
Perjalanan rombongan Bai Chen tidak menemui masalah sama sekali, sambil terbang menggunakan pedang milik Bai Chen itu, mereka semua berbincang dengan damai dan memakan beberapa camilan yang sudah disiapkan.
Perjalanan itu sesuai rencana, mereka semua menempuh perjalanan darat yang seharusnya seminggu itu hanya kurang dari hari saja.
Akhirnya mereka sampai di sebuah kota besar di bagian timur benua utara, kota perdagangan terbesar yang ada di benua utara. Nama kita ini adalah Kita Giok Merah.
Rombongan Bai Chen kemudian berhenti 1 km sebelum gerbang masuk kota. "Baiklah kita akan turun di sekitar padang rumput disana, kita akan berjalan menuju gerbang agar tidak ada yang mencurigai kita serta jangan lupa untuk menyembunyikan tingkat kultivasi kalian" Bai Chen.
"Baik tuan muda" serentak.
Mereka turun dan langsung berjalan menuju gerbang masuk kota dipimpin oleh Bai Chen, singkat cerita mereka sampai di depan gerbang masuk dan membayar biaya masuk untuk semua orang.
Setelah mereka masuk, mereka langsung mencari penginapan yang terdekat dengan pintu gerbang tersebut, dan bertemulah dengan sebuah penginapan, di sana mereka akhirnya memutuskan untuk menginap disitu.
"Baiklah setelah kalian mandi, kita akan makan malam terlebih dulu sebelum istirahat, aku ingin memberi tugas kecil kepada kalian" Bai Chen berbicara sedikit kemudian semua orang menuju kamar yang sudah dipesan masing-masing.
Ketika makan malam sudah datang, Bai Chen mempersilahkan untuk makan dulu kemudian dia sambung dengan "Besok aku ingin kalian mencari semua informasi mengenai semua hal mengenai benua utara ini, bisa dilihat ini adalah kota perdagangan dan seharusnya tidak terlalu sulit untuk itu bukan ?".
"Baik tuan muda, tenang saja, itu sudah spesialis kami" sombong para bayangan dewa.
"Baguslah, sekarang kita istirahat, besok langsung saja kerjakan tugas yang aku berikan itu, tidak usah menunggu aku keluar kamar" Bai Chen.
"Baik" serentak.
Akhirnya mereka semua istirahat termasuk Bai Chen dan Fei Yuan, Fei Yuan sendiri tidur bersama dengan Bai Feng dan Bai Cheng, jadi Bai Chen sendirian saja di kamar itu.
Karena Bai Chen tidak bisa tidur, dia akhirnya hanya melihat-lihat barang yang ada di shop sistem, sekaligus dia melihat statusnya setelah dua hari yang lalu dia selesai meningkatkan kultivasi dan kultivasi jiwanya itu.
"Sistem, tolong buka statusku" gumam Bai Chen.
[Baik, Master]
[Ding]
[Status]
Nama : Bai Chen
Umur : 20 Tahun
Ras : Dewa (Absolute Universe)
Kelamin : ♂
Title : Pemilik Sistem Surgawi Tertinggi, Pewaris Sang Absolute Universe, Sang Kekacauan, Sang Kekosongan, Pembantai Berdarah.
Kondisi : Sehat
Kultivasi : Setengah Palsu - Half-God Tier 1 (0 Miliar / 51,2 Miliar)
Kultivasi Jiwa : Holy Emperor Tier 6 (0 / 2,56 Miliar Poin Jiwa)
Garis Keturunan : Sang Absolute Universe
__ADS_1
Akar Tubuh : Akar Spiritual 9 Dao
Teknik Budidaya : Pemilik Alam (Surgawi) (100%)
Teknik Jiwa : Jiwa Penguat Kekacauan (Dewa +++) (25%)
Job :
Alkemis (Surgawi Tier 1)
Penempa (Immortal Tier 10)
Master Array (Immortal Tier 10)
Skill :
Skill Aktif : Unlimited Blades (Surgawi) (100%)
Skill Pasif : Auto-Defend (Immortal +++)(100%)
Elemen :
Api : Api Emas
Petir : Petir Hitam
Es : Es Abadi
Air : Air Raksa
Hewan Kontrak :
Bai Long (Naga) - Dewa Besi Tier 1
Don (Harimau Putih) - Monarch Tier 5
Cheng (Phoenix) - Monarch Tier 3
Feng (Phoenix) - Monarch Tier 1
Poin Sistem : 100 juta
Poin Pengalaman : 0
Poin Pemahaman : 0
Poin Kehidupan : 1 miliar
Poin Jiwa : 0
Uang : 0
[Undian]
__ADS_1
[Shop]
[Inventory]
1 Kartu Poin x 100 (1 Hari)
Plat Array Pelindung (Surgawi)
Plat Array Pengumpul Qi (Surgawi)
Tungku Dewa Alkimia (Surgawi)
Pecahan Dao Penjaga (Takdir & Keberuntungan)
Versi Sistem : 3.0
[End]
"Sepertinya PS ku sudah tipis lagi karena menukarkan ke Poin Jiwa kemarin, aku dengar benua utara ini terkenal dengan pertambangannya, apa aku kuasai saja, agar bisa ditukarkan dengan PS, soalnya tidak ada gelombang monster di benua utara ini" Bai Chen berbicara sendiri.
