SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 349 - Menerima Warisan Dewa Darah.


__ADS_3

“Selamat atas kekuatan baru Anda, Yang Mulia Kaisar!” Zhao Kaibo yang kebetulan gilirannya berjaga langsung memberikan salam pada kaisarnya itu.


Bai Chen menoleh dan tersadar dari perkataannya tadi, lalu dia mengarahkan pandangannya ke seluruh ruangan dan mencari lainnya.


Setelah memastikan mereka semua baru saja menyelesaikan pelatihan dan langsung menuju ke arahnya, dia turun dari posisi kepompong sebelumnya.


“Terima kasih, Zhao Kaibo. Kamu juga sepertinya mengalami peningkatan kekuatan yang sangat banyak? Apakah sumber daya yang aku berikan sudah habis?” tanya Bai Chen mencairkan suasana sambil menunggu yang lainnya datang.


“Masih tersisa banyak, Yang Mulia.”


Keduanya mengobrol santai sampai akhirnya yang lainnya datang, mereka datang karena merasakan hawa keberadaan Bai Chen semakin menguat.


“Kalian semua sudah datang, kalau begitu aku akan menjelaskan mengenai apa yang akan kita lakukan setelah ini. Sebelum itu sudah berapa lama kita disini?” tanya Bai Chen.


“Sekitar 1 tahun lebih beberapa hari Tuan muda,” jawab Bai Long.


“Sudah lebih dari setahun ya … baiklah sudah waktunya kita untuk membuka Pasak Alam Iblis! Kita akan membuat Alam Iblis ini kembali ke tempat aslinya!” seru Bai Chen.


“Maksudnya bagaimana, Kaisar?”


“Entah kebetulan yang bagaimana, karena kunci atau pasak yang digunakan untuk membuka Alam Iblis adalah di 7 Iblis Primordial dan 7 Malaikat Agung.”


“Jadi target kita selanjutnya adalah mengalahkan 7 Malaikat Agung dan mengubah esensi tubuh mereka menjadi sebuah ‘Pasak’ yang akan digunakan oleh 7 Iblis Primordial di beberapa titik utama Alam Iblis.”


Bai Chen menjelaskan semuanya panjang lebar, dia juga membuat beberapa kebohongan agar penjelasannya tidak melebar kemana-mana.


Hal ini disarankan sistem, karena jika bawahannya tahu musuh utama mereka adalah Kaisar Dewa 12 Bintang dengan pasukannya yang sangat kuat, maka bisa saja bawahannya akan pesimis.


“Baik, Yang Mulia! Kami semua sudah paham, kalau memang begitu satu-satunya cara, maka kita akan mengirim pasukan untuk memburu 7 Malaikat Agung yang sekarang masih dalam proses pengejaran 7 Iblis Primordial itu,” ucap 3 Leluhur Pencakar.


“Tidak perlu leluhur, karena kita sendiri yang akan mencari mereka dan membantu secara langsung. Karena semakin cepat semakin baik, bukankah begitu prinsip kita selama ini?” ucap Bai Chen.

__ADS_1


“Kami semua mendengarkan Anda.” Lalu semua orang menuju ke atas makam yang sangat dalam itu, melewati padang pasir sebelumnya untuk bisa kembali ke gerbang makam kuno.


Tepat ketika mereka berhasil sampai gerbang makam, seluruh Area Makam Kuno Dewa Darah itu hancur lebur dan berubah menjadi reruntuhan biasa.


Peristiwa itu menandakan bahwa ekspedisi Bai Chen dan lainnya berhasil, mereka semua menerima hadiah atau harta yang paling penting dari makam itu.


Sesampainya di gerbang, Bai Chen dan lainnya disambut oleh seluruh pasukan kekaisaran yang masih dengan setia menunggu disana, mereka lalu diarahkan menuju Tenda Utama.


“Selamat datang, Yang Mulia Kaisar! Selamat atas keberhasilan Anda menaklukkan makam kuno tersebut, tapi maafkan saya karena harus memberikan beberapa laporan mendesak,” ucap Seorang Jenderal.


Bai Chen mengerutkan dahinya setelah mendengar perkataan jenderal itu, lalu dia menyuruh sang jenderal untuk melaporkan apa yang sebenarnya terjadi selama setahun terakhir.


“4 Penjaga Kaisar, Tuan Hei Long, Tuan Hang Tuah, Tuan Hong Zheng dan Tuan Han Chi, memberikan perintah pada kami untuk memberikan ini pada Anda,” ucap Jenderal itu sambil memberikan surat.


