
“Hong Zheng, Han Ci, mari kita pulang” Bai Chen mengajak mereka meninggalkan ruangan serta pelelangan itu.
Setelah rombongan Bai Chen keluar dari pelelangan…
"Bai Chen ini sangat tidak biasa Long Ge, dia seperti memiliki dendam kepadaku" Lang She memulai kata kata.
"Mohon maaf tuan, saya juga merasa begitu, bukankah tuan Bai Chen tidak memiliki bukti bahwa kejadian beberapa tahun yang lalu itu dilakukan oleh tuan ?" balas Lang Ge dengan pertanyaan.
"Benar, meskipun aku yang menyuruh mereka membunuh neneknya, bagaimana dia bisa tau dan malah mendendam kepadaku?" Lang She merasa pembunuhan nenek dan cucunya beberapa tahun yang lalu itu sudah tertutup dengan rapat ternyata tidak.
"Kalau boleh saya tahu kenapa tuan menyuruh mereka membunuh nenek dan cucunya itu ?" Lang Ge bertanya dengan penasaran.
"Waktu itu aku diberitahu siapa si nenek itu sebenarnya, dan kemudian ada perintah dari pusat untuk membunuh nenek itu, tapi jangan secara langsung, agar tidak menimbulkan kecurigaan" Lang She mulai bercerita.
"Singkat cerita aku menyuruh beberapa orang, memenuhi tugas itu dan membunuh nenek itu" Lang She.
"Siapa nenek itu tuan, sampai yang memerintahkan langsung dari pusat" Lang Ge masing bertanya dengan penasaran.
"Dia adalah istri simpanan dari Ketua Sekte terdahulu, dan yang menyuruh membunuhnya adalah istri sah dari ketua sekte itu" Lang She bercerita dengan cukup dramatis.
"Sepertinya, untuk sementara kita mengurangi aktivitas di balik layar kita dulu, aku takut, yang awalnya hanya ingin naik jabatan menjadi salah satu tetua di pusat, malah akan menjerumuskanku ke kematian" Lang She berkata dengan penuh harapan bahwa semuanya akan baik - baik saja.
Kembali kepada Bai Chen…
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di depan penginapan dan disambut oleh beberapa saudara.
"Tuan muda ada yang datang ingin mencari anda, sepertinya orang penting" salah satu Bayangan Dewa memberitahu Bai Chen.
"Baiklah suruh mereka ke lantai tiga" singkat Bai Chen.
"Hong Zheng, Han Ci ayo ikut, sepertinya kita kedatangan tamu yang cukup merepotkan… hehe" Bai Chen berkata seperti karena sudah tahu siapa yang datang.
Tamu itu sudah duduk di meja makan lantai satu, ketika melihat Bai Chen dengan dua pengawal di belakangnya langsung menuju lantai tiga.
Ada seseorang yang mendatangi mereka dan mempersilahkan mereka untuk naik ke lantai tiga untuk menemui pemilik penginapan atau bisa disebut benteng ini.
Mereka berdua sekaligus pengawalnya sudah menyelidiki sedikit banyak mengenai pemilik penginapan ini.
Meskipun sangat misterius, tapi semua bukti pembantaian Cabang Keluarga Sheng mengarah kepadanya.
Setelah mereka semua berada di lantai tiga, mereka semua langsung menuju sebuah ruangan yang cukup besar dan disambut dengan suara yang mereka kenal.
"Selamat duduk tuan sekalian, ada apa gerangan yang membuat tuan muda Sheng Hoe dan Perwakilan Kekaisaran mengunjungi penginapan sederhana ini" Bai Chen berbicara dengan bahasa yang tertata rapi.
"Maaf tuan, perkenalkan … " Sheng Hoe yang ingin memperkenalkan diri lebih dulu terhenti dengan teriakan orang disampingnya.
"Hei pemuda, bukankah aku tadi sudah bilang jika aku akan membuat perhitungan denganmu ?" perwakilan kekaisaran itu tidak bisa menahan amarahnya.
"Paman Shao Ha, kita disini untuk menyelidiki bersama, jangan membuat keributan dulu" Sheng Hoe mencoba menenangkan Shao Ha.
__ADS_1
"Tapi keponakan, pemuda ini sangat keterlaluan di pelelangan tadi" Shao Ha masih dalam posisi marahnya.
