
Seketika wajah Fei Yuan memerah, memang selama beberapa hari terakhir mereka sering sekali untuk melakukan ritual suami-istri itu, tapi sejak kemarin Bai Chen ingin menggunakan hal itu sekalian untuk meningkatkan kultivasi mereka, akhirnya Bai Chen membeli sebuah set buku Kultivasi Ganda di Sistem.
"Aku mau, tapi apakah kita benar-benar harus melakukan posisi-posisi seperti itu sayang?" Fei Yuan masih sedikit ragu, karena dia tidak pernah melihat kultivasi ganda tapi memiliki posisi yang aneh dalam penerapannya, jika di dunia modern, posisi yang dimaksud sama seperti Kamasutr*.
"Iya, sesuai dengan buku itu, mungkin kita bisa meningkatkan kultivasi kita sampai beberapa ranah, karena kita baru saja menikah, jika beruntung kita berdua bisa menembus dua ranah besar" Bai Chen menjelaskan dengan serius, tapi dia juga penasaran kenapa harus melakukan posisi yang cukup menantang itu.
Tapi sebagai laki-laki yang normal, tentu saja dia juga menginginkan posisi seperti itu, selain akan mendapatkan sensasi hubungan se* baru, disaat yang sama mereka berdua akan mengalami peningkatan kultivasi, sangat menguntuntungkan sekali.
Karena Fei Yuan sudah memperbolehkan, Bai Chen kemudian langsung mendekati Fei Yuan dengan penuh gairah, Bai Chen memeluk tubuh Fei Yuan dari belakang, tangannya melingkar tepat di perut Fei Yuan, kemudian Bai Chen mulai mengendus dan mencium leher Fei Yuan bagian samping.
Tangan Bai Chen juga sudah mulai beraksi, tangan kanannya bergerak ke atas menyentuh dan memainkan buah surgawi milik Fei Yuan yang bagian kanan, dan tangan kirinya bergerak ke bawah memanjakan perahu tembem yang berada dibalik sebuah kain tipis yang lembut.
"Ah, sayang ini tidak adil, kenapa kamu begitu baik dalam menggunakan tangan dan mulutmu secara bersamaan, aku mulai kehilangan kendali atas diriku" Fei Yuan mendesah pasrah, dia juga baru menyadari bahwa Bai Chen sangat baik dalam melakukan hubungan se* ini.
Bai Chen tidak membalas perkataan Fei Yuan, dia tetap melanjutkan seperti itu dengan kedua tangannya bergantian untuk memanjakan setiap jengkal tubuh Fei Yuan. Fei Yuan sendiri tidak mau kalah dengan Bai Chen seperti beberapa hari terakhir, akhirnya dia memberanikan diri untuk memegang tongkat besar Bai Chen yang berada di belakang punggungnya.
__ADS_1
Dengan posisi seperti itu, Fei Yuan berhasil meraih tongkat besar itu dan langsung mulai memainkannya. "Sepertinya kamu sudah belajar sesuatu sayang, kamu sudah semakin mahir dalam menggunakan tanganmu untuk memanjakan tongkat besar milikku ini" Bai Chen memuji.
Setelah puas dengan posisi seperti itu, keduanya memutuskan untuk mengganti posisi, sekarang Bai Chen tidak lagi berada di belakang Fei Yuan, saat ini dia sudah melepaskan semua kain yang menutupi dirinya dan Fei Yuan, dan mulai memainkan kedua buah surgawi Fei Yuan sambil mulai memasukkan tongkat besarnya ke perahu tembem Fei Yuan.
Fei Yuan sama sekali tidak menolak hal itu, ketika Bai Chen masih asik memainkan kedua buah surgawinya, dia dengan cepat menggunakan tangannya menuntun tongkat besar Bai Chen memasuki perahu tembemnya dan tiba-tiba "Ah", kenikmatan dunia pun terjadi.
Mereka berdua terus melakukan ritual penuh cinta itu, dengan berbagai posisi yang sangat menggairahkan, mereka bergantian diatas dan dibawah, dengan berdiri, sambil menggendong Fei Yuan dll, suara ******* mereka sangat keras, untungnya Bai Chen sudah memasang alat peredam suara di kamar ini.
