SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 62 - Gelombang Monster II


__ADS_3

“Tuan, maafkan saya karena belum bisa menemui anda” Jenderal Tertinggi itu meminta maaf.


“Jenderal…” kedua penjaga yang menghadang Bai Chen dan kelompoknya sedikit takut jika Bai Chen menceritakan perlakuan mereka yang telah menghadangnya dengan sombong tadi.


“Apakah para penjaga ini sudah bersikap tidak sopan terhadap anda tuan ?” Jenderal Tertinggi melirik para penjaga itu.


“Biarlah, wajar mereka seperti itu, sekarang bagaimana dengan keputusanmu mengenai Gelombang Monster Kedua ini, pak tua ?” Bai Chen langsung titik pembicaraaan.


“Bagaimana jika tuan ikut dalam rapat darurat ini ?” Jenderal Tertinggi menawarkan.


“Apakah tidak masalah ?” Bai Chen bertanya.


“Tidak masalah tuan, saya yang akan bertanggung jawab” Jenderal Tertinggi menjawab dengan yakin.


Bai Chen mengangguk dan kemudian masuk ke dalam tenda tempat para Jenderal dan Kapten sedang mengadakan rapat darurat.


Tatapan semua orang sangat tidak bersahabat, bagaimanapun Bai Chen sudah sering sekali menghadapi kondisi seperti, jadi dia tidak terlalu mempermasalahkan, tapi seperti Dejavu, yang marah malah bawahannya.


Sekarang yang marah adalah Bai Feng, setelah Bai Chen dipersilahkan duduk disebuah kursi dan kelompoknya berdiri di belakang kursi tersebut. Ada salah satu Jenderal mengarahkan hawa membunuhnya kepada Bai Chen.


Bai Chen tenang saja dan sama sekali tidak tertekan, tapi Bai Feng yang melihat Bai Chen diperlakukan seperti itu panas, apalagi Bai Chen berniat untuk menolong.


Bai Feng langsung menggunakan hawa membunuhnya juga kepada salah satu Jenderal itu. Jenderal yang tidak siap menahan hawa membunuh seorang Half-God langsung pingsan seketika.


*Glek


Semua orang yang menelan ludah melihat salah satu Jenderal mereka pingsan hanya karena salah satu bawahan dari Bai Chen.


'Untung perempuan itu masih menahan hawa membunuh hanya sampai membuat dia pingsan, jika dia mau seharusnya Jenderal itu bisa mati seketika' batin semua orang yang memiliki ranah Half-Saint.


‘Pantas saja Jenderal Tertinggi sangat menghormati pemuda itu, bawahannya saja sekuat ini, bagaimana dengan dia?’ batin semua orang yang memiliki ranah Half-Saint lagi.


“Maafkan bawahanku ya, memang hal yang tidak diperlukan seperti ini sering terjadi dalam beberapa pertemuanku dengan orang - orang penting seperti kalian” Bai Chen menyeringai karena sudah paham tabiat dari orang - orang yang memiliki kedudukan.


“Tidak masalah tuan, para penjaga tolong bawa Jenderal Hong Shui untuk beristirahat di tenda sebelah” Jenderal Tertinggi segera memberi perintah.

__ADS_1


Para penjaga segera melaksanakan perintah Jenderal Tertinggi itu. Suasana disini pun sedikit tegang, tapi Jenderal Tertinggi langsung mencairkan suasana.


“Ekhem, baiklah karena tamu istimewa kita sudah datang, bagaimana jika kita langsung melanjutkan pembahasan yang tadi” Jenderal Tertinggi.


Suasana kemudian langsung mencair dan pembahasan itu berjalan lancar dengan usul dari Bai Chen.


Dalam rapat darurat kali ini, mereka semua sepakat bahwa mereka akan membagi diri menjadi dua tim, tim yang pertama berguna untuk menahan para monster, sedangkan tim kedua berguna untuk mengevakuasi.


“Tim pertama berlaku untuk semua orang dengan kultivasi dengan ranah Jalan Kesengsaraan, Jalan Surgawi, Nirwana dan Half-Saint, sedangkan sisanya silahkan mengungsi” Jenderal Tertinggi langsung memberikan perintah.


“Bai Don dan Bai Cheng kalian akan melindungi Tim Kedua, jadi kalian bertugas memastikan bahwa semua orang harus terevakuasi dengan aman, sedangkan kami bertiga akan menghancurkan para monster itu” Bai Chen memberikan perintah kepada kelompoknya.


