SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 141 - Nasib Hong Zheng


__ADS_3

“Dan dalam waktu satu bulan kita akan melakukan serangan pertama kepada benua selatan, untuk 100 orang sesuai yang sesuai dengan tugas beresiko itu, aku akan memilih Hei Long, Han Ci, Hang Tuah, Hong Zheng sebagai pemimpin.” Bai Chen.


“Kalian berempat akan memimpin pasukan pengintai untuk melakukan tugas sesuai rencana tadi, kalian akan memimpin seluruh Cahaya Dewa dan beberapa kultivator kuat lainnya dari pasukan aliansi.” Bai Chen.


“Apakah ada sanggahan?” Bai Chen bertanya kepada seluruh orang yang hadir, “Baiklah karena tidak ada yang bertanya maka aku cukupkan pertemuan kita kali ini, setelah ini kalian semua bersiap-siap untuk menjalankan misi, mengerti?” Tegas Bai Chen.


“Baik Pemimpin Tertinggi…” Serentak mereka semua.


Kemudian mereka semua kembali ke tenda, bangunan, ruangan masing-masing, mereka melanjutkan aktivitas seperti kemarin, merawat luka, berkultivasi untuk mengisi kembali qi yang mereka keluarkan, dan masih banyak yang lainnya.


Seperti biasa, teman-teman dan beberapa orang terdekat Bai Chen masih berada di Tenda Pertemuan, mereka kembali bercengkrama ringan dibarengi dengan beberapa minuman keras, mereka semua tertawa lepas.


“Gadis kecil, apa hubunganmu dengan tuan muda, apakah kamu menyukainya? Dan kenapa kamu tadi membelanya seperti itu, bukankah tuan muda juga tidak akan marah?” Tanpa sengaja Hong Zheng bertanya dengan santai kepada Mei Jiao.


Wajah semua orang langsung membeku, meskipun mereka semua sudah sedikit mabuk tapi tidak seharusnya Hong Zheng menanyakan itu, tapi disisi lain mereka semua sedang menunggu atas pertanyaan itu.


“Hmm, kenapa memangnya, bukankah Kakak Chen sudah bilang bahwa aku adiknya, apakah seorang adik tidak boleh membela kakaknya, dan apakah aku suka dengan kakakku sendiri, itu… itu… itu…” Mei Jiao gagap menjawab pertanyaan terakhir.


“Sepertinya istri tuan muda akan bertambah lagi, sepertinya kita akan segera direpotkan lagi dengan acara pernikahan, padahal baru beberapa bulan yang lalu tuan muda menikah, Aish tuan muda memang nakal.” Hong Zheng.

__ADS_1


Diantara empat orang, Hei Long, Han Ci, Hang Tuah dan Hong Zheng, memang Hong Zheng lah yang paling dekat dengan Bai Chen dan karena itu juga dia bisa berbicara ceplas ceplos dengan santai.


Hong Zheng yang sudah mabuk itu tidak tahu bahwa pertanyaan itu akan menyulut api dalam pertemuan kecil kali ini, bahkan semua orang langsung menaruh botol minuman keras mereka dan bersiap untuk kabur dari tenda ini.


Dari tadi mereka semua sudah memperhatikan Fei Yuan yang seperti memendam amarahnya, untung saja tangan Bai Chen selalu di genggamannya, jadi dia tidak bisa secara langsung melepaskan amarahnya.


Tapi sejak pernyataan Hong Zheng yang kedua, tangannya sudah melepaskan diri dan dia bersiap-siap untuk memukul Hong Zheng kurang ajar itu, “Kalian semua jangan ada yang keluar atau aku akan menghukum kalian juga.” Ancam Fei Yuan.


Semua orang yang sudah berencana keluar langsung balik badan dengan rapi, dalam hati, mereka menyumpahi Hong Zheng yang tidak tahu diri itu, mereka juga menyumpahi diri sendiri karena menawarkan minuman keras kepada orang yang minum sedikit saja tapi sudah mabuk.


“Bagus, jika ada yang berniat keluar lagi maka aku akan memukulnya seperti ini.” Fei Yuan secepat kilat berada di belakang Hong Zheng dan memukul kepala orang itu dengan sedikit kekuatannya.


