
Keesokan harinya, semua orang yang pingsan sudah mulai tersadar satu persatu, kecuali Bai Chen, entah kenapa Bai Chen tidak kunjung bangun, dia ditemani oleh Fei Yuan yang dengan setia menunggu Bai Chen siuman di samping dipan Bai Chen.
Para Bayangan Dewa juga sudah mulai bangun, mereka semua ditemani oleh keluarga masing-masing, keluarga mereka juga sudah menceritakan semua peristiwa yang terjadi ketika mereka pingsan kemarin.
Bai Long, Bai Don, Bai Cheng, Bai Feng sedang menemani Liu Yifei yang saat ini sedang memandangi ayahnya yang sudah dimasukkan ke peti mati dengan tatapan kosong, menandakan kesedihan yang mendalam.
Seorang anak semata wayang yang ditinggalkan oleh satu-satunya orang yang paling dicintainya, orang yang selalu mendukungnya di setiap saat, orang yang dia selalu dia idolakan, sekarang hanya tinggal menunggu di kebumikan saja.
“Liu Yifei, kamu harus kuat, agar ayahmu tenang disana, kami harus ingat bahwa ayahmu hanya ingin kamu bahagia, jadi sudahi kesedihanmu” Bai Feng mencoba menenangkan Liu Yifei.
“Benar Liu Yifei, kamu juga harus makan, sejak kemarin kamu tidak mau makan, jangan sampai kesehatanmu semakin memburuk, ingatlah apa yang dikatakan ayahmu kemarin, dunia ini akan berjalan dengan semestinya, jadi jangan bersedih” Bai Cheng.
“Benar tuan putri, bukankah disini masih ada kami berdua, kami akan selalu menemani anda kemanapun anda pergi, kami akan mengabdikan hidup kami kepada anda, tuan putri Liu Yifei” Shang Gu, Shang Ge.
Bai Long dan Bai Don hanya berdiam diri saja, bagi mereka berdua yang sering sekali untuk bercanda ternyata bisa sedih juga jika dalam kondisi yang seperti ini. Mereka berdua hanya berharap bahwa Liu Yifei bisa cepat tenang.
Bai Long dan Bai Don juga tidak menyangka, bahwa Liu Fong yang awalnya malah memiliki masalah dengan Bai Chen karena terpesona dengan Fei Yuan, malah menjadi orang pertama yang meninggal untuk melindungi Bai Chen.
Sebuah kehormatan yang sangat diinginkan oleh semua kultivator yang memiliki tuan, mereka berdua menyesal, terutama Bai Long, karena dia hanya telat beberapa detik sebelum serangan pamungkas oleh ketujuh tetua menghantam Liu Fong.
__ADS_1
Tapi, disisi lain, Bai Long juga bangga, ternyata kebaikan Bai Chen kepada orang lain, menimbulkan sebuah kebaikan yang lain, hal ini mengubah pandangannya. Karena tidak ingin berlarut dalam kesedihan dia kemudian berkata “Gadis kecil, kapan kita akan memakamkan ayahmu?”.
Semua orang terkejut dengan perkataan Bai Long, tapi mereka setuju, karena jika tidak segera dimakamkan, ditakutkan nanti mayat Liu Fong akan membusuk dan hal ini bukanlah sesuatu hal yang baik.
Liu Yifei kemudian angkat bicara “Bukankah kita akan memakamkannya menunggu tuan Bai Chen sadar? Kenapa tuan Bai Long masih bertanya?”, dia berkata seperti sekaligus juga ingin lebih lama lagi bisa melihat ayahnya yang terbaring di peti mati itu.
“Tapi saudara Bai Chen tidak kunjung sadar, kemungkinan juga akan masih pingsan dalam beberapa hari kedepan, jadi lebih baik kita mempercepat pemakamannya saja” giliran Bai Don yang sekarang berpendapat.
“Tapi…” Liu Yifei ingin menolak, tapi dia juga tidak ingin jasad ayahnya tidak bisa segera beristirahat, akhirnya dia menyetujui itu, pemakaman akan dilakukan sore hari dan dibantu serta disaksikan oleh semua orang.
