
Dalam waktu singkat, Bai Chen sudah berkeliling ke seluruh penjuru kekaisaran dan sekitarnya dan membawa seluruh Budak Klan Bai yang menjadi pelopor pemberontakan di kekaisaran itu.
*SPLASH!
Bai Chen sudah berpindah tempat ke Istana Kekaisaran Pedang Suci dan disambut dengan hangat oleh Liu Changhai dengan segelas teh di meja dekat dengan taman belakang istana tersebut.
“Apakah kamu sudah menyelesaikan penyelamatan itu Bai Chen?” Liu Changhai bertanya sambil menyodorkan segelas teh panas di meja, dia mempersilahkan Bai Chen duduk di depannya.
“Aku terlambat sedikit ketika hendak menyelamatkan setengah lebih dari mereka, sepertinya aku akan pergi ke Alam Kehidupan sekarang juga, aku akan menyelamatkan mereka semua,” ucap Bai Chen.
“Apakah kamu tidak ingin memikirkannya kembali? Kedatanganmu ke Alam Kehidupan, mereka akan bersiap dan bebas menggunakan kekuatannya disana. Apakah kamu yakin bisa menang?” tanya Liu Changhai serius.
“Sejak kapan Dewa Penguasa Pedang yang terkenal kuat dan sombong bersikap seperti ini. Bukankah seharusnya kamu terpancing emosi dan sumpah serapah?” tanya Bai Chen.
“Siapa yang mengatakan hal itu padamu. Oh … sekarang aku paham, kenapa kamu bisa langsung akrab denganku, karena Si Liu Quon itu sudah menceritakan semuanya ya?”
“Nanti aku akan memberikan pelajaran padanya. Sekarang bagaimana rencanamu untuk menyelamatkan setengah dari Klan Bai yang ada di Alam Kehidupan itu? Serangan langsung?”
Liu Changhai yang berperawakan seperti seorang pria paruh baya itu tampak bersemangat dan matanya mengibarkan bendera perang, dia memang maniak perang seperti julukannya.
Meskipun dia baru kenal dengan Bai Chen, tapi dia seperti sedang bertemu dengan sahabat lamanya yang tidak lain adalah Tiga Kekuatan Dewa Penguasa yang ada dalam diri Bai Chen.
Tapi Liu Changhai tidak ingin mengatakan hal tersebut, karena akan sangat tidak sopan bertanya bagaimana caranya mendapat 3 kekuatan dewa secara langsung, dia hanya ingin berteman saja dengan Bai Chen.
“Nah … baru ini Si Pedang Gila yang terkenal. Mengenai rencanaku yang tadi, aku akan mengutus beberapa untuk datang ke sana dulu, dengan tujuan mencari titik berkumpul para Budak Klan Bai.”
“Aku kira kamu akan melakukannya secara langsung, kalau begitu aku akan coba membantumu, jika tidak ada pekerjaan lain nanti, aku juga akan turun tangan secara langsung.”
__ADS_1
Liu Changhai memberikan tawaran yang begitu baik, dia sendiri memang senang sekali membuat masalah dengan alam lain, hanya saja dia selalu menyembunyikan identitasnya.
Hal ini demi menjaga kewibawaan Gelar Dewa Penguasa Alam Pedang. Yang merupakan simbol pemersatu seluruh Daratan dan Lautan yang ada di Alam Pedang Abadi ini.
“Terima kasih sudah mau membantuku, lalu bagaimana dengan nasib 50.000 orang yang berhasil diselamatkan ini? Apakah mereka akan menjalani proses hukum seperti sebelumnya?”
Bai Chen menunjukkan sebagian dari dunia jiwa miliknya, dimana terdapat 50.000 Budak Klan Bai yang berhasil diselamatkan sebelum akhirnya yang lainnya melarikan diri ke Alam Kehidupan.
“Aku minta maaf, tapi seharusnya memang begitu, kamu pasti tahu alasannya, karena para Budak Klan Bai ini sudah menjadi alasan kekaisaran ini tidak tenang akhir-akhir ini.”
“Tapi aku akan memastikannya sendiri, bahwa mereka akan diperlakukan sangat layak. Kamu bisa mempercayaiku dalam hal ini.” Liu Changhai menjanjikan satu hal lainnya.
“Aku percaya padamu, silakan!” Bai Chen mengeluarkan 50.000 orang di halaman istana tersebut. Lalu Liu Changhai memerintahkan bawahannya untuk memproses mereka semua.
