
Setelah mendapatkan Gelang Penghitung, mereka semua diarahkan menuju tempat istirahat yang dibangun oleh para prajurit.
Keesokan harinya, mereka semua dipanggil bersama dengan para pasukan kultivator kekaisaran untuk berkumpul di tanah lapang yang sudah menjadi kesepakatan kemarin.
"Dengarkan semuanya, kalian disini bukan untuk mati, kalian disini adalah pemangsa, jangan menjadi bahan makanan mereka, apalagi menjadi pengecut dengan lari dari pertempuran" Jenderal Tertinggi memulai pidatonya.
"Ingat kalian semua adalah prajurit terbaik kekaisaran, jangan membuat malu kekaisaran karena tidak menyelesaikan gelombang monster ini, mengerti ?" Jenderal Tertinggi.
"Dan untuk para kultivator lepas, silahkan tentukan pilihan kalian sekarang, kami memang memberikan hadiah yang cukup besar, tapi kalian semua pasti paham dengan resikonya, jadi kami masih memberi kesempatan untuk memutuskan sekarang" Jenderal Tertinggi.
"Karena jika pertempuran sudah dimulai dan kalian kabur dari pertempuran itu, aku yang akan membunuh kalian, aku paling benci pengecut" Jenderal Tertinggi sambil melepaskan tekanan kultivasinya.
Hal ini bisa dimaklumi, karena jika dalam suatu pertempuran atau peperangan, ada seseorang yang kabur atau menyerah, hal ini bisa menurunkan mental prajurit disekitarnya, sehingga bisa menyebabkan kekalahan dalam pertempuran atau peperangan.
Setelah itu, sebagian orang yang masih terlihat ragu mengundurkan diri, tidak jadi mengikuti pertempuran untuk menghalau Gelombang Monster tersebut.
"Karena para pengecut sudah keluar dari barisan, kalian semua adalah orang - orang pemberani, aku akui kalian, jadi jangan sampai membuat aku kecewa" Jenderal Tertinggi.
"Sekarang kita akan berangkat menuju hutan yang ada di samping kota ini, kita akan menunggu Gelombang Monster disana, usahakan agar para monster itu memasuki kota atau menyebar ke sekitar” Jenderal Tertinggi mengingatkan.
Pasukan yang cukup besar yang berjumlah 100 ribu kultivator kekaisaran dan 88 ribu kultivator lepas berbondong - bondong menuju ke hutan yang ada di samping Kota Elang Hitam.
Tidak menunggu lama, atmosfer pertempuran sudah mulai terasa ketika gemuruh suara dari para monster terdengar dari kedalaman hutan.
“Tuan muda, apakah kita akan langsung menyerang kedepan atau mengikuti alur pertempuran ini saja terlebih dahulu ?” Bai Long bertanya kedapa Bai Chen.
“Untuk sementara waktu kita mengikuti alur dulu, kita lihat dulu seberapa banyak monster yang mendiami hutan ini” Bai Chen menjawab.
“Chen Gege bukankah lebih baik kita langsung bantai semua saja, aku merasakan meskipun monster ini berjumlah banyak, tapi sudah tidak lagi bisa dibandingkan dengan kekuatan kita yang sekarang” Bai Feng juga ikut semangat ingin cepat membantai para monster itu.
“Kita pasti akan melakukannya nanti Feng’er, jadi kamu sabar dulu ya” Bai Chen mencoba meredam keinginan Bai Feng.
__ADS_1
Ketika rombongan Bai Chen berbincang, dari kejauhan sudah mulai terlihat beberapa Monster Semut berbagai ranah menuju ke arah Kota.
Jumlah Monster Serangga itu terbilang cukup fantastis, mereka semua berjumlah sekitaran 500 ribu monster. Jumlah ini membuat semua orang mulai fokus menunggu komando dari Jenderal Tertinggi untuk bisa memulai serangan.
“Karena para Monster Serangga kotor ini sudah terlihat, jangan tahan kekuatan kalian lagi, Seraaaaaaannnggggggg” teriakan Jenderal Tertinggi membuat semangat membara para pasukan membara seketika.
Semuanya langsung berlarian kedepan dan sudah dalam posisi bertarung menggunakan senjata masing - masing. Suara pertempuran sudah terdengar di seluruh hutan.
