
Pembesaran Raksasa tersebut membuat dunia kecil ini tidak bisa mengimbanginya dan terjadi ketidakstabilan, yang akhirnya membuat dunia kecil ini hancur dan mereka semua dipaksa keluar kembali ke ruangan di bawah istana.
Dan karena Raksasa setinggi 100 meter tersebut, istana yang berada diatasnya menjadi hancur berkeping-keping terhantam oleh raksasa pelangi itu.
Bai Chen melindungi semua bawahannya dengan menggunakan jurus God Sphere dengan jangkauan lebih dari lima kilometer.
Untung saja dia masih sempat untuk mengaktifkan jurusnya, jika terlambat sedikit saja mungkin mereka semua akan terkena distorsi dao ruang dari dunia kecil yang sudah hancur lebur.
Untuk Bai Long dan Tiga Pencakar mungkin bisa keluar dari situasi mematikan tersebut, tapi tidak dengan bawahan lainnya, akhirnya Bai Chen memutuskan untuk langsung menggunakan jurusnya tersebut dalam skala luas untuk menyelamatkan semua orang.
“De… Dewa Pelangi!” Anming berseru, dia masih teringat dengan jelas wajah orang cabul yang pernah membuatnya melakukan hal yang sangat menjijikan dulu, tidak mungkin dia tidak mengenali wajah raksasa tersebut.
“Apa maksudmu Anming?” Bai Chen bertanya sambil terus melindungi mereka semua dengan jurusnya.
“Wajah raksasa itu adalah wajah dari Dewa Pelangi sendiri tuan muda. Jika tidak salah, saya pernah mendengar mengenai Raksasa Pelangi ini, tapi kapan ya?” Anming sedang mengingat sesuatu hingga beberapa saat.
“Aku baru sadar bahwa senjata yang mereka pegang selama ini adalah raksasa pelangi, raksasa tersebut adalah salah satu senjata rahasia yang dimiliki oleh Alam Pelangi dulu." Jiang mengambil alih percakapan.
"Para raksasa pelangi merupakan salah satu senjata mematikan yang hanya bisa dikendalikan oleh orang-orang pilihan yang menggadaikan seluruh tubuh dan jiwanya kepada Dewa Pelangi!” Jiang menjelaskan kepada Bai Chen.
*DUAR!
Raksasa Pelangi sudah mulai menyerang Bai Chen dan semuanya dengan cara memukul God Sphere hingga sedikit terpental menjauh dan menyebabkan suara ledakan yang cukup keras.
“Sudahi dulu penjelasanmu Jiang, langsung saja kepada kelemahan Raksasa itu, apakah mereka memiliki kelemahan di beberapa titik bagian tubuhnya itu?” Bai Chen sedang menahan pukulan dari Raksasa Pelangi dengan God Sphere, sekali lagi God Sphere sedikit terdorong.
“Maafkan saya tuan muda, kami bertiga belum pernah melihat benda ini aktif dan sangat agresif seperti ini, kami hanya pernah melihat sekilas dan mendengar beberapa informasi serta kabar burung mengenai raksasa ini.” Jiang minta maaf karena tidak tahu mengenai kelemahan Raksasa Pelangi.
'Sistem apakah kamu bisa menganalisis kelemahan raksasa pelangi itu?'
[Tentu saja, tapi ada biayanya master, karena senjata musuh ini bukan merupakan benda dari dunia ini dan lagi job penempa anda masih belum begitu tinggi, jadi memerlukan tambahan informasi dan tambahan biaya.]
__ADS_1
[Apakah anda masih ingin menganalisisnya dengan biaya 100 ribu PS serta dalam waktu 5 menit?]
'Tidak masalah, yang terpenting sekarang bisa menemukan titik kelemahannya, aku percayakan semuanya padamu sistem!' Fang Chen memberi perintah kepada sistemnya.
“Kalau begitu tidak ada pilihan lain, kita harus mengalahkan Raksasa Pelangi itu, tapi untuk melawan raksasa itu kali ini, aku membutuhkan Bai Long dan Tiga Pencakar!”
“Untuk yang lainnya aku mengharapkan kalian segera memperingatkan pasukan kita yang sedang menuju kesini, jangan biarkan mereka mendekat!”
“Dan kalian semua wajib mengevakuasi semua orang keluar dari radius 100 kilometer, karena setelah ini akan terjadi pertarungan berskala besar, kalian sudah paham?” Bai Chen mengeluarkan sebuah perintah.
“Kami semua paham tuan muda!”
