SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 193 - Perubahan Bai Feng


__ADS_3

Akhirnya Bai Feng berhasil menerobos ke dalam Istana.


4 Tetua Utama sudah menyambutnya dengan sebuah serangan yang mengarah ke titik vital miliknya.


“Duar…”


Serangan itu bisa dihalau dengan mudah oleh rantai Bai Feng.


“Hooo, serangan kejutan, sepertinya kalian memang ingin konfrontasi total dengan kami, tapi sebelum kita melanjutkan pertarungan,” ucap Bai Feng.


“Aku ingin memastikan, apakah benar kalian semua adalah dalang atas kematianku beberapa tahun yang lalu?” Bai Feng Bertanya.


“Hahaha, kami tidak akan menyembunyikan lagi, bukan hanya kematianmu, tapi kematian ayahmu dulu juga merupakan salah satu rencana kami juga,” kekeh Tetua Phoenix.


Tiba-tiba saja hawa membunuh kental dan tekanan kultivasi Half-God puncak memenuhi Aula Istana Dinasti Han ini.


“Aku tidak menyangka bahwa para tua bangka yang sebelumnya sangat aku hormati ternyata adalah pengkhianat sebenarnya,” ucap Bai Feng.


“Tapi, terimakasih karena telah memberikanku alasan untuk membunuh kalian dengan tragis,” sambung Bai Feng.


“Kalau begitu mari kita lanjutkan pertarungan 1 vs 4 ini, aku akan menunjukkan kepada kalian bahwa kematian merupakan lebih nikmat daripada kehidupan, Rantai Pembelah Ruang hancurkan musuhku!” Bai Feng menyerang keempat orang di depannya.


“Swoosh…”


“Meskipun kami tahu, kamu memiliki kultivasi diatas ranah Half-God tapi karena Prinsip Dunia, kamu sekarang setara dengan kami berempat,” ledek Tetua Naga.


“Jangan banyak bicara jika kalian hanya bisa menghindar tanpa bisa menerima serangan Rantaiku,” balas Bai Feng.


“Crack…”


Dinding dan lantai retak akibat serangan Bai Feng, keempat tetua itu kemudian menyerang balik dengan senjata masing-masing.


“Tombak Naga…”


Tetua Naga bergerak dengan cepat mengincar perut Bai Feng.


Bai Feng tidak membiarkan hal itu dan melilit tombak itu dengan rantai miliknya.


“Srekk…”


“Hanya tombak lemah seperti itu ingin menyerangku, kalau begitu rasakan kekuatan baruku, Dao Kematian lapisi senjataku,” ujar Bai Feng.

__ADS_1


Hanya dalam waktu singkat, Tombak Naga milik Tetua Naga itu langsung terkorosi, Tetua Naga langsung melepaskan Tombaknya.


“Kurang ajar, kamu telah menghancurkan Tombak kesayanganku, tidak akan aku biarkan!” Tetua Naga kemudian menyerang dengan membabi buta.


“Dasar Pak Tua Naga bodoh, dengan kemarahanmu seperti itu, aku bisa membungkam dengan mudah,” gumam Bai Feng kemudian menggunakan variasi peluru energi yang sudah dilapisi Dao Kematian menembakkannya ke seluruh tubuh Tetua Naga itu.


“Dor… Dor… Dor…”


“Argh, kamu memiliki serangan seperti itu, untuk saja aku sempat menghindar di detik-detik terakhir, jika tidak aku sudah tewas sekarang,” gumam Tetua Naga yang sudah mundur ke barisan 4 Tetua Agung.


“Para Tetua, kita harus menyerangnya secara bersamaan dan memperpendek jarak, jika tidak maka dia bisa menghabisi kita dengan mudah,” ucap Tetua Naga.


Tapi yang tidak dia tahu bahwa sekali terkena beberapa peluru dari Bai Feng tadi, kematiannya sudah bisa dipastikan.


“Argh, kenapa ini, kenapa dengan dadaku?” Tetua Naga kesakitan.


“Hehe, meskipun kamu hanya terkena beberapa peluru saja, tapi ingat sifat Dao Kematian ku adalah korosif, jadi selamat tinggal Tetua Naga,” senyum Bai Feng.


Senyuman yang sangat menakutkan, dia seperti seorang psikopat gila, dia tersenyum melihat seorang manusia yang sedang kesakitan dengan tubuh yang perlahan membusuk dan hancur.


“Para Tetua tolong aku, tolong aku, aku tidak ingin mati dengan cara seperti ini, tolong aku,” rintih Tetua Naga kepada tetua lainnya.


Tetua Phoenix terlihat tersenyum tipis kemudian mendekatkan mulutnya ke telinga Tetua Naga.


