
“Kita sekarang sudah memasuki makam, sekarang perhatikan langkah kalian agar tidak terhisap oleh gurun pasir halus ini yang ada di depan mata kita ini,” perintah Bai Chen.
“Baik, Kaisar.”
Tidak semua orang diajak masuk oleh Bai Chen, selain karena tingkat bahaya di dalamnya, alasan utamanya agar tidak menghambat perjalanan dan bisa lebih cepat menuju inti makam.
“Sepanjang mata memandang, sepertinya hanya ada padang pasir yang berwarna sedikit kemerah-merahan, dimana letak makam sesungguhnya?” ucap Fei Yuan.
“Aku juga merasakan bahwa ada sebuah mekanisme dalam makam ini yang membuat kita tidak bisa terbang, apakah kalian merasakannya juga?” tanya Bai Feng pada semua orang.
Semua orang mengangguk, mereka yang merupakan para petarung terkuat yang ada di Alam Iblis, tentunya tidak asing dengan hal semacam ini.
Bai Chen terlihat terdiam sejenak, lalu memberikan perintah pada sistem.
‘Sistem! Tolong petakan seluruh makam ini dengan fitur baru yang muncul setelah update versi 9.0!’
[Perintah Master diterima, pemetaan Makam Kuno ini akan memakan biaya sebanyak 100.000 PS dan akan berlangsung selama 5 menit.]
Bai Chen mengangguk setuju, tak lama kemudian di kepalanya sekarang sudah terproyeksi seluruh area makam dan bagian mana makam inti itu berada.
“Kalian semua ikuti aku dan jangan sekali-kali melewati langkah yang belum aku sentuh, karena di balik pasir halus hisap ini tersimpan beberapa jebakan tak kasat mata,” ucap Bai Chen sambil memulai langkah pertama.
Yang lainnya mengangguk paham, mereka sendiri sebenarnya bisa merasakan beberapa jebakan yang ada di balik pasir hisap kemerahan tersebut.
Akan tetapi, tidak ada salahnya mengikuti gerakan Bai Chen yang tentunya lebih akurat, karena dia memiliki kemampuan pendeteksi melebihi yang lainnya.
Setelah melangkah melebihi 1000 langkah, mereka semua menyadari bahwa semakin masuk lebih dalam, pasir di sekitar mereka semakin memerah.
“Yang kalian lihat sekarang adalah akibat orang bodoh yang berniat mencuri harta dimakam ini dan malah menjadi tumbal serta dimakan oleh pasir hisap ini,” jelas Bai Chen tanpa mengurangi kecepatan gerakannya.
“Hmm … tidak heran, semakin dalam, hawa kematian yang kuat makin terasa, jadi sudah berapa banyak korban yang masuk hingga membuat tanah disekitar merah seperti ini,” batin Leluhur Anming.
Setelah perjalanan satu jam dari gerbang masuk makam, akhirnya mereka semua sampai di sebuah batuan yang tersebar membentuk segi enam jika dilihat dari atas.
“Tuan muda, saya merasakan ada beberapa monster raksasa yang mendekat, kita akan melawannya atau menghindarinya?” tanya Bai Long melihat ke arah Bai Chen.
“Tentu saja kita akan mengalahkan mereka, namun aku akan mencoba memecahkan teka-teki segi enam ini agar kita masuk ke dalam ruang makam yang sesungguhnya,” ucap Bai Chen.
__ADS_1
“Jadi, aku minta tolong pada kalian semua untuk membunuh mereka semua, tapi jangan sampai menginjak pasir hisap di luar area yang kutandai, beri aku waktu sekitar 10 menit,” imbuh Bai Chen.
“Baiklah, Yang Mulia! Anda bisa menggunakan waktu tanpa perlu khawatir, karena kami semua akan membunuh semua monster yang berdatangan ini sampai tuntas,” ucap Leluhur Aiguo percaya diri.
“Jangan besar kepala dulu, Aiguo! Tapi, aku tidak akan menolak perkataanmu mengenai menghancurkan 100.000 monster yang tertarik pada kita itu,” jawab Leluhur Jiang sudah memandangi gerombolan monster darah yang memiliki ukuran raksasa.