“Baik tuan muda” mereka berdua menjawab serentak.


Mereka semua langsung terbagi menjadi kelompok besar, Tim Kedua langsung mengevakuasi warga kota dan Tim Pertama langsung menuju ke samping Kota Elang Hitam untuk menyambut Gelombang Monster Kedua.


“Baiklah kalian semua, ingat rencana kita tadi, aku dan dua orang bawahan ku akan menggunakan skill area yang akan menghancurkan dan melemahkan gerombolan monster semut merah itu” Bai Chen.


“Setelah itu kalian langsung gunakan semua kekuatan kalian untuk menghabisi sisanya, mengerti ?” Bai Chen memberi instruksi kepada semua orang, karena Jenderal Tertinggi sudah memberikan hak kepemimpinan penuh kepada Bai Chen dan kelompoknya.


Semua orang tentu tidak ada yang berani membantah Bai Chen lagi, karena takut akan kemarahan para bawahannya yang mengerikan.


Kemudian Bai Chen seperti teringat sesuatu.


“Oh iya paman Jenderal Tertinggi, ngomong - ngomong aku belum tahu namamu ?” Bai Chen bertanya.


“Nama saya Hong Gon tuan” Jenderal Tertinggi menjawab dengan senyuman.


“Baiklah paman Hong Gon, panggil aku Bai Chen, atau terserah kalian mau memanggilku apa” Bai Chen.


Bai Chen sudah tidak memanggil Pak Tua ke Hong Gon karena dia sedikit merasa bersalah, Hong Gon ini sangat tahu cara menghormati orang sampai membuat orang itu sungkan sendiri.


Salah satunya adalah begitu hormatnya kepada Bai Chen, mau tidak mau, Bai Chen terpaksa memanggil Jenderal Tertinggi itu dengan sebutan paman.


“Oke mari kita fokus, paman dan bawahan terkuat paman ikut di belakangku, sedangkan yang lainnya, ikuti Bai Long dan Bai Feng” Bai Chen memberi perintah lagi dengan tegas.

__ADS_1


“Siap tuan” mereka serentak.


Para Jenderal yang biasanya memerintah, sekarang malah dengan sukarela mau diperintah oleh pemuda yang berumur kurang dari 20 tahun. Tapi mereka semua bisa melihat sosok pemimpin dari Bai Chen.


Mereka semua menempati titik yang disepakati, dari kejauhan sudah mulai terlihat Monster Semut merah berukuran sebesar pohon kelapa. Para monster itu berhamburan keluar dari kedalaman hutan.


“Oke semuanya bersiap bertempur, tapi agak menjauhlah dariku dulu” Bai Chen.


“Baiklah Pedang Pelahap Semesta, bukankah kemarin kamu belum puas untuk membantai serangga - serangga itu ? Sekarang saatnya kita menghancurkan mereka sampai tidak tersisa” Bai Chen kemudian mengaktifkan Skill Aktif : Unlimited Blades (Surgawi).


Seketika Pedang Pelahap Semesta berubah menjadi dua juta pedang terbang yang mengelilingi Bai Chen, kemudian bilah pedang itu mengarah ke monster yang berjumlah jutaan di hadapan mereka.


“Bai Feng, Bai Long, dalam hitungan ketiga kita akan menyerang semua monster itu” Bai Chen menggunakan telepatinya.


“3”


“2”


“1”


“Majulah Pedang Pelahap Semesta Bentuk Pertama …” dua juta pedang itu langsung mengincar monster Semut Merah itu.


*Slash


Banyak monster yang langsung mati seketika tanpa perlawanan yang berarti.


*Slash


Monster yang lolos dari tebasan pertama Bai Chen, langsung menggunakan pertahanan terbaik mereka menyambut serangan pedang kedua, tapi karena yang mereka lawan adalah Pedang Pelahap Semesta, pertahanan itu sia - sia dan langsung tertebas dengan rapi.


*Slash


Dua juta monster Semut Merah langsung terbunuh seketika dengan gabungan Pedang Pelahap Semesta Bentuk Pertama dan Skill Aktif : Unlimited Blades.


[Selamat Master telah membunuh 2 juta monster berbagai ranah, mendapatkan 2,56 miliar PP & 256 juta PS]

__ADS_1


*Boom


Disisi lain, Bai Long menggunakan kemampuan turunan dari Stigmata, dia menggunakan Beta Stigma yang bisa menghentikan selama satu detik, dan dalam waktu detik itu Bai Long menebas 500 ribu monster berbagai ranah.


__ADS_2