SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 47 - Raja Kota Baru


__ADS_3

Semua keluarga besar seperti Keluarga Lu dan Keluarga We yang sangat berambisi untuk menjadi Raja Kota pun sirna setelah perkataan yang akan dilontarkan oleh Patriark Ni.


Bukan tidak mungkin mereka tetap memaksakan untuk mencalonkan diri, tapi semua orang yang ada disini pasti akan memilih Sheng Hoe.


Berbeda dengan rombongan Bai Chen yang tidak menginginkan posisi itu, mereka berlima sangat tenang dan menikmati hidangan pembuka yang ada di meja mereka.


Acara dilanjutkan dengan beberapa pertunjukkan dan kemudian para pelayan juga membawa banyak makanan yang merupakan hidangan utama menuju meja para tamu undangan.


Acara selanjutnya adalah prosesi pertunangan, Sheng Hoe dan Ni Lam kemudian naik ke panggung dan mengucap janji pertunangan dan disaksikan oleh semua tamu undangan.


Acara puncak sekaligus terakhir, yaitu pemilihan Raja Kota baru yang akan memimpin Kota Monster Giok kedepannya pun dimulai.


"Silahkan apakah ada yang ingin mencalonkan diri ?" pemandu acara bertanya untuk menarik fokus para tamu undangan.


Mereka semua diam, karena tidak ada satupun yang ingin mendahului tuan muda Sheng Hoe.


Sheng Hoe sendiri setelah melihat Bai Chen hadir, juga tidak enak untuk mendahuluinya, bagaimanapun Bai Chen adalah dermawan terbesar keluarganya sekarang, karena berkat Pil yang dia berikan, banyak anggota keluarga di pusat menerobos tahap Half-Saint.


Tapi Sheng Hoe disadarkan oleh telepati Bai Chen, "Sudahlah acara ini tidak akan berakhir, kecuali kamu yang menjadi Raja Kota baru. Dan kamu berhutang penjelasan, bagaimana ini semua tiba - tiba terjadi" telepati Bai Chen.


Setelah memandang Bai Chen cukup lama dari kejauhan, Sheng Hoe langsung mencalonkan dirinya sebagai Raja Kota baru. Dan akan membentuk kembali Keluarga Sheng di Kota Monster Giok ini.


Semua orang bersukacita atas pencalonan itu, memang jika melihat latar belakang Sheng Hoe, semua orang tidak akan berani menantangnya. Tapi disisi lain, Sheng Hoe juga terkenal dengan tuan muda yang adil, tegas, bisa dipercaya.


Akhirnya setelah beberapa menit, tidak ada yang mencalonkan diri, mereka semua sepakat, Sheng Hoe akan menjadi Raja Kota baru kedepannya.


Sheng Hoe kemudian memberikan sambutan ringan karena telah terpilih menjadi Raja Kota baru dan menyatakan bahwa "Mulai hari ini, hilangkan semua perbedaan yang ada serta aku gaungkan mulai detik ini juga Kota Monster Giok akan terus bersatu" Sheng Hoe dengan berapi - api.


*Hidup Raja Kota


*Hidup Raja…


*Hidup…


Semua orang antusias meneriaki Sheng Hoe.


Acara hari ini pun ditutup dengan pengumuman bahwa acara pernikahan Sheng Hoe dan Ni Lam dilaksanakan tiga bulan lagi. Serta mengundang semua lapisan masyarakat.


Semua orang berangsur - angsur pergi, kecuali rombongan Bai Chen, ada seorang pelayan yang mengatakan bahwa rombongan mereka diundang untuk masuk ke dalam Aula Utama.


"Baiklah, kamu tuntun jalannya" Bai Chen mulai berjalan mengikuti pelayan itu, dan juga diikuti oleh, Hei Long, Hang Tuah, Hong Zheng dan Han Ci.


Setelah sampai di dalam aula, banyak orang langsung menatap rombongan Bai Chen tersebut, suasana menjadi sedikit hening.

