SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 196 - Mengatur Ulang


__ADS_3

Sedangkan Bai Chen dkk kembali ke Dunia Jiwa untuk melatih semua bawahannya, dia juga memberikan beberapa bantuan berupa uang dan pil dan sumberdaya lainnya yang bisa menunjang Dinasti Han untuk mencapai kestabilan yang diharapkan.


Selama di Dunia Jiwa, Bai Chen sudah mengobrol dengan kedua istrinya untuk memberikan kejutan kepada Bai Feng berupa pernikahan.


Di Aula Sekte Absolute dalam Dunia Jiwa.


“Bagaimana persiapan kejutannya? Apakah kalian semua sudah menyiapkan semuanya?” Bai Chen bertanya kepada semua orang yang hadir.


“Tenang saja sayang, aku dan adik Mei Jiao sudah menyiapkan semuanya, mulai dari seserahan, baju yang akan dipakai sampai siapa saja yang akan diundang nanti,” jawab Fei Yuan dengan ceria.


“Aku juga sudah memberikan beberapa menu tambahan sebagai jamuan untuk acara pernikahan itu sayang,” sambung Mei Jiao.


“Bagus sekali, kalau begitu mari kita keluar dari Dunia Jiwa, kita akan memberikan kejutan ini langsung,” ajak Bai Chen.


“Aku mendapat informasi dari Bai Duan, sekarang Bai Feng sedang dalam waktu istirahat, sepertinya ini merupakan waktu yang pas untuk kejutan ini,” imbuh Bai Chen.


“Baiklah, mari sayang,” jawab Fei Yuan dan Mei Jiao.


Ketiga orang itu hendak keluar dan membawa beberapa orang lainnya untuk membawakan seserahan dan hadiah pernikahan lainnya.


Meskipun Bai Feng mungkin terlalu mengharapkan semua hadiah ini, sebagai pihak laki-laki seremonial pemberian hadiah ini cukup penting.


Karena akan memberikan kesan mampu mencukupi semua kebutuhan pasangannya nanti.


Bai Chen dkk keluar dari Dunai Jiwa dan langsung meminta izin masuk ke Aula Istana yang sudah terlihat semakin megah dan ramai orang.


Bai Chen dkk dipersilahkan untuk masuk dan langsung disambut hangat oleh Bai Feng.


“Selamat datang Kak Chen, maaf aku beberapa minggu terakhir tidak bisa menemui kakak, aku masih sibuk dengan semua urusan kenegaraan ini,” keluh Bai Feng.


“Tidak usah seperti itu, memang semua ini sudah menjadi tugasmu bukan?” Bai Chen.


“Tapi tenang saja, hari ini adalah hari yang spesial, apakah kamu bisa menebaknya?” Bai Chen.


“Oh, aku baru sadar, bahwa pakaian Kak Chen dan lainnya sangat terang sekali, apa maksud…” Bai Feng langsung terdiam seribu bahasa.

__ADS_1


“Seperti yang kamu pikirkan, aku disini bersama semua orang, menyatakan lamaranku padamu, aku juga memberikan hadiah pernikahan sebagai seremonial kita sebelum menikah,” senang Bai Chen.


Semua petinggi baru Dinasti Han ikut senang dengan peristiwa lamaran ini, mereka semua juga sudah mendengar kabar yang beredar bahwa kedua orang ini memang sepasang kekasih.


“Jadi dengan disaksikan semua orang termasuk dengan kedua istriku, aku ingin bertanya kepadamu Bai Feng…” Bai Chen.


“Apakah kamu mau menerima lamaranku? Kamu sudah tahu semua kondisi yang ada padaku, sekarang aku menantikan jawabanmu Bai Feng…” Bai Chen.


Bai Feng tidak langsung menjawab, dia terharu dengan semua kejutan yang Bai Chen berikan hari ini.


“Kak Chen bodoh, kenapa masih harus bertanya seperti itu, tentu saja aku menerimanya, aku juga akan menerima Kak Fei Yuan dan Kak Mei Jiao sebagai saudariku, aku menerima lamaran kakak Chen,” jawab Bai Feng sambil membenamkan tubuhnya ke pelukan Bai Chen.


Semua orang ikut terharu dengan peristiwa itu, suara-suara kebahagian mulai terdengar dari semua penjuru Aula ini.


“Selamat Pemimpin Dinasti…”


“Selamat Tuan Muda Bai Chen…”


“Selamat atas pernikahan yang sebentar lagi digelar…”


Setelah acara seremonial penyerahan hadiah, semua orang yang ada di Aula memaksa untuk langsung menentukan tanggal pernikahan.