*Boom
Benturan Qi banyak terjadi antara semua orang dengan para monster semut ini.
*Slash
Suara para pengguna pedang sangat nyaring terdengar, tebasan demi tebasan mereka arahkan kepada gerombolan monster semut itu.
*Sring
Bau darah mulai tercium dari berbagai arah, tapi dari semua itu, ada sebuah kelompok kecil beranggotakan lima orang masih dengan santai terus menerobos ke gerombolan monster semut itu.
“Sepertinya gerombolan monster ini tidak bisa membuat kita mengeluarkan keringat” Bai Don berbicara dengan nada sedikit sombong.
[Selamat bawahan Master telah membunuh 10.000 Monster berbagai ranah, mendapatkan 3.200.000 PP & 320.000 PS]
“Betul juga, yang terkuat diantara para Monster Semut ini hanya di ranah Jalan Surgawi, mungkin gelombang monster setelah ini baru bisa membuat kita sedikit berkeringat” Bai Cheng tidak mau kalah dengan Bai Don.
[Selamat bawahan Master telah membunuh 20000 Monster berbagai ranah, mendapatkan 2.560.000 PP & 256.000 PS]
“Chen Gege, bolehkah aku menggunakan skill area ?” Bai Feng meminta izin kepada Bai Chen.
“Hmm, boleh saja, tapi kamu agak kedepan ya, jangan sampai terkena oleh orang - orang itu” Bai Chen sambil menunjuk pasukan yang ada di belakang mereka.
__ADS_1
“Terimakasih Chen Gege” Bai Feng tersenyum dan langsung merangsek ke depan.
Tanpa aba - aba apapun, dia langsung membuat sebuah bola api seukuran sebuah bukit, kemudian menghempaskannya ke arah gerombolan monster semut itu.
“Rasakanlah api phoenix ini, hyaaah” Bai Feng.
*Boommmmm
Terdengar suara benturan antara bola api serta tanah tempat gerombolan monster itu berada. Kepulan asap membumbung tinggi dari bekas dentuman suara itu.
[Selamat bawahan Master telah membunuh 100.000 Monster berbagai ranah, mendapatkan 12.800.000 PP & 1.280.000 PS]
“Glekk, bukankah dia cukup mengerikan Bai Long” Bai Chen menelan ludah ketika melihat Bai Feng mengeluarkan jurusnya itu.
“Itulah yang saya katakan dari dulu tuan muda, jika betina sudah marah, tamatlah dunia dunia ini” Bai Long juga cukup ngeri dengan apa yang baru dilihatnya.
“Nah, kalau kamu sudah tahu begitu, bukankah kamu akan berhenti menggodaku dan Feng’er ?” Bai Chen melirik Bai Long.
“Hehe, kalau itu tidak bisa tuan muda, Bai Feng tidak akan berani memarahi saya, apalagi di depan anda, karena menurutnya, saya adalah saudara terpenting anda, dia dulu pernah mengatakan itu” Bai Long tanpa merasa bersalah mengatakan itu.
“Oh, kenapa aku merasa bahwa aku yang dimanfaatkan disini ya ?” Bai Chen bertanya kepada Bai Long.
“Tidak usah tersinggung tuan muda, bagaimanapun juga Bai Feng sangat tertarik kepada anda, terlihat beberapa hari terakhir dia hanya mengobrol dengan anda” Bai Long menimpali.
“Tapi kamu tahu sendiri Bai Long, aku masih tidak mau mempunyai hubungan yang seperti itu, aku masih ingin menemukan keluargaku terlebih dahulu dan mencari setiap misteri di seluruh alam ini” Bai Chen berbicara sambil menghela nafas.
“Saya paham tuan muda, kalau begitu anda tidak perlu memberi harapan ke Bai Feng, agar nanti dia tidak kecewa” Bai Long berkata dengan serius.
“Eeeee, bukankah semua kondisi ini karena kamu ya ? Kenapa aku yang harus bertanggung jawab ?” Bai Chen.
“Oh, maaf tuan muda, sepertinya kita harus membantu mereka” Bai Long mengalihkan pembicaraannya dan langsung kabur ke depan dengan alasan membantu Bai Don, Bai Chen dan Bai Feng.
__ADS_1
“Aishh, awas saja kamu Bai Long” gumam Bai Chen sendiri.