SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 197 - Quest Selesai


__ADS_3

[Side Quest 'Kebenaran Dunia']


[Bantulah 4 Ras Penjaga Arah Mata Angin]


[Bantulah meningkatkan kekuatan 4 Ras Penjaga Arah Mata Angin, tapi Master tidak boleh bergerak secara langsung untuk memerangi musuh]


[Hadiah : 1 Fragmen Kebenaran Dunia & Hati Cahaya]


[Waktu : 5 Tahun]


[Hukuman : Kehilangan Teknik Budidaya]


[Quest dinyatakan selesai, semua hadiah sudah dimasukkan ke dalam INVENTORY]


‘Akhirnya selesai juga,’ gumam Bai Chen lega.


Hal inilah yang menjadikan alasan Bai Chen menyuruh semua orang untuk melakukan semua rencana itu dengan uang kas mereka sendiri.


Karena salah satu syarat penyelesaiannya adalah tidak boleh bergerak atau membantu secara langsung.


‘Sekarang aku baru bisa menggunakan uangku yang ada di Sistem untuk membantu mereka,’ pikir Bai Chen.


‘Untung saja kemarin aku mendapatkan tambahan PS dari peperangan yang terjadi, mungkin 10 miliar dari 100 miliar PS ku akan aku gunakan untuk membangun Dinasti ini,’ gumam Bai Chen.


“Baiklah bendahara, kamu sekarang ke ruanganku, aku akan memecahkan masalah keuangan ini,” perintah Bai Chen sambil berjalan ke arah ruangannya.


“Baik Pemimpin Tertinggi,” ucap Bendahara dengan wajah yang masih tidak bisa mempercayai perkataan Bai Chen, tapi dia dengan terpaksa mengikutinya dari belakang.


Ruang Pemimpin Tertinggi.


“Jadi, sekarang keluarkan semua uneg-uneg mu, aku akan mendengarkan semua ocehanmu mengenai keuangan untuk melaksanakan semua rencana yang aku sebutkan tadi,” ucap enteng Bai Chen.


“Baiklah jika anda mengizinkan saya, tuan hanya untuk membangun ulang semua bangunan yang tidak layak pakai saja harus menggunakan seperlima uang kas dinasti tuan,” keluh Bendahara.


“Ditambah lagi dengan pembangunan beberapa menara seperti yang anda sebutkan, pasti itu juga membutuhkan biaya besar, belum lagi dengan pembelian array nya, itu adalah barang mahal,” sambung Bendahara.

__ADS_1


“Perekrutan pasukan memang tidak terlalu memakan biaya mahal karena memang sudah dilakukan setiap tahun, tapi jika menambah kuotanya maka uang kas yang digunakan untuk menggaji mereka akan ludes dengan cepat,” sambung Bendahara.


Bendahara itu terus saja mengeluh mengenai semua masalah keuangan, sedangkan Bai Chen mendengarkan itu tanpa beban sama sekali.


“Sudah? Apakah semua masalah keuangan itu sudah kamu sebutkan semua? Kalau begitu jika dengan asumsi aku menginginkan semua selesai dalam waktu 1 bulan, kamu membutuhkan berapa banyak biaya tambahan?” Bai Chen langsung ke poin pentingnya.


“Eh, kalau begitu setidaknya kita membutuhkan sekitar 50 miliar Batu Kristal tuan untuk menyelesaikan semuanya dalam satu bulan ini,” jawab Bendahara.


“Jika ditambahkan dengan kenaikan gaji para petinggi yang aku tugaskan tadi sebagai penanggungjawab, ditambah lagi optimalisasi pasar dan pertambangan, membutuhkan berapa lagi?” Bai Chen bertanya.


Bendahara itu terlihat seperti berhitung sangat keras, kemudian dia memberikan secarik kertas hitungannya kepada Bai Chen.


“Di dalam kertas itu menunjukkan bahwa jika beberapa hal yang baru saja anda sebutkan, membutuhkan tambahan dana sebanyak 30 miliar Batu Kristal,” jelas Bendahara.


“Baik satu lagi, berapa banyak biaya yang dibutuhkan Dinasti ini agar memiliki aliran kas yang kuat, harus ada berapa Batu Kristal di dalam kas, agar keuangan Dinasti ini setidaknya stabil dalam waktu 10 tahun?” Bai Chen bertanya.


“Mungkin menurut catatan yang pernah saya tulis waktu itu, setidaknya harus ada uang dingin di kas sekitar 100 miliar Batu Kristal tuan,” jawab Bendahara.