Pernikahan itu akan digelar di kawasan Istana Dinasti Han, beberapa orang penting juga sudah ditambahkan dalam list undangan.


Dalam kurun waktu satu bukan sampai acara pernikahan itu digelar, tidak banyak hal yang terjadi.


Acara pernikahan itu juga digelar tidak besar-besaran karena Dunia Immortal sedang masuk dalam Masa Kemunduran setelah jatuhnya 3 Dinasti Manusia secara langsung.


Singkat cerita acara pernikahan itu digelar seperti sebelum-sebelumnya, kemudian di malam harinya Bai Chen langsung menikmati tubuh dan wajah indah Bai Feng.


Tentu saja ditemani dengan kedua istrinya yang tidak kalah cantik, malam itu Bai Chen diperas hingga tertidur pulas, tapi ketiga istrinya juga cukup kewalahan dalam menghadapi permainan Bai Chen.


Dan begitulah acara pernikahan itu, Bai Chen sekarang diangkat menjadi Pemimpin Tertinggi di Dinasti Han, sedangkan Bai Feng menjadi wakilnya.


Keesokan hari setelah malam pertama di Aula Istana Dinasti Han.

__ADS_1


“Sebagai Pemimpin baru di Dinasti ini, kebijakan pertama yang akan aku terapkan adalah meningkatkan harkat dan martabat kekaisaran ini,” tegas Bai Chen.


“Dinasti Han ini juga harus menjadi pioneer untuk keluar dari Masa Kemunduran, jadi aku ingin menggunakan semua kas yang dimiliki Dinasti Han untuk memperbaiki semua bangunan umum yang sudah tidak layak digunakan,” lanjut Bai Chen.


“Membeli semua buku Skill yang ada, tidak peduli berapapun harganya, kita juga akan membuat beberapa menara kultivasi dan menara penempa tubuh untuk melahirkan kultivator yang unggul,” imbuh Bai Chen.


“Ditambah lagi, kita akan merekrut pasukan yang sangat besar untuk memperkuat militer kita guna menjaga area perbatasan yang sering sekali berbenturan dengan Dinasti Sui milik Klan Iblis,” tambah Bai Chen.


Bendahara Dinasti mendengar itu langsung kebingungan, dengan semua rencana Bai Chen itu, semua uang kas akan langsung habis.


Dan jika sebuah Dinasti kehabisan uang maka pemerintahan tidak akan berjalan, akhirnya dia memberanikan diri untuk protes.


“Pemimpin Tertinggi, izinkan saya memberikan pendapat,” ucap Bendahara dengan sopan.


“Silahkan.” Bai Chen.


“Jika kita langsung melakukan semua rencana itu, uang kas kita akan langsung habis dalam waktu dua minggu saja, bagaimana dengan pemasukan kita nantinya?” Bendahara.


“Akan aku pikirkan itu, kalian tenang saja, yang harus kalian kerjakan adalah semua rencana yang sudah aku sebutkan, untuk bendahara, kita nanti akan mengobrol secara pribadi,” ucap Bai Chen.


“Oh iya, aku paling tidak suka dengan seorang petinggi yang berani korupsi, jadi aku ingin kalian menggunakan uang kas kali ini dengan benar tanpa mengurangi satupun koin emas yang seharusnya menjadi sebuah barang,” tegas Bai Chen.


“Jika tidak! Maka semua petinggi yang korupsi akan dihukum pancung di depan semua masyarakat, apakah kalian mengerti?” Bai Chen mengancam.


“Kami mengerti Pemimpin Tertinggi.”


“Kalau begitu kami semua izin untuk langsung menjalankan rencana anda, tapi sebelumnya anda ingin kami semua menyelesaikan rencana ini berapa lama?” Seorang Menteri bertanya.


“Satu bulan!” Bai Chen tegas.


“Pemimpin Tertinggi, jika anda ingin semuanya selesai dalam satu bulan, pengeluaran kita akan lebih deras lagi, mungkin kas kita hanya akan bertahan 3-5 hari,” protes Bendahara lagi.


“Bukankah aku sudah bilang bahwa kita akan membicarakan ini berdua nanti, untuk yang lainnya, kalian semua tidak perlu ragu dalam penggunaan uang, jadi kalian bisa menggunakan material terbaik dan semua hal yang terbaik, biarkan urusan uang menjadi urusanku,” tegas Bai Chen.


“Terima kasih Pemimpin Tertinggi.”

__ADS_1


Kemudian semua Jenderal dan Menteri kembali ke ruangan masing-masing untuk menyiapkan proposal pengajuan uang kepada bendahara.


Tiba-tiba saja terdengar suara notifikasi Sistem.


__ADS_2