“Sebelum kamu pergi, aku ingin bertanya, apakah boleh?” Liu Changhai memang tidak ingin ikut campur dalam urusan teman barunya itu, tapi disisi lain, dia penasaran dengan Bai Chen.
“Jika memang iya, kenapa ketika kamu menemui mereka, kamu tidak mengatakan kebenarannya? Apakah ada sebuah permasalahan pelik lainnya? Aku akan coba untuk membantu.”
Liu Changhai memberikan banyak sekali pertanyaan, sampai membuat Bai Chen bingung harus menjelaskannya dari mana. Dan pada akhirnya Liu Changhai tidak mendapat jawaban yang diinginkannya.
“Aku tahu kamu adalah teman Pak Tua (Bai Shing) itu. Dan sekarang kamu juga sudah membantuku, tapi untuk permasalahan ini, maafkan aku yang tidak bisa menjawabnya.”
“Jangankan mengatakannya padamu, aku sendiri saja masih bingung, apakah aku anak mereka berdua? Jika memang aku anaknya, kenapa juga aku dibuang di Dunia Fana waktu itu?”
“Bahkan kehidupanku lebih sengsara daripada para Budak Klan Bai yang ada disini. Aku hampir mati berkali-kali karena banyak hal selama aku disana. Tapi semua itu berubah ketika aku berkeluarga.”
“Aku memiliki keluarga yang begitu besar dan mereka semua benar-benar sangat mendukungku melakukan apapun, tanpa paksaan sama sekali, karena hubungan kami memang sangat dekat.”
__ADS_1
“Sekarang aku juga sudah menikah dengan 4 wanita cantik, meskipun salah satu diantara mereka ada yang mengkhianatiku dan satunya lagi berada di dimensi yang lebih tinggi lagi.”
“Pada intinya, aku sendiri bingung, semua orang yang menemaniku itulah yang seharusnya aku anggap sebagai keluarga asliku. Dan Klan Bai ini hanyalah…”
Bai Chen tidak meneruskan kata-katanya, meskipun dia sangat menolak mengakui Klan Bai sebagai keluarga aslinya. Tapi hatinya sangat sakit ketika mengingat kembali masa lalunya itu.
“Maafkan aku sudah memberikan pertanyaan yang kurang ajar. Kamu boleh tidak meneruskannya, sekali lagi maafkan aku atas pertanyaanku tadi,” ucap Liu Changhai tidak enak hati.
Bai Chen hanya termenung memandang udara kosong, lagi-lagi dia takluk dalam kekalutan perasaannya. Dia bukankah Bai Chen yang tegas dan kejam seperti sebelumnya.
[Memang begitulah sifat manusiawi itu. Bagaimanapun Master juga masihlah memiliki sifat seperti itu. Dan selama ini Master tidak pernah menampakkan hal tersebut.]
[Sampai akhirnya Master akan mengalami trauma paling berat setelah puluhan tahun terakhir tidak merasakannya. Tetap semangat dan Anda harus bisa mengendalikan perasaan itu.]
[Karena bagi seorang ranah Raja Dewa untuk naik ke Ranah Kaisar Dewa. Master harus terbebas dari semua perasaan macam ini. Agar tidak menyesal dan mengganggu kultivasi di masa depan.]
‘Aku tahu, sayangnya itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan Sistem. Tapi terima kasih karena kamu selalu ada setiap aku merasa seperti ini,’ batin Bai Chen dalam hati.
“Aku pergi dulu Liu Changhai, sampaikan salamku pada Liu Quon, jika nanti waktunya sudah tiba, aku akan mengirim pesan mengenai kapan aku menyerang Alam Kehidupan.”
*SPLASH!
Bai Chen menghilang begitu saja meninggalkan Liu Changhai yang masih sedikit merasa bersalah. Lalu tiba-tiba muncul Bai Shing dan Zhi Yang dengan derai air mata keluar dari mata masing-masing.
“Dia benar-benar anakku? Apa yang sudah aku lakukan selama ini sampai harus membuat anakku merasa seperti itu? Apakah kamu berdua memang tidak pantas menjadi orang tua?”
Zhi Yang bersimpuh di lantai, dia sudah mendengar semuanya dengan jelas. Hatinya semakin sakit, ketika Bai Chen mengatakan memiliki Keluarga Baru dan tidak menganggap Klan Bai sebagai keluarganya lagi.
__ADS_1
“Apakah kita sudah gagal menjadi seorang Orang Tua untuk anak kita satu-satunya? Apakah sebegitunya takdir mempermainkan kita?”