
Singkat cerita mereka sampai di depan pintu masuk Desa Anggrek Ungu.
"Maaf tuan pengelana, malam - malam begini ada kepentingan apa tuan pengelana datang ke desa ini ?" seorang penjaga bertanya dengan cukup waspada kepada Bai Long.
"Biar aku saja yang menjawabnya Bai Long" telepati dari Bai Chen.
Bai Chen membuka sedikit jendela kereta kuda dan berkata "Tenang paman penjaga, kami hanya ingin menginap dan beristirahat, besok kami akan langsung melanjutkan perjalanan".
"Baiklah kalau hanya itu, selamat datang di desa kami, silahkan masuk" penjaga itu mempersilahkan dengan sopan. Bai Chen melemparkan kantong emas berisi 100 koin emas.
"Terima kasih tuan muda" nada penjaga itu langsung berbeda setelah menerima sekantong emas itu.
Tidak ada kejadian yang berarti di desa ini. Hanya keheningan sepanjang jalan mereka menuju sebuah penginapan kecil. Mereka beristirahat di penginapan itu sampai keesokan hari.
Keesokan harinya, matahari memancarkan sinarnya di ufuk timur mata angin, Bai Chen dan rombongan sudah bangun dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan.
Sebelum perjalanan itu, Bai Chen menjual kereta kudanya ke seorang pedagang yang kebetulan menginap di penginapan itu juga. Bai Chen mendapatkan sekitar 10.000 keping emas.
"Semuanya, mari kita melanjutkan dengan terbang saja, agar tidak terlalu memakan banyak waktu" Bai Chen berkata seperti dan mereka hanya mengangguk saja tanda mengerti.
Mereka langsung meninggalkan desa itu kemudian menuju arah timur, perkiraan mereka akan sampai di Kekaisaran Benua Timur dalam waktu dua minggu.
Sepanjang perjalanan, mereka mencoba untuk saling mengakrabkan diri. Awalnya sedikit kaku tapi lama kelamaan mereka semua mulai terbiasa.
Singkat cerita mereka sudah setengah perjalanan menuju Kekaisaran Benua Timur, mereka kemudian beristirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.
"Chen Gege, bukankah lebih baik kita berhenti sebentar, kami bertiga tidak sekuat Chen Gege dan Paman Bai Long, meskipun kultivasi kami terlihat lebih tinggi" Bai Feng mengeluh kepada Bai Chen.
__ADS_1
Selama seminggu terakhir, Bai Feng sudah mulai akrab dengan Bai Chen, awalnya gara - gara Bai Long yang sering menggoda Bai Feng karena terus memperhatikan Bai Chen.
Bai Chen yang awalnya tidak peduli, malah dibuat kasihan karena melihat Bai Feng yang terus digoda oleh Bai Long. Dia akhirnya memutuskan untuk mencoba mengobrol dengan Bai Feng.
Dan selama seminggu terakhir hubungan mereka berdua semakin dekat tanpa mereka sadari sendiri dan Bai Chen menyuruh Bai Feng memanggilnya dengan Gege.
"Tuan muda Bai Chen, sekarang tuan putri Bai Feng ingin istirahat, apakah tuan muda tidak ingin memenuhi permintaan ringan itu" Bai Long malah semakin menggoda mereka berdua karena dia bosan dengan perjalanan yang menurutnya lambat ini, dia hanya mencari hiburan dengan menggoda mereka berdua.
Bai Chen sempat menatap Bai Long dengan sinis karena terus menggodanya dengan Bai Feng, tapi hal itu selalu diacuhkan oleh Bai Long dan tak pernah menggubris ancamannya itu. Dia akhirnya hanya bisa menghela nafas dan memperlambat gerakan terbangnya.
"Baiklah kita istirahat di depan sana, ada sebuah pohon besar yang bisa kita gunakan untuk berteduh" Bai Chen menunjuk sebuah pohon yang cukup besar, bahkan dahannya mungkin bisa digunakan untuk tidur dengan leluasa.
"Baik Chen Gege dan paman Bai Long jika kamu terus menggodaku, mungkin aku tidak akan pernah bicara lagi dengan paman" Bai Feng sedikit mengancam Bai Long.
"Eeeee, baiklah tuan putri Bai Feng, aku tidak akan menggodamu untuk hari ini" Bai Long menjawab dengan santai, tapi semua orang tahu bahwa dia tidak akan menepati janjinya itu.
