
“Aku akan mengizinkan kalian semua menggunakan cara kalian masing-masing untuk membuat para bangsawan pemimpin provinsi itu mau menjadi bagian dari federasi dan aku mengundang mereka dalam waktu satu minggu dari sekarang.” Bai Chen.
“Undangan itu untuk tanda kerjasama kita semua, acara itu akan dilakukan di Istana Kekaisaran Benua Utara, kalian jangan lupa untuk sedikit mengancam mereka jika masih tetap keras kepala ingin merebut tahta kaisar ini.” Tegas Bai Chen.
“Baik Tuan Muda.” Serentak.
“Kalau begitu tunggu apalagi kalian semua akan berangkat sekarang juga, Perintah Dewa, masing-masing dari kalian akan mengikuti Long Cu dan Sheng Hui.” Perintah Bai Chen.
“Dan untuk yang lainnya akan mengikuti perintah Hong Zheng, Han Ci, Hang Tuah dan Hei Long, masing-masing dari kelompok kalian memiliki tugas untuk menaklukan 2 provinsi.” Bai Chen.
“Dan karena waktu tidak mengizinkan kalian untuk bersantai, maka aku ingin menerima laporan dari kalian secepat mungkin, apakah kalian semua mengerti?” Tanya Bai Chen.
“Kami semua mengerti tuan muda.” Serentak.
“Bagus, kalau begitu kalian bisa berangkat sekarang, aku akan menunggu seminggu dari sekarang disini.” Tegas Bai Chen, kemudian semua orang langsung bergerak menuju ke masing-masing provinsi yang telah ditugaskan.
Hingga hanya menyisakan Bai Chen, Fei Yuan dan Mei Jiao saja di Tenda Pertemuan ini, melihat Bai Chen yang terlihat cukup lelah, Fei Yuan kemudian mendekati suaminya itu.
“Sayang, kamu sudah berjuang keras selama beberapa hari terakhir, apakah kamu tidak menginginkan hadiah atau yang lainnya?” Goda Fei Yuan kepada Bai Chen.
“Oooh, ada apa ini, tidak biasanya kamu bertingkah manja seperti ini dan kenapa Mei Jiao malu-malu? Apa yang kalian berdua rencanakan kepadaku?” Tanya Bai Chen.
“Bagaimana jika masuk ke Dunia Jiwa terlebih dulu, kita akan membahas banyak hal disana, bagaimana sayang?” Tanya Fei Yuan.
“Sepertinya bukan ide yang bagus untuk sekarang sayang, jika aku masuk ke Dunia Jiwa, siapa yang akan memimpin disini?” Bai Chen menjawab.
“Bukankah masih ada Cahaya Dewa, suruh saja mereka semua keluar dan menjadi wakilmu disini, lagipula kamu juga sudah jarang menyapa keluarga dari para Bayangan Dewa, kamu tidak melupakan mereka bukan?” Selidik Fei Yuan.
__ADS_1
“Tentu saja tidak, kalau begitu baiklah, Cahaya Dewa kalian semua keluarlah dari Dunia Jiwa.” Perintah Bai Chen yang terdengar di langit-langit Dunia Jiwa miliknya.
Setelah Cahaya Dewa itu keluar dari Dunia Jiwa, Bai Chen langsung menjelaskan tugas mereka sebagai penggantinya beberapa waktu, karena dia ingin mengunjungi keluarga dari para saudaranya, Bayangan Dewa, yang ada di dalam Dunia Jiwanya.
“Aku percayakan yang disini padamu Lim Sa.” Ucap Bai Chen.
“Dengan senang hati tuan muda, anda bisa beristirahat, percayakan kepada kami semua.” Lim Sa, pemimpin Cahaya Dewa.
“Baiklah, sampai jumpa lagi.” Bai Chen, Fei Yuan dan Mei Jiao kemudian memasuki Dunia Jiwa milik Bai Chen.
Masih sama seperti yang dulu sangat padat dengan energi qi, berkultivasi disini akan meningkatkan kecepatan 1.000.000x lipat dari di dunia fana.
Dan alasan kenapa Bai Chen tidak membiarkan semua orang memasuki Dunia Jiwanya, karena dia tidak ingin orang yang belum bersumpah kepadanya tahu mengenai rahasinya ini.