Para Bayangan Dewa memasuki ke ruang utama penginapan itu, penginapan yang sekarang sudah dibeli oleh Bai Long itu sudah seperti rumah mereka sendiri sekarang, dan nantinya akan diberikan kepada Liu Yifei, Shang Gu dan Shang Ge.
Sungguh ironis, terkadang memang hidup tidak sesuai dengan realita yang terjadi, untung saja Liu Fong menghalau semua serangan itu, jika tidak mungkin sekarang yang ada di peti mati itu bisa jadi malah mereka.
Bayangan Dewa juga kemudian meminta maaf sebesar-besarnya kepada Liu Yifei, “Nona Liu Yifei, kami semua meminta maaf, karena kami semua menyebabkan ayah anda meninggal, jika ada hal yang anda inginkan kami semua akan secepat mungkin untuk mempersiapkannya, agar bisa menebus kesalahan kami itu”.
Liu Yifei yang sudah lelah secara fisik maupun mental menganggukkan kepala, apa yang dia inginkan ? tentu saja ayahnya hidup kembali, tapi apakah itu mungkin ? dia hanya tersenyum kecut kemudian berkata “Sudahlah paman semaunya, aku sudah memaafkan kalian”.
“Lagipula ini adalah keinginan ayahku sendiri untuk melindungi kalian, jadi mungkin sekarang ayah tengah berbangga karena telah melakukan suatu kebaikan. Untuk sekarang lebih baik aku meminta tolong untuk segera memakamkan ayahku” Liu Yifei memantapkan hatinya dengan berkata seperti itu.
__ADS_1
Semua orang yang mendengar itu langsung bergegas menyiapkan sebuah acara pemakaman, mereka membagi tugas, ada yang membeli tanah di sekitaran tengah kota, ada yang sedang menyiapkan galian lubangnya dan masih banyak yang lainnya.
Singkat cerita acara pemakaman pun dimulai, jasad Liu Fong akan dimakamkan di sekitaran tanah gedung asosiasi yang runtuh itu, hal ini dilakukan untuk menghormati Liu Fong dan terus mengabadikan namanya di kota ini.
Setelah acara pemakaman tersebut semua orang kemudian beristirahat, beberapa orang yang menemani Liu Yifei untuk sekedar sebagai teman mengobrol saja. Disisi lain, Bai Chen juga masih tidak kunjung bangun meskipun hari sudah malam.
Pagi pun tiba, semua orang sekarang sedang membicarakan mengenai pemulihan Asosiasi Alkemis, Liu Yifei juga sudah bertekad bahwa dia akan menjadi Pemimpin Asosiasi yang akan menjadikan Asosiasi Alkemis terkenal di seluruh daratan.
“Apakah kalian berdua yakin ingin mengikutiku ?” Liu Yifei dengan tegas bertanya kepada Shang Gu, Shang Ge.
“Benar putri Yifei, kami berdua bersumpah akan terus melayani anda, jangan lupa kami juga merupakan bagian dari Asosiasi, jadi anda tidak perlu merasa tidak enak atau bersalah, kami berdua mengikuti anda sesuai dengan keinginan kami” Shang Gu, Shang Ge.
“Terimakasih Kakek Shang Gu dan paman Shang Ge” Liu Yifei bersyukur karena masih memiliki kedua orang itu.
Marga Bai dan para Bayangan Dewa melakukan sesuatu hal yang sudah mereka lakukan seperti di Kota Monster Giok dulu, mereka sekarang menggunakan sisa uang yang diberikan oleh Bai Chen untuk membeli semua properti yang ada di sekitar penginapan dan reruntuhan Asosiasi.
Mereka semua masih menggunakan strategi yang sama, sehingga membuat penginapan ini terlihat seperti benteng lagi dan membuat bangunan yang kokoh sebagai pilar utama berdirinya Asosiasi Alkemis yang baru itu.
Singkat cerita beberapa minggu berlalu, keadaan sudah kembali normal, jual beli Pil juga sudah terjadi, Pil yang dijual itu merupakan hadiah yang Bai Chen dulu berikan kepada para tetua dan karena Pil yang dijual itu sangat berkualitas, Asosiasi Alkemis ini semakin terkenal dari hari ke hari.
__ADS_1