
Jiao De keasyikan menyiksa dan melakukan eksperimen kepada para petinggi musuh sampai melupakan kehadiran Lu Jidu, Fei Qingyu dan Perintah Dewa yang sebenarnya ingin membantunya menyelesaikan tugas ini.
“Kakak benar-benar kembali ke tabiatnya.” Fei Qingyu dan Lu Jidu merinding melihat wajah psikopat Jiao De, mereka berdua langsung teringat bagaimana dulu kakaknya itu membantai satu wilayah seorang diri dan yang bisa menakhlukannya hanyalah ayah angkatnya dulu.
Hanya Zhao Kaibo yang terlihat tenang dan seperti bisa merasakan kenikmatan apa yang dirasakan oleh Jiao De ketiak menyiksa orang. Karena dia adalah pemimpin pasukan khusus pembunuhan Bai Chen, jadi untuk masalah siksa-menyiksa dia juga sangat ahli, bahkan dia sudah mulai menikmatinya.
Tapi, karena mereka semua tidak ingin mengganggu, mereka semua membiarkan Jiao De yang mengurus sekitar 100 orang petinggi musuh itu, jika nanti Jiao De butuh bantuan, mereka baru akan bergerak.
“Sial, kalian semua berubahlah bentuk menjadi Anak Naga dan gunakan Sisik Merah kalian, alirkan juga energi qi ke setiap sisik tersebut, serangan darah orang itu tidak biasa.” Lu Jun, kakek tua berjenggot putih tadi, orang yang sempat mengolok Jiao De, sekarang terlihat cukup panik.
“Kita juga harus secepatnya menyerang balik, atau kita akan terkurung selamanya disini dan membuat orang itu lebih berkuasa karena ini domainnya.” Lu Jingmi, adik dari Lu Jun dan juga seorang leluhur tua dari Klan Lu memberikan usul yang masuk akal.
“Awassss ada serangan dadakan!” Patriark Lu Tao memberi peringatan kepada kedua leluhurnya.
*BAAAAAM!
Tapi naas, serangan Jiao De berhasil memotong tangan kanan dari Lu Jun, kakek tua berjenggot putih yang sudah berubah menjadi anak anga itu berhasil menghindari serangan pada titik vitalnya, meskipun kini tangan kanan serta ekornya sudah terpotong dengan sempurna.
“ARRRGHHH!” Suaranya menggema ke seluruh domain, dia terlihat sangat kesakitan karena Leluhur Lu Jun itu terkena sebuah serangan kombinasi antara bilah angin dan dao kegelapan.
“Kurang ajar, kecepatannya tidak main-main, untung saja bentuk anak naga ini memiliki keistimewaan lainnya. Regenerasi Cepat!” Tubuh Leluhur Lu Jun yang terpotong berangsur membentuk sebuah gumpalan daging dan dalam waktu beberapa detik saja sudah kembali ke bentuk semula.
“Ha ha ha, kamu pikir aku akan kalah hanya karena aku terkena serangan kejutanmu itu, jangan terlalu banyak berharap.” Leluhur Lu Jun kemudian membalas dengan sebuah serangan dao bayangan, dia menggandakan tubuhnya hingga memiliki sekitar 100 klon.
__ADS_1
“Klon Bayangan : Semburan Api Beliung!” Sebuah kobaran api kemudian berputar begitu besar, kobaran api itu mengincar posisi Jiao De yang masih terlihat tenang dan tidak berkutik sedikitpun.
“Kamulah yang bodoh, kenapa aku tidak menyerang kalian secara fisik, melainkan menyerang pikiran kalian agar terjebak dalam kesedihan alami, karena beberapa kelebihan yang kalian miliki, barusan aku hanya ingin mendengar suara teriakanmu saja, ke ke ke.” Jiao De terkekeh dan membiarkan kobaran api itu mengenai tubuhnya.
*WUSH!
Alhasil, kobaran api itu berhasil mengenai tubuh Jiao De, tapi begitulah karakternya, dia ternyata ingin melihat bagaimana rasa percaya diri dan harapan musuh meningkat ketika melihat dirinya terbakar oleh kobaran api tersebut.
Yang Jiao De tuju adalah membuat semua harapan musuh menjadi sirna bahkan tidak akan pernah berpikir untuk bisa berharap lagi.
Dan benar saja, ketika semua musuh tahu bahwa Jiao De memiliki sebuah perlindungan kegelapan di sekeliling tubuhnya dan dia tidak terbakar sama sekali oleh kobaran api raksasa itu, wajah mereka semua langsung berubah drastis.