Bai Chen hanya mengangguk, dia kemudian terdiam beberapa saat, ‘Sistem tolong ubah 50 miliar PS menjadi Batu Kristal!’


[Penukaran Setara]


Bai Chen tersenyum dalam lamunannya, setelah itu dia langsung memberikan sebuah cincin penyimpanan kepada Bendahara.


“Bendahara, silahkan dilihat, apakah semua uang ini cukup untuk menjadikan Dinasti ini sesuai dengan rencanaku tadi?” Bai Chen bertanya sambil memberikan sebuah cincin penyimpanan.


Bendahara itu menerima cincin penyimpanan itu dan berharap bahwa semua perkataan Bai Chen itu menjadi kenyataan.


Tapi, alangkah terkejutnya Bendahara itu ketika melihat di dalam cincin penyimpanan itu ada sekitar 300 miliar Batu Kristal.


“Tuan… 300… 300 miliar?” Bendahara kali ini kesulitan untuk berbicara.


“Yah, kamu bisa menggunakan semuanya, aku percayakan padamu masalah keuangan Dinasti ini, kamu juga harus meningkatkan gajimu sendiri dan semua gaji petinggi yang bertanggung jawab sebanyak 10 kali lipat dalam satu bulan ini,” imbuh Bai Chen.


“Aku juga meminta beberapa pertambangan yang memiliki lokasi yang membahayakan dan jarang digunakan atau bahkan mungkin sudah terbengkalai, kamu beli sekalian, beli atas dengan atas namaku,” perintah Bai Chen.

__ADS_1


“Apakah kamu bisa?” Bai Chen bertanya.


“Percayakan kepada saya tuan, saya akan membuat semua rencana anda berjalan lancar tanpa hambatan,” jawab Bendahara dengan semangat tinggi.


“Baiklah, kalau begitu, apakah kamu membutuhkan yang lainnya?” Bai Chen.


“Tidak tuan, eh, Pemimpin Tertinggi, saya izin untuk kembali ke ruangan saya, sepertinya mereka semua sudah mengirimkan proposal untuk membangus semua fasilitas yang anda rencanakan itu.


Mulai detik ini Bendahara yang awalnya kurang menghormati Bai Chen karena dia hanya mengakui Bai Feng sebagai Pemimpin sejati, berubah secara drastis.


Karena dengan semua uang yang diberikan oleh Bai Chen, Dinasti Han ini bisa stabil dalam hal keuangan selama 10 tahun lebih.


Sebagai Bendahara kestabilan keuangan adalah impiannya, apalagi semua gaji para petinggi dinaikkan menjadi 10 kali lipat, itu tidak pernah terjadi dalam 100 tahun terakhir.


“Silahkan,” singkat Bai Chen.


Bendahara itu keluar dari ruangan itu dan langsung mengurus semua proposal yang sudah ada di ruangannya.


Sedangkan Bai Chen masih bersantai di ruangannya dengan Bai Feng yang dari tadi mengikutinya.


“Sayang… kenapa kamu begitu cantik,” senyum Bai Chen.


“Uh, Kakak Chen bodoh…” Bai Feng.


“Jangan panggil aku kakak lagi, bukankah kamu sudah berjanji?” Bai Chen memotong perkataan Bai Feng.


“Eh, maksudku Suami Bodoh, memangnya kamu tidak pernah menyadari selama ini bahwa aku memang cantik seperti ini?” Bai Feng menyombongkan diri.


“Heee kalau begitu…” Bai Chen kemudian berdiri dari bangkunya dan mendekati pintu ruangan itu, dengan gerakan cepat dia mengunci pintu itu dan memasang peredam suara.


“A…apa yang akan kamu lakukan suami?” Bai Feng gugup.


“Hehe, aku ingin menikmatimu sendirian, tidak bersama yang lainnya, mumpung Fei Yuan dan Mei Jiao sudah kembali untuk latihan di Dunia Jiwa, jadi kita harus memanfaatkan waktu berdua sebaik-baiknya bukan?” Bai Chen.


“Eh…” Bai Feng hanya bisa tersenyum, dia harus mengakui bahwa suaminya ini sangat kuat dalam permainan panas seperti ini.

__ADS_1


Padahal tadi malam saja Bai Chen sudah melibas tubuh suci Bai Feng, tidak cukup sampai disitu Bai Chen juga bermain dengan kedua istrinya yang lain.


‘Suamiku ini sungguh kuat, padahal tadi malam dia sudah kelelahan seperti itu, sekarang dia malah mengajak aku melakukan itu lagi, haish…’ Bai Feng masih tenggelam dalam pikirannya.


__ADS_2