__ADS_1


"Halo, dimanakah Sheng Hoe dan paman Ni Shen ?" Bai Chen bertanya untuk mencairkan suasana yang sedikit kaku.


Tapi reaksi para pengawal Sheng Hoe yang sudah di ranah Half-Saint itu berbeda, memang wajar mereka marah, bagaimana seorang pemuda di depannya ini menyebut nama tuan muda mereka dengan nama langsung. Bukankah itu tidak sopan.


"Hai anak muda, kenapa kamu tidak menghormati tuan muda Sheng Hoe ?" pengawal itu bertanya.


"Eh, memangnya tidak boleh ya langsung memanggil namanya ?" Bai Chen.


"Dasar, bocah sialan, kami hanya bisa menghukum mu karena tidak sopan terhadap tuan muda kami" pengawal mengarahkan hawa membunuhnya kepada Bai Chen.


"Hei… beraninya kamu mengarahkan hawa membunuh hinamu itu kepada tuan mudaku ha ?" Han Ci yang pertama kali marah dan langsung mengeluarkan hawa membunuh serta tekanan kultivainya.


"Ha… Half-Saint Tier 7 ? Kenapa bisa ada ahli sekuat ini disini ?" pengawal itu bertanya.


Hei Long, Hong Zheng dan Hang Tuah tidak ikut campur, kalau tidak maka kediaman ini akan ikut hancur ketika mereka mengeluarkan hawa membunuh dan tekanan kultivasi mereka.


"Kenapa ? Mana kesombongan kalian tadi ha ?" Han Ci berkata pada 10 orang tahap Half-Saint Tier 1 sampai 3 di depannya itu.


"Bukankah tadi kalian begitu sombong ? Jika waktu masuk kediaman ini, tuan muda tidak mengingatkanku jika kalian berpotensi bukan musuh, mungkin aku sudah membunuh kalian semua" Han Ci memprovokasi mereka bersepuluh.


"Maafkan kami tuan, kami hanya tidak ingin ada yang menjelekkan nama tuan kami, sekali lagi maafkan kami tuan" mereka bersepuluh berkata seperti sambil bertahan agar tidak jatuh tersungkur dengan tekanan yang dikeluarkan oleh Han Ci.


"Sheng Hoe, bukankah aku merasa dimanfaatkan disini, jika kamu tidak keluar mungkin para pengawalmu ini akan benar - benar mati loh ?" Bai Chen memandang sebuah dinding, yang ternyata memiliki mekanisme tersembunyi di sampingnya itu.


"Maafkan saya tuan Bai Chen, saya tidak bermaksud begitu, saya sudah bilang ke mereka bahwa diatas langit masih ada langit, tapi mereka semua tidak menggubris hal itu karena belum menemukan lawan yang bisa mengalahkan mereka" Sheng Hoe.


"Sekali lagi saya minta maaf dan terimakasih telah menyadarkan mereka tuan Bai Chen" Sheng Hoe.


"Baiklah, Han Ci lepaskan tekananmu itu, beberapa menit lagi mereka akan meninggal jika kamu teruskan" Bai Chen memberi perintah.


"Baik tuan muda" Han Ci melepaskan tekanan dan hawa membunuhnya.


Semua orang yang ada di ruangan ini menjadi bisa bernafas lega lagi, karena ketegangan tadi membuat mereka seperti menahan nafas.


"Aku tertarik dengan cerita kalian berdua bisa tiba - tiba bertunangan" Bai Chen.


"Cukup panjang ceritanya tuan Bai Chen, bagaimana kalau kita masuk dulu ke ruangan ini untuk mengobrol, bukan begitu paman Ni Shen" Sheng Hoe.


"Benar apa yang dikatakan keponakan, mari tuan muda Bai Chen" Ni Shen.


