
“Aku tidak bisa membantu lebih banyak lagi, sepertinya masih banyak cerita menyedihkan yang enggan diceritakan anak kalian itu padaku.”
“Memang bukan gayaku ikut campur dalam urusan keluarga lain, tapi aku akan menyarankan kalian berdua masuk dalam kehidupan Bai Chen secara perlahan.”
“Itu benar jika dia anak kalian, tapi kalian juga ingatlah, sampai di usia sekarang, dia bahkan tidak merasakan kebaikan dari orang tuanya sendiri, dia sangat asing akan hal itu.”
“Di kesempatan sebelumnya, dia juga sering sekali memuji beberapa bawahannya langsung, atau lebih tepatnya ‘Keluarga Baru’ yang dimaksudnya itu.”
“Dia sangat menghargai mereka semua, bahkan sampai-sampai pernah hampir mengorbankan diri untuk menyelamatkan salah satu dari mereka, hubungan yang sangat kuat.”
Liu Changhai menceritakan ulang apa yang didengarnya dari Liu Quon waktu itu dan percakapan ringannya dengan Bai Chen sebelum menjalankan misi menumpas pemberontak sebelumnya.
Kata-kata Liu Changhai begitu menusuk, tapi Bai Shing dan Zhi Yang sepenuhnya sadar bahwa suatu saat ketika mereka bertemu dengan anaknya, maka hal yang paling sulit adalah menjelaskan pada anaknya.
“Tenanglah Sayang, kita akan bisa meyakinkan putra kita, jangan pesimis terlebih dulu, kita akan menceritakan kejadian yang sesungguhnya, meskipun itu begitu pedih untuk diingat kembali.”
Bai Shing memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang, dia tidak tega melihat ibu yang selama ini tidak bisa melepaskan diri dari memikirkan anaknya, harus terpisah kembali ketika anaknya sudah di depan mata.
Sedangkan sebuah mata dengan sengaja merekam seluruh kejadian menyedihkan itu. "Maafkan aku Ayah … Ibu … karena belum bisa menerima kalian berdua sekarang."
Setelah mengatakan dengan lirih, dia segera bergegas pergi dari Alam Pedang. Dia mendapat banyak hal dalam perjalanan kali ini. Sampai dia sendiri lupa dengan tujuan awalnya.
Tujuan awal yang seharusnya menanyakan mengenai bagaimana cara menggabungkan dua alam secara langsung, malah berakhir dengan bertemu orang tua kandung.
***
Istana Kekaisaran Iblis Surgawi, Alam Iblis.
Bai Chen terlihat sedang berbicara dengan salah satu bawahannya. Dia menggunakan bayangan sebagai media komunikasi yang terjalin. Mereka sedang membicarakan Alam Kehidupan.
__ADS_1
"Kami baru sampai Alam Kehidupan Tuan Muda. Kami juga sudah mulai menyebarkan pasukan untuk menyelidiki mengenai tugas yang Anda berikan Tuan Muda," lapor Leluhur Jiang.
"Tolong percepat lagi Kakek Jiang! Aku mau dalam waktu satu minggu dari sekarang, kalian semua sudah menemukan semuanya, aku akan datang kesana," perintah Bai Chen.
"Akan segera kami lakukan Tuan Muda!" Leluhur Jiang menyanggupi permintaan Bai Chen. Dia sendiri akan bergerak setelah memberikan laporan ini. Dia akan mengerahkan semua pasukan yang dibawanya.
"Baiklah aku tunggu secepatnya!" Bai Chen menutup komunikasi dan masih duduk termenung di singgasananya yang begitu megah dan mewah. Sekarang dia memikirkan banyak hal dalam kepalanya.
***
Seminggu kemudian, Bai Chen sudah berada di Alam Kehidupan. Dia juga sudah mengabarkan pada Liu Changhai bahwa dirinya berada di Alam Kehidupan. Tak lama kemudian rombongan Liu Changhai datang.
Liu Changhai datang bersama dengan Liu Quon, Bai Shing, Zhi Yang dan beberapa pasukan terkuat yang dimilikinya. Hal ini sangat berlebihan hanya untuk melakukan misi penyelamatan seperti ini.
"Aku sangat menghargaimu Liu Changhai, bahkan kamu membawa 10 orang terkuat yang ada di alam pedang milikmu. Kamu sangat memandang tinggi diriku ini," senang Bai Chen atas ketulusan Liu Changhai.
"Lama tidak berjumpa Dewa Penguasa Alam Iblis. Maafkan saya seminggu yang lalu tidak bisa menemui Anda. Saya sedang menjalankan misi dari tuan saya," ucap Liu Quon yang ada di belakang Liu Changhai.