Karena jika suatu saat nanti Bai Chen bertemu dengan musuh yang lumayan kuat, maka salah satu opsi untuk menyelamatkan diri adalah Dunia Jiwa ini, oleh karena itu yang mengetahui mengenai Dunia Jiwa ini hanya orang terdekatnya saja.
Bai Chen kemudian menggandeng tangan kedua perempuan yang sudah dan akan menjadi istrinya ini, kemudian mereka bertiga terbang hingga sampai di Bangunan Sekte dan masuk ke paviliun tempat para keluarga itu tinggal.
Merasakan aura orang yang mereka kenal, semua keluarga itu langsung keluar dari paviliun dan menyambut Bai Chen, “Selamat datang tuan muda, kami semua menyambut anda.” Ucap Mereka serentak.
“Lama tidak berjumpa, maafkan aku karena sudah lama tidak melihat kalian semua.” Bai Chen melepaskan tangannya dari dua perempuan yang mengikutinya itu dan langsung menghampiri beberapa anak kecil yang sejak tadi memandangnya.
“Sudah lama ya aku tidak kesini, bagaimana kabar kalian bocah-bocah kecil.” Bai Chen langsung menggendong anak-anak itu di pundak dan tangannya, yang tidak kebagian hanya menggandeng baju milik Bai Chen.
Inilah sisi lain Bai Chen, dia sangat menyayangi anak-anak, para keluarga Bayangan Dewa itu juga tidak keberatan sama sekali, apalagi anak-anak itu menganggap Bai Chen sebagai kakak terbaik yang pernah ada.
Karena Bai Chen sangat senang memberikan mereka hadiah, sering bercerita, sampai pernah menemani mereka tidur dan mandi di danau, oleh karena itu jika ada Bai Chen mereka semua akan selalu menempel padanya.
__ADS_1
“Adik Mei Jiao, lihatlah calon suamimu itu, jika melihat kekejamannya dan ketegasannya ketika memimpin Pasukan Aliansi, pasti banyak orang yang tidak mengira dia sangat senang bermain dengan anak-anak kecil seperti mereka.” Fei Yuan.
“Bahkan aku juga pernah cemburu karena seringkali dia tidak pulang ke paviliun utama menemuiku dan sebagai gantinya malah kesini, bermain dengan anak-anak itu.” Fei Yuan tersenyum mengingat kecemburuannya itu.
“Benar Kak Fei Yuan, Kakak Chen benar-benar menyayangi anak kecil.” Mei Jiao menanggapi dengan tenang dan wajah yang manis sekali.
“Oh, kamu malah membelanya.” Fei Yuan memasang wajah marah.
“Tapi karena kamu sangat manis, aku akan memaafkanmu kali ini.” Fei Yuan mencubit kedua pipi milik Mei Jiao.
“Kwakwak, inwi swakwit, bwiswakah kwakak hentikan.” Pinta Mei Jiao karena kesakitan pipinya dicubit oleh Fei Yuan.
“Eh, maaf maaf, salahkan dirimu sendiri karena kamu yang begitu manis dik Mei Jiao.” Balas Fei Yuan.
Suasana menjadi sangat damai, mereka bertiga menghabiskan waktu sampai malam hari di paviliun keluarga bayangan dewa itu, kemudian mereka bertiga pamit untuk istirahat.
Mereka bertiga bergandengan tangan lagi sampai masuk ke Paviliun Utama, mereka bertiga langsung masuk ke kamar untuk membicarakan hadiah malam ini.
“Kita sudah berada di kamar, bukankah aku sudah boleh tahu hadiah apa yang akan kalian berikan kepadaku?” Bai Chen bertanya dengan penuh harap.
“Sebelum kami memberikan hadiahnya, lebih baik kamu mandi terlebih dulu sayang, agar terlihat lebih segar.” Pinta Fei Yuan dan diberi jempol saja oleh Mei Jiao tanda setuju.
“Baiklah, awas saja jika kalian hanya mempermainkanku, aku akan menghukum kalian berdua dengan keras.” Bai Chen menuju kamar mandi dengan senyuman yang mengerikan.
“Adik aku akan memberimu peringatan, jangan sampai membuat suami memiliki wajah seperti itu, jika tidak maka kita berdua akan berada dalam masalah yang sangat berbahaya.” Fei Yuan mengingatkan.
“Masalah berbahaya, tidak mungkin kakak chen akan memperlakukan kita seperti itu bukan?” Tanya Mei Jiao polos.
__ADS_1
"Bukan seperti itu yang aku maksud" Fei Yuan.