
“Sepertinya apa yang kamu katakan masuk akal Pemimpin Tertinggi, aku juga baru sadar bahwa korban dari pihak pasukan kita hanya sedikit, sepertinya mereka memang menyiapkan sesuatu.” Kaisar Sui Kong menanggapi kecurigaan Bai Chen.
“Kalau begitu kami berdua akan mengikuti pengaturanmu, kami akan berjuang dari balik lingkaran pertahanan ketiga musuh, kamu dan semua bawahan kuatmu harus segera menggagalkan rencana mereka.” Kaisar Song Gao setuju dengan pendapat tersebut.
“Baiklah…”
“Bai Long, Anming, Aiguo dan Jiang, mari kita menjemput Tiga Pasukan Dewa, kita akan membantu mereka untuk menjebol lingkaran ketiga ini dulu, kemudian kita akan langsung masuk ke wilayah istana!” Bai Chen memberikan perintah.
“Baik tuan muda!”
Bai Chen dan keempat orang tersebut langsung menuju ke Tiga Pasukan Dewa yang masih sibuk dengan urusan meriam.
Sesampainya disana, Bai Chen dan keempat orang tersebut langsung menyebar untuk membantu Tiga Pasukan Dewa, dalam waktu singkat semua meriam sudah hancur lebur.
Semuanya diakhiri dengan serangan Bai Chen.
“Pedang Pelahap Semesta : Tebasan Horizontal!”
“Gunakan Elemen Es Abadi untuk menguatkan!”
Bai Chen menarik pedangnya dari atas ke bawah hingga akhirnya menyebabkan sebuah siluet pedang yang sangat besar disertai dengan elemen es yang membuat suhu sekitar turun drastis.
*JGERR!
Tembok yang menjadi basis pertahanan lingkaran ketiga sudah dijebol sebesar 10 meter oleh serangan Bai Chen barusan, hal tersebut mempermudah seluruh pasukan dinasti untuk merangsek ke dalam ibukota.
“Dengarkan untuk semua pasukan Dinasti Han, kita akan menggunakan Strategi 3 Naga 1 Kepala!” Bai Chen memberikan instruksi untuk 15 juta pasukan dinasti Han.
Para Jenderal dan kapten dari Dinasti Han yang mendengar perintah tersebut langsung mencari kedua kaisar dari dinasti lain dan secara bertahap mendekat kepada mereka berdua.
__ADS_1
Setelah semuanya sudah sesuai dengan apa yang direncanakan, kini giliran Bai Chen dan para bawahan terkuatnya yang menerobos masuk ibukota dan langsung mengincar istana.
“Kalian semua ikuti aku!” Bai Chen memimpin pasukan di paling depan, bagi musuh yang tidak sengaja menghadang laju pasukan yang dipimpin Bai Chen ini, nasibnya sudah ditentukan saat itu juga, yaitu kematian.
Singkat cerita, Bai Chen dan semua pasukannya berhasil masuk ke wilayah istana, semua penjaga yang ada di istana sudah dibunuh oleh mereka semua, kini yang berada di hadapan mereka adalah para petinggi dan orang penting dunia immortal ini yang memihak kepada para orang suci termasuk Kaisar Ping Tao.
“Selamat datang Pemimpin Tertinggi Dinasti Han, Bai Chen!”
“Sesuai dengan perkiraan Para Orang Suci, kalianlah yang akan pertama kali sampai di istana ini, tapi melihat kekuatan kalian yang seperti itu, tidak heran juga.”
Kaisar Ping Tao atau sekarang lebih dikenal dengan Pemimpin Agama Ping Tao menyambut Bai Chen dengan wajah meremehkan, padahal dia dulunya sangat ketakutan jika Bai Chen meninggikan suaranya walaupun sedikit.
“Aku tidak menyangka, diantara para kaisar malah kamu yang membangkang, padahal aku sudah berburuk sangka kepada Kaisar Sui Kong karena dia yang paling mudah tertarik dengan harta dan dia juga memiliki kekuatan yang kuat.”
“Tapi, baguslah, setidaknya kamu hanyalah kroco yang hanya bisa mengandalkan para orang suci tidak jelas tersebut untuk kelangsungan hidupmu, apakah kamu sudah siap untuk bertarung?” Bai Chen bertanya sarkas.
“Apa yang kamu tahu, sekarang aku memiliki kekuatan yang melebihi dunia ini, aku sudah diberikan berkah oleh Dewa Pelangi melalui para orang suci, kamu tidak akan bisa mengalahkanku sekarang! Hahaha!” Ping Tao begitu sombong di hadapan Bai Chen.