"Oke kita tunggu dulu informasi yang mereka kumpulkan besok saja, setelah itu akan aku putuskan apakah aku akan membeli pertambangan-pertambangan itu atau harus merebutnya secara paksa, oh PS, PS kenapa kamu tidak unlimited saja" Bai Chen bergumam dan protes.
Bai Chen melanjutkan kebiasaan melihat barang di Shop dan tertidur sampai keesokan harinya.
Ketika Bai Chen masih tidur, semua bayangan dewa sudah mulai menjalankan tugas yang diberikan Bai Chen. Mereka mendapat informasi sangat banyak, bahkan mengenai kerusuhan yang terjadi ibukota benua utara yang terjadi karena perebutan kekuasaan karena kaisar terdahulu meninggal tanpa memberikan wasiat mengenai siapa penerusnya.
Padahal kaisar itu memiliki 9 pangeran dan putri, karena tidak ada wasiat, maka semua pangeran dan putri itu sedang memperebutkan tahta kaisar, tambahan lagi ternyata hal ini juga yang menjadi landasan Kaisar Timur yang sudah mereka bunuh ingin menginvasi benua utara, selain kaya karena pertambangan, tapi disini memang sedang terjadi konflik.
Mereka semua kemudian makan siang sambil menunggu Bai Chen keluar dari kamarnya. Karena tadi malam Bai Chen tidak ingin diganggu sampai dia sendiri yang keluar, tidak ada yang berani untuk mengetuk pintu Bai Chen.
Melihat hal itu, Fei Yuan dan Bai Feng saling menganggukkan kepala, mereka berdua berinisiatif untuk masuk ke dalam kamar Bai Chen, agar Bai Chen bangun karena sudah ditunggu oleh semua orang.
Mereka berdua langsung saja membuka pintu kamar Bai Chen, mereka berdua mendapati Bai Chen masih tidur dengan lelap, tidak lama mereka berdua langsung menggoyangkan badan Bai Chen agar bangun.
"Chen Gege, kakak Chen, ayo bangun, semua orang sedang menunggumu, cepatlah bangun" mereka berdua berteriak di telinga Bai Chen.
Dan Bai Chen pun akhirnya bangun, "Eee, iya iya, aku akan bangun, bisakah kalian keluar kamarku dulu, aku akan mandi dulu lalu langsung ke ruang makan penginapan, oke ? Hentikan menggoyang-goyang badanku" kesal Bai Chen.
"Hee, sekarang Chen Gege sudah bisa memarahi perempuan ya, sepertinya sudah mulai berani ya adik Bai Feng ?" Fei Yuan.
"Benar kak Yuan, sepertinya kak Chen perlu diberi hukuman" Bai Feng.
Bai Chen yang merasa jika perdebatan ini berlanjut dia tidak akan bisa menang, dia langsung berjalan ke kamar mandi, agar mereka berhenti mengoceh.
Fei Yuan dan Bai Feng masih tetap menunggu Bai Chen sampai selesai mandi.
Setelah Bai Chen selesai mandi mereka bertiga langsung saja menuju ke ruang makan untuk menerima informasi dari semua orang, Bai Long sendiri juga kesiangan, entah apa yang dia lakukan tadi malam, tapi dia juga baru datang bersamaan dengan Bai Chen.
"Selamat siang semuanya, maaf aku ketiduran, langsung saja, aku ingin mendengar hasil dari pencarian informasi kalian" Bai Chen.
"Saya akan mengawali tuan muda …"
"..."
__ADS_1
Semua orang kemudian melaporkan apa yang menjadi temuan mereka semua, Bai Chen kemudian berkata.
"Dengan semua informasi itu, apakah kalian setuju jika aku ingin menguasai benua utara ini ? Atau lebih tepatnya pertambangan yang ada di benua utara ini ?" Bai Chen bertanya.