
Bai Chen menjelaskannya dengan senang, karena dia cukup tertarik dengan plat array yang tidak biasa ini, disisi lain karena dia sendiri juga merupakan seorang Master Array, jadi hal yang cukup wajar jika senang kalau membahas mengenai array.
Tanpa terasa, malam itu Bai Chen berceramah mengenai Array kepada 10 Raja Binatang Buas sampai matahari muncul di ufuk timur, sinar matahari tersebut yang menyadarkan Bai Chen bahwa dia sampai tidak sadar karena telah berceramah berjam-jam.
“Eh, sudah pagi, maafkan aku ya, kalian malah mendengarkan ceramah mengenai array, padahal kalian hanya bertanya mengenai tongkat ini.” Bai Chen meminta maaf dihiasi dengan senyuman di wajahnya.
“Tidak masalah, Yang Mulia.” Raja Serigala membalas dengan senyuman lembut.
“Kalau boleh tahu, sekarang apa yang harus kita lakukan Yang Mulia, saya merasakan bahwa semua pasukan dinasti sudah banyak yang bangun dan terlihat segar setelah istirahat semalaman untuk barusan?” Raja Buaya bertanya dengan hormat.
“Begini saja, untuk mempercepat proses penaklukan Tahta Suci ini, aku memerintahkan kalian untuk maju terlebih dulu, tugas kalian mencari dimana para orang suci itu berada, apakah bisa?” Bai Chen memberikan instruksi.
“Keinginan anda adalah perintah bagi kami, Yang Mulia!”
“Kalau begitu pergilah, sekalian kalian bawalah ini, jika ketua orang suci itu mengeluarkan serangan seperti beberapa bulan yang lalu, kalian bersepuluh tinggal menggunakan Plat Array Armor ini, kalian akan terlindungi dari serangannya.” Bai Chen memberikan 10 Plat Array Armor tingkat Ilahi.
“Terima kasih atas keberkahan anda, Yang Mulia, kami berangkat lebih dulu!” Raja Serigala memimpin para raja lainnya untuk menuju ke ibukota atau lebih tepatnya ke istana Tahta Suci yang masih lumayan jauh dari tempat mereka berada sekarang.
Sedangkan Bai Chen kemudian kembali ke perkemahan pasukan dinasti, tapi sebelum sampai disana, dia menyuruh pasukan shadow lainnya untuk kembali ke bayangannya.
Di tenda pertemuan, Perkemahan Dinasti Han.
“Kita akan meneruskan perjalanan sekarang, apakah kalian semua siap?” Bai Chen bertanya kepada para petinggi yang ada di tenda pertemuan.
“Semuanya sudah siap tuan muda, semua pasukan sudah segar bugar dan tidak ada yang sakit lagi, kita siap untuk meneruskan perjuangan!” Hei Long menjawab.
__ADS_1
"Tapi sebelum itu bagikan semua kertas array pertahanan ini, kertas array ini bisa melindungi kalian semua dari senjata tongkat mereka, setelah itu kita akan langsung maju untuk menyerang lingkaran ketiga atau lebih tepatnya ibukota Tahta Suci!" Bai Chen memberikan perintah.
Semua petinggi langsung membagikan kertas array kepada semua prajurit, kertas array itu bisa menahan seratus serangan dari musuh, jadi mereka para prajurit bisa menyerang dengan lebih efisien nantinya.
Singkat cerita, mereka semua melanjutkan perjalanan, setelah memakan waktu sekitar tiga jam, mereka semua sudah sampai di lingkaran pertahanan ketiga atau bisa disebut sebagai pertahanan ibukota Tahta Suci.
Sesampainya disana, mereka semua disambut oleh serangan dari berbagai orang penting dan sisa kultivator elit yang memiliki rata-rata di ranah Heavenly Emperor.
"Semuanya bersiap, kalian jangan teralihkan, bentuk formasi pertahanan dan serangan udara, kalian semua harus bisa membunuh mereka semua dengan efisien!"
"Tiga pasukan dewa, kalian lumpuhkan semua meriam yang mengarah kesini, hancurkan semuanya, jangan sampai ada yang tertembak, aku akan membantu untuk melindungi kalian dari belakang!"
Bai Chen memberikan perintah sambil melihat celah, dia juga ikut membunuh musuh yang mendatanginya, dia hanya menggunakan Pedang Pelahap Semestanya saja.
