SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 203 - Permintaan Tang Qibo


__ADS_3

Orang yang terkena hawa membunuh Bai Chen itu langsung meringis kesakitan, beberapa orang temannya hanya bisa memohon kepada Bai Chen untuk menghilangkan hawa membunuh yang diarahkan kepada temannya itu.


“Tuan yang baik hati, kami mohon ampunilah teman kami ini, mungkin nanti dia akan menjelaskan kenapa dia mengeluarkan hawa membunuh seperti tadi, kami mohon…” Salah satu orang itu bersujud dengan tulus.


“Sayang…” Mei Jiao kasihan dan meminta Bai Chen untuk menghilangkan hawa membunuhnya.


“Baiklah, ini karena dirimu, jika bukan, mereka ini akan aku bunuh dengan cepat, berani sekali mengarahkan hawa membunuh kepadaku,” kesal Bai Chen.


Hawa membunuh yang mengarah ke orang itu lenyap dan dia sudah bisa berdiri kembali, tapi tatapannya kepada Bai Chen tidak berubah.


“Akan aku congkel kedua matamu jika masih menatapku seperti itu!” bentak Bai Chen.


“Bagaimana mungkin aku tidak membenci orang yang telah membantai keluarga besarku? Sampai mati pun aku tidak akan rela memaafkan bajingan pembantai sepertimu!” jawab orang itu.


“Hooo, siapa kamu? Memangnya kita pernah bertemu? Kenapa tiba-tiba kamu emosi begitu?” tanya Bai Chen.


“Aku adalah Tang Qibo, aku adalah pangeran dari Dinasti Tang yang dulu, jika bukan karena kamu membantai semua orang yang ada di Ibukota, aku tidak akan bernasib seperti ini, dasar pembunuh berdarah dingin!” teriak Tang Qibo.


“Jangan berlagak seperti korban, seharusnya kamu sudah menyelidiki kenapa aku sampai membantai seluruh keluargamu itu bukan?” Bai Chen bertanya balik.


“Memangnya kenapa, kamu hanya kehilangan salah satu kekasihmu, tapi aku kehilangan seluruh keluarga besarku, bahkan sekarang aku kehilangan tanah airku akibat Sekte Merpati Putih menggulingkan ku dan menjadi penguasa baru Dinasti Tang, apakah itu sepadan?” Tang Qibo terus mendebat dengan Bai Chen.


"Terus bagaimana kamu menjelaskan peristiwa yang terjadi dengan masa lalu kekasihku? Apakah kamu buta dan menolak bahwa perilaku kalian itu tidak bermoral, kamu pasti ingat hari kematian Patriark Ras Phoenix beberapa tahun yang lalu bukan?" Bai Chen tidak bisa mengontrol emosinya lagi, dia hampir saya menghilangkan nyawa Tang Qibo, tapi untung saja Bai Feng menahan serangan itu.


Bai Feng kemudian memeluk Bai Chen dengan lembut seraya berkata, "Maafkan aku, jika bukan karenaku kamu tidak akan mengorbankan banyak hal," lirih Bai Feng.

__ADS_1


"Aku juga minta maaf karena telah mengingatkanmu pada masa lalu kelam itu, aku tadi terbawa emosiku pada pria Tang itu," jawab Bai Chen pelan.


Tang Qibo tentu saja paham dengan maksud Bai Chen, peristiwa ketika peperangan besar untuk merebut Hati Cahaya dari Dinasti Han 4 Ras Penjaga Mata Angin.


Waktu itu Tang Qibo juga merupakan salah satu pasukan dinasti manusia yang berada di garis depan, dia tentu saja melihat peristiwa pemerkosaan di depan umum anak Patriark Ras Phoenix yang tidak lain adalah Bai Feng, istri Bai Chen sekarang ini.


"Kenapa sekarang kamu diam? Apakah kamu sudah paham, siapa disini yang bersalah? Menurutmu, apakah yang aku lakukan sudah sepadan dengan membunuh semua keturunan orang yang telah melukai kekasihku?" Bai Chen masih bernada tinggi.


"Aku… aku…" Tang Qibo kehabisan jawaban, jika dia berada di posisi Bai Chen, mungkin dia juga akan melakukan hal tersebut.


