
“Karena kamu adalah tamu disini dan kamu sudah bersedia untuk mundur dari tahtamu, aku akan memaafkanmu kali ini, tapi aku tidak tahu lagi untuk para perwakilan Dinasti Han-ku nanti.” Bai Chen mewanti-wanti Kaisar Ping Tao.
“Baik, terima kasih.” Kaisar Ping Tao lega karena Bai Chen mau memaafkan kesalahannya kali ini, disaat yang bersamaan dia juga sedikit dongkol dengan perwakilan dinastinya, bagaimana bisa mereka mengatakan hal tersebut di depan umum.
‘Aku akan mengomeli mereka setelah ini, tapi untung saja Pemimpin Tertinggi Bai Chen ini dalam kondisi yang baik dan dia mau memaafkanku. Jika tidak mungkin kepalaku sudah melayang sekarang, apalagi kedua kaisar lainnya ini sudah pasti akan berpihak kepada Bai Chen yang pasti lebih menguntungkan,’ pikir Kaisar Ping Tao sambil mengeluarkan senyum palsu.
“Sudahlah, mari lupakan sejenak mengenai permasalahan kali ini, aku akan menjamu kalian di Gedung Dewan Keamanan, karena semuanya sudah siap dan tinggal menunggu kita kesana!” Bai Chen mengajak kaisar lainnya untuk makan di Gedung Dewan Keamanan.
Akhirnya semua kaisar menuju ke gedung dan makan dengan lahap, karena tidak ada agenda lagi, mereka semua memutuskan untuk istirahat untuk mempersiapkan diri untuk Kompetisi Beladiri hari kedua besok.
Keesokan harinya, Lapangan Kompetisi sudah berubah bentuk menjadi empat Lapangan Kompetisi yang cukup besar berukuran 20x20 meter.
Setiap lapangan akan menjadi arena kompetisi bagi 4 peserta, jadi setiap pemenang yang akan lolos akan langsung masuk ke babak semifinal.
“Kalian semua sudah mengetahui semua peraturan yang ada bukan? Jika sudah, maka aku tidak perlu repot-repot lagi untuk menjelaskan!” Bai Long masih memandu acara seperti biasanya, kali ini dia pemandu juga sekaligus wasit dibantu oleh Bayangan Dewa.
“Kamu semua sudah paham!”
“Bagus, kalau begitu kalian semua naik ke lapangan sesuai dengan pembagian kemarin, kita akan langsung memulai pertarungan pertama diantara kalian semua!” Bai Long menyuruh semua peserta untuk segera ke lapangan kompetisi masing-masing.
Setelah semuanya berada dalam posisi bertarung, Bai Long memulai pertarungan pertama dengan bantuan sorakan dari penonton.
Sekarang mata penonton tengah dimanjakan oleh pertarungan antar individu di 4 lapangan yang berbeda, semua penonton berteriak histeris karena mereka semua kini sedang mendukung jagoan masing-masing.
Salah satu alasan penonton juga sangat antusias adalah mereka telah memberikan taruhan yang begitu besar untuk peserta jagoan masing-masing.
Singkat cerita pertarungan antara di 4 lapangan sudah selesai, kini hanya menyisakan 4 peserta yang akan masuk ke babak semifinal.
“Kita akan istirahat sejenak, karena lapangan akan digabungkan menjadi satu terlebih dulu, kalian memiliki waktu 30 menit untuk istirahat, gunakan dengan sebaik-baiknya!” Bai Long mengakhiri sesi pertama pertarungan tersebut.
Han Shen vs Sui Jiazhen
Han Shilin vs Song Quon
__ADS_1
Seperti itulah susunan pertandingan di semifinal ini, bisa dilihat Dinasti Han berhasil untuk memberikan dua perwakilan, Dinasti Song memberikan satu perwakilan, dan Dinasti Sui memberikan satu perwakilan.
Waktu istirahat sudah selesai, lapangan kompetisi yang tadinya ada 4 lapangan, kini sudah disatukan menjadi satu lapangan yang sangat besar, lapangan kompetisi semifinal ini memiliki ukuran 40 x 40 meter.
“Harap untuk semua peserta yang lolos untuk kembali ke lapangan kompetisi!”
Keempat peserta sudah berada di atas lapangan kompetisi.