“Kamu… kamu… sialan…” Tetua Naga sudah tidak bisa menjaga kesadarannya karena semua organ dalamnya sudah membusuk dan hancur, dia kemudian mati dengan dada yang memiliki lubang besar.


“Kalian berdua ayo kita serang wanita busuk ini, kita tidak bisa membiarkan dia terus menerus menyerang menggunakan peluru atau rantai berbahaya itu lagi,” ajak Tetua Phoenix.


“Baik,”


Mereka bertiga bersiap untuk menyerang, mereka semua masuk dalam mode serius.


Bai Feng dan ketiga tetua itu jual beli serangan selama beberapa menit kedepan, bisa dikatakan mereka masih seimbang.


Bai Feng tidak diberikan kesempatan untuk melakukan serangan sama sekali, dia saat ini hanya menangkis serangan dari ketiga tetua.


‘Sial, aku baru saja mendapatkan Dao Kematian ini beberapa hari yang lalu, aku belum terlalu terbiasa menggunakannya,’ gumam Bai Feng.


‘Aku harus mengambil kesempatan beberapa detik untuk menggunakan Dao Kematian,’ gumam Bai Feng lagi.


“Apakah kamu meremehkan kami dengan tidak fokus saat berhadapan dengan kami, sungguh junior yang kurang ajar!” Tetua Kura-Kura Ular.

__ADS_1


“Hah, tidak sudi pak tua sepertimu menyebutku sebagai junior, kalian adalah pengkhianat ingat itu!” Bai Feng balas membantah Tetua itu.


“Dasar wanita busuk, Pedang Ular Hitam, tebas!” Tetua itu menebaskan pedangnya sampai membuat Bai Feng mundur beberapa langkah.


“Hah… hah… hah…”


‘Pedang itu cukup berbahaya, tapi terima kasih telah memberiku waktu untuk mengeluarkan Dao Kematian, hehe,’ gumam Bai Feng.


“Jangan biarkan dia berhasil mengeluarkan Dao mematikan itu lagi, kalian semua cepat serang dia!” Tetua Phoenix berteriak.


Bai Feng menghindari itu semua dan fokus untuk membentuk peluru energi dan melapisinya dengan Dao Kematian.


“Tapi aku harus meminta maaf, kalian semua akan mati dengan serangan ini,” ucap Bai Feng.


Di tangan kiri Bai Feng muncul ratusan peluru energi yang sudah dilapisi oleh Dao Kematian.


“Dor… Dor… Dor…”


“Sialan, cepat menghindar!” Tetua Phoenix berteriak.


Tetua Phoenix dan Tetua Harimau Putih berhasil menghindar tapi tidak untuk Tetua Kura-Kura Ular, dia terkena sepuluh peluru di berbagai bagian tubuh.


“Argh… tidak… tidak… kalian berdua tolong aku… argh…” Tetua Kura-Kura Ular tidak sempat untuk mengelola lukanya dan kemudian mati mengenaskan dengan hampir seluruh tubuhnya berlubang.


“Tinggal kalian berdua, aku akan menyelesaikannya dengan cepat,” ucap Bai Feng yang tidak peduli dengan kematian Tetua Kura-Kura Ular.


“Rantai Pembelah Ruang, ikat mereka berdua, kejar sampai mereka tidak bisa menghindar,” ucap Bai Feng.


“Cring…”


Rantai milik Bai Feng langsung bergerak cepat mengitari kedua tetua itu, tapi kedua tetua itu masih berhasil untuk melepaskan diri, tapi momen inilah yang ditunggu oleh Bai Feng.


Ternyata peluru yang dikeluarkan tadi belum semuanya, kali ini dia mengarahkan peluru yang tersisa ke arah kedua tetua yang menghindar barusan.


“Dor… Dor… Dor…”


“Tidak, aku tidak boleh terkena peluru itu, gunakan tubuhmu untuk menahan peluru itu Tetua Harimau!” Tetua Phoenix mencengkeram tubuh Tetua Harimau dan menjadikannya tameng hidup.


“Sialan kau Tetua Phoenix, apakah begini caramu untuk sebagai sesama tetua?” Tetua Harimau Putih itu mengumpat.


“Maafkan aku kawan, kita tidak sempat untuk menghindar, tapi setidaknya kamu bisa membantuku keluar dari serangan ini, aku berjanji akan membalaskan dendammu,” jawab Tetua Phoenix yang tidak merasa salah sama sekali.

__ADS_1


“Bangsat kau, argh …” Tetua Harimau itu akhirnya terkena ratusan peluru sekaligus, yang membuatnya langsung mati seketika tanpa bisa menyelesaikan kata-kata terakhirnya.


__ADS_2