“Duuuuuk.” Suara pukulan di kepala Hong Zheng, dia kemudian sadar dan langsung saja berkata “Bajingan mana yang berani memukul anggota Bayangan Dewa ini, siapa dia, apakah dia tidak tahu bahwa aku…” Mulutnya kebas tidak sanggup berbicara ketika melihat Fei Yuan.


“Ooo, kamu pandai sekali memuji, apakah kamu tahu kenapa aku memukulmu? Atau apakah satu pukulan kurang untuk memberi pelajaran dan berbicara dengan benar?” Ancam Fei Yuan.


“Nona Fei Yuan, tolong ampuni aku, memang apa salahku, kenapa hanya aku saja yang dipukul? Setelah aku berpikir, sepertinya aku tidak melakukan kesalahan apapun.” Hong Zheng masih dengan percaya diri menjawab.


“Tidak salah ya, kalau begitu kamu tanyalah kepada mereka, kamu akan mengetahui kesalahanmu, setelah itu aku akan lanjut menghukummu.” Fei Yuan menunjuk orang-orang yang ingin kabur keluar tenda tadi.

__ADS_1


“Sudahlah Fei Yuan sayang, Hong Zheng tadi hanya mabuk janganlah kamu serius seperti itu, bukankah kamu tahu perasaanku yang sebenarnya kepadamu, kenapa kamu malah mendengar omong kosong orang mabuk.” Bai Chen menenangkan.


“Sayang aku mohon kamu saat ini diam saja oke, aku akan memberikan pelajaran kepada orang-orang ini agar jangan menjodoh-jodohkan tuan mudanya seenak jidat, jadi kamu kembali duduk sana.” Fei Yuan malah memarahi Bai Chen.


“Tapi…” Bai Chen menghentikan kata-katanya setelah Fei Yuan menatapnya dengan tajam, dia pun kembali ke kursinya dan hanya berharap yang terbaik untuk Hong Zheng dan yang lainnya.


Betina kalau sudah marah, jantan tidak bisa apa-apa, sebuah kebenaran hakiki yang tidak akan berubah sampai kiamat tiba, bahkan hal itu berlaku untuk Bai Chen yang merupakan orang yang sangat kuat.


“Jadi apakah yang telah aku perbuat?” Hong Zheng bertanya kepada orang-orang itu, mereka sebenarnya enggan menjawab, tapi mereka semua terpaksa menjawab karena mendapat tatapan tajam dari Fei Yuan juga.


“Jadi kamu itu … … …” Hei Long mewakili yang lain untuk menjelaskan kepada Hong Zheng, setelah itu Hong Zheng langsung berkeringat dingin, kemudian wajahnya menghadap ke Fei Yuan.


“Nona, beneran tadi aku hanya mabuk, aku tidak sadar dengan pertanyaanku sendiri, aku berani bersumpah.” Hong Zheng mencoba untuk meyakinkan Fei Yuan, tapi tidak berhasil, dia akhirnya mendapatkan hukuman dari Fei Yuan dan disaksikan oleh semua orang termasuk Bai Chen.


“Ampun, Ampun, Ampun…” Suara rintihan dari Hong Zheng, “Akhirnya aku sudah lega, sekarang aku akan bertanya, apakah kamu akan melakukannya lagi saudara Hong Zheng sang pebisnis?” Tanya Fei Yuan.


“Tentu saja tidak, aku benar-benar menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi, aku bersumpah…” Hong Zheng mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya tanda dia berjanji untuk tidak mengulangi.


“Dan karena sudah terlanjur ditanya, sekarang mari kita beralih ke Mei Jiao. Mei Jiao jawab dengan jujur, apakah kamu mencintai Bai Chen? Apakah kamu mencintai suamiku?” Fei Yuan bertanya dengan tegas.

__ADS_1


Suasana tegang yang baru saja mereda, kembali naik dengan pertanyaan tajam Fei Yuan itu, terlihat Mei Jiao juga sedikit ketakutan disana, dia tidak menyangka akan ditodong dengan pertanyaan secara langsung oleh istri sah Bai Chen itu.


“A…Aku… hm…” Mei Jiao.


__ADS_2