
Semua orang terkejut dengan keputusan Bai Chen, mereka mengira setelah mendengar pengorbanan yang memilukan dari ketua pengejar itu, Bai Chen akan memberi keringanan atau bahkan menjadikan mereka menjadi pasukannya.
“Tetua satu, jangan pikirkan kami, anda pergilah sejauh mungkin, kami semua akan menahan rombongan pemuda itu, kami semua tidak ingin anda yang sudah kami anggap sebagai ayah sendiri mati karena ketidakmampuan kami” para pengejar itu langsung membentuk formasi untuk melindungi orang yang mereka sebut Tetua satu itu.
“Kalian semua tidak mengerti anak-anakku, orang yang kalian hadapi ini sungguh sangat kuat, bahkan satu dari mereka saja bisa membuat kita jatuh tersungkur seperti tadi, jika mereka ingin membunuh kita semua, mereka hanya butuh satu jurus saja” Tetua Satu itu pasrah.
“Kalau begitu kami semua akan berjuang, setidaknya kita akan mati bersama tetua, kami tidak ingin menjadi orang yang tidak berbakti, karena mengorbankan penyelamat kami daripada nyawa kami sendiri, kami dulu sudah bersumpah akan selalu setia kepada anda” salah satu pengejar itu keras kepala.
Suasana semakin memanas, kini rombongan Bai Chen sudah mengeluarkan tekanan kultivasinya hingga membuat udara untuk bernafas terasa berat, kelompok pengejar itu sudah tidak mungkin bisa memang.
Jangankan untuk menyerang balik, para pengejar itu sekarang tidak bisa bergerak sama sekali karena tekanan rombongan Bai Chen, tapi mereka masih berusaha untuk melindungi Tetua Satu itu, mereka semua berusaha menjadi tameng untuk Tetua Satu itu.
"Tu..tuan saya mohon tolong bunuh saja saya, tapi jangan membunuh mereka, saya mohon" Tetua Satu itu berbicara sambil terbata-bata karena dia sambil menahan tekanan yang ada, melihat para bawahannya yang sebentar lagi akan pingsan, dia hanya bisa pasrah, semoga pemuda di depannya itu mendengarkan permintaannya.
"Aku bisa saja tidak membunuh kalian semua, tapi apa yang akan kalian tawarkan sebagai gantinya?" Bai Chen bertanya masih dengan nada mengintimidasi, para pengejar itu langsung mengeluarkan semua harta benda mereka, lebih baik kehilangan harta daripada kehilangan nyawa, terutama nyawa Tetua Satu itu.
__ADS_1
Kemudian banyak harta yang mereka keluarkan dari cincin penyimpanan masing-masing, tapi suasana yang awalnya mencekam malah dipenuhi oleh gelak tawa, "Hahaha, harta seperti ini ingin kalian berikan kepada saudara Chen, apakah memang perlu?" Bai Don tertawa, beberapa orang bayangan dewa juga tertawa.
Tekanan yang dikeluarkan rombongan Bai Chen pun hilang ketika Bai Chen mengeluarkan kata-katanya, "Aku tadi hanya mengetes kalian saja, ternyata rasa setia kalian tidak mengecewakan sama sekali, untuk harta ini silahkan kalian ambil lagi, aku tidak butuh" Bai Chen mengibaskan tangannya untuk menghilangkan tekanan.
"Untung saja kamu tadi hanya mengetes mereka saja, aku tadi sedikit terkejut ketika kamu malah ingin dia bunuh diri" Fei Yuan menggunakan telepati untuk berbicara dengan Bai Chen. "Apakah suamimu ini terlihat seperti orang yang tidak punya hati?" Bai Chen membalas telepati itu. "Sedikit, seperti waktu di kasur, kamu begitu kasar dan panas" Fei Yuan mencoba mencairkan suasana.
Bai Chen terdiam dengan jawaban Fei Yuan, dia tidak menyangka bahwa urusan ranjang akan dibahas ketika menghadapi permasalahan seperti ini, "Hmmm, sepertinya kamu sudah kangen tongkat besarku ya sayang, sudah pandai untuk menggoda ya kamu sekarang" Bai Chen menatap Fei Yuan dengan tatapan penuh arti.