Perkataan Bai Cheng barusan membuat pipi Bai Chen dan Bai Feng memerah, suasana menjadi sangat canggung sekali, tapi Bai Don membuat perhatian semua orang mengarah kepadanya.
"Hahaha, sudah lama sekali aku tidak melihat peristiwa seperti ini, sungguh menyenangkan sekali bukan Saudara Chen, kita tidak pernah sesantai ini, kecuali perjalan seminggu terakhir ini" Bai Don mengalihkan pandangan semua orang.
"Benar juga, kita bahkan mungkin tidak akan bisa tertawa dengan lepas lagi, kalau bukan karena adik Chen" Bai Cheng yang merupakan kakak perempuan Feng sekaligus kekasih dari Bai Don, sudah mulai terbiasa dengan peristiwa ini dan berulang kali membela adiknya karena digoda Bai Long.
"Oh, memang Ras Phoenix itu mempunyai mulut yang pedas ya, atau bisa dibilang yang satu ini adalah perempuan Phoenix Super Galak yang pernah aku temui, aku kasihan sekali terhadap Bai Don yang menjadi pasangannya" Bai Long wajah memelas sambil menatap Bai Don.
Bai Chen menyadari perkataan Bai Long itu kan memicu perdebatan yang berkepanjangan. Dia juga heran, kenapa rombongannya ini selalu saja seperti ini, tapi dia juga senang, karena keakraban mereka ini.
"Baiklah cukup, mari kita turun, tanpa proses" Bai Chen mencegah pertengkaran yang akan terjadi dan langsung turun ke dekat pohon besar yang ditunjukkannya tadi.
__ADS_1
Meskipun semuanya sudah semakin akrab dan dekat, tapi ketika Bai Chen sudah memberi perintah dengan sedikit serius, tidak akan ada yang berani membantah.
"Baik" mereka semua menjawab pertanyaan Bai Chen dengan patuh dan langsung turun ke bawah mengikuti gerakan Bai Chen.
"Baiklah kita membagi tugas seperti biasa, kalian paham bukan ?" Bai Chen bertanya kepada mereka semua.
"Baik, kami akan melakukannya seperti biasa" mereka semua menjawab dan langsung melakukan tugas masing - masing.
Ada yang menangkap beberapa hewan untuk dijadikan santapan, ada yang mencari air disekitar, ada yang membuat perapian, ada yang membuat tempat berteduh dll.
Singkat cerita mereka sudah selesai menyiapkan semuanya, akhirnya mereka menghabiskan makanan yang didapat dan langsung bergegas untuk istirahat. Dan juga berjaga secara bergantian.
Malam hari berlalu dengan cepat dan mereka semua sudah terbangun.
"Kita akan melanjutkan perjalanan sebentar lagi, bagaimana ?" Bai Chen bertanya hanya untuk memastikan kesiapan mereka semua.
"Baik" mereka serentak. Akhirnya mereka semua melanjutkan perjalanan tanpa istirahat selama seminggu kedepan.
Setelah seminggu perjalanan, mereka sampai di sebuah kota yang cukup besar, kota ini merupakan perbatasan antara Kekaisaran Benua Tengah dan Kekaisaran Benua Timur.
"Akhirnya kita sampai di sebuah kota, mari kita masuk untuk istirahat sejenak, kemudian besok kita akan langsung menuju tempat Gelombang Monster Serangga yang tidak pernah habis itu, oke ?" Bai Chen bertanya sambil berjalan menuju antrian memasuki kota.
"Baik tuan muda" mereka menggunakan panggilan formal lagi ketika mereka dikelilingi oleh banyak orang.
Hal ini dilakukan untuk menghindari masalah yang tidak perlu karena pakaian, ketampanan dan kecantikan mereka semua. Jadi mereka sepakat, kecuali Bai Chen, untuk menggunakan identitas palsu seorang bangsawan dari negeri sebelah.
Itu kenapa mereka semua memanggil Bai Chen dengan tuan muda lagi, karena semua orang sekarang sedang memperhatikan mereka dan mengira bahwa ada rombongan bangsawan yang mau lewat.
__ADS_1
Ketika rombongan Bai Chen sudah sampai di depan gerbang, penjaga kemudian mulai bertanya.