Suasana menjadi tegang karena perdebatan kedua rombongan itu, meskipun yang closing statement di akhir adalah Bai Chen yang telah berhasil membungkam Pangeran Tang Qibo.


“Enyahlah dari sini, aku akan memaafkan sikapmu kali ini, tapi jika kita bertemu lagi, aku tidak akan segan untuk membunuhmu jika tatapanmu masih seperti itu,” ancam Bai Chen.


Bai Chen diikuti ketiga istrinya melenggang pergi keluar dari rumah makan, rombongan Pangeran Tang Qibo itu ditinggalkan begitu saja dengan ancaman keras dari Bai Chen barusan.


“Maafkan aku, aku tadi tidak kuasan mengeluarkan semua emosiku ketika berada di dekat orang itu,” singkat Tang Qibo.


“Pangeran, kami semua mengerti perasaan anda, tapi mungkin inilah satu-satunya jalan, sekarang mereka adalah orang terpenting dari Dinasti Han ini, yang kita tahu merupakan Dinasti terkuat saat ini,” ucap Bawahan 2.


“Hmm…” Tang Qibo tidak menjawab, harga dirinya yang tinggi sebenarnya tidak mengizinkan untuk meminta tolong kepada musuhnya seperti itu, tapi kondisinya sekarang sangat memprihatinkan dan membutuhkan pertolongan orang berkuasa dan kuat seperti Bai Chen dan ketiga istrinya itu.


“Aish, baiklah mari kita kejar orang itu, kali ini aku akan merendahkan diriku untuk meminta pertolongan kepadanya, semoga saja orang itu mau membantu kita,” putus Tang Qibo.


Semua bawahannya senang dengan keputusan itu dan langsung mengejar Bai Chen dan ketiga istrinya untuk meminta pertolongan.

__ADS_1


Untungnya Bai Chen dan ketiga istrinya belum jauh, jadi Tang Qibo dkk hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja sebelum berhasil menyusul.


Bai Chen yang melihat rombongan Tang Qibo itu mengejarnya sudah bersiap untuk menebas mereka dengan Pedang Pelahap Semesta.


Tapi tebasan itu tidak pernah terjadi karena Bai Chen lagi-lagi ditahan oleh Bai Feng, Bai Feng meminta untuk mendengarkan rombongan Tang Qibo terlebih dulu, dia saat ini masih dalam suasana hati yang tidak menentu setelah masa lalunya diungkit kembali.


Bai Chen hanya bisa mengalah dan menunggu rombongan Tang Qibo itu di tepi jalan.


“Tuan, tuan… sebelumnya maafkan kami karena mengejar anda, kami disini tidak memiliki permusuhan apapun dengan anda, kami hanya ingin meminta bantuan anda, apakah anda bisa mendengarkan permintaan kami?” Bawahan 1.


“Tentu saja, kalau begitu mari kita berbicara disana.” Bai Feng mengambil alih pembicaraan sambil menunjuk sebuah rumah minum yang tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.


Sampai di Rumah Minum.


“Pelayan berikan kami minuman dingin yang terbaik untuk semua orang,” ucap Bai Feng kepada pelayan.


“Sekarang kami siap untuk mendengarkan permintaan kalian, silahkan,” singkat Bai Feng.


“Terima kasih nona atau lebih tepatnya Istri dari Pemimpin Tertinggi Dinasti Han, Nona Bai Feng,” ucap Tang Qibo dengan sopan.


“Maafkan sikap saya, izinkan saya memperkenalkan diri dengan benar, saya adalah Pangeran Dinasti Tang bernama Tang Qibo,” sambung Tang Qibo.


“Meskipun sekarang saya hanyalah seorang buronan politik Sekte Merpati Putih yang menguasai Dinasti Tang,” lanjut Tang Qibo.


“Saya dijadikan buronan untuk dijadikan kambing hitam demi legitimasi kekuasaan Sekte Merpati Putih atas Dinasti Tang,” tambah Tang Qibo.

__ADS_1


“Jadi saya akan langsung ke poin utamanya saja, kami ingin meminta tolong dan meminta perlindungan anda, serta bisa membantu saya untuk mengambil alih tahta Dinasti Tang lagi,” imbuh Tang Qibo.


__ADS_2