Fei Yuan merasa bahwa dia mengeluarkan kata-kata yang salah, "Sial, sepertinya suamiku akan menghukumku nanti, kedepannya aku akan menjaga kata-kataku, kalau tidak maka aku akan kelelahan setiap hari" dia sedikit takut dan mengalihkan pandangannya ke gadis cantik yang diselamatkan Bai Chen tadi, dia tidak ingin memandang Bai Chen.
Bai Chen hanya tersenyum kemudian mengeluarkan salah satu hasil tempaan nya selama beberapa bulan terakhir, "Perhatikanlah Tombak ini, bisakah kamu menyamakannya dengan harta benda yang kalian keluarkan tadi?" Bai Chen menambahkan sebuah Cambuk dan Sebotol Giok yang berisi 10 Pil Tingkat Roh.
"Mus...mustahil, bagaimana bisa anda mengeluarkan berbagai harta seperti itu disini, cepat simpan kembali atau nanti akan ada yang merampok" salah satu pengejar itu berbicara dengan spontan, hal ini malah membuatnya ingin secepatnya merekrut para pengejar ini.
"Baiklah, jangan kamu pikirkan itu, sekarang aku akan memberikan pilihan, kalian semua akan aku bunuh atau kalian semua menjadi pengikut sekaligus pasukan baruku, silahkan pilih, aku beri waktu kalian berpikir 1 menit" Bai Chen kemudian mendekati para pengejar itu.
__ADS_1
Satu menit berlalu, setelah para pengejar itu berdiskusi, akhirnya mereka memutuskan untuk menyetujui menjadi pasukan Bai Chen, mereka berpikir bahwa menjadi sebuah pasukan seorang sekuat ini juga tidak rugi, ditambah lagi sepertinya mereka juga orang yang baik.
"Baiklah jika kalian sudah memutuskan, gunakan Sumpah Langit dengan taruhan nyawa kalian, bersumpahlah untuk tidak pernah mengkhianatiku, keluargaku ataupun para saudaraku" Bai Chen memberi perintah dengan tegas.
Mereka semua akhirnya bersumpah menggunakan Sumpah Langit, kemudian mereka semua resmi menjadi bagian dari rombongan Bai Chen, "Mulai saat ini nama pasukan kalian adalah Cahaya Dewa, kalian akan berada di bawah bimbingan mereka semua" Bai Chen menunjuk para Bayangan Dewa.
Para pengejar yang berjumlah 60 orang itu kemudian memperkenalkan diri masing-masing kepada seluruh rombongan Bai Chen, yang sepertinya sedikit keberatan dengan keputusan Bai Chen menjadikan para pengejar itu pasukan adalah Gadis Cantik yang ditolong Bai Chen dari para pengejar ini.
Bai Chen menyadari hal itu, tapi dia tidak terlalu memperdulikannya, karena dia beranggapan bahwa dia harus mendengarkan permasalahan yang ada di Sekte Matahari Tenggelam ini dari kedua sisi, dia membuat keputusan seperti itu setelah melihat kesetiaan para pengejar itu.
"Lim Sa, mulai sekarang kamu adalah pimpinan dari pasukan baru ini, ingat nama pasukan ini adalah Cahaya Dewa, kalian semua akan dilatih oleh Bayangan Dewa di ruangan khusus, tapi sebelum itu aku ingin mematahkan kutukan yang ada di tubuh kalian semua, kesinilah" Bai Chen memberi perintah.
"Bagaimana anda mengetahui bahwa dalam tubuh kami ada kutukan tuan muda? Sepertinya kami belum menceritakannya sama sekali?" Lim Sa yang disebut oleh para pengejar tadi Tetua Satu tadi, sekarang bertanya dengan sopan kepada Bai Chen, karena mengetahui tentang kutukan itu.
"Kalian tidak perlu memikirkan hal sepele seperti itu, aku akan menghilangkan kutukan itu tapi aku juga akan memasang segel budak, agar kalian semua benar-benar tidak akan mengkhianatiku" Bai Chen berbicara dengan sangat santai, sedangkan para Cahaya Dewa terkejut bukan main.
__ADS_1