“Jadi, kalian adalah produk lebih tinggi dari para monster darah sebelumnya ya? Tapi, semuanya tidak akan berubah! Perintah Dewa mari kita bantai seluruh monster itu!” perintah Zhao Kaibo.
*GRUDUK!
*GRUDUK!
Derap langkah seluruh monster itu semakin terdengar, mereka semua datang dari berbagai penjuru arah.
Tujuan mereka adalah mengepung semua orang yang telah berani menginjak bagian utama dari makam.
Yaitu Simbol Segi Enam yang merupakan sebuah simbol sakral dan hanya bisa digunakan oleh makam orang-orang kuat di jaman dulu.
“Phoenix Bayangan : Api Hitam Kematian!”
Bai Feng mengawali serangan pada monster darah yang memiliki berbagai bentuk dan sangat besar itu.
*DUAR!
Selain karena daya tubuh para monster yang kuat, kekuatan Bai Feng terbatasi sejak masuk ke dalam makam.
Seakan-akan mereka tidak diperkenankan menggunakan qi iblis secara berlebihan, alasan ini juga yang menyebabkan mereka tidak bisa terbang.
“Domain Darah : Pengendalian Darah!”
Fei Yun mencoba jurusnya yang lain, dia mencoba mengendalikan beberapa monster darah dan berhasil, lalu dia menyuruh mereka untuk saling bertarung.
Cara ini cukup efektif karena digabungkan dengan serangan jarak jauh 3 Leluhur Pencakar yang sudah menggunakan elemen api murni untuk membakar para monster darah yang sudah dimanipulasi oleh Fei Yuan.
10 Perintah Dewa tidak kalah gaharnya, mereka semua adalah pasukan terlatih yang sekarang merupakan pasukan tertinggi yang ada.
Sebagai seorang anggota Perintah Dewa, semua orang diwajibkan untuk bisa menggunakan berbagai senjata termasuk panah.
__ADS_1
Oleh karena itu, tidak heran sekarang mereka bersepuluh sedang membidik ribuan monster di depan dengan anak panah khusus.
*JLEB!
*JLEB!
Ribuan anak panah khusus yang ditembakkan berhasil masuk dan mengaitkan diri di beberapa bagian tubuh monster darah yang jaraknya tinggal 1 km lagi itu.
*BOOOM!
*BOOOM!
Tapi, disinilah letak keistimewaan anak panah khusus itu, mereka bisa meledakannya secara berantai dan membuat ribuan monster darah menguap secara langsung.
Pertarungan berlangsung begitu cepat, bahkan sebelum Bai Chen selesai membuka formasi dan array khusus untuk membuka jalan ke bawah.
[Selamat! Master mendapatkan 123 triliun PP & 12,3 triliun PS.]
*CLECK!
“Berhasil! Pemilik makam ini malah menggunakan cara lama yang jarang terpikirkan oleh seorang kultivator, menarik sekali!” puji Bai Chen pada formasi yang akhirnya berhasil mereka buka.
“Mari kita masuk!”
Bai Chen dan lainnya masuk ke dalam ruangan yang tertutup oleh pasir dan formasi sebelumnya, mereka menuruni tangga dari batuan berwarna coklat muda.
Kedalaman makam itu tidak main-main, bahkan bisa dikatakan sangat dalam sekali, namun itu tak menghalangi Bai Chen dan lainnya terus menyusui makam itu.
“Hati-hati!” Bai Chen mengangkat tangannya ke atas, dia menahan seluruh orang yang bersamanya untuk menghentikan langkah, karena di depan mereka ada sebuah ruangan yang memiliki suara.
“Jangan membunuh anak-anak itu, jangaaaaaaaan!”
“Bajingan sialan! Lebih baik kau diam dan tidak membuat masalah dengan Kaisar Dewa 12 Bintang, sebelum akhirnya Alam Iblis milikmu ini dihancurkan!”
“Kalian semua adalah bajingan tengik yang berpura-pura baik! Persetan dengan Kaisar Dewa 12 Bintang, orang itu memang sengaja membuat kita berselisih agar kita berperang!”
“Aku tidak akan percaya pada perkataan penjahat sepertimu, aku lebih percaya pada perkataan Yang Mulia Kaisar, karena dia adalah pemimpin Alam De–”
__ADS_1
*DUAR!
“Siapa kalian!”