“Tuan Muda! Siapa mereka semua? Apakah mereka semua adalah teman baru Anda?” Leluhur Jiang bertanya dari arah samping Bai Chen. Dia datang bersama dengan petinggi kekaisaran iblis.
“Kenalkan, mereka semua adalah orang-orang dari Alam Pedang. Dan yang paling depan ini merupakan Dewa Penguasa Alam Pedang, jadi berilah hormat pada mereka semua,” ucap Bai Chen.
Leluhur Jiang dan Para Petinggi Kekaisaran Iblis lainnya langsung memberikan hormat bela diri. Lalu beberapa saat kemudian mereka mulai bertanya mengenai rencana Bai Chen.
“Intinya kalian semua akan menerobos masuk ke berbagai tempat ini dan aku memperbolehkan kalian semua untuk menggunakan kekuatan asli yang selama ini terpendam,” ucap Bai Chen.
“Sedangkan khusus aku, Liu Changhai, Liu Quon dan Kakek Jiang akan langsung menuju pusat titik ini, Kekaisaran Kehidupan Berlian.”
“Dimana kekaisaran ini merupakan salah satu kekaisaran terkuat yang ada di Alam ini! Jadi sebelum kita mulai, apakah ada yang kalian tanyakan?”
__ADS_1
Bai Chen mengedarkan pandangannya ke semua orang, dari kalangan bawahannya tidak ada keraguan. Sedangkan dari rombongan Liu Changhai ada dua orang yang tampak ragu.
“Bolehkan kami ikut menuju ke titik utama ini? Kami berdua sudah terbebas dari Kontrak Budak karena kekuatanmu tempo hari anak muda, kami pastikan tidak akan menjadi beban bagimu dan lainnya,” ucap Bai Shing sedikit memohon.
Bai Chen tidak menjawab secara langsung, dia memberikan mimik wajah bertanya pada Liu Changhai. Sayang, teman barunya itu tidak berkomentar apapun.
“Baiklah, kalian berdua boleh ikut! Tapi jangan menjadi beban untuk kami. Meskipun aku memang berniat menyelamatkan seluruh Klan Bai, tapi satu hal yang perlu kalian berdua ingat.”
“Aku menyelamatkan kalian semua demi untuk membuat pasukan kuat dalam kepemimpinanku. Disisi lain itu juga merupakan permintaan dari Kakek Bai Shi,” ucap Bai Chen membuat alasan.
“Kakek Bai Shi? Apakah kamu sudah bertemu dengannya? Bagaimana kabarnya sekarang, dia sebenarnya adalah pamanku, tapi aku sudah menganggapnya sebagai ayah angkat karena–”
“Aku tidak ingin mendengar ceritamu. Dan jangan lupakan bahwa kita tidak begitu akrab, satu-satunya orang yang aku anggap teman diantara kalian semua hanyalah Liu Changhai dan Liu Quon,” ketus Bai Chen membalikkan badan.
Bai Shing sakit hati mendengar putra kandungnya itu, namun apa daya, dia tidak bisa menyalahkannya. Dia sendiri mungkin terlalu cepat untuk mengakrabkan diri dengan anak kandungnya itu.
‘Sepertinya aku sudah tahu maksud dari tuan, disini sedang ada drama keluarga yang begitu menyentuh, sayangnya mereka berdua sama-sama belum bisa memahami satu sama lain,’ batin Liu Quon sambil menganggukkan kepala.
“Tanpa banyak tanya lagi, mari kita mulai rencana ini, kita akan bertemu lagi di tempat ini tepat 12 jam dari sekarang. Jangan buang waktu dan lakukan dengan cepat!” tegas Bai Chen pada semuanya.
“Baik Tuan Muda!”
“Baik Temanku!”
Setelah mengatakan itu, mereka semua bergerak ke arah masing-masing. Pintarnya musuh kali ini adalah membagi beberapa budak klan bai itu di beberapa tempat.
Mereka semua sengaja melakukan ini untuk memaksa para penyemat yang akan datang agar terpisah. Sehingga akan mudah mengalahkan mereka satu per satu.
Disisi lain juga ini merupakan salah satu ide dari Utusan Dewa Penguasa Kehidupan yang sebelumnya pernah bertemu dengan Bai Chen dan mengoloknya.
__ADS_1
“Aku menunggumu di acara penggantungan Klan Budak ini Wahai Dewa Penguasa Iblis Bodoh! Kita lihat berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk bisa sampai disini?”
“Karena aku tidak bisa janji untuk menyisakan klan ini, sebelum kedatanganmu, jadi cepatlah sampai disini!” tawa senang Utusan Dewa Penguasa Kehidupan yang bernama Tong Hui.