“Pertarungan pertama antara Dinasti Han yang diwakili oleh Han Sheng vs Dinasti Sui yang diwakili oleh Sui Jiazhen! Harap kedua peserta yang lainnya menuju ke samping lapangan untuk menunggu giliran!”
“Untuk semua penonton, sudah saatnya kalian menyaksikan babak semifinal antara dua perwakilan dinasti besar ini, jangan lupa untuk menyiapkan dukungan kalian yang paling heboh untuk keduanya!”
*SHIUUUUUUU!
Semua penonton terlihat sangat antusias, bahkan nilai taruhan kali ini sudah mencapai 100 juta batu kristal, nilai sebuah pertarungan resmi yang sangat mahal sekali.
“Baiklah! Kedua peserta harap memberikan hormat!” Bai Long kini memimpin pertandingan Han Shen vs Sui Jiazhen tidak dengan terbang, dia kini berada tepat di samping kedua peserta tersebut.
“Mulai!” Bai Long mengangkat tangannya dan serangan pertama diambil oleh Han Shen dengan memanfaatkan keunggulannya yaitu kecepatan, dia mengambil sisi kanan Sui Jianzhen dan menebasnya dengan cepat.
*TING!
*TING!
Sui Jianzhen tidak tinggal diam, dia menepis semua tebasan Han Shen sambil terus menjaga jarak, karena dia sadar tubuhnya yang agak besar membuat kecepatannya pasti kalah dengan Han Shen yang memiliki kecepatan diatas rata-rata.
Han Shen meneruskan serangannya yang kini sudah dibalut dengan tekanan kultivasi dan hawa membunuh yang intens, dia kini sudah dalam mode konsentrasi penuh, tebasan pedangnya lebih cepat puluhan kali lipat dari sebelumnya.
*TING!
*SLASH!
“Sial, lenganku tersayat, aku harus secepatnya menyerang balik, aku tidak boleh terus bertahan seperti ini!”
__ADS_1
Sui Jianzhen kemudian mengeluarkan sebuah jurus yang membuat Han Shen mundur beberapa langkah.
“Pedang Api : Amukan Api!”
Pedang yang digunakan oleh Sui Jianzhen mengeluarkan kobaran api yang sangat panas, api tersebut adalah respon terhadap elemen yang dikuasainya dan suntikan energi qi dari Sui Jianzhen sendiri.
*BOOM!
“Hebat juga, ternyata kamu sudah memiliki afinitas terhadap api, kebetulan aku juga memiliki afinitas terhadap sebuah elemen yang merupakan salah satu lawan alami apimu!”
“Pedang Es : Badai Es!”
Hawa panas yang terasa akibat serangan Sui Jianzhen sebelumnya kini dinetralkan oleh hawa dingin milik Han Shen.
“Sekarang bukankah kita harus melanjutkan ronde kedua?”
“Tentu saja!”
Kedua orang yang sedang bertarung ini sudah mulai menikmati pertempuran dan tanpa sadar karena bentrokan antara pedang api dan pedang es milik mereka berdua, suhu di lapangan menjadi tidak stabil dan membuat beberapa ledakan keras akibat dua elemen yang saling bertolak belakang tersebut.
Mereka berdua bertarung dengan cukup baik, hingga sama-sama hampir kehabisan energi qi, mereka berdua kini sedang saling pandang sambil terengah.
“Hah, hah, sepertinya kita cukup seimbang, karena pertarungan kita sudah terlalu lama, bagaimana jika kita menyelesaikannya dalam satu gerakan?” Han Shen memberikan tawaran menarik kepada Sui Jiazhen.
“Seperti yang aku pikirkan, mungkin setelah satu serangan ini, kita bisa menentukan siapa yang akan lolos ke partai final, aku terima tawaranmu!” Sui Jiazhen menerima tawaran Han Sheng dan sudah memegang pedangnya dengan kedua tangan serta mengalirkan energi qi terakhirnya untuk serangan terakhir ini.
“Pedang Api : Amukan Abi Besar!”
“Pedang Es : Badai Es Tornado!”
*BOOOM!
Kedua serangan tersebut membuat semua penonton melongo, bahkan Bai Long harus membuat barrier di sekitar lapangan kompetisi untuk mencegah dampak serangan ini meluas.
__ADS_1