SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 139 - Kebenaran Sesungguhnya


__ADS_3

"Gluduk." Suara kepala yang menggelinding di tanah, kemudian untuk mengakhir perang, Bai Chen langsung mengambil kepala itu dan terbang ke langit serta berteriak.


"Hentikan peperangan ini, Kaisar kalian sudah mati, lebih baik kalian menyerah, kami berjanji tidak akan membuat kalian menderita, jadi akhirilah perang ini, paham?" Bai Chen menggunakan tekanan kultivasinya untuk mengintimidasi musuh.


Pasukan musuh melepaskan senjata mereka, mereka tidak bodoh dengan meneruskan peperangan yang tidak mungkin mereka menangkan seperti ini.


Pasukan Aliansi juga membantu mereka melucuti senjata dan langsung menawan mereka semua, mereka dijadikan tawanan perang dan dikirim ke penjara-penjara sementara yang baru saja dibuat.


Sistem, apakah para mayat ini bisa diubah menjadi poin kematian?' Bai Chen bertanya kepada Sistem yang berada di kepalanya.


[Tentu saja bisa Master, apakah master ingin menyerapnya?]


'Tunggu apalagi Sistem, serap semua, jangan sampai ada yang tersisa." Dalam waktu yang relatif singkat, muncul kabut hitam dari tubuh setiap tiap mayat, kemudian kabut-kabut hitam itu menghampiri Bai Chen dan masuk ke dalam tubuhnya.


[Selamat Master telah berhasil menyerap Poin Kematian, sekarang Poin Kematian anda menjadi 100.000 poin]


'Terimakasih Sistem.' Bai Chen. Dia kemudian memimpin pasukannya memasuki ibukota, untuk mendeklarasikan kemenangan dan mengukuhkan kepada masyarakat bahwa pemimpin kekaisaran benua barat sekarang adalah dia.


"Mari kita masuk ke Ibukota, sebarkan berita mengenai pengambil alihan kekuasaan kepada seluruh masyarakat, aku akan memberi beberapa pengumuman dan menunggu mereka di alun-alun ibukota, semua orang diwajibkan untuk datang." Tegas Bai Chen.


Singkat cerita Bai Chen dan pasukannya memasuki Ibukota dengan damai, seluruh masyarakat menyambut mereka dengan cukup ramah, tapi masih ada beberapa orang yang sinis dengan tatapan matanya.


Di Alun-Alun Ibukota. Di depan seluruh masyarakat ibukota dan beberapa bangsawan yang berada di ibukota, Bai Chen dengan lantangnya berpidato dengan sangat menjajikan.

__ADS_1


"Selamat siang masyarakat sekalian, seperti yang kalian ketahui, bahwa Kekaisaran kalian saat ini jatuh ke kekuasaan kami, kami memberi kebebasan kepada kalian semua untuk memilih." Bai Chen.


"Karena Dunia kita sekarang ini sedang krisis karena menghadapi musuh yang ingin menjajah dan menginvasi kita, jadi saya selaku Pemimpin Tertinggi Aliansi 3 Benua membuat keputusan." Bai Chen.


"Kalian semua yang masih ingin tinggal di Kekaisaran ini dipersilahkan dengan syarat harus membantu memenuhi logistik para pasukan saat perang…" Tahan Bai Chen.


"Dan jika kalian ingin keluar dan tidak ingin tinggal disini, maka kalian harus membayar dengan harta benda kalian sebanyak 50% serta jangan berpikir kalian bisa membohongi kami…" Tahan Bai Chen lagi.


"Kalau sampai ketahuan maka akan langsung dibunuh ditempat, apakah kalian mengerti?" Tegas Bai Chen, dia mengambil keputusan seperti ini karena mereka dalam kondisi menuju Perang yang sesungguhnya, Perang Dunia.


Keributan di kalangan masyarakat pecah, mereka semua berpikir bahwa apa yang dikatakan Bai Chen tidak lebih dari sebuah perkataan seorang penjajah dan pemenang perang.


"Tuan apakah kamu harus melakukan hal seperti itu di tanah kami sendiri, bukankah itu seperti melacurkan diri untuk pasukan anda dan perang anda?" Protes seorang pemuda yang terlihat berusia 15 tahun.