Alasannya karena Jiao De dengan santainya keluar dari kobaran api itu dan kemudian maju ke arah mereka semua dengan kecepatan tinggi sambil di tangan kanannya ada sebuah bilah pedang angin yang sudah bercampur dengan dao kegelapan dan darah.
*SLASH!
*SLASH!
Lu Tao sendiri tidak bisa mengimbangi kecepatan Jiao De, tahu-tahu tubuhnya sudah terpotong begitu saja, bahkan suaranya saja tidak mau keluar ketika menahan rasa sakit yang amat sangat.
Serta ketika Lu Tao berusaha untuk mengembalikan tubuhnya dan menggabungkannya kembali, bilah pedang angin Jiao De sudah menyerangnya lagi dan berkali-kali melakukan itu dengan gerakan yang sangat cepat. Kini tubuh Patriark Lu Tao sudah menjadi potongan-potongan kecil.
“Ke ke ke, padahal aku hanya mengandalkan kecepatan dan elemen anginku saja, kamu sudah menjadi potongan-potongan kecil seperti ini, sangat mengecewakan, aku kira kita bisa bermain lebih lama lagi.” Jiao De menunjukkan wajah kecewa karena mainannya cepat sekali rusak.
__ADS_1
“Kurang ajar! Terimalah seranganku, berani sekali kamu membantai anakku sampai seperti ini! Tidak bisa dimaafkan!” Lu Jun bersama semua klon miliknya sudah bergerak menyerang Jiao De dengan tangan kosong yang dilapisi oleh dao bayangan.
“Akan kulayani kalian semua, buatlah aku senang dan jangan mati terlalu cepat!” Jiao De masih menganggap semua ini hanyalah permainan anak kecil biasa, di domain kutukan ini dia yang berkuasa, jadi sekuat apapun musuh tidak akan bisa melepaskan diri dari hukum itu.
Terlebih lagi mereka semua tidak ada yang memiliki kultivasi melebihinya, hal ini membuat Jiao De semakin sulit dikalahkan. Mungkin yang bisa mengalahkannya hanya ketika semua orang itu bersatu dan menggunakan jurus terkuat mereka secara bersamaan.
Bentrokan kekuatan Lu Jun bersama dengan 100 klonnya dan Jiao De sudah terjadi. Jiao De dikepung dari berbagai arah dengan berbagai serangan dao dan senjata sejenis pedang pendek yang dilapisi dengan elemen api.
*BAM!BAM!
Jiao De menerima serangan dengan tenang, meskipun dia terlihat cukup kewalahan, tapi itu semua hanyalah pada awal-awal pertarungan, setelah beberapa menit, dia kembali memimpin pertarungan dan berhasil membunuh puluhan klon Lu Jun.
Jiao De ini tipe petarung yang akan semakin kuat seiring waktu. Jadi semakin kuat musuh, maka dia juga akan beradaptasi dengan semua serangan musuh dan dengan ajaib bisa mengimbangi musuh yang dilawannya kala itu.
Sementara Jiao dan Lu Jun sedang bertarung. Beberapa petinggi lain yang ikut panas karena musuh berhasil membunuh patriark mereka berniat membuat sebuah serangan secara bersamaan untuk bisa merobek Domain Kutukan ini.
Akan tetapi, semua itu digagalkan oleh Fei Qingyu, Lu Jidu dan Perintah Dewa. Mereka memutuskan untuk ikut masuk ke pertarungan untuk menjaga domain tetap utuh.
Mereka berusaha untuk membuat pertarungan jangka panjang agar semua musuh bisa ditundukkan tanpa harus membunuhnya, lagi-lagi ini semua karena perintah dari tuan mudanya sebelumnya.
“Kalian tidak akan pernah bisa melakukan serangan itu! Apalagi seperempat dari kalian sudah terkena serangan kutukan berkabung. Dan lagi, kami semua disini berniat untuk memberikan kalian pelajaran karena tidak mau menurut kepada Leluhur kalian sendiri!” Lu Jidu membentak semua orang keturunan dari kalangan para petinggi Klan Lu itu.
“Bukankah jika anda memang leluhur kami. Anda akan mendukung keputusan kami. Kami sudah pernah memberitahu bahwa kamilah yang berhak menjadi pemimpin Alam Iblis, bukan orang dari golongan Klan Fei yang merupakan bawahan kami!” Lu Jingmi berteriak balik tidak terima dengan perkataan leluhurnya itu.
__ADS_1