*SLASH!
Tebasan vertikal yang bertujuan membelah tubuh Ping Tao bisa ditahan bisa ditahan dengan oleh siluet orang berjubah putih yang tiba-tiba saja muncul.
*TRANG!
“Sangat kuat, itu artinya aku tidak salah menghitung, kamu merupakan orang kuat yang aku rasakan, kenapa kamu malah mengikuti tuan muda lemah sepertinya, dia hanya memiliki kultivasi ranah Dewa Sejati, kenapa tidak bergabung dengan kami saja?” Zhu Ting berbicara sambil menahan tebasan pedang Bai Long.
Benturan pedang antara kedua orang tersebut menyebabkan gelombang kejut yang kuat hingga akhirnya kedua orang tersebut mundur bersamaan sejauh lima meter ke belakang.
“Hanya seorang Dewa Besi Tier 30 saja sudah sombong di hadapan tuan muda, kamu bodoh atau bagaimana ketua orang suci, bahkan jika mau, tuan mudaku lebih kuat daripada kita semua yang ada disini!” Bai Long membalas tawaran Zhu Ting.
__ADS_1
“Hahaha! Apakah kamu mengatakan sebuah lelucon? Bagaimana mungkin seorang Dewa Sejati bisa lebih kuat dari kita semua yang ada disini, hanya dengan aku saja mungkin dia sudah tidak berdaya!” Zhu Ting menunjukkan kesombongannya.
“Kalau begitu bagaimana kamu menjelaskan mengenai sikapmu waktu itu? Ketika kamu melarikan diri dengan para orang suci lainnya ketika melawanku dan 10 Raja Binatang Buas?” Bai Chen ikut memanaskan suasana.
“Waktu itu kami hanya menghindari rencana yang belum selesai saja, apakah kamu berpikir kami benar-benar kalah denganmu? Tidak semudah itu Pemimpin Tertinggi Dinasti Han!” Zhu Ting membalas perkataan Bai Chen.
“Boleh juga dengan kesombonganmu, setidaknya kamu bisalah menjadi lawan bertandingku yang cukup kuat, bagaimana jika kita segera memulai ronde kedua dari pertandingan kita?” Bai Chen menawarkan dengan sopan, dia sangat senang bahwa musuhnya kali ini cukup kuat untuk bisa menerima serangannya.
“Pedang Bintang : Pembentukan Dao Waktu!” Zhu Ting mengeluarkan serangannya.
‘Oh, ternyata dia pengguna Dao Waktu juga, sepertinya pertarunganku kali ini sedikit menarik!’ Bai Chen terlihat bersemangat.
“Dengarkan aku semua, aku akan mengurus Zhu Ting sendirian, kalian semua akan bertempur dengan semua bawahannya, Bai Long dan 3 Pencakar kalian masuklah ke dalam serang 9 orang suci lainnya! Lakukan!” Bai Chen memberikan perintah.
Bertepatan dengan itu Bai Chen juga memberikan serangan balasan kepada Zhu Ting.
“Pedang Bentuk 8 : Hukum!”
“Gabungkan dengan Dao Ruang!”
Bai Chen mengayunkan pedangnya tegak lurus dengan serangan Zhu Ting.
*DUAR!
Serangan kedua orang tersebut berbenturan dan menimbulkan suara sangat keras, akibat dari benturan serangan tersebut ada sebuah distorsi waktu yang membuat area sekitar mereka memiliki waktu yang tidak jelas, rumput yang masih hijau tiba-tiba menguning, pohon yang sudah besar kembali ke masa mudanya.
‘Untung saja aku tadi sempat melepaskan serangan pedangku beberapa detik sebelum mengenai semua bawahanku, jika terlambat sedikit saja pasti mereka semua akan memakan korban.’ Bai Chen bergumam.
“Bagus, bagus, bagus, kamu ternyata bukan hanya omong kosong saja!” Zhu Ting memuji Bai Chen.
__ADS_1
“Aku juga senang jika memiliki musuh sekuat dirimu, tapi bagaimana jika kita agak sedikit terbang ke atas, bukankah kamu tidak mau jika istanamu yang baru berdiri beberapa bulan ini akan hancur oleh serangan kita berdua?” Bai Chen menawarkan diri.
Keduanya sepakat dan meneruskan pertarungan di langit luas, serangan mereka berdua saling beradu serta menggunakan banyak variasi serangan hingga membuat distorsi dan celah waktu disetiap benturan yang dilakukan oleh keduanya.