
Para undead dipimpin oleh setiap kapten prajurit dari anggota Klan Tong, mereka dari tadi terus menekan pasukan aliansi, tapi sejak para petinggi memasuki medan, semuanya kembali seimbang bahkan cenderung berubah.
Sepuluh Perintah Dewa sedang berhadapan dengan 10 Jenderal yang ada di bawah para tetua, keduanya memiliki kultivasi yang hampir sama.
Empat Bayangan Dewa bersama dengan Jenderal Hong Gon, Jenderal Sheng Hui, Jenderal Long Cu, Jenderal Tan Da, Fei Yuan dan Mei Jiao melawan sepuluh tetua dari Klan Tong.
Anming, Aiguo dan Jiang melawan Tetua Penasehat dan kedua muridnya, yang sama-sama mengabdi ke Klan Tong.
Bai Chen sendiri sudah bisa ditebak melawan Tong Kang sendirian, mereka berdua sama-sama pengguna pedang, mereka berdua memiliki kultivasi yang terpaut beda jauh, tapi karena tubuh spesial Bai Chen, bisa dikatakan kultivasi keduanya cukup seimbang.
Mereka berdua juga memiliki jurus jarak jauh dan jarak pendek, jadi duel ini dilihat oleh mata telanjang orang normal, niscaya mata orang itu tidak akan bisa mengikuti.
Karena keduanya melesat dengan kecepatan sangat tinggi, mereka berdua saling beradu pedang dan menekan menggunakan kultivasi sampai-sampai area atau udara sekitar mereka terpengaruh.
“Hahaha, ternyata Dunia Fana ini tidak mengecewakan sama sekali, tidak seperti yang aku bayangkan, aku tidak menyangka ada orang di dunia ini bisa menandingiku, sebuah kejutan yang menarik.” Ucap Tong Kang sambil terus menebaskan pedangnya ke arah Bai Chen.
“Trang.”
“Bukankah perkataanmu hanya omong kosong, apakah semua orang dari Alam Dewa sana sangat sombong dan tidak tahu tingginya langit sepertimu, sepertinya kalian saja yang sangat lemah sampai bisa ditandingi oleh makhluk yang kalian sebut hina ini.” Sindir Bai Chen dengan masih terus beradu pedang dengan Tong Kang.
“Mulutmu kasar juga kawan, tapi kamu tidak akan bisa mengalahkanku, yang memiliki kultivasi jauh di atasmu, hahaha.” Tawa keras Tong Kang.
“Jika itu orang lain mungkin perkataanmu ada benarnya juga, tapi yang sedang kamu lawan ini adalah Bai Chen, bukan sembarang orang, jadi sudahi bacotmu, mari kita baku hantam sampai salah satu diantara kita ada yang kalah.” Tawar Bai Chen.
“Aku suka semangatmu, hahaha.” Tawa Tong Kang lagi.
Bai Chen kemudian menggunakan jurus andalannya, “Pedang Pelahap Semesta, Jurus Unlimited Blades, buat 10 Pedang Terbang.” Seketika pedang pelahap semesta membelah menjadi 10 pedang.
“Hooooooo, mau main dengan banyak pedang ya, akan aku layani.” Tong Kang kemudian mengangkat 10 jari tangannya, kemudian 10 undead yang ada di bawahnya ikut terangkat dan kemudian menyatu dengan pedang darahnya.
__ADS_1
“Wahai pedangku, buat sepuluh pedang dengan menggunakan pengorbanan dara dan raga undead ini.” Ujar Tong Kang.
Keduanya saling menggerakkan tangannya agar sepuluh pedang itu menyerang target masing-masing.
“Trang.”
“Sepertinya aku harus menggunakan Skill Pasif untuk meredam serangan dari mereka, aku akan sedikit nekat untuk langsung menusuk tubuh bagian depannya dengan membiarkan pertahananku seakan-akan mengendur.” Gumam Bai Chen pada diri sendiri.
“Skill Pasif : Auto-Defend aktif.” Bai Chen. Seketika ada selaput tipis dan transparan yang melindungi tubuhnya, selaput ini juga menyatu dengan bentuk tubuhnya, yang membuat skill itu istimewa.
Bai Chen langsung berinisiatif untuk melakukan gaya berpedang terbuka, dengan terus mendekatkan diri kepada Tong Kang.