"Sudahlah itu hanya hal sepele, bukankah sudah biasa jika Putra Mahkota dihina ?" Sheng Hao mengingatkan kembali Shao Ha.
"Meskipun begitu, dia masih Putra Mahkota Kekaisaran, tidak sepantasnya dihina oleh rakyat jelata" Shao Ha masih meneruskan perkataan itu sampai beberapa detik kemudian suasana menjadi tegang dan pancaran hawa membunuh oleh dua orang dibelakang Bai Chen sangat terasa.
"Hahhh, Half-Saint Tier 7" Shao Ha dan Sheng Hao berbarengan sambil hampir terjatuh dari posisi duduknya.
"Sudahlah, jangan diteruskan, kasihan mereka" Bai Chen dengan tenang menyuruh Hong Zheng dan Han Ci menghentikan hawa membunuhnya.
"Tu...tuan apakah mereka berdua mengawal anda ?" Sheng Hao bertanya dengan sopan.
"Benar … " singkat Bai Chen.
"Jadi, ini alasan anda ingin membelikan Pedang Ganda ini kepada mereka" Shao Ha yang menjadi sopan seketika setelah mendapat tekanan itu.
"Ya, begitulah, meskipun tidak 100% benar sih" Bai Chen.
"Maafkan saya karena telah membuat keributan tadi tuan muda" Shao Ha merendahkan diri akhirnya.
"Santai saja paman, yang penting jangan diulangi lagi, mungkin paman tidak bisa meninggalkan penginapan ini secara utuh jika bahkan paman hanya menyakiti hatiku saja dengan perkataan paman itu" Bai Chen menjawab dengan enteng disertai ancaman pada kata katanya.
"Aku hari lagi senang, langsung saja apakah ini berkaitan dengan pembantaian Cabang Keluarga Sheng ?" Bai Chen memberikan sebuah pernyataan.
Sheng Hoe adalah salah satu pemuda berbakat dan tidak sombong di kalangan para bangsawan, oleh karena itu dia sering ditugaskan untuk menyelidiki atau bernegosiasi karena itu keahliannya.
"Benar tuan, apakah tuan mengetahui perihal hal itu ?" Sheng Hoe bertanya dengan sopan.
"Apa alasan tuan sampai membantai seluruh keluarga" Sheng Hoe bertanya sambil menahan amarahnya.
"Oke aku akan memberikan bukti, jadi kalian bisa menyimpulkannya sendiri, aku dengan Jendral sekaligus Patriark Keluarga Sheng pusat sangat bijaksana, jadi tidak mungkin akan langsung memutuskan tanpa melihat fakta, bukan begitu tuan muda ?" Bai Chen bertanya sambil menyipitkan matanya ke arah Sheng Hoe.
"Benar sekali tuan, oleh karena itu saya yang diutus untuk menyelidiki kasus ini" Sheng Hoe berhasil mempertahankan ketenangannya.
"Silahkan dilihat apa yang ada di Kristal Perekam ini" Bai Chen sambil menyerahkan sebuah kristal.
Setelah satu jam kemudian…
*Kratakkk…
Pegangan kursi yang diduduki oleh Sheng Hoe hampir rusak sepenuhnya. Dia merasa malu dengan kelakuan salah satu cabang keluarganya yang sangat menjijikan itu.
"Tuan Bai Chen, apakah saya boleh membawa Kristal Perekam ini ke ibukota ? Semua ini sudah cukup untuk menjadi bukti ke ayah dan kekaisaran" Sheng Hoe berbicara sambil merendahkan diri, berterimakasih karena telah menghukum keluarga cabang sampah itu.
"Silahkan saja, aku masih memiliki beberapa" Bai Chen dengan enteng menjawabnya.
"Bagaimana ? Apakah di kasus ini aku bersalah ?" Bai Chen sekarang memberi pertanyaan.
"Tidak tuan, tindakan anda 100% benar, karena jika diteruskan akan banyak korban berjatuhan" Sheng Hoe berandai - andai.
__ADS_1
"Andaikan semua tuan muda Keluarga Besar seperti dirimu tuan muda Sheng Hoe, mungkin dunia ini akan damai" Bai Chen memuji Sheng Hao.