Bila dihitung mungkin sekarang mereka sudah memasuki ronde ke sepuluh, Fei Yuan sudah lemas, melihat itu Bai Chen akhirnya menghentikan ritual itu, dia merasa tidak adil jika yang merasakan enak hanya dia, malam ini adalah malam terpanas mereka selama beberapa hari terakhir.
Singkat cerita pagi pun tiba, Bai Chen dan Fei Yuan sudah bangun dari tidurnya, mereka kemudian mandi dan berniat untuk mengisi perut mereka di ruang makan penginapan, mereka membutuhkan nutrisi untuk kembali mengisi energi mereka yang sangat berkurang karena malam yang panas tadi.
Di ruang makan ternyata sudah banyak orang yang sedang makan juga, Bai Chen dan Fei Yuan dan langsung bergabung untuk makan, selesai makan mereka ngobrol santai dengan semua orang yang ada disana, hingga pembahasan mereka mengarah kepada kapan mereka akan berangkat ke Dunia Immortal.
"Kakak Chen, kapan kita akan pergi Dunia Immortal? Sekarang Asosiasi Alkemis sudah stabil dan memiliki banyak ahli, sudah tidak membutuhkan perlindungan atau pelatihan kita lagi, mereka semua sudah mampu untuk berdiri sendiri" Bai Feng bertanya kepada Bai Chen.
__ADS_1
"Kita akan beristirahat satu sampai dua minggu lagi, selama itu juga kita akan berpamitan kepada semua kenalan kita di Asosiasi Alkemis ini, karena jarak perbatasan Benua Utara dan Benua Tengah tidak terlalu jauh jadi kalian tenang saja, mungkin kita hanya akan membutuhkan satu hari penuh perjalanan menggunakan pedang terbang ku" Bai Chen.
"Baiklah kalau begitu saudara Bai Chen, kalau begitu kami semua akan tetap menjalankan rutinitas seperti biasa dan berlatih di Dunia Jiwa" semua orang berpendapat sama, terlebih lagi setelah mereka kemarin pernah mencoba masuk ke Menara Kultivasi Tubuh dan Jiwa, mereka semua menjadi sangat tertantang.
"Baiklah, silahkan saja untuk latihan, kita akan berangkat dua minggu lagi, jadi persiapkan diri kalian dengan baik, jangan lupa untuk istirahat juga, kalian mengerti? Oh iya, bagi yang bisa melewati sepuluh lantai yang ada di Menara Tubuh atau Jiwa, akan aku beri hadiah khusus" Bai Chen menasehati dan memotivasi semua orang.
"Kami mengerti tuan muda" mereka semua menjadi bersemangat.
Dan begitulah mereka semua melewati dua minggu yang sangat damai tanpa beban sama sekali, mereka semua juga sudah diwakili Bai Chen untuk berpamitan dengan Liu Yifei dan petinggi Asosiasi yang lain.
Tentu saja semua petinggi itu keberatan, tapi mau bagaimana lagi, mereka semua sudah terlalu merepotkan Bai Chen dan para saudaranya, jadi mereka tidak berhak untuk menolak kepergian Bai Chen, hari keberangkatan menuju perbatasan Benua Utara dan Benua Tengah pun tiba.
Semua orang sudah berkumpul di depan Penginapan dengan membawa bekal secukupnya, "Tuan Muda Bai Chen, kami akan selalu menyambut anda dan semua saudara anda, mohon maaf kami selama ini selalu merepotkan" Liu Yifei mewakili yang lain.
"Tenang saja, aku dan saudaraku akan berkunjung jika ada kesempatan di masa depan nanti. Karena semua orang sudah siap silahkan naik Pedang yang ada di depan kalian masing-masing kita akan langsung berangkat ke Perbatasan" Bai Chen.
__ADS_1
"Baik tuan muda" mereka menjawab serentak sambil mulai menaiki pedang terbang yang ada di depan masing-masing orang.