Tong Kang yang cukup mahir menggunakan pedang belum merasakan ada yang aneh dengan taktik Bai Chen, jadi dia mengikuti gaya berpedang terbuka milik Bai Chen.
Hal ini mengakibatkan mereka semakin leluasa berpedang kesana kemari, kerap kali mereka juga tidak sengaja masuk ke area pertempuran orang lain, tapi kemudian kembali lagi saling beradu pedang.
Sampai akhirnya Bai Chen mencoba untuk membuka area perutnya dan pedangnya mengincar ulu hati Tong Kang.
Tapi Tong Kang agar tidak menyadari bahwa yang menjadi incaran Bai Chen adalah posisinya sekarang yang bisa ditusuk dari bawah.
Ketika pedang Tong Kang menyentuh tubuh Bai Chen, pedang itu malah seperti tertahan oleh sesuatu, kemudian Bai Chen memanfaatkan hal ini dengan menusuk area ulu hati Tong Kang.
Ternyata Reflek Tong Kang cukup cepat, dia sempat menghindari area vitalnya itu tertebas, dia juga menggunakan tangan kirinya untuk menahan pedang Bai Chen.
Yang tidak Tong Kang tahu adalah Pedang yang dimiliki Bai Chen adalah Pedang Pelahap Semesta, dewa sekalipun tidak berani macam-macam apalagi sampai menahannya dengan tangan kosong.
Bai Chen yang melihat kebodohan Tong Kang semakin menguatkan aliran energi qi nya, memang akhirnya bukan ulu hati Tong Kang yang terkena pedang itu.
Tapi sekarang tangan kiri Tong Kang tidak memiliki jari-jari lagi akibat menahan pedang pelahap semesta dengan tangan kosong.
__ADS_1
“Argh.”
“Sialan jariku terpotong, sekarang sudah tidak ada lagi main-main, Pedang Darah, aku korbankan darahku yang mengalir ini untuk meningkatkan kekuatanmu, Tebasan Ombak Darah.” Tong Kang yang marah langsung menyerang Bai Chen dengan terus menerus dan membabi buta.
“Boooooom.”
Bai Chen juga tidak meremehkan musuhnya kali ini, dia akhirnya merasakan perasaan sakit di sekujur tubuhnya diakibatkan hempasan serangan Tong Barusan membuatnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke tanah dengan sangat keras.
Bai Chen bangkit dari tempatnya terjatuh barusan kemudian terbang lagi ke arah Tong Kang dan menguatkan pegangan pedangnya untuk menahan serangan lanjutan dari Tong Kang.
“Buuuuuuuuk.”
Bai Chen juga memanfaatkan kesempatan ini untuk serangan balik, dia kali ini menggunakan tinju tangan kirinya yang sedang bebas untuk menghantam wajah Tong Kang hingga dia terbang semakin tinggi keatas.
Pertarungan keduanya masih cukup seimbang sampai dengan beberapa waktu kedepan.
Di sisi lain, para pasukan undead yang dimiliki oleh musuh sangat sulit dikalahkan oleh pasukan aliansi, bagi yang memiliki elemen api mungkin bukan hal yang sulit.
Tapi bagi yang tidak memiliki, ini masalah cukup serius, akhirnya salah seorang pasukan mengingat perkataan Bai Chen tadi malam.
“Teman-teman semua, mari kita gunakan serangan gabungan, meskipun para undead ini sangat kuat dan sangat sulit untuk mati jika tidak melenyapkan setiap bagian tubuhnya, tapi kita bisa memanfaatkan kerjasama kita.” Ucap orang itu.
“Benar, kenapa kita bisa lupa. Kalau begitu bagaimana jika memulainya sekarang, semoga formasi dan combo serangan kita bisa berpengaruh kepada para undead ini.” Ucap temannya.
“Ide yang bagus.” Ucap orang itu.
Akhirnya dipandu oleh beberapa orang itu, kemudian pasukan aliansi yang berada di sekitar kedua orang itu langsung membentuk kelompok yang berisi 5 orang yang memiliki elemen non api.
“Formasi Tinju 5 Elemen, musnahkan undead menjijikan itu sampai jadi debu, hyaaaaaaaaah.” Setiap dari kelompok itu sudah mengarahkan tinju yang dilapisi berbagai elemen itu menuju undead itu dan benar saja.
__ADS_1
“Booooooooom.” Ledakan keras terdengar dari area itu.