
“Kami berdua sudah berulang kali berusaha untuk menghancurkan Array Pelindung ini ketika melihatmu menahan rasa sakit, apakah kamu sudah tidak peduli lagi dengan kami berdua ?” Fei Yuan sudah meneteskan air matanya, Mei Jiao juga.
“Sudah, sudah, aku minta maaf karena waktu itu aku langsung mengambil keputusan yang sangat egois, aku minta maaf kepada kalian berdua, apakah kalian mau memaafkan suami kalian ini?” Bai Chen.
“Hiks… Hiks… Hiks…”
Bai Chen membiarkan kedua istrinya itu menangis dalam pelukannya, dia tidak berubah posisi sama sekali agar kedua istrinya bisa lega menangis karena dirinya itu.
Bai Chen juga sangat tersentuh dengan perasaan kedua istrinya ini yang sangat merindukannya selama tiga tahun terakhir ini.
Setelah kedua istrinya selesai menangis dan puas memeluk tubuh Bai Chen, Bai Chen mengajak kedua istrinya dan semua orang untuk menuju ke Aula Utama Sekte Absolute ini.
Sudah lama mereka semua tidak melakukan rapat atau pertemuan penting selama lima tahun terakhir di Aula Utama itu.
“Kalian kesalah lebih dulu, aku akan mengurus beberapa hal terlebih dulu, kalian juga siapkan makanan yang banyak dan mewah, kita akan melakukan sebuah syukuran karena hari ini aku akan membangkitkan Bai Feng dari kematiannya,” optimis Bai Chen.
“Sayang, apakah itu benar? Apakah kamu sudah menemukan caranya? Padahal aku sudah membaca semua buku yang ada di perpustakaan, tapi mereka semua hanyalah buku skill, jadi tidak banyak membantu, maaf,” maaf Fei Yuan.
“Cup…”
“Sudahlah tidak masalah, lebih baik kamu menyiapkan semua yang aku katakan barusan, Bai Long dkk yang ada di Dunia Nyata, suruh mereka semua kembali kesini dan tunggu aku di Aula Utama Sekte, apakah bisa ?” Bai Chen meminta tolong.
“Tentu saja bisa sayang, kamu percayakan kepada kami semua,” seru Fei Yuan dengan tersenyum.
“Eh, kenapa kamu menyodorkan kepalamu padaku Mei Jiao?” Bai Chen heran.
“Hmm, aku ingin dikecup di dahi seperti kak Fei Yuan juga,” jawab Mei Jiao dengan malu-malu.
“Cup…”
“Sudah, sekarang kamu bantu saudarimu ini untuk menyiapkan semua hal itu ya? Apakah bisa sayangku?” Bai Chen tersenyum manis kepada Mei Jiao.
“Tentu bisa suami,” singkat Mei Jiao sambil malu-malu.
__ADS_1
Setelah melakukan beberapa obrolan singkat, semua orang sudah bersiap-siap sesuai dengan instruksi dari Bai Chen, di lantai tertinggi Menara Kultivasi itu sekarang hanya tersisa Bai Chen dan jasad Bai Feng yang masih sangat terawat di atas meja batu.
Bai Chen menghampiri meja batu itu, kemudian dia mendekatkan tangannya ke wajah cantik Bai Feng seraya berkata, “Akhirnya aku memiliki kemampuan untuk membangkitkanmu BAi Feng,” lirih Bai Chen.
“Sistem sekarang beli Tubuh Kaisar Phoenix Ungu untuk tubuh baru Bai Feng!” Bai Chen memberi perintah.
[Baik, Master.]
[Pembelian tubuh Kaisar Phoenix Ungu menghabiskan 100 miliar PS]
[Poin Sistem : 10 miliar]
“Sistem, poin sistem milikku kenapa hanya tersisa 10 miliar saja? Bisakah kamu menjelaskannya?” Bai Chen.
[Total Poin yang dihabiskan selama 3 tahun penuh ini adalah 100 miliar PS untuk pembelian Job, 90 miliar poin untuk diubah menjadi poin pemahaman agar bisa mempelajari semuanya dalam waktu tiga tahun tersebut.]
[Sedangkan untuk harga tubuh sudah kembali normal, tidak sesuai dengan harga awal, apakah master ingat dulu pernah membeli tubuh dengan kartu diskon?]
“Oh benar juga, tapi biarlah, PS masing bisa dicari, ngapain juga aku terlalu berhemat, toh semuanya juga demi kebaikanku sendiri, sudahi pembahasan mengenai poin, sekarang kita harus melakukan rekonstruksi pada tubuh Bai Feng,” perintah Bai Chen.