*SLASH!
Tapi semua keindahan dibubarkan dengan sebuah suara ledakan keras yang berasal dari ledakan peluru meriam yang tidak berhasil dihalau oleh Cahaya Dewa, mereka terlambat sepersekian detik.
*DUAR!
Tapi, ledakan tersebut tidak menimbulkan korban meninggal, akan tetapi menyebabkan puluhan prajurit Dinasti Han terluka, semuanya bisa tertolong karena kertas array pertahanan yang dibagikan sebelumnya.
“Untung saja ada kertas array ini, kita semua tidak mati!” Beberapa prajurit bergumam.
“Semuanya kembali ke barisan, jangan berlama-lama terjatuh seperti itu, musuh kita tinggal sedikit, jadi jangan bermalas-malasan!” Salah satu kapten pasukan memperingatkan anggotanya.
__ADS_1
Peperangan berlanjut dan menyebar sampai di pinggiran ibukota, kedatangan pasukan dari Dinasti Song dan Dinasti Sui menambah kemeriahan peperangan ini.
Kedua pasukan dinasti tersebut datang secara bersamaan karena tanpa sengaja mereka bertemu di tengah setelah di tekan oleh pasukan musuh yang menggunakan senjata tongkat pelumpuh.
Akhirnya kedua kaisar memutuskan untuk menuju ke lingkaran tiga bersama, selama perjalanan mereka semua hanya menghadapi tidak lebih dari lima juta pasukan musuh, jumlah yang sangat bertolak belakang dengan yang terjadi di Dinasti Han.
Ini semua berarti bahwa memang yang paling ditakutkan oleh Tahta Suci adalah Dinasti Han dibawah kepemimpinan Bai Chen, karena secara tidak langsung merekalah yang memimpin seluruh kekuatan yang ada di dunia immortal ini.
Bai Chen yang melihat kedatangan pasukan dari kedua dinasti langsung terbang menuju kesana, dia ingin bertemu dengan kedua kaisar sekaligus Bai Long serta Tiga Pencakar.
“Selamat datang tuan muda, seperti yang kami kita, pasti yang sampai duluan di lingkaran ketiga musuh ini pasti anda dan yang lainnya!” Bai Long senang bertemu dengan Bai Chen.
“Halo semuanya, aku kalian melaporkan secara singkat mengenai apa yang sudah kalian temui selama perjalanan menuju kesini!” Bai Chen berbicara kepada semua orang.
Kemudian Kaisar Sui Kong berinisiatif untuk menceritakan semua peristiwa dan kejadian yang mereka lalui, hingga bisa sampai di lingkaran ketiga ini.
“Kurang lebih sama dengan yang terjadi dengan pasukan Dinasti Han, aku memiliki usulan untuk mempercepat penaklukan kita, bagaimana jika kita meninggalkan pasukan kita disini untuk melawan pasukan musuh yang tersisa, beberapa orang kuat seperti kita langsung masuk dan menyerang istana Tahta Suci?” Bai Chen memberikan usulan.
“Apakah tidak berpengaruh kepada mental pasukan kita? Bukankah tugas seorang pemimpin adalah mendampingi semua pasukan dan terus menguatkan mental mereka agar bisa menembus lingkaran pertahanan ketiga ini?” Kaisar Sui Kong menentang pendapat Bai Chen.
Bai Chen memahami mengenai apa yang dikatakan Kaisar Sui Kong, kemudian dia dengan pandangan lain membeberkan alasannya.
“Kalau begitu kalian berdua akan menjadi wakilku untuk terus menguatkan mental semua pasukan yang ada di luar lingkaran ketiga ini, aku dan beberapa bawahan terkuatku akan masuk dan langsung bertarung dengan para orang suci, bagaimana?” Bai Chen memberikan tawaran.
“Kenapa kamu sangat ingin langsung masuk ke dalam, bukankah kita bisa mengalahkan musuh secara perlahan?” Kaisar Song Gao akhirnya membuka mulutnya.
__ADS_1
“Kalian berdua pasti sudah merasakan kenapa kalian sampai sini begitu lambat, aku curiga para orang suci itu sedang menyiapkan beberapa hal yang tidak masuk akal di dalam istana, karena selama perjalanan mereka hanya menginginkan agar kita tertahan selama mungkin.” Bai Chen menjelaskan kecurigaannya.