Hampir saja kepala pemuda itu terlepas dari lehernya jika Bai Chen tidak menghentikan Han Ci yang tidak terima dengan perkataan kurang ajar pemuda itu kepada Bai Chen.


"Aku akan tetap mempergunakan peraturan itu, jika kalian tidak suka silahkan beri aku sebuah saran yang masuk akal dan musuh yang aku katakan tadi setidaknya sama atau lebih kuat dari kami sedikit." Bai Chen.


"Jadi kalian bisa membayangkan bagaimana para kultivator kuat itu menjadi penguasa kalian, kalian sudah merasakannya selama beberapa bulan yang lalu ketika Kaisar kalian tiba-tiba mengubah semua kebijakannya bukan?" Bai Chen.


"Jadi silahkan dipikirkan lagi, akan kuberi waktu selama sehari semalam, setelah itu kalian semua harus segera memutuskannya, mengerti?" Tegas Bai Chen.


"Baik." Serentak. Pertemuan di Alun-Alun itu berakhir dengan Bai Chen yang sedikit keras itu, pasukan Aliansi saja baru kali ini melihat Bai Chen sedikit serius.

__ADS_1


"Baiklah kalian semua silahkan beristirahat, kalian bisa menggunakan semua bangunan yang kosong di Ibukota ini, kalian juga bisa menggunakan ruangan yang ada di Istana untuk beristirahat, atau menempati perkemahan yang kalian buat tadi, kita akan mengadakan rapat besok, kalian akan tahu kenapa aku membuat keputusan seperti barusan." Tegas Bai Chen.


"Baik Pemimpin Tertinggi." Serentak semua orang, mereka langsung menjalankan  semua instruksi dari Bai Chen dan masing-masing jenderal mereka untuk mengakomodir beberapa tugas.


Mereka semua meninggalkan dan hanya menyisakan Bai Chen dengan semua petinggi pasukan aliansi, "Tuan muda apakah yang melatarbelakangi keputusan anda barusan, kenapa anda malah seperti mengusir mereka." Jenderal Hong Gon bertanya.


"Paman dan yang lainnya, aku tahu kalian semua pasti sedang mempertanyakan kebijakanku, aku akan memberikan informasi mengenai hal itu." Bai Chen langsung mengirimkan semua salinan ingatan Tetua Tong Guan tadi.


"Kalian tidak perlu menjawabnya sekarang, besok aku tunggu saran kalian semua mengenai permasalahan itu, jadi persiapkan saran kalian semua, karena kita akan segera menuju Perang Dunia yang sebenarnya." Tegas Bai Chen.


Beberapa petinggi itu memiliki berbagai macam ekspresi ketika menyerap informasi dari Bai Chen, mereka ingin langsung menyarankan sesuatu, tapi oleh Bai Chen sudah di stop duluan.


Akhirnya mereka juga sedikit paham dengan kebijakan Bai Chen barusan, Bai Chen harus mengambil keputusan itu sebagai antisipasi dari untuk perang dunia yang akan datang, karena sesuai dengan ingatan yang diberikan Bai Chen, perang yang sebenarnya akan segera terjadi.


Kurang lebihnya semua harta rampasan nantinya juga akan digunakan untuk kepentingan dan cadangan pangan masyarakat sendiri mengingat berata lamanya perkiraan perang yang akan terjadi.


Karena menurut mereka para petinggi, masyarakat Kekaisaran Benua Barat ini sedikit egois dan mementingkan diri sendiri, dan kebijakan Bai Chen berguna untuk mengatasi hal tersebut.


"Kalau begitu aku dan Fei Yuan pamit istirahat dulu, kita akan bertemu besok di Tenda Pertemuan." Bai Chen dan Fei Yuan kemudian memasuki tenda yang disiakan khusus untuk mereka berdua di perkemahan pasukan yang ada di pinggiran ibukota.


"Sayang, sekarang tinggal kita berdua, bisakah kamu menceritakan kenapaku, kenapa kamu yang biasanya tenang langsung marah seperti tadi setelah menyerap ingatan Tetua Tong Guan." Fei Yuan bertanya.


"Dan apa-apaan dengan kebijakanmu barusan? Aku ingin tahu lebih daripada para petinggi itu, kamu pasti memiliki alasan lain bukan?" Fei Yuan lanjut bertanya.

__ADS_1


__ADS_2