“Lakukan!” Bai Chen.
[Perintah dikonfirmasi, penggabungan tubuh Bai Feng dengan Tubuh Kaisar Phoenix Ungu, karena tubuh Bai Feng kalah superior, tubuh Kaisar Phoenix Ungu akan menjadi tubuh utama dan tubuh asli akan melebur kedalam tubuh Kaisar Phoenix Ungu.]
Tubuh Bai Feng yang ada di atas meja batu kemudian melayang beberapa sentimeter di udara dan kemudian muncul sebuah Phoenix Ungu yang sangat besar dan memeluk tubuh itu, kemudian tubuh itu membentuk sebuah kepompong berwarna ungu pekat.
Setelah beberapa jam menunggu kepompong itu retak dan mengeluarkan sebuah tubuh baru yang memancarkan aura seorang Kaisar Phoenix, tapi hal itu sedikit mengubah tatanan tubuh Bai Feng kecuali wajahnya.
Kemudian Bai Chen langsung menggunakan kekuatannya, “Bangkitlah!” Bai Chen memberikan perintah kepada tubuh tanpa jiwa itu.
Sistem juga langsung menanggapi dengan menggunakan Fragmen Kebenaran Dunia membuat tubuh baru Bai Feng bisa dimasuki dan mengurangi penolakan terhadap jiwa yang baru saja Bai Chen tarik dari kematian.
“Sring…”
__ADS_1
“Sring…”
Desiran angin berhembus, tubuh kosong itu sudah berisi sebuah jiwa yang sangat menurut kepada orang yang memanggilnya, yaitu Bai Chen.
“Terima kasih telah membangkitkan saya God Necromancer…” Bai Feng yang jiwanya masih gelap langsung berlutut dan berbicara seperti itu kepada Bai Chen.
“Berhasil, sekarang masuk ke tahap selanjutnya, karena aku tidak memiliki hati cahaya, aku akan menggunakan Poin Kehidupan saja, berapa banyak Poin Kehidupan yang digunakan untuk menghapus semua kegelapan yang ada di jiwa Bai Feng ini, Sistem?” Bai Chen bertanya.
[100 miliar Poin Kehidupan.]
“Baiklah, karena Poin Kehidupanku hanya tinggal 1 miliar, gunakan 10 miliar PS kemudian tukarkan dengan Poin Kehidupan, setelah itu langsung bersihkah jiwa Bai Feng dengan Poin Kehidupan dan Poin Jiwa!” Bai Chen memberi perintah.
[Dikonfirmasi.]
[Mengeksekusi semua perintah Master kepada individu bernama Bai Feng.]
Bai Feng yang sedang bersujud kepada Bai Chen kemudian tubuhnya terangkat lagi dan merasakan kesakitan karena ada begitu banyak cahaya yang masuk membersihkan jiwanya yang gelap.
Beberapa jam kemudian akhirnya pembersihan itu berhasil, kali ini Bai Feng sudah sepenuhnya bangkit, tetap dengan semua sifatnya, bakatnya dan yang pasti sekarang dia sudah suci, bukan lagi perempuan yang memiliki aib buruk seperti dulu.
Bai Chen kemudian menggendong Bai Feng yang masih terlihat menyesuaikan diri itu.
“Akhirnya aku berhasil, aku sangat senang bisa melihatmu kembali Bai Feng,” sukacita Bai Chen.
Bai Feng kemudian tersadar bahwa yang menggendongnya sekarang adalah orang yang sangat dia rindukan, bahkan dia tidak percaya bahwa dia bisa melihat orang yang sangat dia cintai ini, dia kemudian menitikkan air mata karena saking tidak bisanya berkata-kata lagi.
Beberapa saat kemudian, mereka berdua sangat canggung karena tidak ada yang berani memulai sebuah percakapan.
Bai Chen sebagai laki-laki akhirnya memberanikan diri untuk kembali menyapa Bai Feng.
“Halo, selamat kembali lagi di Dunia ini, bagaimana kabarmu? Apakah ada yang terasa tidak enak di beberapa bagian tubuhmu?” Bai Chen berbasa-basi.
“Hmm, bisakah Kak Chen menurunkan aku terlebih dulu, bagaimana aku bisa mengobrol dengan kakak dengan posisi yang seperti ini?” Bai Feng menjawab.
__ADS_1
“Baiklah, sekarang sudah aku turunkan,” senyum Bai Chen sambil tersenyum kepada Bai Feng.