Semua pengawal itu kaget melihat pemandangan yang terjadi di depan mereka, semua orang menghormati pemuda Bai Chen itu.


Berbeda dengan pengawal itu, para tetua Keluarga Ni sangat tahu siapa Bai Chen, karena terus berulang kali diingatkan oleh Patriark Ni Shen untuk tidak menyinggungnya atau akan menimbulkan musnahnya keluarga Ni.

__ADS_1


Bai Chen beserta rombongan, Sheng Hoe, Ni Lam dan Ni Shen, memasuki ruangan tersebut.


Disana sudah ada sedikit camilan, kursi yang nyaman dan meja kecil.


"Saya akan menceritakannya tuan Bai Chen bagaimana bisa saya tiba - tiba ingin menikah dengan adik Ni Lam" Sheng Hoe.


"Cerita bermula ketika … " Sheng Hoe.


"..."


"..."


"..."


"Itulah kenapa saya ingin menikah dengan adik Ni Lam" Sheng Hoe.


"Jadi, Keluarga Sheng pusat sudah mulai diwaspadai oleh Kekaisaran, karena peningkatan kekuatan yang sangat cepat berpotensi untuk mengkudeta keluarga kekaisaran, disisi lain ternyata kamu jatuh cinta pada Ni Lam waktu kamu mengunjungi Keluarga Ni bersama pak tua penyidik itu" Bai Chen.


"Yah, itu urusan kalian sajalah, aku tidak ingin ikut campur" Bai Chen.


"Gadis Ni Lam, sepertinya kamu sudah menjadi agak pendiam ya, baguslah kalau begitu, tidak mudah lo meluluhkan hati tuan muda Sheng Hoe ini" Bai Chen menggoda Ni Lam.


"Oh iya ngomong - ngomong, berarti kamu sudah tahu mengenai Paman Ni dan Ni Lam ?" Bai Chen bertanya kepada Sheng Hoe.


"Sudah tuan" Sheng Hoe.


"Terus bagaimana reaksi keluargamu ?" Bai Chen sedikit penasaran.


"Tidak masalah tuan, Paman Ni Shen ternyata adalah sahabat lama ayah, faktor itu juga kenapa ayah saya merestui jika saya ingin menikah dengan Ni Lam" Sheng Hoe.


"Saya juga akan menjaga Ni Lam dengan segenap hati dan kekuatan saya, saya tidak akan membiarkan calon istri saya menjadi seperti yang dipikirkan oleh para ba..ngan kekaisaran itu" Sheng Hoe.


"Baguslah kalau begitu, ini ada sedikit hadiah dariku untuk pertunangan kalian, tingkatkan kekuatan kalian lagi, sampai benar - benar kekaisaran tidak akan berani mencelakai istrimu itu" Bai Chen mengeluarkan 5.000 botol giok.


"Didalamnya sama seperti sebelumnya, tapi semuanya sudah aku tingkatkan menjadi tingkat bumi, aku tidak punya hadiah lain, hehe" Bai Chen dengan tawa kakunya.


"Terimakasih banyak tuan Bai Chen, ini bahkan 3 kali lebih banyak dari yang anda berikan beberapa minggu lalu ditambah lagi semuanya berada di tingkat bumi" Sheng Hoe.


"Saya mewakili keluarga Sheng dan Ni, jika tuan muda Bai Chen membutuhkan bantuan apapun itu, selama kami mampu, kami akan melakukan permintaan tersebut" Sheng Hoe dengan nada serius.


"Santai saja, kalau tidak ada urusan apa - apa lagi, aku akan pulang dulu, jika kamu butuh bantuan tentang pengembangan kota atau pendanaan, cari saja aku di penginapan Bayangan Dewa" Bai Chen.


"Baik tuan, sekali lagi terimakasih banyak" Sheng Hoe dan Ni Shen serentak.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku pamit dulu" Bai Chen dan rombongan kemudian kembali ke penginapan dan beristirahat.


__ADS_2