er" Bai Chen.

__ADS_1


"Apakah kamu ingat ketika pertama kali kamu bertemu denganku?" Bai Chen bertanya.


Bai Feng hanya membalas dengan anggukan.


"Aku juga tidak sadar waktu setelah kamu bercerita aku langsung memelukmu, aku juga tidak tahu apa aku lakukan saat itu, yang aku tahu aku hanya ingin memelukmu itu saja" Bai Chen.


"Dan singkat cerita, aku semakin akrab dengan denganmu, bahkan kamu telah mengungkapkan perasaanmu padaku, tapi sekarang ini, ketika aku berbicara padamu sekarang aku pun tidak tahu perasaan ini cinta atau hanya sekedar rasa kasihan ?"


Bai Feng sedikit sedih dengan kalimat terakhir Bai Chen, dia sangat menginginkan Bai Chen bisa membalas cintanya. Tapi dia memutuskan untuk terus mendengarkan perkataan Bai Chen.


"Tapi satu hal yang pasti, apakah kamu mau mengajarkanku bahwa rasa ini adalah rasa cinta ? Maukah kamu menerimaku yang masih awam dengan urusan cinta ? Apakah kamu tidak keberatan dengan pria sepertiku yang masih banyak kekurangan ?" Bai Chen mengakhiri penjelasannya dengan beberapa pertanyaan.


Bai Feng sangat senang bukankah hal itu sama saja dengan Bai Chen mau menerimanya menjadi kekasih.


Bai Long yang tidak ingin momen tuan muda nya diganggu oleh apapun, langsung menyebarkan tekanan kultivasinya ke sekitaran tenda agar tidak ada yang mengganggu momen bahagia tuan mudanya.


"Apakah aku tidak menerima sebuah jawaban ?" Bai Chen memandangi mata Bai Feng yang sangat indah.


"Jelas, sejelas apa jawaban itu, bukankah aku tidak mendengarkannya secara langsung dari bibir gadis cantik di depanku ini ?" Bai Chen.


Bai Long paham bahwa perannya di sana sudah selesai, akhirnya dia keluar tenda dan menjaga pintu masuk tenda, agar tidak ada yang merusak momen Bai Chen dan Bai Feng.


"Apakah Chen Gege berani mendengarkan jawabanku, apakah Gege yakin akan berani ?" Bai Feng balik bertanya.


"Kenapa aku harus takut ?" Bai Chen tersenyum menyejukkan.


Bai Feng berinisiatif menjawab pertanyaan itu dengan langsung mencium bibir Bai Chen. Bai Chen tak mau kalah, dia juga menanggapinya, dengan memeluk tubuh Bai Feng. Peristiwa ini berlangsung selama beberapa menit sampai mereka puas berciuman.


"Apakah Chen Gege sudah puas dengan jawabanku ?" Bai Feng bertanya dengan wajah memerah.


"Sepertinya sekali lagi boleh, hehe" Bai Chen.

__ADS_1


"Haaahh, Chen Gege mesum" Bai Feng memasang wajah marah. Tapi di mata Bai Chen wajah marah Bai Feng sangat lucu. Dia tanpa sadar mencubit pipi Bai Feng.


"Sakit Gege" Bai Feng semakin menggerutu dan memegangi pipinya.


"Hehe, baiklah aku minta maaf, apakah kamu mau menghabiskan beberapa menit lagi di pelukanku" sambil merentangkan tangannya.


"Bagaimana jika ada orang yang melihat ?" Bai Feng menjawab dengan malu malu.


"Tenang saja, sekitar tenda sudah dijaga oleh Bai Long" Bai Chen.


Bai Feng mengangguk dan langsung menempatkan tubuhnya dipelukan Bai Chen. Mereka berdua berbincang ringan sambil berpelukan. Memang kalau sudah begini dunia hanya milik berdua. Yang lain hanya menyewa. 😄.


Setelah cukup lama mereka mengobrol dan berpelukan, mereka berdua ingin meminta penjelasan mengenai kejadian Gelombang Monster III ini kepada semua orang.


Sebelum meninggalkan tenda, Bai Chen mencium kening dan menggandeng tangan Bai Feng. Mereka berdua langsung menuju keluar tenda untuk menemui yang lainnya.


“Bagaimana tuan muda sukses ?” sambut Bai Long dengan menggunakan telepatinya.


“Aku akan memberimu hadiah nanti Bai Long” Bai Chen menggunakan telepati juga dan kemudian tersenyum.


“Paman Bai Long, dimana semua orang ? Apakah mereka semua sedang mengadakan pertemuan ?” Bai Feng bertanya kepada Bai Long.


“Betul gadis pemarah, mereka semua sedang ada di tenda yang paling besar itu, mereka juga mengatakan jika urusanmu dan tuan muda sudah selesai, kita diminta untuk langsung kesana juga” Bai Long menjawab.


“Sekarang aku tanya apakah urusan gadis pemarah dan tuan muda ini sudah selesai ?” Bai Long mencoba menggoda Bai Feng.


“Tentu saja sudah selesai, bukan begitu Chen Gege” Bai Feng menjawab dengan santai, tidak seperti biasanya yang akan langsung marah.


Bai Feng sekarang sangat bersyukur dengan ejekan ejekan Bai Long, karena menurutnya godaan dan ejekan Bai Long memainkan peran penting dalam hubungannya dengan Bai Chen.


“Ehhh, tidak marah lagi, ternyata memang benar cinta itu buta” Bai Long sedih karena tidak berhasil menggoda Bai Feng.

__ADS_1


“Sudah cukup mari kita kesana” Bai Chen kemudian menggandeng tangan Bai Feng, serta Bai Long mengikutinya disamping.


__ADS_2