Bai Chen membuka dan membacanya.


***


Maafkan kami Yang Mulia karena tidak bisa melakukan amanah Anda untuk menjaga kekaisaran iblis, karena kami semua diserang oleh para pasukan malaikat yang dibawa 7 Malaikat Agung.


Kami bisa mengalahkan mereka jika mau, sayangnya mereka menggunakan cara licik dimana menyandera rakyat kita dengan menanam Array Pemusnah Massal di beberapa pemukiman padat.


Awalnya kami tidak percaya, namun musuh malah mengaktifkan salah satu Array Pemusnah Massal dan menghancurkan serta membunuh iblis yang ada di Wilayah Raja Iblis Lu Jidu.


Dan setelah kami cari tahu lebih dalam, daya ledakan array itu bisa menjangkau hampir dua sampai tiga wilayah seorang raja iblis jika dalam posisi terkuatnya.


Oleh karena itu, kami tidak bisa bertindak gegabah dan tertangkap sebagai tawanan perang oleh musuh, sebagai gantinya mereka tidak akan meledakkan array pemusnah massal lagi, tapi tidak ada yang tahu.


Alhasil, sebagai penyeimbang 7 Malaikat Agung, 7 Raja Iblis kita yang terus memburu mereka berbeda pemahaman dengan kita dan terus memburu mereka tidak peduli apapun.


Kami juga tahu bahwa apa yang mereka lakukan atas perintah Anda Yang Mulia. Oleh karena itu, kami berempat tidak ada yang melarangnya.

__ADS_1


Dan sebagai akhir dari surat ini, seluruh wilayah Alam Iblis sudah jatuh ke dalam peperangan yang besar dan penuh konspirasi musuh dan jumlah serta kekuatan musuh sedikit diatas jumlah dan kualitas pasukan kita.


Jika sudah membaca surat ini, maka itu artinya Anda sudah keluar dari Makam Kuno Dewa Darah dengan kekuatan baru, saya sangat berhasil Anda mengambil alih Alam Iblis dari pasukan malaikat itu.


Salam dari 4 Penjaga Kaisar.


***


Bai Chen meremas surat itu dan wajahnya memerah, dia menatap kepada jenderal itu.


“Jika keempat penjagaku sudah ditangkap oleh musuh, lalu kenapa kalian dan pasukan masih ada disini, apakah kalian tidak ingin menolong mereka?” tanya Bai Chen.


“Wilayah radius 1.000 km dari titik ini sudah menjadi benteng pertahanan terakhir dan tempat pengungsian seluruh rakyat agar tidak bisa terancam lagi oleh musuh,” jawab Sang Jenderal.


Bai Chen mengangguk paham, dia lalu menyebarkan kesadaran spiritualnya hingga menemukan 7 titik pertarungan yang sedang berlangsung.


Dan benar saja, dia juga melihat rombongan rakyat yang sedang mengungsi ke zona aman yang sudah ditetapkan, dia sedikit mengeluh dengan rakyat yang tidak memiliki kekuatan itu.


“Andai saja aku bukan seorang kaisar, maka aku tidak akan mempedulikan bagaimana nasib kalian semua dan langsung membunuh semua musuh-musuh itu!” batin Bai Chen.


“Tapi, aku ditugaskan untuk mengubah semuanya ke arah yang lebih baik, bukan hanya untuk diriku sendiri, namun untuk semua orang,” batin Bai Chen lagi.


Bai Chen kini memandang segala sesuatu dari dua sudut pandang atau lebih, untuk memberikan dirinya selalu ingat dan bijaksana dalam mengambil keputusan.


“Baiklah semuanya! Dengarkan perintahku, kita akan berperang sekali lagi dan mendukung 7 Raja Iblis! Kalian semua akan memimpin pasukan seperti pembagian waktu itu, mengerti!” tegas Bai Chen.


“Mengerti, Yang Mulia.” Orang-orang terdekat Bai Chen menjawab dengan lantang.


“Kalian akan menyerang dari depan, sedangkan aku akan menyerang dari belakang sekaligus menyelamatkan 4 Penjaga Kaisar! Bergerak!” perintah Bai Chen tegas.


Tidak ada waktu untuk beristirahat, semua orang sudah maju ke medan perang baru yang diciptakan oleh 7 Malaikat Agung dan seluruh pasukannya.

__ADS_1


__ADS_2