"Tuan suka bercanda, saya tidak bisa dibandingkan dengan anda tuan Bai Chen, bagaimana bisa pemuda yang lebih muda dari saya bisa membuat penginapan atau bisa dibilang benteng yang sangat kokoh ini ?" Seng Hoe memuji Bain Chen juga.
"Baiklah sudah cukup acara memujinya, untuk Keluarga Sheng aku akan mengganti rugi dengan beberapa botol giok Pil, sedangkan untuk kekaisaran mungkin aku akan memberikan sebuah Buku Skill tingkat Roh yang sesuai dengan Pedang Ganda itu" Bai Chen menawarkan sesuatu.
"Tidak usah tuan … " perkataan mereka berdua terpotong dengan ucapan Bai Chen.
"Tidak ada penolakan" Bai Chen tegas.
"Ini ada 100 botol giok Pil Penerobos Ranah tingkat Roh dan 100 botol Pil Penguat Pondasi tingkat Roh, setiap botol berisi 10 butir Pil" Bai Chen memberikannya dengan santai, apalagi dia memiliki ribuan Pil yang kualitasnya diatas itu.
"Itu mungkin untuk menggantikan sumber daya yang ada, karena uang rampasan kemarin sudah aku pakai" Bai Chen melanjutkan perkataannya dengan santai.
"Dan ini Buku Skill 'Pedang Ganda Menyilang' tingkat Roh untuk kekaisaran" Bai Chen meneruskan perkataannya.
"Tuuu..tuan Bai Chen, bukankah ini terlalu berharga, jika dihitung dari hasil pelelangan tadi, ini semua bernilai 18 miliar emas" Sheng Hoe yang biasanya tenang sekarang bingung antara senang atau sedih.
"Dan ini juga, bukankah Buku Skill ini jika dijual akan menghasilkan uang yang sangat banyak tuan ?" Shao Ha menambahkan.
"Sudahlah aku tidak peduli, cepat masukkan ke cincin penyimpanan kalian masing - masing, sebelum aku berubah pikiran, anggap aja ini salamku kepada ayahmu, dan atasanku" Bai Chen berkata sambil menunjuk bergantian antara Sheng Hoe dan Shao Ha.
Kesempatan tidak akan datang dua kali, mereka berdua langsung dengan cepat memasukkan hadiah itu ke cincin penyimpanan.
"Terimakasih tuan, akan aku sampaikan salam tuan kepada ayah" Sheng Hoe berkata dengan meyakinkan.
"Saya pun juga begitu tuan, akan saya sampaikan salam anda kepada Putra Mahkota" Shao Ha menimpali.
"Baiklah" singkat Bai Chen.
"Kami berdua pamit tuan, ingin langsung kembali ke ibukota untuk secepatnya meluruskan masalah ini" ucap mereka berdua serentak.
"Silahkan, Hong Zheng, Han Ci antar kedua tuan ini" Bai Chen memberi perintah.
"Baik tuan" ucap mereka berdua serentak.
Mereka berempat meninggalkan ruangan menyisakan Bai Chen sendirian di ruangan itu.
Waktu mengantarkan Sheng Hoe dan Shao Ha, Hong Zheng dan Han Ci sedikit memberi peringatan kepada mereka.
"Hei Pak Tua Shao Ha, ingat, kamu berbicara seperti tadi itu adalah yang pertama dan terakhir" ancam Hong Zheng.
"Jika kamu melakukannya sekali lagi saja, mungkin di saat itu juga kepalamu akan terpisah dari badanmu" tambah Han Ci sambil memfokuskan hawa membunuhnya ke Shao Ha.
Shao Ha yan mendapat tekanan itu, hanya bisa pasrah dan menyumpahi mulutnya yang tidak dikontrolnya tadi.
"Heii, Han Ci, aku suruh untuk mengantarnya bukan menakutinya" suara Bai Chen lewat telepati ke Han Ci.
"Hehe, maafkan saya tuan muda, saya hanya ingin memperingatkannya saja" balas Han Ci dengan telepati.
__ADS_1
"Hah, baiklah, setelah mengantarkan mereka, kumpulkan semua Bayangan Dewa di lantai tiga, aku ingin mengumumkan sesuatu" balas Bai Chen lagi menggunakan telepati.
"Baik tuan muda" jawab Han Ci masih dengan telepati.