“Baik dalam hitungan ketiga aku akan menghilangkan dinding transparan ini, kalian semua segera melakukan tugas masing-masing, aku mulai…”
“3…”
“2…”
“1…”
Sedangkan bawahan Bai Chen yang lain, langsung menyebar ke segala arah menuju perbatasan ibukota untuk memperingatkan pasukan Dinasti Han mereka agar menjauh secepatnya.
“Sepertinya raksasa ini sedikit merepotkan ya!” Bai Chen sendiri bergerak mengikuti pergerakan Bai Long dan Tiga Pencakar, mereka berlima kini sudah berhadapan langsung dengan raksasa dalam posisi terbang.
"Pedang Pembantai Naga : Semburan Kegelapan!" Bai Long mengincar bagian pangkal kepala raksasa pelangi, dia menggunakan pedang kesayangannya dan dao kegelapan yang merupakan kombinasi terbaik miliknya.
*SLASH!
"Serangan seperti ini hanyalah remahan, kamu hanyalah seekor naga lem…ah…!"
"Serangan Tiga Senjata Pencakar : Formasi Pertama!" Serangan gabungan tiga pencakar berhasil merusak sebagian tubuh bagian kanan raksasa.
__ADS_1
*CRACK!
"Sialan, ternyata kalian bertiga lebih kuat dari naga hitam ini, kalau begitu, kami tidak akan bermain-main lagi!" Zhu Ting sebagai pengendali si raksasa pelangi berteriak keras, dia kemudian mengubah pola serangan raksasa pelangi.
"Giant Punch!" Sebuah serangan mendadak dari raksasa mengincar tubuh ketiga pencakar.
"Formasi kedua - Pertahanan!"
*DUAR!
Ketiga pencakar berhasil dipukul mundur sejauh beberapa meter.
"Boleh juga pukulan raksasa itu, meskipun tidak bisa membuat kita bertiga terkena serangan telak, tapi setidaknya dia mampu untuk memukul mundur kita!" Anming terlihat sangat bersemangat.
"Benar, kita sudah lama tidak bertarung lepas seperti ini, bagaimana jika raksasa pelangi kita jadikan sebagai samsak tinju, aku ingin menguji pukulan fisikku, apakah kalian berdua ikut?" Aiguo lebih semangat lagi dengan tanda senyumannya yang sangat lebar.
"Mari kita lakukan!" Jiang sudah mengangkat senjatanya.
Bai Chen juga sudah datang, dia memulai serangan dengan cara sederhana, menjatuhkan jutaan pedang terbang menuju ke tempat raksasa pelangi berdiri.
*JLEB! JLEB! JLEB!
"Hahaha… Seranganmu ini tidak akan berguna, karena pedang-pedang ini malah akan aku ubah sebagai energi tambahan yang bisa memperkuat raksasa pelangi ini!" Zhu Ting dan para orang suci tertawa bahagia.
Bai Chen dan keempat orang lainnya sedang merencanakan sesuatu, serangan pedang terbang hanyalah pengalihan fokus semata, padahal mereka memiliki rencana yang sangat hebat, akan tetapi harus mempersiapkan beberapa hal.
Sambil mempersiapkan itu semua, Bai Chen mencoba untuk memperlama serangannya, dia juga mencoba basa-basi dengan Zhu Ting dan para orang suci yang mengendalikan raksasa pelangi.
“Kalian semua hanyalah semut jika dibandingkan dengan Raksasa Pelangi ini, kalian tidak akan bisa mengalahkannya, lebih baik kalian menurut dan mati dengan cepat, daripada aku nanti membunuh kalian secara perlahan!” Zhu Ting yang merupakan pengendali raksasa itu sombong.
“Kamu masih sombong dengan posisi sekarang, bagaimana dengan kekalahanmu sebelumnya? Padahal aku hanya menggunakan salah satu jurusku saja, tubuhmu sudah hancur lebur seperti itu?” Bai Chen membalas kesombongan Zhu Ting.
__ADS_1
“Tapi, aku berhasil menguras setengah dari energi qi yang ada di dantianmu, setidaknya kamu tidak akan bisa menggunakan kemampuan itu lagi, jadi raksasa ini tidak akan bisa dikalahkan olehmu sekarang! Hahaha!” Zhu Ting kembali membalas.
Bai Chen hanya tersenyum ringan dengan kesombongan Zhu Ting ini, dia kemudian menunjukkan Teknik Budidaya tidak masuk akal miliknya, teknik yang bisa menyedot energi qi murni dari alam secara cepat.